Apr 192014
 
Desain baru Trimaran 63 m dari PT Lundin yang muncul dalam booth SAAB di DSA 2014, Kuala Lumpur

Desain baru Trimaran 63 m dari PT Lundin yang muncul dalam booth SAAB di DSA 2014, Kuala Lumpur (navyrecognition.com)

Pameran produk pertahanan DSA 2014 di Kuala Lumpur Malaysia menghadirkan kejutan dari Perusahaan Galangan Kapal North Sea Boats (PT. Lundin). Bersama SAAB Swedia (16/04/2014), PT Lundin menampilkan desain baru Trimaran FMPV (Fast Missile Patrol Vessel) 63 m, yang dipesan Angkatan laut Indonesia.

Dalam pembicaraan dengan situs Navy Recognition, SAAB Swedia menyatakan akan menginstal radar laut modern Giraffe 1x 3D, yang memiliki jangkauan lebih baik dan mampu meredusir efek lengkung bumi.

Booth SAAB dalam Pameran Persenjataan di DSA 2014

Booth SAAB dalam Pameran Persenjataan di DSA 2014

Radar baru ini hanya memiliki berat 150 kilogram. Pemasangan radar baru Giraffe menyebabkan desain trimaran yang baru berbeda dengan desain sebelumnya.

Tiang utama trimaran (the mast) akan mengintegrasikan radar, ESM dan sistem komunikasi. Kini North Sea Boats telah menandatangani kontrak kerjasama dengan SAAB Swedia untuk proyek trimaran yang baru, pasca kasus terbakarnya trimaran pertama saat diluncurkan tahun 2012.

Radar  Sea Giraffe 1X 3D yang ringan memungkinkan arsitektur kapal mendesain tiang kapal yang lebih tinggi untuk meningkatkan performa radar

Radar Sea Giraffe 1X 3D yang ringan memungkinkan arsitektur kapal mendesain tiang kapal yang lebih tinggi untuk meningkatkan performa radar (navyrecognition.com)

SAAB menawarkan diri untuk mengerjakan seluruh sistem persenjataan dan radar dari Trimaran yang baru, termasuk versi ekspor-nya dengan nama “Stealth FAC” (Stealth Fast Attack Craft).

Menurut perwakilan SAAB, Trimaran yang baru akan dilengkapi:

4x RBS15 Mk3 anti-ship missiles
1x BAE Systems 40Mk4 gun under a stealth cupola
A stern ramp to deploy a 12 meters RIB
SAAB’s 9LV combat management system
SAAB’s Ceros 200 radar and optronic tracking system
SAAB’s TactiCall Integrated Communications System

Rudal RBS15 Mk3 yang ditawarkan SAAB, jenis jelajah subsonik fire-and-forget yang mampu dioperasikan dalam segala kondisi cuaca dengan jangkauan 200 km. Sementara versi original dari Trimaran (KRI Klewang yang terbakar), didisain lebih condong ke sistem dan persenjataan dari Tiongkok.

Meski demikian, perwakilan PT Lundin di DSA 2014 mengatakan kepada Navy Recognition, Angkatan Laut Indonesia masih mengevaluasi senjata dan sensor apa yang cocok diinstal di Kapal Trimaran yang baru.

Konstruksi dari Trimaran FMPV 63m dimulai bulan Februari 2014 di
North Sea Boats facility Indonesia. Kapal dengan desain baru ini akan diluncurkan 24 bulan mendatang. Menurut SAAB, versi lebih lanjut (future version) dari trimaran akan memiliki kemampuan anti-kapal selam, anti-submarine warfare suite (weapons + sensors).

Navy Recognation mencoba menanyakan kepada perwakilan BAE Systems Bofors yang ikut pameran di DSA 2014 Malaysia. Menurut mereka menjual 4 sistem naval gun kepada Angkatan Laut Indonesia, sekaligus ekspor pertama dari sistem naval gun baru yang diproduksi oleh BAE.

Saat ini BAE system memproduksi 4 naval gun 40Mk4 untuk empat kapal TNI AL, namun secara keseluruhan bisa 30 unit akan diproduksi untuk Angkatan Laut Indonesia. (Naval Recognation)

  135 Responses to “Kapal Trimaran Baru di DSA 2014”

  1.  

    ini baru berita tok cer………………………………………….. bravo indonesia

  2.  

    test…

  3.  

    Alhamdulillaah..MANTAPSSSS,,,,, Smg bisa lebih cepat berkeliaran di laut NKRI

  4.  

    Klewang versi 3 dgn panjang >= 115 meter didesain dipasangi vls yakhont. Kalo tanpa vls para ahli teknik TNI AL sudah bisa pasang yakhont mirip yg dipasang di KRI Oswald siahaan

  5.  

