Oct 182014
 
image

Pasukan TNI AL

Posisi Indonesia yang lama ‘dipandang remeh’ dalam isu senjata di Asia kini mulai berubah, kata pengamat Andi Widjajanto.

“Sekarang mereka lihat kalau Indonesia cukup serius dan pada akhir 2024 saya kira anggaran kita akan menjadi yang terbesar di ASEAN.”

Selama ini, Malaysia dan Singapura selama bertahun-tahun selalu menjadi pemimpin terdepan dalam hal belanja senjata ASEAN.

Ketegangan di Laut China Selatan akibat adu klaim teritorial dengan raksasa Asia, Cina, telah memaksa Filipina dan Vietnam turut mengasah peralatan tempurnya.

Vietnam membeli berbagai senjata dari Republik Ceko, Kanada, dan Israel serta kapal selam dari Rusia. Bahkan Vietnam dikabarkan tengah memesan peluru kendali canggih dari India.

Sementara Filipina menargetkan pembelian dua kapal penyergap baru, dua helikopter anti kapal selam, tiga kapal cepat patroli pantai ditambah delapan kendaraan serbu amfibi hingga 2017.

Seluruhnya untuk mempertahankan wilayah Laut Filipina Barat yang diperebutkan dengan China.

China sendiri, tak usah ditanya. Setelah memamerkan kegarangan kapal pengangkut sekaligus landasan pesawat (aircraft carrier) Liaoning, di perairan Dalian September lalu, China terus menumpuk perbendaharaan alutsista hingga total belanja melampaui USD100 miliar untuk pertama kalinya tahun 2012.

Paradoks ASEAN:

Secara keseluruhan laporan Institut Internasional untuk Strategi Keamanan (IISS) London menyebut besaran belanja senjata di Asia 2013 meningkat 14% lebih dibanding tahun lalu. Anomali sikap anggota ASEAN: di luar damai, di dalam berlomba membeli senjata.

Sebaliknya, angka belanja senjata di 26 negara Eropa terus turun seiring dengan krisis ekonomi yang belum pulih. Asia tengah mengalami ‘lomba senjata’ tulis seorang pengamat dalam jurnal IISS.

Peningkatan signifikan angka belanja senjata sudah muncul tahun 2012, dan menurut IISS, belanja alutsista Asia mencapai $287 miliar atau naik kira-kira 8,6% per tahun. Situasi ini tidak bisa dibilang lumrah, kata Andi Widjajanto.

ASEAN tengah menikati periode damai dengan tingkat pendapatan masing-masing negara terus meningkat dan hubungan antar negara yang makin matang.

Bahkan dalam dua tahun, 2015, 10 negara di Asia tenggara ini akan memasuki babak baru Komunitas ASEAN. “Ini sebuah paradoks, ASEAN sangat damai tapi belanja senjata malah naik pesat,” kata Andi. Pencetusnya adalah ketidakpastian di Laut China Selatan yang membuar beberapa negara ASEAN terlibat langsung dalam konflik ini seperti Filipina dan Vietnam. “Anggota melihat situasi damai justru sebagai kesempatan untuk untuk mengisi arsenal masing-masing,” tambah doktor lulusan Universitas Pertahanan di Washington ini.

Perimbangan kekuatan

Untung lah tak ada ancaman langsung konflik Laut China Selatan terhadap Indonesia.

“Indonesia itu negara netral. Sepanjang (konflik) itu tidak menular ke perbatasan kita,” kata Menhan Purnomo. Sebaliknya Indonesia juga memahami ambisi China, tambah Purnomo, yang habis-habisan mendongkrak belanja senjatanya.

Analisis Andi Widjajanto “China juga punya kelebihan uang, jadi dia harus melakukan modernisasi persenjataannya.”

Yang penting buat Indonesia dan kawasan menurut Menhan adalah adanya perimbangan kekuatan sehingga tak ada satu pihak yang lebih dominan.

