Sep 092014
 
Josaphat Laboratory – Synthetic Aperture Radar (SAR) ground test measurement system with 0.1 mm precision

Awal Pembangunan Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL)

Sejak diangkat menjadi Associate Professor di Center for Environmental Remote Sensing (CEReS), Chiba University pada tanggal 1 April 2005, yang terpikir dalam diri saya adalah bagaimana membangun pusat penelitian terlengkap, setidaknya di Jepang untuk bidang microwave remote sensing. CEReS adalah pusat penelitian di bidang penginderaan jarak jauh atau remote sensing di bawah langsung Kementerian Pendidikan dan Teknologi (MEXT) atau Monbukagakusho Jepang yang berada dalam Chiba University. Sehingga saat mendapat surat pengangkatan sebagai Associate Professor langsung mendapatkan nomor pegawai negeri Jepang di bawah Monbukagakusho (MEXT). Saat itu yang terlintas di kepala saya, tahun 1999 lepas PNS Indonesia dan sekarang malah dihargai oleh negara asing menjadi PNS negara lain. Maka saya hidup antara dua negara ini, dimana Jepangpun seperti negara saya sendiri dan malah memberi kesempatan banyak untuk merealisasikan ide-ide yang tidak dapat dilaksanakan di Indonesia, tanah air saya selama ini. Banyak kolega, sahabat, saudara hingga orang tua angkat Jepangpun menganggap saya sebagai bagian mereka, sehingga kehidupan sehari-hari saya dan keluarga seperti biasa. Saya akan tersadarkan sebagai warga negara asing, hanya pada saat melewati imigrasi di bandara Narita atau Haneda saja.

Ide saya selama inipun telah banyak memberi warna pada teknologi Jepang, khususnya bidang antenna untuk mobile satellite communication yang terpasang di perangkat untuk Engineering Test Satellite (ETS-VIII), percobaan pada bullet train atau kereta tercepat Jepang, sistem komunikasi kendaraan yang dapat bergerak dari Wakanai di Hokkaido paling utara Jepang, hingga pulau Ishigaki di Okinawa, paling selatan Jepang. Sesuai dengan nama saya pemberian orang tua saya, “Josaphat” adalah nama raja ke empat kerajaan Yudea yang hanya hidup untuk negerinya, maka sayapun selalu berjuang hidup mati untuk negeri yang menghormati atas karya dan nilai hidup saya, sehingga falsafah hidup saya adalah “Hidup untuk negara, keluarga dan sahabat, sehingga ‘Hidup demi kehormatan negara, keluarga dan sahabat’ atau  ‘Live for pride of country, family, and friends’ yang ingin tertulis di nisan saya nanti.

Sejak temuan pertama saya, antenna transparent sekitar awal tahun 2002, banyak komunitas Jepang yang tertarik dengan hasil temuan saya. Berbagai dukungan untuk pengembangan penelitian saya, mendorong saya untuk lebih dalam melakukan penelitian bidang antenna. Kemudian saya pusatkan penelitian pada antenna-antenna yang berhubungan dengan aerospace yang biasanya menggunakan polarisasi melingkar atau circular polarization (CP). Maka sejak diangkat menjadi Associate Professor, maka saya lebih pusatkan pada penelitian CP untuk synthetic aperture radar (SAR) sensor yang biasa digunakan untuk keperluan militer sebelumnya dan sejak tahun 1990 mulai berkembang untuk keperluan sipil pula.

Saat diangkat sebagai staff pengajar, saya hanya mendapatkan satu kamar staff dan satu kamar mahasiswa di lantai 2 gedung CEReS. Ruang ini merupakan cikal bakal dariJosaphat Microwave Remote SensingLaboratory (JMRSL) atau Josaphat Laboratory. Dimana kamar mahasiswa masih dipakai bersama dua mahasiswa (Lim dari Korea dan Dash dari India) Prof. Sugimori (nantinya beliau menjadi Direktur CReSOS di UniversitasUdayana).