    Mitra Kerja PT. Len baik ToT maupun join development…
    Aerodata Germany
    ALSTOM France
    ALTPRO Croatia
    Aselsan-Turki
    Airspan UK
    Bombardier-Belgia
    CAE-Canada
    CETC-China
    CNBM-China
    China Light Solar China
    Gematronik Germany
    Hareon Solar-China
    Hitachi-Japan
    Hollysys China
    JA Solar-China
    Kongsberg-Norway
    Mitsubishi Japan
    Pintsch Aben-Netherlands
    RWE Cshoot Solar-Germany
    Rohde & Schwarz-Germany
    Runcom USA
    Saab-Swedia
    Siemens AG Germany
    Simoco-Inggris
    SIM-LM – Netherlands
    Sumitomo Corp Japan
    Thales France
    Ultra Electronics – UK (England)
    Vialis Railway Systems – Netherlands
    Westinghouse Australia
    ZTE Corp-China

  6.  

    maaf warga jkgr saya sudah lama menjadi silent reader disini saya harap para sesepuh gak keberatan………
    matur tampi asih semeton jari JKGR

  7.  

    Kayanya usulan JAMBORE warjag secepatnya dilaksanakan … Yah ajang silaturrahim aja koq … Mohon pencerahannya …

  8.  

    Bismillah mudah mudahan bisa masuk hehe…..
    Bung diego ikutan gabung 😉

  9.  

    Assalamu’alaikum, apakah spec dan model trimaran indonesia akan meniru buatan trimaran negara amerika??….dengan 1 landasan AKS, dan terdapat 8 tempat peluncuran selongsong rudal….(maaf masih pemula)…mungkin ada yg bisa menjelaskan model trimaran amerika punya??…

  10.  

    Ini kayaknya SS2 Versi Kopassus terbaru kali ya…
    😀

    •  

      SS2 versi Tacticool

    •  

      kenapa cat nya pakai warna gurun ya?

    •  

      SS3 nya mana bung jalo..?

      •  

        1. Setiap sistem operasi mengadopsi sistem gas piston milik AK
        47 serta pendahulunya SS1, SS2, FN Fal, FN Fnc, Steyr AUG yang sudah terbukti kehandalannya.

        2. Dengan layout bullpup di mana pasokan amunisi berada di belakang triger group/pelatuk, sosok senapan dapat dipangkas sampai 25 % tanpa mengurangi performa balistik. Sosok senjata yang ringkas sangat mendukung dalam skenario PJD/ pertempuran jarak dekat (close quarter battle); sesuai digunakan dalam operasi antiteror yang kerap terjadi di dalam bangunan/gedung yang memiliki ruang gerak sempit. Keuntungan lain adalah sosok senapan yg ringkas menyesuaikan dengan postur tubuh rata-rata orang Asia.

        3. Dari segi receiver/bodi senjata, 70% material SS3 dibuat dengan bahan high resistant impact polymer ala Steyr AUG yang ringan namun kuat. Dari segi design, receiver tempat maknisme dan masuknya magazine, handguard, dan pistol grip masih setia menganut model SS2.

        4. Selain itu, senjata ini dilengkapi dengan picatiny rail yang dipasang secara kuadrupel (4 sisi); atas, kanan, kiri, serta di bawah handguard, sehingga menawarkan akomodasi penggunaan optik dan aksesori pendukung yang fleksibel; ex: pemasangan front grip pada SS3 V1 untuk mempermudah akuisisi target ataupun bipod seperti varian SS3 V4 Sharpshooter.

        5. Sistem bidik bawaan standar masih memakai model pisir pejera berbentuk carrying handle milik SS2. Khusus pejera, dapat dilipat ke bawah dan menyatu dengan tabung gas saat tidak digunakan. Berkat adannya picatiny rail, operator dapat menggantinya dengan optik sesuai dengan tuntutan operasi/kebutuhan (SS3 V3 CQB yang dipasangkan dengan optik Meprolight M21 buatan Israel/ SS3 V4 sharpshooter dengan optik lansiran Pindad).

        6. Cocking handle/tuas pengokang berada di atas handguard pada kesua sisi senjata sehingga memudahkan operator, terutama operator kidal untuk mengokang senjata.

        7. Ejection port/lubang keluarnya selongsong peluru dibuat pada kedua sisi. Sekali lagi untuk menghindarkan operator kidal dari lontaran selongsong panas. Sama dengan sistem yang dianut Steyr AUG, operator cukup memasang left bolt assembly dan menutup ejection port yang kiri sehingga selongsong keluar lewat kanan.

        8. Fire selector/tuas pilih mode tembakan juga dibuat ambidextrous/dibuat pada kedua sisi.

        9. Semua varian SS3 dapat dipasangkan dengan bayonet bawaan SS1, SS2, maupun M16 (bayonet m7) sehingga masih bisa digunakan dalam hand to hand combat. Selain itu, model bayonet yang sama akan mempermudah urusan logistik TNI nantinya.

        10. Untuk menambah daya pukul, varian SS3 V1 dan V3 dapat dipasangi pelontar granat baik itu SPG 1 (senapan pelontar granat standar TNI buatan Pindad) maupun SPG 2 (model senapan pelontar granat untuk FN F 2000). Sebagai pembidik, kedua varian diatas dilengkapi dengan leaf dan quadrant sight yang menjamin akurasi sampai 400m.