“Sebetulnya itu adalah balance of power antara berbagai kekuatan di Pasifik. AS juga mengatakan: saya akan menempatkan 60% kekuatan di Pasifik pada 2020,” tambah mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini. Dalam forum Forum Ekonomi Dunia di Jakarta tahun lalu, PM Singapura Lee Hsien Loong mengatakan ASEAN sangat berharap China dan AS akan mempertahankan keseimbangan di kawasan.

Anggota ASEAN, menurut PM Lee, merasakan hubungan yang sangat baik dengan AS dan China yang berakibat pada naiknya aktivitas ekonomi, investasi dan turisme. Kedamaian diharapkan terus berlanjut agar ASEAN menikmati kemakmuran.

“Tapi semua ini bergantung pada satu hal: bahwa China dan AS tetap berhubungan baik,” tandas putra pendiri Singapura, Lee Kwan Yew, ini. “Supaya lebih mudah bagi kami untuk juga berhubungan baik dengan kedua negara.”

Kartu

Yang penting dicatat dari situasi ini menurut peneliti isu pertahanan CSIS, Iis Gindarsah, adalah Indonesia perlu terus memodernisasi alutsista agar komitmen pada politik luar negeri yang bebas aktif terpenuhi.

“Itu hanya berlaku kalau kita punya kekuatan untuk melindungi diri sendiri. Tetap bebas aktif tanpa intervensi negara lain,” tuturnya. Konflik juga bukan semata-mata merugikan.

Indonesia yang sedang agresif mencari sumber alih teknologi persenjataan justru mendapat peluang dari China di tengah perebutan pengaruh ini. TNI Angkatan Laut awal tahun ini mengkonfirmasi kontrak pembelian rudal C-705 untuk 16 (dari 40) kapal cepat rudal (KCR) buatan PT Palindo Batam dari Cina.

Dengan kontrak ini maka PT Pindad kelak akan punya peluang untuk turut memproduksi rudal di China dan di Bandung. Gindarsah berpendapat justru di tengah konflik maka Indonesia lebih berpeluang memaksimalkan keuntungan dari hubungan dengan dua kekuatan adi daya dunia itu.

“Pemerintah harus pandai memainkan kartu sehingga menghasilkan kebijakan yang tidak eksplisit pro-AS atau China,” kata Gigin.

“Kuncinya ada pada Indonesia karena lebih lebih banyak Indonesia yang tentukan bukan dua negara itu.”

 image001

Konsumen Senjata Terbesar Global

  • AS US$682 juta (39% dari total belanja senjata dunia)
  • Cina US$166 juta (9,5%)
  • Rusia US$90,7 juta (5,2%)
  • Inggris US$60,8 juta (3,5%)
  • Jepang US$59,3 juta (3,4%)
  • Total belanja alutsista dunia US$ 1.753 juta

Sumber: SIPRI World Book 2013

Source: http://www.bbc.co.uk

                                                                                                           (by: PapaAugusta)

  64 Responses to “Kartu Indonesia dalam Konflik Laut China”

  1. ping

    • prajurit terbaik selalu mencari lawan yang seimbang… dalam peperangan tidak ada ganti rugi, yang ada hanyalah kesedihan.

      semoga suatu saat negara Inilah (China) yang akan menjadi lawan yang seimbang bagi bangsa indonesia sehingga kalopun kalah atau menang, kerusakan yang ditimbulkan seimbang antara dua belah pihak…

      NKRI Harga Mati

      • Halo bung loki. Menurut sy peranh juga ada hitungan untung ruginya, jadi kalo perang terus banyakan rugi daripada untungnya ya ngapain perang. Kecuali kalo udah mengancam kedaulatan yaa…
        Dan menurut sy kalo kita perang sama china justru banyakan rugi di kita, china kan lagi pesat banget pertumbuhannya, kenapa gak dimanfaatin aja daripada diajak perang hehe. “seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.” 🙂

