Jun 152019
 

Setelah melakukan uji laut pada kapal selam Scorpene class kedua, INS Khanderi – Angkatan laut India menemukan 35 cacat dan satu “cacat mematikan”.

Akibat cacat dan kelemahan pada kapal selam INS Khanderi, India harus memeriksanya setidaknya selama satu tahun.

Kementerian pertahanan mendukung sepenuhnya desakan dari Angkatan Laut India agar Mazagon Dock (MDL) dan Naval Group Prancis untuk mengirimkan kapal selam yang sepenuhnya layak berlayar dan memiliki kemampuan perang.

“Tanggung jawab untuk mengirimkan kapal selam yang berfungsi penuh adalah milik Naval Group. Jika kami menerima kapal selam yang meliki kekurangan, tanggung jawabnya ada pada kami, ”kata seorang Laksamana senior kepada Business Standard pada hari Sabtu.

Masalah paling mengkhawatirkan yang ditemukan Angkatan Laut adalah cacat mematikan bagi kapal selam, yakni pada mesin dan baling-balingnya yang mengeluarkan tingkat kebisingan yang terlalu tinggi. Efektivitas dan kemampuan bertahan kapal selam tergantung pada kemampuannya untuk meredam semua getaran yang dipancarkannya, jika tidak, kapal selam bisa memberikan posisinya kepada sonar musuh.

29 dari masalah dan cacat tersebut perlu diuji ketika laut benar-benar tenang – atau dalam apa yang disebut “Sea State – 1”. Dengan musim hujan yang dekat, laut tenang tidak mungkin terjadi sebelum September. Empat cacat lainnya mengharuskan kapal selam untuk merapat di galangan kapal angkatan laut untuk melakukan pengujian. Padahal jadwal docking pada galangan kapal sudah penuh, yang melibatkan banyak kapal perang lainnya.

Kapal selam pertama, INS Kalvari dilantik pada bulan Maret tahun ini, sedangkan INS Karanj baru saja memulai uji coba laut, tambah laporan itu.

Kapal selam ini adalah di antara enam kapal selam Scorpene asal Prancis yang sedang dibangun di India, dinamai sebagai “Kalvari class”, dengan kontrak yang ditandatangani pada Oktober 2005 di bawah “Project 75.”

Angkatan Laut India saat ini mengoperasikan 4 kapal selam diesel elektrik buatan Jerman dan 9 kapal selam buatan Rusia.

India terakhir kali melantik kapal selam diesel elektrik INS Sindhushastra pada Juli 2000 yang dibeli dari Rusia.

Kapal selam Scorpene dilengkapi fitur stealth dengan advanced acoustic silencing techniques, yang membuatnya memiliki kemampuan suara yang rendah, dengan desain hidro-dinamis dan kemampuan untuk melancarkan serangan mematikan pada musuh dengan menggunakan senjata yang presisi.

Scorpene class dapat melakukan berbagai jenis misi seperti perang anti-permukaan, perang anti-kapal selam, pengumpulan intelijen, penyebaran ranjau, dll. India juga telah menyetujui akuisisi lebih dari 100 torpedo kelas berat untuk dipasang pada kapal selam ini.

Defenseworld

 Posted by on Juni 15, 2019