Kapal Selam PT.PAL Dan Pesawat Tempur PT.DI

97
306
Changbogo - IFX
Changbogo/PT.PAL – IFX/PT.DI

Berita mainstream media mengenai kapal selam dan pesawat tempur:

TNI AL Pesan 3 Kapal Selam Seharga US$ 1.08 Miliar

Fahrizal Lubis

Sejumlah Alutsista baru diterima TNI AL di Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Jakarta – Kementerian Pertahanan menilai, untuk membangun kekuatan minimum, TNI AL membutuhkan minimal 12 kapal selam. Saat ini TNI AL telah memesan 3 kapal selam Changbogo, termasuk kerja sama Transfer of Technology (ToT) bersama Daewoo Shipbuilding Marine Enginerering (DSME) dengan PT PAL Indonesia.

Dalam kerja sama tersebut, 2 kapal selam dengan model DSME 209 itu akan dikerjakan di Korea Selatan dan yang terakhir dikerjakan di Indonesia. Kemenhan yakin tim yang diberangkatkan untuk berlajar di Korea Selatan akan berhasil menerapkannya di Tanah Air.

Kepala Badan Sarana dan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabaranahan Kemhan) Laksamana Muda Rachmad Lubis berharap perekonomian di Indonesia semakin membaik. Diharapkan tahun 2029, kebutuhan minimum kekuatan bisa terpenuhi.

“Tahap pertama kita coba adakan 3 unit sekitar US$ 1,08 miliar, waktunya tak kurang ketiganya butuh 7 tahun. Kita harapkan di akhir 2024-2029 kalau ekonomi terus membaik. Diharapkan 12 kapal selam dipenuhi,” ucap Rachmad usai mengikuti rapat Rencana Induk Pemenuhan Alpalhankam di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (02/04/2014).

Selain itu, tambah Rachmad, melihat wilayah laut Indonesia yang 50 persen mempunyai kedalam rata-rata di bawah 100 meter, Indonesia juga memerlukan kapal selam kecil (midget). Untuk memenuhi kapal selam kecil, tim dari BPPT dan Dislitbang TNI AL telah mengembangkannya
sejak 2007 silam.

“Midget itu kapal selam mini memang perlu. Tapi perairan kita konturnya macam-macam. Kalau laut dalam butuh besar, sedang ya sedang, kalau dangkal ya butuh midget,” imbuh jenderal bintang dua ini.

Ada dua tipe yang dikembangkan yaitu midget dengan panjang berbobot 133 ton dengan panjang 22 meter dan panjang 15 meter. Pengembangan masih dilakukan di Laboratorium Hidrodinamik di Surabaya, Jawa Timur, melalui program riset insentif nasional (Insinas).

“Itu tetap kita jaga pengembangan desain tapi belum masuk produksi (massal), baru desain,” kata Rachmad.

(Muhammad Ali) –  (Liputan6.com)

RI Siap Produksi Jet Tempur Pesaing F18, Harga Lebih Murah

F-18 milik AS (Foto: Reuters)

Jakarta – Industri strategis nasional bersama Kementerian Pertahanan sedang mengembangkan pesawat tempur tipe KFX/IFX. Dalam pengembangan dan produksi pesawat tempur ini Indonesia menggandeng Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

KFX/IFX sendiri merupakan varian jet tempur generasi 4,5. Pesaing pesawat ini adalah F18 buatan Amerika Serikat dan Dessault Rafale buatan Prancis. Produksi tipe IFX di dalam negeri menghemat pengeluaran anggaran karena harga jual lebih murah.

“Harga jauh lebih murah. Kedua ini target kita produsen juga. Hitungannya jauh lebih murah daripada beli. Yang paling utama. Pajak pembelian, pajak keuntungan, pajak lain-lain balik ke Indonesia yakni sebanyak 30% karena dibeli di dalam negeri,” kata Kepala Bidang Perencanaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Said Didu di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Said menjelaskan pengembangan pesawat tempur karya putra-putri Indonesia terus berjalan meskipun terjadi pergantian pemerintahan atau presiden.

“Kemarin Korea sudah putuskan ini akan dilanjutkan. Meski terhenti 2 tahun. Itu sudah jalan. Kemarin dia pilih seri 4,5,” sebutnya.