      • sepakat bung Jhon.. kita akan senantiasa bekerja sama dengan china, saling menguntungkan dalam bisnis.. melindungi antara satu dengara dengan negara lainya yang ingin menggrogoti persaudaraan kita. sampai akhirnya suatu saat masing masing akan menentukan baik indonesia maupun China akan beraliansi atau bertempur satu sama lain..saya juga mengharapkan kita beraliansi dengan China sampai waktu yang sangat lama. hanya saja, melihat perkembangan LCS, kita dan China akan saling berperang.. semoga saja prediksi saya keliru… thanks bung Jhon

      • Ya bung Loki, emang serem banget kalo bayangin konflik LCS bener2 pecah, karena kemungkinannya emang besar ke arah situ. Semoga aja China ga ceroboh untuk melibatkan kita ke dalam konflik LCS kalo benar2 pecah nantinya, alasannya ya jawaban dari artikel ini, kartu yg dipegang Indonesia, saya kira juga China akan menderita kerugian yg sangat besar kalo sampe ceroboh melibatkan kita. Yah kita berdoa aja semoga sistem internasional yg dibangun diatas liberalisme skrg ini mampu mencegah konflik bener2 terjadi, atau setidaknya sampai Indonesia mencapai kekuatan idealnya untuk menghadapi China. Thanks btw bung Loki 😀

  2. horee…

  3. Indonesia dalam proses pembenahan alutsista mudahan….menyusul ketertinggalan …ammiiinn sebantar lagi menjadi “Macan Asia Yang Mengaum Keras”

  4. Luar Biasa

  5. Diharapkan,… Indonesia bisa menjadi penengah dalah Konflik LCS
    Yang Namanya Penengah,… tentu Harus Kuat Militernya…
    demikian..

  6. mantaapppp

  7. manntaaap surantap

  8. Selamat pagi…..!!!

  9. militer kita mesti sangar biar ga dipaksa untuk membantu melawan salah satu pihak bila konflik lcs pecah.

  10. Absen

  11. jam kosong, sempetin mampir ke warung

  12. horee…mantap…lanjutkan pembangunan alutsista

  13. maaf bung papa augusta … belanja senjata tiap negara diatas … apakah dlm satuan juta dollar atau milyar dollar ?

  14. mdh2’an indonesia bisa menjadi panutan negara asia dlm menjaga kedaulatan bangsanya. dan semoga makin memanasnya konflik LCS bisa membangkitkan gairah untuk menambah alutsista yg d’butuhkan ,,

  15. Yang terpenting di MEF Jilid 2 kita sudah mandiri smua Alutsista semua sdh di produksi dalam negeri, jadi kekuatan sebenarnya Alutsista kita semakin sulit dibaca..:)

  16. LCS hanya isu belaka,supaya jualannya ASU dan Russia laku :mrgreen:

    • Meski hanya isu, bisa tidur nyenyak itu memang mahal ongkosnya.xixixi.

    • Setuju Bung@Amblegedesshh, mengingatkan kita pada artikel Bung@Yayan yg di tampilkan beberapa waktu yg telah lewat,…. Maaf Bung@Yayan, minta ijin copasnya….
      (Ketika pembicaraan sedang menuju pada konflik LCS yang melibatkan beberapa negara Asean dengan China, mereka mengomentarinya sangat ringan. Mereka berpikir bahwa konflik yang sedang berlangsung, tidak lebih berat dan panas jika dibandingkan dengan konflik yang mereka hadapi dengan Korut. Konflik yang terjadi baru pada sebatas konflik kepentingan yang berupa klaim teritori.Prospek penyelesaiannya masih sangat cerah, mengingat hingga saat ini belum ada satu pun alat penyelesaian yang dipakai. Indikator lainnya, kondisi hubungan bilteral antara negara-negara yang sedang berkonflik juga masih sangat bagus bahkan menunjukan saling ketergantungan. Jika kondisi business as ussual masih tercipta, maka ancaman perang sebenarnya boleh dibilang gak ada, atau setidaknya masih sangat jauh.

