Sep 282018
 

Kapal selam diesel-listrik (SSK) kelas Scorpene milik Angkatan Laut Chili © Rakatun259 via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Armada Angkatan Laut Taiwan (ROCN) akan memproduksi kapal selam elektrik-diesel (SSK) yang dirancang dan diproduksi secara domestik serta didasarkan pada desain Eropa, menurut laporan majalah Upmedia.

Kementerian Pertahanan (MoD) Taiwan saat ini berkonsultasi dengan kontraktor pertahanan AS untuk mengevaluasi proposal desain dari 6 perusahaan termasuk 2 perusahaan asal Eropa dan 2 perusahaan asal AS, serta perusahaan asal India dan kontraktor pertahanan Jepang.

Departemen Pertahanan Taiwan tampaknya memilih kontraktor pertahanan Eropa guna memasok desain untuk kapal selam konvensional.

Upacara fase perakitan akhir, kapal selam diesel listrik S40 Riachuello, Brasil. © Xinhua.net

Taiwan belum mengungkapkan nama-nama perusahaan Eropa yang menyediakan proposal desain, meskipun ada beberapa spekulasi bahwa desain kapal selam baru akan berdasarkan model kapal selam diesel-listrik buatan galangan kapal Prancis, Direction des Constructions Navales Services (DCNS), kelas Scorpene.

Pesaing lainnya yang mungkin adalah Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW), yang berkantor pusat di Kiel, Gemany, yang memproduksi kapal selam diesel-listrik Tipe 214 dengan varian ekspor HDW Tipe 212 dilengkapi dengan sistem propulsi udara mandiri (AIP).

Kapal selam diesel-listrik (SSK) Type 212 buatan Jerman © Bjoertvedt via Wikimedia Commons

Kedua perusahaan Eropa tersebut, sudah memiliki kehadiran yang kuat di kawasn Asia. Angkatan Laut Korea Selatan dan Angkatan Laut Indonesia saat ini pun telah mengoperasikan varian kapal selam diesel-listrik HDW yang dibangun berdasarkan lisensi, sementara Angkatan Laut India sedang dalam proses induksi 6 kapal selam disesl-listrik kelas Scorpene dari DCNS dan Malaysia sedang membangun kapal ini di negaranya.

Pekerjaan desain awal yang disebut program Indigenous Defense Submarine (IDS) Taiwan, dimulai pada bulan Desember 2014, diharapkan akan selesai pada akhir 2018 dengan fase desain terperinci yang akan dimulai pada bulan Maret 2019.

Kapal selam diesel-listrik (SSK) KRI Nagapasha dari kelas Chang Bogo (Type 209) © TNI AL via Wikimedia Commons

Menurut laporan media setempat, kapal selam ini akan dirakit menggunakan teknik konstruksi Jepang. Tim Jepang yang terdiri dari pensiunan insinyur dari Mitsubishi dan Kawasaki Heavy Industries telah mendukung upaya pemerintah Taiwan sebagai konsultan teknis sejak awal program IDS tersebut.

Sementara itu, kontraktor pertahanan AS, Lockheed Martin akan berfungsi sebagai integrator sistem dan dilaporkan juga menyediakan sistem manajemen tempur bagi kapal selam ini.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui untuk memberi lisensi kepada perusahaan pertahanan AS untuk menjual teknologi kapal selam buatan AS kepada Taiwan pada bulan April 2018 yang membuat kolaborasi antara perusahaan pertahanan AS dan pemerintah Taiwan pada konstruksi kapal selam.

Pembangunan SSK pertama untuk Angkatan Laut Taiwan diharapkan dimulai pada tahun 2020. Tujuannya adalah untuk membangun delapan SSK dan kapal pertama akan memasuki uji coba laut pada tahun 2024 diikuti oleh penyebaran operasional pertamanya di tahun 2026.

 Leave a Reply