Aug 222016
 

Kapal selam Rusia beroperasi di Samudra Pasifik di level yang belum pernah terlihat selama beberapa dekade. Untuk pertama kali setelah Perang Dingin, Armada Pasifik Rusia mendapatkan kapal selam yang lebih tenang, dengan persenjataan yang lebih baik dan memiliki jangkauan yang lebih jauh.

Menurut penelitian berjudul “Russia’s Asian Rebalance” dari Institut Kebijakan Internasional Lowy Australia, pergerakan Rusia ke Asia menciptakan perubahan besar dalam Armada Pasifik, yang dalam dekade mendatang akan menjadi aset terbesar bagi AL Rusia.

“Kapal selam misil balistik dan pemburu-pembunuh terbaru telah dialokasikan untuk armada tersebut, yang akan meningkatkan aspirasi proyeksi kekuatan Moskow secara signifikan,” tulis laporan tersebut. “Rusia akan mengoperasikan kapal selam kelas Boreinya yang terbaru dari markas Pasifik di Semenanjung Kamchatka. Enam kapal selam rudal jelajah kelas Yasen mereka akan mulai beroperasi pada 2017, dan mereka juga tengah memodernisasi kapal lain mereka kelas Akula, Oscar, dan Sierra.”

Menurut analis militer Rusia Dmitry Gorenburg, “Armada Pasifik sepertinya akan menjadi armada terbesar Rusia pada dekade mendatang, mengingat peningkatan kepentingan geopolitik wilayah tersebut dan konsentrasi kekuatan maritim di area itu.”

Mengubah Fokus

Pada masa Perang Dingin, AL Soviet dikenal akan senjata raksasanya, seperti kapal selam kelas Taifun (Typhoon). Dengan bobot 48 ribu ton, kapal ini hampir sebesar kapal induk, membuat kapal selam terbesar AL Amerika yang memiliki berat 20 ribu ton terlihat kerdil. Raksasa Soviet ini bisa meluncurkan 200 hulu ledak nuklir sekaligus ke kota-kota dan fasilitas militer milik musuh. Namun, setelah Perang Dingin berakhir, kapal megah tesebut tak mampu beradaptasi dengan era baru akibat pemotongan anggaran.

Dengan perubahan dan penguatan armada, fokus Rusia kini ialah memperluas armada, khususnya dengan kapal selam kelas Borei. Meski ukurannya tak sampai separuh Taifun, Borei tetap menjadi sesuatu yang segar dibanding senjata sekolah kapal selam AL Soviet. Kelas Borei menampilkan generasi baru yang sangat tenang pada kapal selam Rusia, yang lebih tangguh di teater bawah laut. Selain lebih murah, jumlah kru yang dibutuhkan juga jauh lebih sedikit. Di saat yang sama, mereka punya kekuatan tembak yang mumpuni, yakni mampu meluncurkan 16 – 20 misil nuklir dengan delapan hulu ledak independen yang terarah.

Rusia berencana mengganti kapal selam era Perang Dingin mereka dengan 12 kapal kelas Borei, kata Gorenburg. “Mereka telah sepakat membangun delapan kapal dalam beberapa tahun ke depan, dan empat lainnya akan dipesan pada dekade mendatang. Kapal selam baru kemungkinan menjadi versi modern kapal selam Borei II saat ini, dengan pembaruan komponen elektronik dan lainnya. AL Rusia berencana menempatkan enam kapal di Armada Utara dan enam lainnya di Armada Pasifik.”

Selain itu, Rusia juga memperkenalkan kapal selam penyerang multiperan kelas Akula, Kuzbass, pada armadanya. Untuk meningkatkan unsur siluman, kapal selam ini dilengkapi dengan dua lapis mekanisme antigetar. Semua unit ditempatkan pada fondasi elastis dan masing-masing dipisahkan oleh penyerap kejutan pneumatik. Hal ini membantu mengurangi dampak ledakan pada mekanisme kapal selam dan kru kapal. Saat ini, kapal telah menyelesaikan uji coba laut dan akan segera menjalankan tugas aktif di Armada Pasifik.
Kekuatan dan Proyeksi

Peningkatan ukuran, daya tembak, serta jangkauan kapal selam Rusia adalah langkah-langkah yang ditempur Rusia untuk bangkit kembali. Sepanjang Perang Dingin, AL Amerika kerap memamerkan kemampuan kapal selam mereka yang lebih tenang, yang diam-diam juga tak dibantah oleh Soviet. Dengan keterbukaan Rusia, kemampuan sesungguhnya kapal selam juga ikut terbuka. Para pengemudi kapal selam Rusia sering menuturkan kisah bagaimana mereka hampir menggores lambung kapal AS tanpa disadari pihak Amerika. Ini mungkin akan menjadi hal nyata.