      Apalagi belum ada satupun pemimpin negara yang melakukan provokasi perang, ini menyiratkan bahwa kondisi yang sebenarnya masih relatif aman. Bukti nyata yang bisa kita lihat, adanya indikasi peningkatan nilai bilateral dalam sektor ekonomi diantara negara yang berkonflik. Bukan hanya itu, mereka juga masih giat untuk saling berinvestasi. Jadi apanya yang menandakan mau perang? Kondisi seperti yang sedang memanas ditengarai hanya ulah usil dari pihak ketiga yang mencoba mengambil keuntungan dari iklim ekonomi yang sedang robust di kawasan itu.

      Pertumbuhan ekonomi China yang tinggi, telah menyedot hampir separuh energi dunia. Dampaknya bagi dunia adalah menjadi langkanya energi dan berimbas pada kenaikan harga energi yang sangat bombastis. Sedangkan China sendiri menikmati benefit harga energi yang murah, karena mereka telah melakukan kontrak justru di saat harga energi itu belum melambung tinggi. Inilah yang menjadikan konflik ini terasa begitu special. Negara-negara besar yang sudah fasih dengan bahasa konflik akhirnya datang untuk mengaut keuntungan. Konflik mungkin akan dibuat tetap panas, memanas dan lebih panas. Tapi percayalah, perang ala militer yang sesungguhnya tidak akan pernah ada.

      Di akhir obrolan kami, dua orang ini justru iri melihat kiprah Indonesia. Mereka menyebutnya, bangsa kita sebagai bangsa yang cerdik dan otak dagang. Hehehe..! Sambil tertawa, mereka bilang dari semua konflik yang ada, akhirnya Indonesialah yang akan meraup keuntungan. Persis mirip Jepang era Perang Dunia. Ketika saya coba mengejar apa maksud mereka, jawaban singkat terlontar dari mulutnya; think it..! Pikir aja sendiri).

  17. Apabila Indonesia mempunyai 1000 Rudal jelajah dengan jangkauan 20.000km dan 20an satelit militer sudah cukup membungkam para negara usil.. dan platform rudal itu bisa di tembakkan lewat silo darat maupun kapal selam..

  18. Siang warjagers smua.. . Nyimak dlu ..

  19. 😛

  20. Mari ngerujakk buah seger dihhh… 😀

  21. Join sama Kubu Rusia dan China aja
    Bakalan Keren kalo Indonesia, China, dan Rusia Kerja sama kalau menurut saya era kebangaan militer seperti jaman Sukarno Indonesia Bisa lebih dari Macan kalau bergabung ke kubu China dan Rusia kalau menurut saya

    • bergabung, ente aja kali ane sih ogah justru daya tawar indonesia itu ada pada kenetralanya alias non block. masak negara pendiri gerakan nonblok malah ikut bergabung ke salah satu block apa kata dunia…!!!!!!

  22. TELAT MULU BUAT ABSEN AJA

  23. Moga di era Bpk Joko Widodo perekonomian tumbuh baik, shg beliau dpt mempercepat MEF, setidaknya 75-80 % lah (ketinggian nggak ya?), semoga……., moga sehat2 semua dan salam NKRI

  24. Semoga indonesia tdk terjebak sekenario buruk yg terjadi di laut cina selatan yang dimana semua mempunyai kepentingan2/ misi tersendiri.
    Dan juga indonesia hrs pintar2 memainkan peran atau akan berdampak buruk jika tdk bisa memainkan peran utama.

  25. smoga jokowi dapat mempercepat dan meningkatkan.. persentase MEF 2,.. shg radar dan rudal bisa segera dibeli… minman S300 or HQ9 beserta radar anti silumannya,.. Aamiin..

  26. Apakabarnya ya FIR natuna?

  27. Selamat siang rekan-rekan..

  28. Bermain cantik, manfaatkan segala kesempatan, ga perlu ego memihak block dlu, yg penting kita kuat dan mandiri dulu, block timur dan block barat sama saja, sama2 punya kepentingan, tidak ada teman sejati, yg ada teman karena kepentingan pribadi,

    Berdiri dgn satu kaki kemudian perlahan berjalan kaki, masih lebih baik, dari pada berlari di bantu org lain…..
    Ketika org yg membantu nya hancur, maka hancur pula dirinya,

  29. jangan salah bila dibanding cina anggaran militer timor leste malah 3X lebih besar dari cina, anggaran militer indonesia tidak ada apa-apanya, namanya juga hoax suka-suka lah wkwkwkkwkkw

  30. Mantap..mantaap..
    Akhir 2024 belanja militer Indonesia terbesaarr di Asean.

    Jd lebih tenang, Saat itu anak2 udh mulai dewasa. Dgn belanja militer besar di 2024 berarti anak2 lebih terjamin keamanannya.