Pesawat untuk varian Indonesia yakni IFX akan diproduksi di markas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Jawa Barat. Di tempat yang sama, Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisyahbana menjelaskan jet tempur KFX mulai diproduksi secara massal pada tahun 2020.

Saat ini tenaga ahli PTDI sedang mempersiapkan rancangan esawat tempur generasi 4,5 tersebut.

“Diproduksi baru masuk tahun 2020. Persiapan banyak kita lakukan. Rancangan bangun dikembangkannya KFX/IFX. Kita rancang sesuai dengan kebutuhan TNI,” kata Andi. – (finance.detik.com)

97 KOMENTAR

  1. Selamat siang 😀 apa kabar semuanya

    Biarpun ini baru berita, tpi ini sudah membuat tidur tidak nyenyak kawasan, khusunya anggota FDA

    Ini bisa jadi pencerahan yg nyata sbagai gambaran analisa para sesepuh warjag 😀

    Bung jalo, Bung Nara, Bung Satrio dan Bung-Bung ssesepuh warjag lainya……. Jangan bosan2 memberikan kabar hoax yg mencerdaskan bagi kami semuanya,

  2. Bagaimana dengan sistem integrasi star streak yang sedang di bangun pt len bung Now. Denger kabar katanya star streak ini masih di bawah buk minahnya ruskie soalnya buat nembak heli kena tapi kalo nembak pesawat jet lolos. mohon pencerahannya.

    • perihal starstreak dibawah dibawah bukm2e, jelas pastilah. shorad (~7km) kok melawan medium (~40km). kalau kecepatan starstreak 3.5mach dan buk m2e 3mach. kalau balap lari mengejar target di daerah jangkauan starstreak (7 km) tentulah bukm2e kalah cepat. mengingat kecepatannya yang lebih rendah. dengan kata lain, starstreak adalah salah satu sam terbaik versi shorad. sekali lock, probability hits nya akan tinggi sekali.

    • IMHO jadinya tentu dipersenjatai, hanya kuantitasnya saja yang juga ikut kecil. tapi bukan berarti tidak mematikan, apalagi jika jumlah unitnya banyak. Dalam beberapa hal KS midget lebih sulit dihadapi, apalagi dalam skenario KS besar/nuklir yang masuk ke perairan dangkal yg merupakan habitat ideal KS midget. Setengah perairan Nusantara punya kedalaman < 100 meter, di wilayah selat malaka jika tidak salah rata2 50 meter

      • bakalan dilengkapi AIP ga bang NYD? kalo untuk kelas midget tanpa AIP, berapa lama ketahanan nyelam gak nongol-nongol ke permukaan?
        Bang NYD, kalo Jitenbi itu ada niat mau di ekspor ga? atau konsumsi sendiri aja? apalagi kalo udah minimal 80% komponen lokal, harganya pasti bersaing dengan produsen fighter yang lain, istilahnya ” harga ekonomis, kualitas keren abiss”..

          • Ini hoax lho..
            Wow, pake vls? Muat gt bang ks midget di pasangin vls missile? Emang height nya berapa? Panjang rudalnya aja minimal semeter setengah, lom platform launcher nya.. apa gak ngabisin ruang tuh bang?
            Ks midget yang operasiin berapa orang dan tahan berapa hari patroli sampe harus refuelling? Sorry kebanyakan nanya, pengen pinter.. heuheu..

          • OH maaf.. saya salah alamat 😀 itu buat KS “normal” :mrgreen: maaf ya..

            Dalam KS midget semua serba diperkecil, tp saya ga yakin sudah ada midget plus AIP 🙄

            Kalaupun ada (miniatur sistem AIP untu midget) kemampuannya kurang lebih sama dengan KS biasa. Logikanya walau penghasil oxy lebih kecil tapi crew juga lebih sedikit. Demikian juga dengan pemurnian udaranya

          • Hehe.. gpp bang..
            Kaget aja kalo midget kita dipasangin VLS, royal banget kesannya… wkwkwkwk..
            Moga aja instalasi AIP di kelas midget kita yg jadi pioneer nya.. amiin..
            Nah kalo tanpa AIP gitu, maksimal submerged gak nongol2 berapa lama yah?
            CMS dan pengindraannya 100% made in Indonesia kan?