Hari pertama masuk saat diangkat saya undang Ibu saya, agar tahu tata cara pengangkatan di Jepang dan cara hidup serta kerja staff di Jepang. Walau banyak hal yang aneh bagi Ibu saya, saya kira cukup menarik pula bagi orang awam untuk melihat budaya kerja negara lain. Sejak diangkat langsung tidak perlu tunggu waktu lagi, agar dapat melengkapi fasilitas laboratorium,maka saya siapkan dua proposal ke Monbukagakusho (Kagakukenkyuuhi-Research Grant Aid) di tahun 2005 untuk mendapatkan pendanaan mulai tahun 2006. Saat itu langsung saya apply Young Scientist (A), yaitu Research Grant yang cukup sulit untuk Young Scientist dengan besaran dana 3 milyar rupiahan bila dikurskan ke Rupiah. Topik penelitian saat itu yang saya sampaikan adalah pengembangan sensor CP-SAR untuk pesawat terbang. Dimana CP-SAR sendiri adalah tema original yang belum ada selama ini. Sehingga penelitian ini diterima dan mendapatkan dana sekitar 2.7 milyar rupiah. Maka ini kesempatan saya untuk membangun sebagian dari anechoic chamber atau ruang kedap gelombang electromagnet dilaboratorium saya. Demikian sebagian dana saya gunakan untuk membeli alat ukur dan komponen radar. Bersamaan penelitian radar, saya kembangkan pula beberapa teknik penerapan radar untuk pemetaan perubahan lingkungan akibat bencana alam menggunakan teknik interferometric SAR (InSAR) dan Differential InSAR (DInSAR), sehingga berbagai paper sebagai laporan hasil penelitian ini dimuat di International Journal of Remote Sensing, IEEE TGRS dll.

By : Prof. Josaphat

Pengembangan Synthetic Aperture Radar (SAR)

Sejak kecil saya ingin mengembangkan radar sendiri, berlatar belakang alasan mengapa TNI-AU dan LPND Indonesia tidak bisa membuat radar sendiri saat saya tinggal di komplek TNI-AU Lanud Sulaiman Margahayu tahun 1970-1974 dan Lanud Adisumarmo tahun 1974-1989. Sejak saya belajar di Kanazawa University saat studi di S1 dan S2, maka saya membuat sistem radar sendiri, walau simple yaitu radar bawah tanah atau Ground Penetrating Radar (GPR). Sistem sendiri saya buat saat S1 menggunakan circuit yang sederhana tapi berarus tinggi hingga puluhan ribu Ampere di setiap pulsanya, sehingga dapat menembus lapisan tanah beberapa ratus meter menggunakan loop antenna berdiameter 1 hingga 10 meter. Berangkat dari hasil penelitian ini, saya ingin tahu proses hantaran gelombang di media tanah kering dan lembab atau basah, karena Jepang dan Indonesia mempunyai musim panas / kering dan hujan, sehingga parameter ini perlu diketahui. Maka saya lakukan simulasi penggunakan metoda finite difference time domain (FDTD). Metoda ini pada tahun 1990an baru mulai berkembang, dan baru sedikit peneliti yang memulai penelitian menggunakan metoda ini. Saat itu saya lakukan simulasi hantaran gelombang di dua lapisan,yaitu lapisan udara dan tanah, berikut beberapa jenis obyek yang ada di dalam tanah. Simulasi GPR dengan menggunakan FDTD dilakukan saat S2 hingga lulustahun 1997. Akhirnya saya tulis juga satu buku mengenai metoda FDTD dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit ITB, pada saat saya menjadi dosen tamu di ITB.

Pengembangan GPRpun dilanjutkan di Indonesia pada saatkembali bekerja di BPPT pada April 1997. Saat itu mencoba mengumpulkan dana penelitian dari dalam negeri. Setelah apply beberapa, maka diperoleh pendanaan dari Riset Unggulan Terpadu (RUT) Dewan Riset Nasional (DRN) bersama rekan-rekan dari Teknik Elektro ITB. Kebetulan Indonesia saat itu mulai terjadi krisis moneter dan berujung goyahnya pondasi politik kita, sehingga kondisi keuangan negarapun tidak memungkinkan untuk mensupport penelitian kami. Hasil penelitian awal ini, setidaknya dapat menjadi awal penelitian GPR di Indonesia dan sempat dimuat di Majalah Warta Ekonomi. Hingga saat ini penelitian ini dilanjutkan oleh rekan-rekan di Teknik Elektro ITB setelah saya kembali berkarya di Jepang.