  31. Armada Rusia Segera Miliki Rudal Jelajah Baru
    Oleh: Ramm – RBTH

    Rudal jelajah yang karakteristik teknisnya masih dirahasiakan baru saja melewati tahap uji negara dan akan segera digunakan oleh armada angkatan bersenjata Rusia. Para ahli militer berpendapat hal tersebut mungkin merupakan inovasi roket terbaru dari para perancang Rusia, atau bisa pula hasil modifikasi produk berdasarkan roket yang sudah digunakan sebelumnya seperti Yakhont (Batu Delima).

    Pada September lalu, rudal jelajah terbaru yang dikembangkan oleh NPO Mashinostroyenia, bagian dari Perusahaan Rudal Taktis, telah selesai melewati tahap uji negara.

    Menurut Direktur Umum NPO Mashinostroyenia Alexander Leonov, rudal baru tersebut dirancang untuk Angkatan Laut Rusia. Bersama selesainya pengujian negara terhadap roket tersebut, dua perangkat rudal darat dan laut juga telah selesai melewati tahap uji negara. Namun, hingga saat ini belum diketahui nama, indeks, ataupun karakteristik taktis dan teknis dari ‘produk’ baru tersebut.

    Pemimpin Redaksi Military Russia Dmitry Kornev menilai, meski dengan segala kerahasiaan yang mengiringinya, karakteristik ‘produk’ tersebut sudah bisa diterka. “Mungkin ini adalah rudal yang benar-benar baru, misalnya rudal hipersonik. Kita tak boleh lupa bahwa NPO Mashinostroyenia telah mengembangkan bidang tersebut dan belum lama ini maket roket hipersonik Brahmos 2 hasil kerja sama Rusia dan India ditampilkan dalam berbagai pameran,” ujar Kornev pada RBTH.

    Selain itu, Kornev juga menduga bisa jadi rudal tersebut merupakan pemutakhiran rudal yang telah ada. Jika demikian, kemungkinan besar rudal tersebut dilengkapi dengan sistem kontrol baru yang lebih akurat yang dibuat menggunakan komponen dan perhitungan algoritma modern. “Mungkin juga peralatan kendali tersebut sudah diganti,” kata Kornev.

    Kornev berpendapat jika ‘produk’ tersebut merupakan pengembangan dari rudal lama, kemungkinan besar itu merupakan pengembangan P-800 Onyx yang dikenal sebagai Yakhont di pasar ekspor. Yakhont merupakan rudal supersonik paling terkenal yang diproduksi NPO dan didistribusikan di pasar dunia. Sistem rudal supersonik Brahmos hasil kerjasama Rusia dan India serta sistem rudal pesisir Bastion diciptakan berdasarkan rudal tersebut.

    Dmitry Boltenkov, ahli militer independen dan salah satu penulis buku Russia’s New Army, menjelaskan bahwa saat ini Angkatan Laut Rusia sedang mengembangkan konsep operasi ‘pasukan diversifikasi’, yakni ketika armada didukung bukan saja oleh pasukan udara tetapi juga oleh kelompok pasukan darat. Sistem rudal berbasis darat dan laut memainkan peran penting dalam aktivitas ‘pasukan diversifikasi’. Sistem tersebut tidak saja mampu mengenai kapal musuh dengan tembakan yang akurat, tapi juga bisa menghancurkan target di darat.

    Boltenkov berpendapat, penempatan sistem rudal universal untuk digunakan oleh militer akan secara signifikan meningkatkan kekuatan Angkatan Laut Rusia. Pada saat yang sama, kedua ahli tersebut sepakat meski fakta mengenai produk baru ini masih rahasia, roket baru tersebut tentu memiliki potensi ekspor.

