Oct 212016
 

missile-2

Mengenai pengembangan rudal, Indonesia bisa mencontoh Brazil. Negeri tersebut telah mendapat TOT exocet block-1 (generasi awal) dari MBDA. Jadi Brazil bisa mengupgrade/MLU rudal exocet stok lama mereka.

Beberapa komponen utama dari rudal adalah : roket, motor propulsi, seeker, sistim electronic warfare, radio altimeter (atau sistim pemandu lain spt gps, ins)….brazil telah memiliki setidaknya 3 modal dasar yang sdh diproduksi sendiri yaitu : roket pendorong, motor propulsi dan sensor telemetri yang berguna untuk menguji kualitas terbang rudal.

Sekarang kita bandingkan dengan pencapaian kita : roket sampai saat ini masih tahap pemantapan….sedangkan aspek yang lain belum terlihat kemajuannya.

Kalau kita amati peralatan laboratorium untuk proses penelitian dan pengujian…hampir 100% masih diimpor.

Seharusnya kita mulai fokus menentukan aspek mana saja yang akan diperkuat, supaya kita punya modal dasar minimal dalam pengembangan rudal seperti Brazil…dengan kata lain bisa mengukur dirilah.

Hal lain yang memperlemah proses ini adalah sikap konsumerisme dalam pembelanjaan alutsista(rudal)….TNI memiliki segudang rudal v-shorad, jadi kalau mau dijejer dari : Kirun, mistral, rbs-70, starstreak, grom, qw-3, strela….kalo ditotal jumlahnya mungkin mencapai 1000 pucuk.

Bagaimana kalau TNI hanya membeli 1 merek saja, misalnya starstreak atau rbs-70 atau mistral saja tapi sejumlah 1000 pucuk atau minimal 500 pucuk…tentunya TNI atau isntasi terkait akan memiliki nilai tawar yang kuat untuk memperoleh TOT dan dengan jumlah pembelian yang signifikan tersebut tentunya pihak produsen akan dengan senang hati memberi TOT.

Diambil dari Komentar : Mario Teduh

 Posted by on October 21, 2016