Pada saat kembali ke Jepang akhir tahun 1998, masih tetap ingin merealisasikan cita-cita sejak kecil, yaitu membangun sistem radar yang khas. Pada saat masuk ke program S3, mencari laboratorium yang dapat mengembangkan diri sendiri, maka saya pilih salah satu laboratorium di Center for Environmental Remote Sensing (CEReS), Chiba University. Setelah memilih berbagai alternative radar yang tepat untuk bidang remote sensing, maka saya pilih synthetic aperture radar (SAR), dimana sensor ini dapat dioperasikan di siang dan malam hari, serta segala cuaca karena dapat menembus awan, asap dan kabut. Hanya pengembangan SAR sensor ini memerlukan dana yang cukup besar, sehingga pada saat studi di program S3 hanya memusatkan diri pada pengembangan teori, tepatnya hamburan gelombang mikro saja. Pada saat studi di program S3 ini berbagai macam teori hamburan gelombang mikro saya kembangkan berikut penerapannya untuk monitoring lahan gambut, diameter pohon, volume biomass hutan dll. Berbagai paper telah terbit di International Journal of Remote Sensing dll, dimana jumlah paper yang terbit saat itu melebihi syarat sebagai Lecturer. Maka pada saat lulus pada Maret 2002 ditawari oleh bebeberapa Universitas dari Jepang, UK, Amerika dan Israel. Maka saya pilih Chiba University, karena lokasinya sangat dekat dengan Tokyo dan Narita International Airport, agar memudahkan aktifitas saya ke luar negeri.

Pada saat menjadi Lecturer dari tahun 2002 hingga 2005 saya kembangkan berbagai antenna, khususnya antenna berpolarisasi melingkar (circularly polarization atau CP). Saya mengembangkan antenna jenis ini, karenaantenna ini banyak dipakai utk keperluaan misi ruang angkasa dan jarang orangyang dapat mendesain sendiri di dunia pada saat itu. Berbagai antenna saya kembangkan, dan cukup banyak paper yang saya terbitkan di IEEE Transaction on Antenna and Propagation (TAP), IEE Microwave, Antenna and Propagation (MAP) yang sekarang menjadi IET MAP, IEICE dll. Hingga di dunia antenna, orangmengenal nama Josaphat sama dengan CP antenna.

FM-CW radar drone karya mahasiswa/i Prof. Josaphat

Setelah diangkat menjadi Associate Professor pada 1 April 2005, bermodalkan pengetahuan SAR sensor dan image signal processing, GPR, hamburan gelombang mikro berikut penerapannya dan teknologi antenna, maka lengkap seluruh ilmu di kepala saya sebagai modal untuk membangun radar sendiri. Maka pada tahun 2005-2006 saya mengusulkan Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR). Kemudian mendapatkan dana untuk Research Grant Aid (Kakenhi) Young Scientist (A), yaitu dana riset terbesar untuk peneliti muda yang berumur di bawah 40 tahun. Saya coba bangun fasilitas dan CP-SAR sistem untuk pesawat. Kemudian tahun 2009 saya bersama Prof Nishio Fumihiko coba mengusulkan bantuan teknologi ke Pemerintah Malaysia dalam bentuk CP-SAR onboard UAV, dan diterima untuk mengembangkan sistem ini dan tahun 2015 nanti teknologi ini akan diserahkan ke pemerintah Malaysia untuk monitoring semenanjung Malaya dan Sabah menggunakan L band SAR.

 

Prof. Josaphat TetukoSri Sumantyo

http://www2.cr.chiba-u.jp/jmrsl/

Bagikan:
 Posted by on September 9, 2014  Tagged with:

  80 Responses to “Karier di Chiba University hingga Full Professor / Guru Besar (2005-2013) Jilid 1”

  1.  

    Pertamax

  2.  

    oke keren

  3.  

    Wow…mantaff..lanjutkan iptek di negri sendiri pak.

  4.  

    mantap sekali

  5.  

    Semoga balik ke indonesia, tapi opo dikasih mainan, yen ora ono mainan yo ora bali2…….,selamat berkarya prof,

  6.  

    Pesan Prof. Josaphat dari Jepang buat Indonesia…

    “Sampai saat ini Indonesia keder dengan Over Horizon Radar (OHR) negara di sekitar, bila kita punya stratosphere Drone, maka mereka lebih keder pada kita … walau doktrin kita hanya mengenal bertahan saja, bertahanlah dengan kuat !,”

  7.  

    mantap

  8.  

    Pak Prof. Indonesia sudah menunggu rasa nasionalisme anda.

