Singapura Pasok Kapal Perang Oman

106
120
image
Kapal patroli Al-Ofouq class Oman buatan Singapura (photo: ST marine)

The Royal Navy of Oman (RNO) melakukan upacara penamaan untuk kapal patroli Al-Ofouq class, pertama dari empat yang dibuat oleh Singapura di ST Marine, 14/10/2014.

Kapal patroli dengan nomor umbul Z 20 kini bernama RNOV Al-Seeb, nama sebuah kota di Oman dekat Muscat. Menurut komandan RNO Laksamana Abdullah bin Khamis bin Abdullah al-Raisi, kapal ini akan menggantikan Kapal patroli Dhofar Class yang saat ini beroperasi dengan nama dan umbul yang sama, yang bertugas pada awal 1980-an.

Kapal Al-Seeb dipersenjatai dengan satu meriam super cepat Oto Melara 76 mm sebagai senjata utama dan dua senjata mesin Oto Melara30 mm yang terletak di sisi kapal. Kapal ini juga dilengkapi dengan Lacroix Sylena multimode soft-kill decoy system (umpan).

Menurut spesifikasi yang dirilis oleh ST Marine, kapal ini memiliki kecepatan maksimum 25 knot di laut level tiga dan dapat menjangkau jarak 3.000 n mil pada kecepatan 16 knot. Kapal ini memiliki daya tahan 15 hari dan dapat beroperasi dalam kondisi hingga laut level lima.

Dalam pidatonya saat upacara penamaan, Laksamana Abdullah menggambarkan kapal patroli Al-Ofouq sebagai tambahan signifikan terhadap kemampuan RNO.

“Memiliki kemampuan manuver yang tinggi, sangat baik dalam kemampuan menjaga laut dan udara, termasuk fasilitas pendaratan canggih (dek) yang memungkinkan operasi yang aman dari helikopter, semua kemampuan ini membuat kapal mampu melakukan operasi berkelanjutan di seluruh wilayah perairan kesultanan dan zona ekonomi eksklusif,” katanya.

“Kapal Al-Seeb selanjutnya akan menjalani integrasi dan pengujian sistem manajemen tempur sebelum melakukan uji tembak pada awal 2015,” kata Ng Sing Chan, presiden ST Marine. Galangan kapal juga telah memberi tahu IHS Jane bahwa Al-Seeb saat ini dijadwalkan untuk pengiriman ke RNO (Oman) pada kuartal kedua 2015, dan kapal terakhir diserahkan pada kuartal ketiga 2016.

Pada bulan April 2012, ST Marine mengalahkan perusahaan Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding dan India Goa Shipyard untuk meraih kontrak empat kapal yang ditawarkan oleh Departemen Pertahanan Oman. (Janes.com).

106 COMMENTS

      • yoi….terutama belajar cara bikin kapal dg system modular approach.

        kalau cuma dg system konvensional saya yakin PT PAL mampu bikin kapal sekelas PKR0514 …atau bahkan sekelas SZP mah.

        lhah wong bikin LPD yang 125 m dan berbobot 7500 ton dg stealth style aja mampu kok.

  1. @yong-q , udalah bung coba bepikir positif dn dikit dewasa ..jgn kyk ank2

    saya pribadi lebih benci org2 yg nyebar fitnah atw mengangap dirinya atw keluarganya lebih baik dr org lain ketimbang sombong

    ayo kerja3x
    salam bahari

  2. Besar juga ya… hampir sebesar light frigate kita (Bung Tomo Class)

    Singapura didiami hampir 40% foreigner dan banyak dari mereka yang mendirikan perusahaan di Singapura

    Dengan “bantuan” foreigner mereka berhasil memproduksi alutista militer seperti Terrex maupun kapal patroli Al-Ofouq class ini

    Banyak perusahaan asing yang memilih Singapura ketimbang Indonesia sebagai kantor resmi maupun kantor cabang mereka

    Andai saja foreigner tersebut lebih memilih Indonesia, Indonesia mungkin tidak butuh TOT lagi seperti PT.Lundin (swedia) yang mampu membuat kapal perang trimaran (Klewang Class)