    Beberapa negara, terutama Vietnam dan Indonesia, telah membeli sistem rudal Rusia, baik yang berbasis laut maupun darat dengan rudal Yakhont. Rudal Yakhont Vietnam yang dipasok sebagai bagian dari sistem rudal pesisir Bastion, menurut beberapa laporan, dapat mengenai target yang berada di laut maupun darat.

    Seperti yang dijelaskan oleh Boltenkov, sistem rudal pesisir Rusia Sopka (Gunung Berapi) dan Rubezh (Garis Batas) dipasok ke lebih dari sepuluh negara di seluruh dunia, dan bahkan beberapa kali digunakan dalam konflik militer seperti dalam konflik Arab dan Israel.

    Wakil Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat Michael Connor sempat menyampaikan kerisauannya mengenai potensi perkembangan armada selam Rusia di The Inquisitr. Kekhawatiran itu muncul setelah uji coba rudal balistik antarbenua Bulava(Tongkat Pukul) terbilang berhasil, yang salah satu peluncurannya sukses dieksekusi pada September lalu. Saat diluncurkan dari tengah Laut Arktik, rudal balistik antarbenua tersebut menempuh jarak ribuan kilometer hingga mengenai targetnya di area pengujian Kura yang terletak di Timur Jauh.

  32. Mantap artikeL bung Papaagusta , jaringan Lemot Lagi di Makassar , Kita memang sebagai negara penengah & membuka kerja sama dengan negara2 lain , mumpung masih adem ayem kita terus membangun ekonomi & ALutsista kita terLebih Lagi masaLan intern Pemerintahan baru & LegisLatif kita yg sibuk ngurusin kekuasaan Permanen , Lamban Laun perang itu akan terjadi , dan kita berdiri sendiri tanpa ada negara Lain membantu , sekaLi Lagi bersatuLah indonesiaku NKRI HARGA MATI !!!

  33. Indonesia memang akhir2 ini diperhitungkan tapi belum benar2 terbukti kita sebagai negara penyeimbang…karena alutsista kita masih agak tertinggal dri negara2 tetangga baik dri segi kuantitas maupun kualitas nya…mngkin diplomasi dialog masih akan jadi kartu yg akan dimainkan oleh kita dalam beberapa tahun kedepan dalam menghadapi konflik yg akan terjadi dibandingkan diplomasi show force power yg masih dalam proses pemenuhan kebutuhan minimal force

  34. India Membuat Pesaing Tomahawk

    India berhasil menguji tembak rudal Nirbhay yang jadi pesaing rudal Tomahawk milik AS. | (India Times)

    India berhasil menguji tembak rudal jelajah jarak jauh buatan dalam negeri, Nirbhay Jumat (17/10/2014). Rudal canggih India itu menjadi pesaing rudal jelajah milik Amerika Serikat (AS), Tomahawk.

    Itu merupakan uji tembak rudal jelajah jarak jauh berkemampuan nuklir yang pertama kali dilakukan India. Rudal “Nirbhay” meluncur dari sebuah peluncur di fasilitas uji coba rudal di Chandipur, sebelah timur negara bagian Orissa.

    ”Uji tembak berhasil,” demikian laporan kantor berita India, Press Trust of India, mengutip keterangan pejabat senior pemerintah.

    ”Hasil dari uji tembak itu dipastikan dengan menganalisis data yang diambil dari radar dan poin telemetri,” lanjut pejabat senior India yang berbicara dalam kondisi anonim.

    Tidak seperti rudal balistik lainnya, rudal “Nirbhay” memiliki sayap dan ekor sirip. Rudal ini dimaksudkan untuk multifungsi. Yakni bisa diluncurkan dari darat, laut dan udara.

    Menurut NDTV, rudal canggih buatan dalam negeri India itu mampu melesat hingga 1.000 kilometer.”Yang membuat India mampu melakukan serangan jarak jauh ke dalam wilayah musuh,” bunyi laporan stasiun televisi India itu.

