Kapal Selam Rusia Tiba di Pesisir AS Tanpa Terdeteksi

Kapal selam nuklir (SSN) Kelas Akula buatan Rusia © US Military via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kapal selam bertenaga nuklir Rusia melakukan latihan di dekat pangkalan militer Amerika Serikan dengan tujuan menghindari deteksi ketika mereka mendekati pantai AS, tutur komandan skuadron kapal selam pada saluran televisis militer Rusia, seperti dilansir dari laman Ria Novosti.

Pemberitahuan yang menakjubkan itu dibuat dalam serial TV militer yang disiarkan di Zvezda atau Star, siaran resmi Kementerian Pertahanan Rusia. Episode tersebut fokus pada kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Akula atau Shchuka-B yang berarti tombak.

Menurut perwira kapal selam yang difilmkan dalam acara itu, komando Angkatan Laut Rusia diperintahkan untuk mengambil posisi di sekitar pangkalan militer AS selama latihan tersebut.

“Misi ini telah selesai, kapal selam muncul di lokasi yang telah ditetapkan di lautan dan kembali ke pangkalan”, tutur komandan skuadron kapal selam, Sergey Starshinov, kepada Zvezda.

Ketika ditanya apakah kapal selam itu berhasil untuk tetap terhindar dari radar selama misi, Starshinov menjawab: “Ya. Ini adalah tujuan kami, untuk datang dan pergi tanpa terdeteksi”, kata Komandan Angkatan Laut dan mengatakan bahwa kapal selam Rusia sampai “cukup dekat” ke pantai AS tetapi tidak melanggar perbatasan maritim AS.

Tanggal dan lokasi dari misi rahasia tersebut belum diungkapkan, tapi menurut saluran televisi tersebut mengatakan bahwa kapal selam bertenaga nuklir Rusia mencapai garis pantai AS.

Kapal selam Shchuka-B telah ditugaskan untuk Angkatan Laut Soviet pada tahun 1986. Kapal selam bertenaga nuklir ini mampu meluncurkan rudal jelajah Kalibr atau Granat, menyerang target bawah air dengan torpedo 553 mm, dan tetap menyelam selama 100 hari menurut sumber terbuka.

Seperti banyak kapal selam nuklir Rusia, informasi status serta penyebaran mereka saat ini dan masa lalu sangatlah jarang. Dapat dipahami bahwa beberapa kapal selam kelas ini sedang dioperasikan oleh Angkatan Laut Rusia atau menjalani modernisasi. Sebuah kapal selam Shchuka-B disewakan kepada India, di mana ia memasuki layanan dengan nama INS Chakra.

Pada tahun 2016 yang lalu, seorang pejabat senior Angkatan Laut AS mengeluh sebab cabang militernya tidak dapat memastikan kesadaran penuh akan penempatan kapal selam Rusia yang berada pada tingkat yang tidak terlihat sejak Perang Dingin.

“Kapal selam yang kami lihat jauh lebih siluman”, kata Laksamana Mark Ferguson, Komandan Angkatan Laut AS di Eropa kepada CNN saat itu.

Ia menambahkan bahwa Rusia memiliki sistem persenjataan yang lebih canggih, sistem rudal yang dapat menyerang daratan pada jarak jauh dan kemampuan operasional mereka menjadi lebih baik karena mereka semakin jauh dari perairan rumahnya.

Tinggalkan komentar