          • BTW, barusan saya penasaran cari2 informasi ternyata ada KS midget yg pake AIP 😀 Penelitian sudah dimulai sejak tahun 50-an (di AS). IMHO di wilayah perairan barat (Laut Jawa hingga Natuna) midget lebih menakutkan daripada KS ukuran konvensional. Apalagi banyak karang dan kepulauan buat ngumpet.

            tanpa AIP KS hanya mampu menyelam 3-5 hari, dengan AIP bisa sebulan. selain perlu oxygen kan bernafas juga mengeluarkan CO2, tanpa penghasil oxygen dan penyaring CO2 crew bisa mati lemas.

          • Terimakasih atas pencerahannya bung nowy, anda telah ikut mencerdaskan anak bangsa.. waduh kok jadi kayak himbauan MENDIKBUD di tv.. heuheu..
            Mudah2an midget kita juga pake AIP, biar bisa buntutin KS tetangga yg slonongboy masuk perairan kita tanpa ketahuan..

  3. Jadi kedepannya Jitenbi + KFX jadi tulang punggung TNI AU ? Keren.. Kita butuh banyak sekali pespur untuk mengamankan area NKRI yang maha luas.
    mohon pencerahannya para sesepuh warjager tentang peran kedua pespur ini kelak jika sudah aktif di TNI. Apakah akan ada pembagian mana yang menjadi interceptor atau air superiority? atau syukur2 keduanya nanti punya peran multirole hehehe

  4. Jitenbi kagak bagus….
    Jitenbi (rancangan original) yang bagus adalah yg versi asli punya Israel, ketika yang buat china performance sudah berbeda.

    Untuk medium…Mending gripen atau jf gen 3…atau the best rafale…bisa fight segala jenis pesawat..

  5. bung..now…saya titip..bila ada artikel mengenai senapan serbu buatan pindad yang mau mengadopsi sistem kinetik atau berbahan polymer..mohon ada delik-deliknya bung?..soalnya dulu adopsi beretta arx 160 ke mana ujungnya..demikian bung nowyoudont. Salam tabik

    • kan ada sempoa 🙂 typhoon mehong bung, 125 jeti per unit, 1,5bn usd cuma dapet mini squadron 12 unit (baru). tapi jika plus fee ToT jumlah mungkin lebih kecil lagi, kecuali jika 2nd dan dgn skema khusus plus plus seperti konon terjadi pada skema Apache

          • Salam kenal bung Erich, maaf harus pake clue.

            Nih negara terkenal galak ama embargo, contoh kasus waktu kejadian di timor timur… Dan masih satu licensi dengan PT. DI

          • @ bung jalo, sangat disayangkan klo emang bener f/18 hornet, setau ane dulu waktu latihan wvr antara au sweden dgn finlandia. hornet si finlandia dihajar 4-0 sama gripennya sweden….taon 2004 klo gak salah….maaf klo ngawur…….he,he,he

          • Hehehehe, bung Erich mancing… Bukan itu bung, yg pernah ngalahin 2 F-15…. Nih saingannya Rafale, sama jenis yaitu multi role juga

          • berarti aliran kalenderiah yang berhasil yah. hebat juga bisa menumbangkan bermacam2 kandidat potensial yang lain. pantas dah satu engine type f-18, gripen, fa-50, t-50. selain itu sk menyediakan slot produksi sampai 33 unit untuk fa/ta/t-50 series buat indonesia.

            Stennis Hosts Indonesian Leaders at Sea
            From Mass Communications Specialist 3rd Class Grant Wamack
            By U.S. Pacific Fleet

            SOUTH CHINA SEA – Distinguished visitors from the Republic of Indonesia visited the aircraft carrier USS John C. Stennis (CVN 74) at sea April 5.

            Military and civilian leaders from the Republic of Indonesia met with John C. Stennis Carrier Strike Group (JCSCSG) leadership, observed flight operations from the flight deck and toured several spaces throughout the ship.

            “The U.S. and Indonesian navies share a common interest in maritime security,” said Rear Adm. Mike Shoemaker, the JCSCSG commander. “As we continue to operate together, we will improve our ability to collectively contribute to security and stability throughout the region and ensure the sea lanes of commerce remain safe for all mariners.”

            The U.S. and Indonesian navies meet and train throughout the year, both bilaterally and multilaterally, to improve interoperability and to be prepared to collectively respond to any crisis. Continued cooperation and training between the two militaries helps to ensure stability in the region.

