Jul 252016
 

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri mengumpulkan data antemortem (data sebelum meninggal) dari keluarga korban kapal tenggelam di perairan Johor, Malaysia. Sejumlah tenaga kerja Indonesia menumpang kapal itu.

Menurut Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani,Tim DVI Polri bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia dan DVI negara itu dalam pengumpulan data antemortem. Polri menurunkan seorang dokter forensik, seorang dokter gigi forensik, seorang anggota bagian DNA forensik, dan seorang anggota Inafis.

Tim DVI Mabes Polri Kumpulkan Data Antemortem Korban Kapal Tenggelam di Johor (Foto:Antara/Widodo S Jusuf)

Tim DVI Mabes Polri Kumpulkan Data Antemortem Korban Kapal Tenggelam di Johor (Foto:Antara/Widodo S Jusuf)

“DVI Indonesia sudah berkoordinasi dengan PDRM (Polisi Diraja Malaysia) dan DVI Malaysia untuk mengumpulkan data antemortem dari keluarga di Indonesia,” kata Anton, Senin (25/7).

Anton menyampaikan, dari 63 penumpang kapal nahas tersebut, 34 orang ditemukan selamat, 11 meninggal, dan diperkirakan ada 21 orang belum ditemukan. Anton melanjutkan, dari delapan korban tewas, tujuh sudah diautopsi. “Sudah diidentifikasi dua orang, dan kini dilanjutkan autopsi lagi untuk satu orang,” ujar Anton.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor mendapatkan laporan dari otoritas Malaysia bahwa Minggu pagi 24 Juli, pukul 05.00 waktu setempat, telah ditemukan 34 warga Indonesia selamat (26 pria dan delapan wanita) serta delapan warga Indonesia meninggal di Pantai Batu Layar, Johor. Mereka merupakan tenaga kerja Indonesia korban kapal tenggelam.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal menyebutkan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta KJRI di Johor, Taufiqur Rizal, agar menangani para korban. “Menlu juga meminta agar para korban, baik yang selamat maupun meninggal, dapat diupayakan kemudahan perawatan dan pemulangan,” ucap iqbal.

Polisi Malaysia saat mengevakuasi korban kapal tenggelam pada 17 januari 2016 lalu di perairan lepas pantai Kelise, Sungai Tengah, Johor, Malaysia.

Polisi Malaysia saat mengevakuasi korban kapal tenggelam pada 17 januari 2016 lalu di perairan lepas pantai Kelise, Sungai Tengah, Johor, Malaysia.

Berdasarkan keterangan para saksi, kapal mengalami mati mesin sekitar pukul 23.00 waktu setempat, pada hari Sabtu 23 Juli. Kapal kemudian diempas gelombang laut, lalu tenggelam.

Kejadian tersebut baru diketahui sejumlah nelayan pada Minggu 24 Juli. Kapal tersebut dalam pejalanan dari Johor menuju Batam dan diisi 63 orang. Saat ini, tim masih mencari 21 korban yang dilaporkan hilang. (marksman/ sumber : metrotvnews.com dan antaranews.com)

Bagikan :

  14 Responses to “Kapal Tenggelam di Perairan Johor, 21 Orang Hilang dalam Pencarian”

  1.  

    turut berduka cita semoga kejadian ini tidak terulang lagi

  2.  

    Kapal penyelundup tah.?

  3.  

    yg diotopsi hati hati nanti tau taunya organ dalamnya udah kena songlap oleh malon

  4.  

    malon sekarang di pimpin oleh jawa lon

  5.  

    Kasian rakyat indon…mencari rezeky di malaysia sampai bertaruh nyawa….. di negeri sendiri kerajaan indon datangkan pekerja dari cina…ini lah bahlul

    •  

      yang cari rezeki di malaysia tak sampai secuil dari ratusan juta indo yang ada disini

      malon lebih kasihan lagi kerajaannya sudah menggadaikan negaranya sendiri dengan cina sampai sampai syarikat tempatan sudah dikuasai 100 persen cina , belum lagi jho low cina malon yang sudah keruk harta kekayaan kerajaan malon sampai jutaan dolar banyaknya kah kah kah

    •  

      betul sampai ceo maskapainya saja orang asing kah kah kah kah

    •  

      di negera MALON warga CINAK lebih banyak dan menang bersaing dalam mencri rezeki, betol tak???

  6.  

    turut berduka cita

  7.  

    Turut berduka cita, semoga diberi ketabahan….

  8.  

    Dasar malon

  9.  

    negeri malon pun bisa terkena kecelakaan tarnsportasi umum. diduga mesin kapal mati di tengah laut bung, tuh kesalahan teknis kan, ternyata kualitas keselamatan malon lebih parah dari kita..

 Leave a Reply