        11. Khusus pada varian SS3 V4 sharpshooter, laras senapan memiliki profil heavy barrel untuk menjamin daya tahan laras saat sustained fire (rentetan panjang) sekaligus akurasi pada jarak jauh. Dapat dilengkapi lightweight bipod untuk menstabilkan senjata. Sistem bidik standar dapat diganti dengan FN scope yg telah dimiliki oleh inventori TNI ataupun memasangkannya dengan optik buatan pindad lainnya.

        12. Laras pada semua varian SS3 dipasang dengan teknik free floating barrel sehingga menjamin akurasi sejak pertama kali senjata ditembakkan.

        Spesifikasi SS3:
        Negara asal : Indonesia
        Kaliber : 5,56 x 45 mm NATO/MU5 TJ Pindad
        Kapasitas magazine : 30 peluru
        Mekanisme : Gas operated, rotating bolt
        Berat : 3,4 kg (loaded)
        Rate of fire : 750 rpm
        Jarak efektif : s/d 600 m (SS 3 V1 & V2), +1000 m (SS3 V4 Sharpshooter).

        Sumber : http://pasid-xp.blogspot.com/2012/06/ss3-pindad.html

        Saya belum dapat bahan soal ini, saya dapat dari sumber diatas, maaf ya…
        😀

        •  
        •  

          sistem bullpup AFAIK masih mempunyai beberapa kelemahan :
          1.sistem mekaniknya yg lebih kompleks daripada senjata konvensional sehingga harganya cenderung lebih mahal
          2.kamar peluru yg berada di belakang, lebih dekat dengan telinga operator, sehingga cenderung lebih memekakkan telinga (tapi ini hanya masalah kebiasaan saja)
          3.proses penggantian magasin ribet karena membutuhkan banyak tangan (twitchy)
          4.magasin aftermarket (yg dijual di pasaran, bukan dari produsen) dari sistem bullpup dgn kapasitas diatas standar masih jarang tersedia
          5.karena magasin berada di belakang (di ketiak), sejumlah operator merasa tidak nyaman bila dipasang magasin model drum seperti Beta C-Mag, itulah sebabnya magasin model drum ini jarang dipakai pasukan Inggris di Irak dan Afghanistan
          6.model bullpup akan mentok jika dipakai tiarap, apalagi kalau dipasang bipod, karena moncong senjata akan susah diarahkan ke atas karena terganjal magasin, contoh L86A1 yg jd tidak populer karena masalah ini

          Sistem bullpup memang sedang naik daun, namun justru Special Forces di negara-negara yg regulernya mengadopsi sistem bullpup malah memakai senjata konvensional. seperti SAS yang pilih Diemaco C8 Canada (padahal brits army pake L85), SAS-R yang pilih M4 Carbine, GIGN yang pake HK-416, dan KSK Austria yang pake M4 Carbine.

        •  

          popornya msh model lipat atau model tarik seperti M4 ya… salam warga JKGR

    •  

      kayaknya ini harus di usulkan untuk dimasukkan ke dalam game Counter Strike nih…. hehehehehe

  11.  

    Mantap bung jalo SS2nya hampir mirip punya linud para sniper, fungsinya d lihat dr alat bidik dan panjang senapan
    maaf kalo salah

  12.  

    Semoga kapal kali ini Sukses pengoperasiannya dan sukses juga proyek “hi-tech dan low-cost” ini sehingga bisa jadi banyak kapal kelas gerilyawan laut ini.. meriam bofornya menarik juga tuh menambah wibawa kapal ini..http://www.navyrecognition.com/index.php?option=com_content&task=view&id=621

  13.  

    waktunyaaa potong tumpeng……….

  14.  

  15.  

    Teman warjager, utk mslh trimaran dan pt. Lundin sy kok merasa ada sesuatu yg salah. Istilahnya too good to be true. Mungkin ada yg bisa memberikan data ttg profil pt lundin. Sy berharap ada info penyeimbang dr bung@bang ed, bung bravo, boleh jg klo terpaksa dr bung jajaka tingkir, hehehe

  16.  

    trimaram kan siluman dan jg belum lounching kok malah di pamerin di malon lg apa maksudnya ya??? apakah biar jantungan

  17.  

    orang gila dari seberang lepas dimari,bukankah ini nak dipasang pada kapal gowind yg AKAN dibina dan AKAN jadi terjaguh diplanet ini,,betul tak pak cik?

  18.  

    Owh…amajing bgt bung.! Klimax 10x neh malem… Ternyta trimaran kita top markotop… Pulas tidur bung.

  19.  

    @ponari….mh 370 nya udah ketemu blom pak cik ponari…cari ampe kiamat juga ga nemu,,orang sudah kita tembak dengan S-300 upss,,, nyeploss…

  20.  

    bung jalo saya mau tanya tot radarnya untuk pesawat yang masih rabun ya?

  21.  

    Ga’ nyangka ada proyek AL pdhl kelasx rahasia militer negara di pt. Lundin banyuwangi

 Leave a Reply