    Rudal “Nirbhay” dianggap oleh para ahli militer sebagai rudal jelajah Tomahawk AS versi India. Kesuksesan India menguji tembak rudal canggihnya pada hari ini sekaligus untuk menebus kegagalan peluncuran rudal subsonik pada Maret 2013 lalu. Saat itu peluncuran rudal subsonik harus dibatalkan di tengah jalan setelah arahnya menyimpang dari jalur.

    Sumber: sindonews

    • Mo nanya @Bung BB, knp ya kalo India or Pakistan mengadakan uji tembak rudal ginian tidak terlalu diributkan ya?… Beda hal kalo yg melakukan adalah Korea Utara atau Iran yang pastinya berbau-bau Rusia or China. Maaf…..kalo nanyanya ngawur.

  35. I LIKE IT bg.Kembali ke UUD45 secara murni(sebelum amandement) & konsekwen.Yuk gelorakan bersama-sama.

    • Thanks Bung @anak Medan ..horas,,
      Kalau sudah berjalan jauh kadang kita lupa tujuan kita kemana ya Bung,, jadi Musti black to basic buka navigasi lagi..hehehe

  36. mdah2an andi wijayanto tdak lupa kata2nya ktika debat capres tntang lcs,..leopard sdah trbukti krang crmatnya perhitungan mereka,..

  37. Semoga worst case dlm konflik ini tdk terjadi..mungkin selain kepentingan indonesia sebagai pihak netral,kita juga berhati” menjaga cadang minyak kita kalau perang terjadi..

  38. Indonesia harus ” bermain cantik” tapi jangan terjebak dan terprovokasi pihak manapun, yang harus dicamkan oleh semua negara yang terlibat, JANGAN MENGUSIK NKRI, siapapun yang coba2 akan dibabat habis, bagi kami NKRI HARGA MATI !!!

  39. JAKARTA (HN) – Presiden terpilih Joko ‘’Jokowi” Widodo memastikan pemerintahannya nanti lebih keras dan tegas dalam melindungi kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satu komitmen ketegasan itu diucapkan Jokowi dalam wawancara eksklusif dengan Fairfax Media Australia, yang juga dimuat versi online koran The Sydney Morning Herald (SMH) edisi Sabtu (18/10) ini.

    Jokowi, yang ditulis SMH dengan sebutan ‘’Mr Joko”, memperingatkan Perdana Menteri Tony Abbott agar Angkatan Laut Australia tidak seenaknya memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa diundang, termasuk dengan dalih menghalau balik imigran ilegal maupun pencari suaka yang hendak memasuki wilayah perairannya.

    PM Abbott dijadwalkan menghadiri langsung pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla pada 20 Oktober lusa. Namun, dalam wawancara langsung pertamanya dengan media Australia sejak terpilih sebagai presiden ini Jokowi benar-benar memanfaatkannya untuk mengirimkan sinyal keras dan tegas bahwa kebijakan strategis dua negara bertetangga baik ini kerap berbenturan dan tumpang tindih, khususnya menyangkut kedaulatan wilayah.

    Jokowi mengatakan, pemerintahannya nanti ingin menjalin hubungan yang lebih erat dan kuat dengan Australia, termasuk hubungan militer dan intelijen. Namun, jika kedaulatan wilayah Indonesia dilanggar, Jokowi pun menegaskan bisa bersikap ‘’lebih keras” ketimbang yang pernah digaungkan Prabowo Subianto, rivalnya saat pilpres lalu.

    Jokowi memprihatinkan kebijakan Australia selama ini yang cenderung sepihak dan konfrontatif dalam menangani imigran ilegal. Ia tidak menginginkan kapal-kapal AL Australia memasuki perairan Indonesia tanpa izin sebagaimana lima kali mereka lakukan sepanjang tahun lalu.

    ‘’Kami akan mengingatkan yang seperti ini tidak bisa diterima. Kita memiliki hukum internasional, Anda harus menghormati hukum internasional itu,” ujar Jokowi.