Rusia telah menempatkan kapal selam tempur dan misilnya dengan skala yang sulit disusul Amerika, kata Komandan Angkatan Laut AS di Eropa Laksamana Mark Ferguson pada CNN. Menurutnya, Moskow menempatkan kapal selam baru yang lebih sulit dilacak dan dideteksi oleh AL Amerika.

Mereka lebih tenang, memiliki persenjataan lebih canggih, dan jangakauan operasi yang lebih luas, terang Ferguson. “Kapal selam yang kami lihat jauh lebih siluman,” kata Laksamana Ferguson. “Kami lihat Rusia punya sistem senjata yang lebih unggul, sistem misil yang bisa menyerang darat dalam jarak jauh, dan kami juga melihat keandalan operasional mereka lebih baik karena mereka bergerak lebih jauh dari perairan mereka sendiri.”

Laksamana Punawirawan James Stavridis, mantan komandan NATO menambahkan, “Kami tak bisa memantau aktivitas kapal selam Rusia seratus persen sekarang ini.”
Tampilan Masa Depan

Kini, ada rencana untuk mengembangkan kapal selam nuklir multifungsi kelas baru, dengan tujuan membangun sesuatu yang lebih murah dan kecil dari kelas Yasen. Kapal tersebut bisa berupa kapal selam penyerang dengan persenjataan misil yang lebih sedikit, dibanding kapal Amerika kelas Virginia. AL Rusia berharap bisa memulai pembangunan kapal ini pada 2016, dengan target menciptakan 16 – 18 buah kapal.

Sementara, AL Amerika memiliki 53 kapal selam di gudangnya, namun karena pelucutan dan keputusan anggaran, angka tersebut akan turun menjadi 41 buah pada akhir 2020-an. Hal ini jelas menunjukkan AL Amerika akan tertinggal dari Armada Rusia.
Kucing dan Tikus

Selama puluhan tahun, kapal selam Amerika dan Rusia kerap melakukan aksi kejar-kejaran di laut, seperti kucing dan tikus. Kini tampaknya, tak peduli seberapa tenang kapal selam AS, Rusia bisa meangkap mereka kapan saja, di mana saja.

Sebuah laporan Strategy Page tanggal 18 Februari 2015 menyebutkan, “Pada awal 2014, pakar deteksi kapal selam AL Amerika ketakutan saat kapal AGI (Auxiliary General Intelligence, atau pengintai elektronik) kelas Vishnya milik Rusia terlihat beberapa kali di pesisir timur Florida, di sekitar markas kapal selam dan pasukan udara marinir. Vishnya terlihat didampingi kapal lain, keduanya menggunakan pangkalan Kuba untuk melakukan pengisian ulang. Kedua kapal pertama kali muncul di Kuba pada Februari.

“Hal yang menciptakan ketakutan di kalangan para pelacak kapal selam adalah kesadaran bahwa komputer kini sangat murah dan cukup kuat untuk membuat mereka mendeteksi kapal selam dari tanda-tanda yang tak terlalu jelas (seperti gangguan di permukaan air) saat mereka pergi. Sudah menjadi rahasia umum selama puluhan tahun bahwa petunjuk seperti dalam dongeng itu memang nyata, dan dengan kemampuan komputer yang mumpuni serta sensor yang cukup sensitif Anda bisa menggunakan metode ini untuk melacak kapal selam secara real-time.