    •  

      pak prof jiwanya sdh internasional..sudah jelas pemerintah kita takkan mampu menghargai dan membiayai kemauan beliau, anggap saja beliau persembahan indonesia pada dunia..

      •  

        Pala lu pitak..nasionalisme masih sangat besar, buktinya dia nawarin drone tercanggih buatan dia hanya/khusus untuk Indonesia. Hanya saja bangsa sendiri tidak menghargai dia. Berani taruhan kalo Jokowi komit dengat riset2 yg dia bilang kmrn, pasti si Joshapat mau gabung.

        •  

          tebakan anda betul,pala ane emang pitak bawaan 🙂
          makanya ane bilang, apa jokowi langsung bisa jor2 an ngasih anggaran buat drone garuda, drone inikan masih konsep,artinya diperlukan dana riset dan fasilitas yg besar. ane yakin fokus utama double J, lebih ke riset yg mendasar dan bidang infrastruktur yg manfaatnya langsung dirasakan.

    •  

      Jiah beginilah klo pemerintah kurang memperhatikan anak bangsa yg pinter” kurang diperhatikan,apelagi sih klo bukan masalah dana ujung-ujungnye uang,uang..bosen nih ane dengernye kaya negara makelar nyari untung trs…lebih miris lagi ngomong klo buat riset ga ada duitnye lagi”ga ada dana, tapi pas dikorupsi bisa miliaran bahkan triliunan..ntar giliran teknologinye diambil tetangga sebelah mencak”…katenye ga nasionalis lah..!!! Aneh.aneh..nih bangsaku tercinta..kapan mo majunye..!!!

      ….NKRI HARGA MATI…

  9.  

    absen dulu baru baca

  10.  

    ayoooo…..ayooo…..buktikan jangan cuma berita dan wacana aja

  11.  

    yah kok ujung2nya malaysia. kenapa ngga brunei gituh

    •  

      Kira-kira pemerintah kedepan berani menarik beliau kembali ke Indonesia nggak ya bung. Sayang banget kecerdasan beliau banyak dihargai negara lain. Yang lebih nyesek Malaysia bakalan memakai teknolodi L-Band radar tahun 2015.
      Usul dana Drone 4,5 triliun dari ide pak JKW serahkan ke beliau bersama Univ Surya dn Univ2 yg lain untuk merealisasikan Stratospher Drone – Garuda. Ayo lincah-lincah kaka….

      •  

        Di Indonesia selain pintar harus mental baja…bro…kita lihatlah Habibie..bertahun2 dilecehkan/diserang proyek strategisnya…dan banyak yang bersorak..ketika IPTN dulu dibonsai…he7x…soale banyak komprador asing dinegeri ini…baru nyadar ketika embraer terbang dinegeri yg konon insinyurnya banyak mantan DI….Prof Surya mending sih kurang2 badainya..krn pas timing bangsa ini butuh pembuktian diri..jadi kalo..mau sukses di Indonesia kudu butuh semangat lebih selain hanya pintar…..beda alamnya…

  12.  

    Beliau harus kembali ketanah air,,,

  13.  

    setuju jadi menristek RI,,,,

  14.  

    Sebagai seorang yang lahir di Negeri nenek moyang keturunannya apapun akan dibela meski titik dara penghabisan…apakah seseorang rela negaranya dihina negara lain, siapapun anak bangsa tidak akan terima…semoga prof.joshapat membela kepentingan bangsa bukan kepentingan yang lain. Amin.

    NKRI HARGA MATI
    dr. anak pedalaman

  15.  

    FM-CW radar drone, kok reflektor antenanya pakai bekas WADAH susu.
    memang nikmat WADAHnya daripada isinya 😀

  16.  

    Sayang bnget ya, mlah malaysia n jepang dluan yg nikmati hasil krya slah 1 putra terbaik bangsa… . gmn negara ini mau maju, klo bnyak putra_putri terbaek negri ini kurang d hargai… Yg ada mlh memajukan bngsa laen. N qt cm jd konsumen . Hadewww

  17.  

    Pemerintah lebih seneng beli…takut dana nya ditilep..padahal..prof dan tenaga ahli kita jiwa nasional nya masih tinggi…dan mampu utk membangun bangsa kita mandiri..kebyang kalu uang korup utk biaya hal spt ini..mgkn..gak ada yang lari ke luar negri…betul kata KPK..serakah…yang buat bangsa ini menjadi tdk berdaya…maap ya om-om sekalian…

  18.  

    yg kyk gini harusnya di rekrut….

