Jan 312015
 

rusia-sub

Anggota forum internet militer menemukan kapal selam ini di majalah otomotif Top Gear versi Russia, yakni gambar rahasia kapal selam laut dalam armada Utara Rusia.

Dalam foto di artikel “Cipratan putih,” yang menceritakan rally uji Mercedes-Benz GL 450 ke Arkhangelsk, terekam gambar kapal selam nuklir AC-12 proyek 10.831, yang dikenal dengan nama “Losharik”. Foto itu diambil di pantai laut putih, tempat mobil Top Gear sedang mengambil photo.

Pendapat ahli mengatakan photo ini adalah salah satu foto berkualitas tinggi yang pertama dari Losharik, yang merupakan salah satu kapal selam Rusia yang paling rahasia.

“Losharik” punya nama resmi yang berasal dari bentuk lambung yang aneh, yang menggunakan bidang titanium yang saling berhubungan. kapal selam ini mampu menyelam pada kedalaman 6000 meter. Kapal ini dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk operasi air laut dalam dan, khususnya, digunakan untuk pengambilan sampel tanah di daerah Lomonosov untuk mempersiapkan permohonan perpanjangan batas landas kontinen Rusia di Kutub Utara. pekerjaannya dilakukan pada kedalaman 2,5 hingga 3 km.

Selain itu, kapal selam jenis ini dapat digunakan untuk berbagai jenis misi. Dalam hal ini, informasi dalam pers tentang karakteristik dan kemampuan “Losharik” sangat terbatas.

(by: Alto Daris, JKGR Biro Jabodetabek).

  25 Responses to ““Kapal selam rahasia Rusia tidak sengaja terpoto””

  1.  

    hmmm….

    •  

      KELEMAHAN MILITER INDONESIA BAIK ORGANISASI MAUPUN SUSUNAN ALUTSISTANYA:

      Kemhan: belum bisa bikin dan melaksanakan perencanaan pertahanan yang koheren..

      TNI AL: pembangunan alutsista tidak balance.. masih banyak kekurangan di bidang yang penting : patroli maritim jarak jauh, Anti-Submarine Warfare, mining/counter mining

      TNI AU: peralatan tidak kompatibel.. masih kekurangan aset untuk modern air combat: airborne early warning and control (AEW&C).

      TNI AD: kebanyakan unit non-depolyable karena pola latihan yang tidak efektif..komando teritorial lebih cocok untuk kepentingan politis daripada menunjang operasional..postur TNI AD terlalu besar..

      TNI keseluruhan: C4ISR (command, control, communications, computers, intelligence, surveillance and reconnaissance) masih primitif
      untuk AU apa ndak terlalu buru2 dan boros ya kalau/ jika ada pengadaan pesawat bersanggul dalam waktu dekat. mengingat radar yg ada skrg masih bolong2 dan terbatas jam operationalnya, dan lagi heavy figt msh 1ska.

      apa ndak lengkapi dan optimalkan radar yg d bawah dulu aja. klo untuk MPA sih setuju aja klo d tambah terus..

      imho

      •  

        @DEFENSIF kalo mau tau penyebab semua ini adalah korupsi, pejabat yg ngaa amanah dan silakan di tambahin sendiri

      •  

        Tambahan TNI AL : Kapal Selam yang hanya 2 unit untuk menjaga laut Indonesia yang sangat luas… 😀

      •  

        Setuju Bung.
        Menurut Bu Connie “Sementara itu, pengamat pertahanan asal Universitas Indonesia, Dr. Connie Rahakundini Bakrie menuturkan tidak selamanya anggaran pertahanan itu dihitung berdasarkan GDP tetapi bisa didasarkan pada Threat Based Planning atau pembangunan kekuatan yang didasarkan pada pendekatan prediksi ancaman yang dihadapi. Baru kemudian kekuatan pertahanan dibangun berdasarkan Capabilities Based Planning (CBP).”
        http://garudamiliter.blogspot.sg/2014_11_09_archive.html

        Menurut saya logikanya begitu, Threat Based Planning (TBD), baru kemudian Capabilities Based Planning (CBP).

        Karena di dalam CBP ada faktor Defence Priorities, Scenarios dan Capability Goals, yang ketiganya dapat diases melalui TBD.
        http://www.strategicstudiesinstitute.army.mil/pdffiles/ksil239.pdf
        Sama kalau kita melakukan analisis bahaya dan/ atau risiko, langkahnya adalah melakukan identifikasi bahaya melalui prioritas, skenario dan sasaran/ goals.

        MEF sepertinya menuju ke CBP tanpa melalui TBD terlebih dulu. Tentu saja GDP Indonesia berpengaruh, seperti juga berpengaruh terhadap MEF.

      •  

        Benar yang gawat pembelian alutsista yang dipengaruhi oleh faktor politis bukan untuk sesuai kebutuhan.

        Mengkhawatirkan.

    •  

      program MEF sepertinya hanya mengejar jumlah dan jenis alutsista dan menyampingkan apakah alutsista MEF 1 bisa kompetibel dgn alutisita di MEF berikutnya hasilnya kita memiliki alutsita yang wah tpi begitu perang baru repot sendiri karena banyak alutsista tidak bisa saling koneksi alhasil berkerja sendiri-sendiri. beginilah kalo alutsista hanya mengikuti gengsi para jenderal tanpa memikirkan jangka panjang alasannya user lebih tau kebutuhan.

      beli sukro-35 wah…
      beli ks kilo wah……
      beli ks cangbogo TNI oga pada hal bwt kemandirian.l

    •  

      Melihat pengalaman betapa sulitnya mencari air asia yg jatuh padahal berbagai macam alat yg canggih telah digunakan, Jadi berpikir kapal selam adalah senjata yg sangat strategis dan mempunyai kekuatan yg luar biasa, walaupun itu bukan kapal selam yg paling canggih. Ayo bikin ChangBogo yg banyak, minimal 18 unit s/d 2024, sesuai dng baterai yg telah dipesan di Bogor. ngarep.com

  2.  

    1 kah

  3.  

    mantap lontongnya

  4.  

    Setelah masuk di formil sdh tdk rahasia lg dong? :razr:

  5.  

    agaknya kapan kapal selam rahasia Indonesia ketangkep kamera secara ngaa sengaja ya………

  6.  

    Itu Kilo mau dikirim ke Indonesia…eeeyaaaa

  7.  

    Coba di zoom foto kapal selamnya ada tulisan 402

  8.  

    Tapi lomba tembak bisaam Brunei tni juara lagi tuh

  9.  

    “Clarkkkkkssoooooonnnnnn!!!!!!” -maklum fans berat Top gear-

  10.  

    saya sih tetap dengan info yang saat ini saja, hanya 2 unit cakra class yang mengamankan kedaulatan perairan indonesia dan menunggu masuknya 3 unit cbg class yang dipesan dari korea selatan.

  11.  

    barangkali ini yang dititip dibrunai….mulai muncul satu-satu…sereeem…

  12.  

    Biarlah yg rahasia tetap jadi rahasia…
    Yg pasti mereka lebih paham dan mengerti pada bidangnya dr pada kita… Kita doakan aja yg terbaik buat bangsa ini..

  13.  

    KS Amur Class.. Semoga dan Secepatnya

 Leave a Reply