“Dengan kata lain, kini tak lagi penting seberapa tenang kapal selam, tapi apakah ia di sana atau tidak dan bergerak. Pakar AL Amerika telah menghitung dan menyadarai waktu saat tengah mendekat dengan kecepatan tinggi, jika belum sampai, saat sensor cukup sensitif dan komputer cukup cepat untuk melacak semua kapal selam. Hal semacam ini diketahui secara umum di kalangan akademisi, namun yang diketahui marinir atau lembaga intelijen adalah rahasia. Diyakini Rusia telah melakukan penelitian teoritis selama bertahun-tahun di area ini. Sejak awal 1990-an, Rusia punya akses ke teknologi komputer tercepat serta teknologi sensor komersil terbaru. Di atas kertas hal ini menempatkan Rusia sangat dekat dengan terobosan.…”

Pada masa Perang Dingin, armada kapal selam Rusia di Pasifik terdiri dari kapal selam penyerang. Didesain untuk mencari dan membunuh kapal musuh, tugas utama mereka adalah mencegah musuh meluncurkan serangan nuklir dan membunuh mereka sebelum menemukan kapal Rusia. Pada abad ke-21, Armada Pasifik akan memiliki kapal selam nuklir dengan proporsi yang lebih tinggi — cukup untuk membuat Amerika tak berkutik.

Indonesia.rbth.com

  26 Responses to “Kapal Selam Rusia Kembali Mendominasi Samudera Pasifik ?”

  1. pertalite

  2. blm ada yg coment ya … ???

  3. Yth. Rekan-rekan semua.

    Menginformasikan & mengingatkan kembali, kepada teman teman agar tdk lupa, system Big Data Cyber Security (BDCS) Indonesia sdh terpasang , menyusul rencana Wantanas RI (Dewan Pertahanan Nasional) yg akan mengambil semua informasi melalui Internet di Indonesia.

    Artinya segala percakapan kita di Cyber Social Media (WA, BBM, Telegram, Line, SMS, dll) akan masuk secara otomatis ke dalam BDCS. hindari kirim berita yg bersifat sensitive (SARA) & gambar2 pemimpin negara, lambang negara & simbol negara untuk bahan kartun, guyonan maupun lelucon lainnya.

    * Polisi Internet melalui teknik internet system akan menelusuri sumber pengirim ke grup tsb.
    * Diharapkan dpt saling mengingatkan & menjaga, utk menghindari kesalahan pengiriman gambar yg bersifat sensitif sebagaimana tsb di atas.
    * Jangan sampai grup social media kita berurusan dgn Polisi Internet (Cyber Crime Police).

    Semoga kita bisa informasi kan segala macam tulisan, artikel, gambar dll dengan santun dan beretika.

    Semoga bermanfaat.

  4. Jadi beli Amur dan kilo nggak?

  5. wah…. dapat premium
    hi…hi…hi…..

  6. Maksih infox bung @paidjo…

    Memang bukan waktunya sekarang kampanye dan saling mencaci maki apa lgi membandingkan presiden dulu dan sekarang…dan itu tdk baik buat kesehatan….

    INGAT2 PESAAN MAMA….WKXIXOHIHAHA…

    Minum kopi dulu campur sianida biar pikiran damai selalu….

  7. apakah dari mereka yg ronda di Pasifik itu.. ada yang sempat mampir ke indonesia …

  8. maaf2 saja.
    bukannya bermaksud menyinggung ya.
    tapi armada kasel rusia skrg aja masih 1/5 armada kasel soviet dan kesiapan misinya cuma 50-60%..
    bagaimana mungkin armada yg seperti tu bisa mendominasi pasifik dlm wktu dekat.
    bagi saya jawabannya tidak, untuk saat ini dan beberapa waktu mendatang.
    rusia masih mengalami bnyk kendala dgn kapal selam mereka.
    dan paragraf terakhir yg menyebutkan ” cukup membuat amerika tak berkutik”
    bukannya ane membela amerika ya tp dalam wktu dekat amerika akan memindahkan 60-70 % armada mereka ke pasifik, krn mereka memandang pasifik sebagai titik penting dan mempercayakan eropa nato cs sememtara rusky harus mengurus eropa selain pasifik.
    amerika jg merencanakan pembangunan sampai 50 kasel virginia.
    dgn semua perhitungan di atas saya rasa butuh cukup wktu sampai rusia kembali mendominasi pasifik ( itu pun kalo amerika hanya diam aja, kalo amrika juga berusaha meningkatkan dominasi merela di pasifik maka lain lg ceritanya pastinya bakal lebih lama lg)

  9. alhmdulillah tahniah malaysia punyapun sudah boleh melaut wira wira kat dasar laut..berjayalah untuk kd tunku abdul rahman boleh meronda dn jaga kat dasar laut..
    https://3.bp.blogspot.com/-1REDyzjV9NA/V2ixxDLDVUI/AAAAAAAAJLY/A3rcyrG53LYiGKMHl2Xmkkthgdu26YXHACLcB/s1600/scorpene_class_attack_submarine_ssk.-3d-model-sample-20178-63734%25281%2529.jpg