  19.  

    Saya kasih sedikit info, seorang ahli drone kita yg namanya sudah dikenal cukup kecewa dengan pemerintah kita. Beliau sudah 3 tahun disini setelah balik dari Malaysia membangun drone tamingsari dan sejumlah tipe lainnya.

    Drone beliau keren, karena sudah dilengkapi otak maupun telah menguasai teknoligi Autopilot tingkat tinggi. Sayang selama 3 tahun di tanah air sama sekali tidak diperhatikan padagal sudah ada statement seseorang yg berkuasa.

    Seperti kata seorang menteri yg telah berjuang demi penelitian,

    “Apa yg dikatakan seseorang tidak perlu didengar karena melihat kenyataan itu akan pahit dan tidak sesuai dengan yg diucapkan,”

    Ini sebutan beliau untuk menyindir seseorang yg berkuasa karena tidak membantu program mobil listrik nasionalnya. Begitu juga dengan ilmuwan drone ini, malang melintang di negeri orang diajak balik ke tanah air tapi cuman untuk menjadi alat sirkus politik.

    Saat ini beliau sedang membuat satu drone yg bisa mengangkut payload 100kg dan memiliki otak untuk disambungkan dengan muatan payload.

    Sejumlah ilmuwan Indonesia lulusan2 Universitas Delft, TU Berlin, dan universitas internasional lainnya ikut terlibat membangun drone untuk militer ini termasuk membangun system dan roket. Jika tidak dibantu oleh pemerintah, drone ini akan dipasarkan ke tetangga dan desain beliau sudah diminati tetangga dan beliau akan mempresentasikan drone atau yg disebut UCAV ini pada tetangga.

    Jadi kedepan kalau jadi diaplikasikan tetangga bakalan ada drone buatan tetangga dengan tenteng pencil seliweran di perbatasan kita. Mantab banget tuh

  20.  

    ada negara lain yang bisa menerimaku?

  21.  

    jangan menyerah pak_semoga permerintah yang akan datang terbuka lebar penglihatan dan pendengaranya_semoga indonesia bisa
    JIWA RAGA KAMI

  22.  

    absen,,,

  23.  

    Setiap kejadian adalah pelajaran. Kehidupan akan menemukan jalan.
    Mf ngelantur. Gondok lok inget tradisi “aku oleh opo ?” , “wani piro ?” .
    Marak-ke Ampeg neng dodo.

  24.  

    Rakyat ingin yang terbaik, hanya saja kenapa terasa dipersulit…miris membacanya, rasa nasionalisme,, pupus oleh kekuasaan yang entah apa namanya itu…
    salam persatuan

  25.  

    Aku ra popo…..

  26.  

    Prihatin.com, jadi ingat menristek yg lalu (lupa kapan yg jelas pernah dimuat di JKGR), waktu ditawari produk militer dalam negeri, tanyanya “aku oleh opo” dan “wani piro”. mungkin dalam hati dia juga berkata : sy jadi menristek itu juga ditarget “wani piro” setorannya, belum lagi bagiannya dia “aku oleh opo”.
    Semoga pemerintah JKW/JK mengawalinya dng bersih, tanpa harus mentarget setoran kepada menterinya. (jadi ingat ada menteri saat ini yg menurut berita yg beredar ditarget setor 2T ke partainya).
    Utk berikutnya, semoga panglima kita mampu membersihkan institusi TNI dari budaya “wani piro dan “aku oleh opo” demi kejayaan NKRI. ngimpi.com

  27.  

    yang seperti ini pemerintah negri ini harusnya memberi penghormatan dan tempat di negri ini, segera rangkul beliau, sebelum kayu menjadi arang, lihat malaysia…

  28.  

    Mas Jalo gimana kabar proposal mas yg di barbar kemarin soal kumpulan iptek karya anak negeri. udh tembus ke ring 1 blm mas?

    •  

      Sudah dibaca langsung oleh ybs, dan sudah saya terangkan nah keputusan ada pada beliau-beliau itu. Kemarin katanya difokusin dulu ke masalah BBM, apalagi mau ada parade besar2an yg kalau dilihat adalah pemborosan demi nama baik seseorang tapi tidak melihat momen. Apalagi ada program penghematan yg beberapa Kementrian dananya harus dipotong.