    Demi kepentingan kedua negara, Jokowi mengatakan pemerintahannya siap meningkatkan kerja sama keamanan yang saling menguntungkan, termasuk penanggulangan terorisme.

    Jokowi juga menyatakan, pemerintahannya juga siap berperan mencari solusi untuk meredakan ketegangan di perairan Laut China Selatan yang melibatkan negara-negara ASEAN dan China.

    ‘’Dua per tiga wilayah Indonesia itu laut, perairan. Saya kira, di Laut China Selatan itu Indonesia bisa berperan sebagai honest broker (penengah yang jujur),” kata Jokowi.

    Selain masalah keamanan, Jokowi juga berkomitmen meningkatkan hubungan perdagangan, investasi, dan hal-hal lain yang bersifat personal demi lebih memantapkan fondasi hubungan bilateral. Ia juga mendorong para pemuda Indonesia bila berkeinginan belajar di sejumlah universitas di Australia, sebagaimana yang dilakukan salah seorang anak lelakinya.

    ‘'(Hubungan) business-to-business dan people-to-people itu penting. Kami akan mengirimkan para pelajar dari sini ke Australia,” kata Jokowi.

    Sebaliknya, Jokowi juga mendesak rakyat Australia untuk lebih menikmati Indonesia yang luas dan beragam ini secara menyeluruh, tidak hanya Bali. Pemerintah Indonesia juga akan berusaha mendengarkan berbagai keluhan dan saran investor Australia yang menanamkan modalnya di Indonesia untuk dicarikan solusi kebijakan yang saling menguntungkan.

    ‘’Ketika investor datang kepada saya, hampir selalu yang mereka keluhkan itu empat hal. Mereka mempertanyakan subsidi bahan bakar; kedua, mereka juga tanya tentang reformasi birokrasi, perizinan bisnis, business permits; ketiga, mereka tanya tentang infrastruktur – jaluar kereta api, pelabuhan laut, jalan tol; dan keempat, mereka tanya tentang pembangkit listrik, kelistrikan,” ujar Jokowi.

    ‘’Jadi, saya yakin jika saya bisa memecahkan persoalan-persoalan itu, para investor itu akan datang. Saya ini pengusaha, jadi tahu bagaimana me-manage persoalan ini,” katanya menambahkan.

    Menganalisis komitmen dan sikap Jokowi, Profesor Tim Lindsey, Direktur Pusat Kajian Hukum, Islam, dan Masyarakat Indonesia di Melbourne University, menilainya justru sebagai kesempatan bagi Australia dan PM Abbott untuk me-reset atau menyetel ulang tombol hubungan bilateralnya dengan Indonesia yang beberapa waktu lalu sempat terganggu.

    Jokowi, demikian Lindsey, merupakan pemimpin produk demokrasi multipartai. Ia dipilih sebagian besar rakyat karena kebijakan dan track records-nya. ‘’Tidak semata berdasarkan koneksi elite dan kekayaan,” katanya menjelaskan. (sol)

    Sumber copy paste Harian Nasional

  40. bung bima.
    Tulisan nya berapi api penuh semangat tapi sayang kata negara nya kurang satu hurup.

  41. “TAKE N RUN”

  42. TIDAK SEMUA PEMBELIAN SENJATA DIPUBLIKASIKAN ! Misalnya dengan Jerman, yang diumumkan ke umum adalah pembelian tank Leopard 2 revo, tank Leopard 2 A4, tank Marder A3, pesawat Latih Grob, sedangkan pswt XXXXX, kapal XXXX, Kapal XXX XXX tidak dipublikasikan !!!

  43. Pembelian senjata dari Rusia oleh Indonesia, yg dipublikasikan : Su-27SKM, Su-30MK2, Heli Mi-35P, Heli Mi-17 V5, tank amphibi BMP-3F. Sedangkan yg tidak dipublikasikan adalah pswt xx-xx, pswt xx-xx xx, pswt xx-xx,sistem rudal xx-xxx, rudal x-xxx, rudal x-xxx, kapal x xxx, kapal xxxx, kapal xxxx, kapal xxxx, kapal xxxx……..

 Leave a Reply