            “Our Indonesian guests were very impressed and that’s a very important part of building our partnership with Indonesia,” said Kristen Bauer, the U.S. Deputy Chief of Mission to Indonesia. “Personally, it’s a great pleasure seeing all of the American men and women doing a fabulous job.”

            The JCSCSG, consisting of Stennis, CVW-9, Destroyer Squadron 21 and guided-missile cruiser USS Mobile Bay (CG-53), entered U.S. 7th Fleet March 26 after spending nearly five months operating with and supporting U.S. Naval Forces Central Command (NAVCENT).

            This article was originally published at: http://www.cpf.navy.mil/news.aspx/030161

            — USPACOM (posted April 05, 2012) —

        • bung jalo, super horny mau dakuisisi juga yah? ngorbanin pespur yang ada di listnya bung nara ga? misalkan super horny jadi trus jin rafa di cancel… kan sayang banget tot nya… kan kita punya pengalaman pahit sama uncle sam yang satu ini… jangan sampe kaya c Falcon dulu deeh…
          soalnya ga masuk di nalar ane kalo TNI ngambil nie super horny dan men drop jin rafa atau gripen..

          • Hehehehe, baca clue lagi bung… Banyak loh clue yg sudah saya kasih, ada bung nowy dan bung nara juga ngasih… Kalau sudah baca semua pasti hasilnya ada… Hehehehehe, peace 🙂

          • oh.. i see.. pespurnya mama el.. yah bung jalo..
            BlackStorm jadi yah? ini kan salah satu kandidat pengganti F5, berarti ada yg gak jadi donk, mana yang dieliminasi? jangan bilang kita gak jadi beli jin rafa bang jalo.. atau gripen.. hikz.. tot nya kan sayang..

          • sowry bang jalo.. lupa baca clue suhu2 semua… ga jadi 36 dong? cuman ngambil 24? berarti BlackStorm dikurang, lebihnya buat jin rafa yah..?

  6. Hehehehe bisa aja bung Tani, kalau jeli lihat clue ini “Tapi perairan kita konturnya macam-macam. Kalau laut dalam butuh besar, sedang ya sedang, kalau dangkal ya butuh midget,”

    Lalu diukur dengan potensi industri kapal selam dalam negeri dan presentase kedalam lautan kita…

    Maaf ya bahasanya ribet…

    • semakin banyak bgt ya ilmu yang didpt, dari kerjasama pengadaan medium tank dgn turki & korsel, BTR-4 dgn ukrine dan retrofit AMX-13 dgn belgia.. blm lagi dari ruske (BMP-3F yg wktu itu bung jalo bilang..
      magnet apa ya bung yg membuat negara lain mau membagi ilmunya ke kita, “selain uang”.?
      salam

  7. menurut clue dari bung jalo memang masuk akal minimal kita harus punya ks kilo untuk perairan dalam, ks cang bogo untuk sedang, ks midget untuk yg dangkal, tapi bung maaf nih kenyataannya kita cuma punya dua ks yg udah tua!, memang alutsista negara tidak mungkin di publikasikan semua tapi menurut saya kerahasiaan jumlah alutsista yg dirahasiakan tidak lah begitu banyak perkiraan saya 10-20% dari yg ada sekarang, misal sukhoi kita 16 paling yg jadi rahasia cuma 2 atau 3 biji, semisal ks yg rahasia 1 atau 2 biji yg di umpetin, lah dengan pertimbangan seperti itu tunggu 15 th untuk sampai 12 biji ks hitungan pemerintah dari mana? yg ada alutsista sekarang 15 th lg ya udah tua juga kan? untuk midget kayanya butuh riset 1-2 th lagi untuk bisa produksi dan biar bisa nyengat ks lawan! maaf bung bung jadi kepanjangan komennya intinya saya kurang setuju perencanaan mef dari pemerintah yg terlalu lama tapi kurang memperhatikan kawasan!

  8. @Bung nara,
    Permisi Bung nara, ane cuman penasaran aja…saya baru ingat…pernah baca berita kalau kita pernah mesen kasel U-206 dari jerman menjelang krismon 98 sebanyak sekian unit dan karena krismon, pembelian dibatalkan…. yang ane penasaran…. apa iya dibatalkan ya? logika ane sebagai orang awam…kan bisa aja dengan uang yg tetep ada kita tetep bisa beli tapi jumlah kasel nya aja yang nyusut….atau jangan2 ….??? heheheh…. (sambil senyum2 penuh arti tau sama tau)