      Saya bukannya tidak suka parade massal,tapi lihat momen juga dong. Ooh iya, kalau pun parade yah ditunjukan ke masyarakat bukan tertutup di ujung pelabuhan sana. Ingat bukan duit beliau yg dipakai, tapi duit rakyat yah laporannya ke rakyat bukan ke seseorang. Jangan sampai ada istilah ” asal bapak senang”,.

      SALAM DAMAI SEMUANYA…

      •  

        lho ? tanggapan saya loncat ke no 33 mas..

      •  

        Kalo beneran seperti itu percum tak bergun bung jalo. Kayaknya penggede kalo upacara cuman seremonial asal sekedar kewajiban. Bukannya di lagu kebangsaan “bangunlah jiwanya bangunlah badannya”. Kalo ngga ada kebanggaan pada rakyat apalagi yang akan menjadi penghuni gedung kura2 masak bermental inlander. Dan akhirnya pembela NKRI akan tersingkir. Soalnya kalo ada kebutuhan ya minta persetujuan dari mereka. Ini namanya blunder yang di ciptakan sendiri hanya karena kekuatan TNI ingin tidak terbaca. Padahal walaupun terbaca sepenuhnya, terus kenapa? Apa takut ada agressor yang menginfiltrasi negeri ini dengan efektif(serangan kilat terus negara jatuh). Bukannya mereka tahu kalo rakyat indonesia itu super militan? Agressornya menghadapi ratusan juta tentara yang bahkan bisa mengalahkan seribu orang sendirian. Lagipula apa gunanya TUHAN tempat berdo’a. Sementara kita berada di pihak yang benar. Itu sudah cukup. Buatlah rakyat bangga akan negrinya dan semua yang ada di dalamnya. Saya harap ada perubahan. Kalo masih confidential saya hanya bilang terlalu

      •  

        salam hormat bung jalo@

        BI = saat ini transaksi berjalan sangat buruk ,bahkan terburuk sejak 1997

        artinya kita defisit , dan keuangan kita.??..silahkan artikan sendiri

        imho!

      •  

        bung Jalo,,, Pemborosan demi nama baik seseorang mksdnya apaan tu??? Heeeee

  29.  

    Lha wong kita ada ahli metalurgi aja nggak ke pakai, lulusan jerman di sini di tolak sama PTN aja ada koq, ahli komunikasi serat optik generasi ke 4, sekarang orgnya di jepang. Orang pintar dan kreatif di Indonesia tdk dihargai. Bicara nasionalisme? Orang2 sekitar tdk menghargai ngapain mau di Indonesia. Org cerdas kl tdk diharagi kaya katak dlm tempurung, akhirnya mati lemas.

    •  

      krna pemerintah tidak mau memberikan fasilitas yang mumpuni makanya mereka gk mau plang, bkan mereka gk nasionalis, ini ilmu sharusnya pemerintah memprioritaskan mereka, ntar disuruh balek taunya gaji dia tak seberapa dgn hasil ilmuan mereka makanya mereka lebih menerap kenegara lain dgn fasilitas yang cukup.

  30.  

    Kalo bisa beli ngapain masak sendiri
    Kalo bisa masak sendiri kenapa ga dijualin aja

  31.  

    iya betul mas..syukur deh kalau proposalnya sdh masuk..masuk ring yg sekarang atw ring yg baru mas?..yah kita berharap yg terbaik aja mas Jalo..kalau blm ada tanggapan kita galang aksi sosial saja di medsos utk menyentil penguasa biar mereka dengar..eh itu mmg parade/defile nya tertutup ya mas?..pakai undangan maksudnya mas?..

    •  

      Yang baru dong, saya sudah pernah katakan saya tidak suka yg sekarang. Tapi saya hargai, tapi bukan karena beliau dipilih mayoritas masyarakat tapi karena beliau presiden saya sesuai UU saya harus hargai. 😀

      •  

        ok mas..saya banyak teman di jaringan relawan..nanti kita liat apa yg kita bisa lakukan..