    Tidak heran jika akan masih banyak kejutan alutista dari Singapura kedepan

  3. Fearless Class
    Type: Patrol vessel
    Displacement: 500 t (490 long tons; 550 short tons)
    Length: 55.0 m (180 ft 5 in)
    Speed: In excess of 20 kn (37 km/h; 23 mph)
    Range: 1,000 nmi (1,900 km) at 15 kn (28 km/h; 17 mph)
    Sensors and processing systems:
    – Search radar: IAI/ELTA EL/M-2228(X) (E/F band)
    – Navigation radar: Kelvin Hughes 1007 (I band)
    – Sonar: Thales Underwater Systems TSM 2362
    – Weapon control: Elbit MSIS optronic director
    Electronic warfare & decoys:
    – ESM: Elisra NS 9010C intercept
    – Decoys: 2 × GEC Marine Shield III 102 mm sextuple fixed chaff launchers
    Armament:
    – Anti-air: Mistral missile
    – Anti-submarine: EuroTorp A244/S Mod 1 torpedoes (first 6 ships)
    – Main gun: Oto Melara 76 mm gun
    – Machine guns: 4 × CIS 50MG 12.7 mm (0.50 in) HMG

    Al-Ofouq Class
    Type: Patrol Boat
    Displacement: 1,100 tonnes
    Length: 75 m (246 ft)
    Speed: 25 knots
    Range: 3,000 nm
    Sensors and processing systems:
    – Thales Variant 2D radar[2] TACTICOS combat management system
    – Thales Nederland STIR 1.2 EO Mk 2 electro-optic weapons director
    Electronic warfare & decoys:
    – Thales Vigile ESM
    – Lacroix Sylena multimode soft-kill decoy system
    Armament:
    – 1 x 76mm Oto Melara Cannon, ‘A’position
    – 2 x 30mm Oto Melara Marlin-WS, amidship

    KCR 60 m
    Type: Fast Missile Boat
    Displacement: 460 ton
    Length: 60 m (196 ft 10 in)
    Speed: 28 knot (52 km/h; 32 mph) (maksimum)
    Range: 2.400 nautical mile (setara 4.444 km) pada kecepatan 20 knot
    Sensors and processing systems: Sewaco
    Electronic warfare & decoys: 2 x Decoy launcher
    Armament:
    – 2 × C-705 SSM
    – 1 × 57 mm Bofors 57mm
    – 2 × 20 mm Denel Vektor G12

    Kesimpulannya:
    – KCR : Rudal (Menang Kelas), Ringan dan Cepat, jarak jangkau menengah. Efektif untuk patroli kapal permukaan sipil dan militer (Al-ofouq dan Fearless ngacir kalo ketemu KCR).
    – Al-Ofouq: meriam lebih besar, berat, jarak jangkau jauh, plus helipad. Efektif untuk patroli kapal permukaan sipil.
    – Fearless: pendek, jarak deket, ada mistral dan sonar torpedo. Efektif untuk patroli kapal permukaan sipil dan kapal selam.

  4. Ini yg aku kuatirkan, bung reog kayaknya bung reog terlalu sering nonton metro tv, kayaknya pak presiden kita yg sekarang tidak boleh salah,selalu menjadi yg terbaik, seperti nya opini metro tv, jokowi itu di anggap dewa,dianggap kesatria piningit, seperti nya kalau jokowi kentut pun, dianggap seperti wawangian yg datang dari surga,kalau ada yg kritik langsung dianggap koalisi yg tidak iklas kalah pilpres, tidak legowo kalah pilpres,terus dianggap mau menjegal presiden,mau jadi apa bangsa ini kedepannya presiden tidak boleh di kritik terus dianggap penghambat pembangunan.
    Menurut saya ini pembangunan opini yg tidak sehat untuk bangsa kita ke depan.

    Bahaya sekali kalau media sudah memberikan jurnalis yg memupuk kebencian kepada anak bangsa yg lain,seperti ada grand desain yg di buat pihak pihak tertentu untuk memecah belah persatuan bangsa.
    Trims ini hasil dari pengamatan saya pribadi.

  5. masih serba meragukan,…nih kapal….

    bagaimana karrakteristik nya atau specifikasinya…?
    CMS buatan mana?

    secara graphis…kapal kurang stealth, yang mana bentuk diamond cut yg dipandu dg streamline kurang tampak.
    lebih bagus bentuk sigma maupun KCR 60 atau bahkan LPD buatan PT PAL.

    saya yakin dg ukuran yang sama PT PAL pasti bisa membuat kapal yang sejenis, bahkan akan lebih bagus hasilnya daripada kapa inil. karena engineer kita terbukti mampu menangani masalah titik berat pada kapal perang bung tomo klas yang pernah di emohi oleh banyak negara. Apalagi kapal ini kan bukan kapal dg teknologi modular system.

LEAVE A REPLY