Mar 052018
 

Kapal selam kelas Scorpene milik Tentera Laut Diraja Malaysia, Tunku Abdul Rahman. © Mak Hon Keong via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pada hari Senin, Kepala Staf Angkatan Laut Malaysia mengatakan bahwa negara Asia Tenggara itu sedang mempertimbangkan untuk menambahkan dua kapal selam ke dalam armada TLDM dalam dua dekade mendatang, seperti dilansir dari laman The Diplomat.

Pernyataan tersebut sebagai penegasan dari tujuan lama untuk Royal Malaysian Navy (RMN), namun tetap menawarkan wawasan mengenai rencana modernisasi angkatan laut masa depan Malaysia serta tantangan yang ada dalam mencapainya.

Selama beberapa tahun terakhir beberapa negara di Asia Tenggara telah memperoleh kemampuan kapal selam atau telah mempertimbangkan untuk mendapatkannya atau memperluas armada mereka miliki saat ini.

Di antara tetangga Malaysia, Singapura saat ini memiliki empat kapal selam, Vietnam memiliki enam kapal selam, dan Indonesia memiliki dua kapal selam.

Sementara itu, Thailand telah menandatangani kesepakatan dengan China untuk tiga kapal selam, sementara negara-negara lain seperti Filipina telah lama mengeksplorasi opsi untuk mendapatkan kemampuan tersebut.

Malaysia, saat ini mengoperasikan dua kapal selam diesel listrik buatan Perancis, yang diperoleh sejak tahun 2002 ketika Perdana Menteri Najib Razak (dulu) masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Malaysia.

Meskipun pembelian itu telah menjadi subyek kontroversi karena penyimpangan yang terus diperdebatkan hingga kini, keterbatasan hanya memiliki dua kapal selam berarti bahwa negara ini akan selalu ingin mendapatkan lebih banyak lagi.

Rencana angkatan laut masa depan Malaysia, termasuk Program Transformasi Armada RMN 15-ke-5,  sebenarnya itu telah mengindikasikan bahwa pada akhirnya akan ada peningkatan jumlah armada kapal selam Malaysia dari dua menjadi empat kapal selam karena negara tersebut berusaha untuk merampingkan dan memodernisasi armada kapal perang permukaannya.

Pada tanggal 26 Februari, saat berbicara dalam serah terima tugas Panglima Angkatan Laut di Pangkalan Angkatan Laut Sepanggar pimpinan RMN Laksamana Tan Sri Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin mengulangi hal ini dengan lebih spesifik, ketika dia mengatakan bahwa RMN berencana untuk mendapatkan kapal selam lagi antara tahun 2031-2035 dan yang lainnya antara tahun 2036-2040.

Menurut media lokal, Kamarulzaman pun mengatakan bahwa kemampuan kapal selam telah memberikan Malaysia keuntungan maritim dalam menghadapi “tantangan baru” dalam upayanya untuk menjaga keamanan perairannya, termasuk Laut China Selatan.

Garis waktu panjang dari Kamarulzaman menyebutkan untuk memperoleh kapabilitas tersebut mencerminkan adanya batasan yang mempengaruhi sejauh mana Malaysia dapat berinvestasi dalam kemampuan militernya.

Telah lama ada kesenjangan mengambang antara apa yang sudah dikatakan pejabat pertahanan Malaysia yang dibutuhkan negara dengan apa yang mampu didanai oleh pemerintah, bahkan saat negara tersebut menghadapi serangkaian tantangan yang terus meningkat.

Pengurangan anggaran pertahanan dalam beberapa tahun terakhir kian memperlebar kesenjangan itu, hingga sulit untuk memperoleh kemampuan dasar sekalipun, apalagi kapal selam yang diberi biaya serta sensitivitas politik di dalamnya.

Memang, meskipun Malaysia telah mempertimbangkan kemampuan kapal selam sejak tahun 1980-an, sepasang kapal selam yang ada saat ini pun baru bisa diakuisisi setelah beberapa kali penundaan.

Kamarulzaman sendiri mencatat kendala yang ada saat ini, mengatakan pada upacara penyerahan bahwa pemerintah Malaysia telah beralih pada pelatihan kapal selam lokal daripada kursus internasional sebagai upaya mengurangi biaya pelatihan.

Itu merupakan tanda lain bahwa untuk semua fokus berita utama tentang akuisisi baru dan modernisasi Angkatan Bersenjata Malaysia akan terus menghadapi masalah yang sama seperti dulu.

  18 Responses to “Kapankah Malaysia Peroleh Kapal Selam Barunya?”

  1.  

    buset .. lama amer ..keburu turun bero tuh

  2.  

    lempar pisang aaaaaahh

  3.  

    emang bener gak nyelem kok… huhihuhi

  4.  

    Malay Shrsnya Bikin Sendiri Jgn Impor Melulu

  5.  

    Kasel kita knp di bilang cm 2 sih ? Ini artikel kapan ya ? Saya yg salah baca atw saya yg gagal paham ya ?

  6.  

    Mungkin sudah beli dan beredar dilaut… di Indonesia aja yg lama

  7.  

    Menunggu sampai sanggup bayar cicilan kapal selam.

  8.  

    Cieeee… tetangga lagi galau2 nya :p

  9.  

    KS kita cuma 2 bukannya 4 bos?

  10.  

    Justru RI yg harus getol untuk menambah kaselnya! Masak negara yg mempunyai laut yg luas masih sedikit kaselnya. Singapura yg luas lautnya mini punya 4kasel.

  11.  

    untuk malaysia sy sarankan perbanyak kapal tongkang untuk angkut pisang…kah kah kah

  12.  

    Kasiman malooon, semakin tertinggal jauh … 😀