  10. Nach….para suhu, mungkin clue clue yg lalu bisa dijadikan referensi, kerjasama intelejen Rusia dng kita, trus pembangunan pangkalan Kalsel di palu, mungkinkah palu akan sering dikunjungi Kalsel dari uncle bear?, Apalagi Kalsel adalah Alutsista yg dirahasiakan karena efek deterent yg tinggi, semakin sulit menebak kita punya Kalsel Dr uncle bear kelas apa, jumlah berapa…

  11. siapa cakap sample tu sbnarnya tu kd tunku abdul rahman sdh boleh meronda dan berjaya.http://2.bp.blogspot.com/_0GQUt16TOQE/SqA8CsrFi_I/AAAAAAAAAbw/L_8hIaPPZCo/s1600-h/DSC00230.JPG

  12. Saya sebenarnya netral dalam mandang blok barat atau timur, namun bila dilihat dari masterplan nya Russia dalam mendominasi pasifik, patut sangat dipertimbangkan hal ini mungkin terjadi di masa depan, mengingat kenyataannya russia sedang gencar”nya memproduksi kapal baik kelas SS konvensional, SSN maupun SSBN, dengan kombinasi improved kilo dan amur (dan lada apabila dilanjutkan) untuk ss dan Yasen untuk next SSN serta Borei dan Borei II SSBN yang sanggup menggotong bulava, maka hal ini mampu menciptakan efek deteren yang besar sekali, amerika? Memang mereka berencana memproduksi Virginia class SSN sebanyak 48 unit ditambah Columbia class SSBN sebanyak 12an unit, namun perlu diingiat virginia diproyeksikan akan mengganti Los Angeles Class yang masih banyak dipakai oleh AL Amerika, sedangkan columbia akan menggeser peran ohio, jadi dalam hal jumlah mungkin akan sedikit sekali perbedaannya, sedangkan untuk teknologi, saya rasa kedua negara memiliki kelebihan dan kelemahan masing”. yang perlu diingat untuk underwater warfare, sepertinya untuk kedepannya ada tiga AL yang superior di pasifik, Rusia, Amerika dan Cina dengan produk knock off nya, Cina diperhitungkan karena jumlah subs nya ditarget mencapai 90an unit

  13. Sayang sekali Akula Class a.k.a Typhoon class akan segera diganti dengan borei class, dengan rupa seperti itu kayanya baru ngeliat aja udah ngeri banget, tapi rusia mungkin telah mempertimbangkan ini kali ya
    1. Rusia menandatangani perjanjian START dngan asu pasca coldwar, dimana harus mengurangi icbm, akula, kirov, dan biological weapon
    2. Typhoon yang aktif tinggal sebiji doang, itupun buatan tahun 1981 alias udah 35 tahun, tua juga
    3. Dengan tubuhnya yang gambot, akan mudah sekali terdeteksi lawan dan jadi santapan gurih rudal asw
    4. Biaya operasional sama maintanance yang ga karuan gedenya cuma buat operasiin 1 kasel doang
    5. Subs modern macam borei walaupun panjang sama gede juga, tapi lebih senyap berkat aip, dan kemampuan selam lebih dalem

  14. AL China plus rusia..menggeser AL amerika plus sekutu…

    Thypon class bisa muat 200 hulu ledak nuclear ?? Waoo..setengahnya saja sudah cukup untuk membasmi 7 milyar manusia di dunia..

    • Benar, bahkan dulu waktu zaman keemasannya, peluncur torpedo typhoon class dimodif buat gotong rudal nuklir anti kapal selam, bayangin bung kapal selam bawa rudal anti kapal selam , nuklir lagi, rudal itu RPK-2 Vyuga, dan rumornya versi terbaru rudal ini akan di gotong juga di borei II, baru rumor loh ya, makannya dulu pas perang dingin, 6 Typhoon class mampu membuat seluruh dunia merinding, bayangin aja kalo semua rudal di 6 kasel ntu di luncurin, dunia langsung kiamat (kiasannya)

  15. sekali2 armada kapal selam Rusia berkunjung ke Indonesia, biar negara tetangga meriang panas dingin… He..he..he..

  16. barangnya bikinan russia, tp yg ngendarai adalah salah satu negara pasifik terbesar

 Leave a Reply