      •  

        Bung Jalo menurut KPU, jml pemilih adalah 193.944.150. Yg milih Jkw sebesar 70.997.833 yg tdk milih -baik yg milih prabowo maupun golput- sebesar 122.946.317 artinya justru mayoritas masyarakat tidak milih jkw.
        Namun krn beliau dipilih oleh mayoritas masyarakat yg mempergunakan hak politiknya dan dinyatakan menjadi presiden RI, maka smua, suka atau tidak -termasuk saya- wajib menghormati beliau sbg pemimpin kita. CMIIW
        Maaf bahasanya kacau, maklum hanya terbiasa mermaks celana 🙂

      •  

        Sip mantap bung jalo

        #setubuh..heh sependapat sm bung jalo,kita tau bahwa masih banyak kurawa2 termasuk sengkuni2 modern.
        Tetap bersatu bung,jgn lelah membimbing kami..jgn lengah krn banyak yg akan menjegal.

      •  

        Bung Jalo,,,, Saya suka gayamu. Kl kata sujiwotejo Negeri ini butuh orang2 yg bersuara sumbang tp JUJUR. Termasuk diforum ini butuh jg sosok yg bersuara sumbang tp JUJUR.

    •  

      Kalau saya lho ya
      Tetap menghargai Presiden dan Mantan mantan Presiden Indonesia,,
      Kalau yang tua memberi contoh jelek ya akan ditiru oleh generasi mudanya,,

      Setiap Presiden punya Kejelekan dan Jasa jasa bagi Republik Indonesia
      Itu Perwujutan Mikul Ndhuwur mendem Njero,,
      Karena Bung Jalo Tidak sebanding bila dibandingkan dengan Presiden Kita

      ibu Megawati juga 4 kali menjadi pemimpin dalam upacara HUT TNI ,, Saat Ibu Megawati menjadi Presiden HUT TNI ke 58 juga dilaksanakan di pelabuhan Ujung Armatim Surabaya,dikala itu semua alutsista juga ditampilkan termasuk Pesawat Sukhoi, Helikopter MI 35 yang dibeli diera pemerintahan Ibu megawati juga ditampilkan dalam manuver udara,, saat itu bandara Juanda juga ditutup total untuk mendukung pelaksanaan upacara….TNI AL saat itu memamerkan KRI Tanjung Dalpele buatan Korea Selatan yang baru dibeli. Di samping itu, TNI AL juga menampilkan empat KRI lainnya.

      Wajar bila Pak SBY juga ingin menampilkan apa saja alutsista yang telah dibeli dimasa pemerintahannya disuguhkan di HUT TNI dan itu bentuk pertanggung jawaban kepada rakyat
      Imho

  32.  

    Bung @jalo, bukankah antena fm cw sdh ada yg diaplikasikan di kri kita?kbrnya antena fm cw ini memerlukan arus yg kecil tapi hasil jangkauanya luas.

  33.  

    bisa saja nanti di Indonesia ada Penyalur Tenaga Kerja Ahli Profesional Sains dan Iptek untuk negara nagara maju karena ngak mampu negara indonesia yg kata ya kaya raya?? untuk mendanai riset dan penelitian di negeri sendiri….. ngenes rek

  34.  

    presiden terpilih sering kali mengatakan/berjanji untuk mendengarkan suara rakyat, dan rakyat menginginkan ilmuan-ilmuan pintar indonesia terutama yg ada di luar negeri ikut aktif dalam pembangunan kekuatan pertahanan negara kita.

    saya menunggu pembuktiannya..

  35.  

    bung jalo masih digedangan ya…? Gimana latihan marinir kita ama usmc, terus mainan baru marinir itu cap beruang atau oleh olehnya dari umsc…?

  36.  

    yang oon sengaja dipake dan di kreamasi awet biar dikadali..duuuittt ,duiiittt lancar ,,

    kayak ngak tahu saja

    salam presiden prett@

  37.  

    ..
    baca artikel kayak gini jadi ingat masa lalu..

    masa iya udara punya kita ,frekuensi milik kita tapi mereka cuma numpang dapat udara dan frekuensi yg bagus ..udah itu aku yg masang emg aku mengabdi/pegawai untuk perusahan negeri org,,dari pada jadi kuli di negeri sendiri lebih baik jadi kuli di negeri org atw berhenti kerja ,,lebih enank jadi pengganguran gak di perintah aneh2 😀
    ..
    #edisi curhat

  38.  

    @bung jalo kalau ada kabar perkembangan baru tentang proff dan pemerintah yg baru kasih kbr ya bung jalo@ …moga2 kbr baek bang.
    klu kbr buruk aku sr dulu…mirissss ,pedihhhhh

    salam bung jalo@

 Leave a Reply