Jun 212014
 
kcr-40-1

KRI Alamang 644 (KCR-40) (photo: malaysiaflyingherald.wordpress.com)

Perhatian kami tiba-tiba tertuju pada konvoi kapal patroli yang sedang melintas, tidak jauh dari boat tempat kami yang sedang lego jangkar. Sebelumnya saya tidak tahu, program apa yang sedang dijalani oleh kapal-kapal patroli ini. Tidak besar tapi tampak gagah dan lincah. Perhatian kami terfokus pada sebuah kapal yang paling keren, KRI Alamang..! Sebuah KCR, yang diproduksi PT Palindo Marines and Shipyard di Batam.

Setelah pulang ke rumah, saya segera mencari informasi yang berkaitan dengan kehadiran kapal-kapal milik TNI tersebut. Ternyata, kedatangan mereka adalah untuk mengikuti program tahunan yang bertajuk Patkor Malindo 2014. Ada kekaguman dan kebanggaan yang begitu dalam tatkala menyaksikan karya anak bangsa melenggang di negeri orang. Tidak sedikit dari sekian banyak prajurit dan perwira Angkatan Laut dari kedua negara yang rela bersusah payah untuk mengabadikan sosok seksi yang sengaja didatangkan dari pangkalannya di Lantamal 1 Belawan, Medan.

KRI Alamang 644 (KCR-40)

KRI Alamang 644 (KCR-40) (photo: malaysiaflyingherald.wordpress.com)

Patkor Malindo, yang telah diakui dunia sebagai sebuah wadah koordinasi pengawalan dan pengamanan selat Melaka paling sukses, kini akan lebih fokus pada pengaman selat Melaka dari aktivitas penyelundupan manusia dan pendatang haram. Apalagi dalam seminggu ini, telah dua kali berturut-turut terjadi kecelakaan kapal yang merenggut korban dari Indonesia. Untuk itu, kedua institusi terkait telah sepakat untuk mencari pangkal permasalahannya.

Dikabarkan dari Singapore, bahwa kedua kapal tersebut telah dan sedang mengantongi surat izin berlayar dari Aceh-Singapore-Aceh. Pertanyaannya, mengapa kapal itu tiba-tiba ada di Port Klang, dan bukan hanya mengangkut barang, tetapi juga banyak mengangkut orang. Inilah misteri klasik yang akan menjadi materi utama Patroli Koordinasi tahun ini.

KRI Siribua bersama KRI Alamang

KRI Siribua bersama KRI Alamang (photo: malaysiaflyingherald.wordpress.com)

Nun di tengah laut selat Melaka, aktivitas kapal-kapal patroli, nelayan dan fery, nampak begitu sibuk. Sejauh ini, modus penyelundupan manusia dan pendatang ilegal dari dan ke Melaka, memang terbilang jarang atau mungkin hampir tidak pernah terjadi. Setidaknya itulah info yang dirilis oleh TLDM pada publik sejauh ini. Mungkin karena letak pelabuhan Melaka yang diapit oleh berbagai fasilitas ketentaraan, sehingga para pelaku kejahatan menjadi kurang bernyali untuk beraksi di kota pelabuhan ini. Lain halnya dengan Port Klang, yang banyak dikelilingi oleh pulau-pulau kecil dan kampung nelayan, serta disinggahi kapal-kapal barang bertonase besar, sehingga dianggap lebih aman untuk bermain petak umpet dengan pihak keamanan.

malaka-patroli

Patkor Malindo (photo: malaysiaflyingherald.wordpress.com)

Langit begitu cerah, matahari di atas kepala seakan enggan untuk berhenti menyemburkan panasnya yang melelehkan peluh-peluh di tubuh. Angin laut yang kadang terasa lebih kencang, sesekali seperti ingin mencabut ujung air laut, mencabut dan membantingnya, sehingga kapal-kapal kecil yang kerap lalu-lalang, menjadi ikut bergoyang..! Tapi konvoi kapal-kapal TNI AL ini, seakan tidak terpengaruh dengan debur ombak yang sesekali datang menampar.

Sungguh indah..! Kami membayangkan bagaimana saudara-saudara kita saat membangun KCR 40 di Batam. Mereka telah bekerja tanpa mengenal lelah, untuk sebuah atau beberapa masterpiece seni alutsista persembahan TNI AL. Inilah akumulasi dari sebuah pembelajaran yang gigih, bekerja tangguh dan berpikir positif. Hehehe..! Anda masih meragukannya..? Mari kita belajar lagi..! Selamat berakhir pekan bung..! (by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 21 June 2014).

  164 Responses to “KARYA ANAK BANGSA DI SELAT MELAKA”

  1.  

    Bung @ yayan…
    Untuk KRI Alamang 644 radarnya di taruh di sebelah mana ya bung?
    Salam hangat moga bung yayan & keluarga sehat selalu…

    •  

      Oh ya sblmnya mohon maaf bung @ yayan…
      Kalo boleh tahu istri bung @ yayan orang ostrali ato orang indonesia ya?
      Sekali lagi maaf bung @ yayan…salam hangat moga sehat selalu…

      •  

        Orang prancis keturunan iran atau orang iran ttapi lama tinggal di prancis kayanya bung, kecuali bung yayan punya lebih dr 1, maaf kalau saya salah 🙂

        •  

          Satu isteri cukup bung..! Hehehe..! Yang benar adalah wanita Iran kelahiran Perancis dan pernah tinggal di Australia. Terima kasih. Salam hangat..!

          •  

            Iya, salam hangat bung 🙂

          •  

            Bung Yayan, maaf ini oot, dng istri yg beda warga negara, apakah anak-anak bung Yayan memiliki dua warganegara ataukah ikut kewarganegaraan bung Yayan? Selamat berakhir pekan bung Yayan.

          •  

            Kalau seorang Inteljen gak akan buka bukaan siapa jati dirinya, keep silent

          •  

            Kayak Intel aja yang lagi naik kereta api Surabaya Jakarta , dia kenalan ama semua orang sambil mamerkan pistol di ketiaknya dan bilang ke seluruh orang yang di jumpainya bahwa dia seorang Intel. jadi aku gak yakin nih bahwa yang kebanyakan nulis di sini Anggota ABRI

          •  

            @k.jono, bung yayan nggak pernah bilang dia intel,,,disini emang t4 militer fanboy, nggak kayak sebelah, ngebully orang pake alasan bilang itu cara militer,,

          •  

            Kopral jono dari ABRI?
            hihihi jadul banget.. ABRI gitu loh
            masing kangen sama mbah To ya?

            emang kalo komen ato buat artikel di JKGR harus ABRI gitu?

            buka wawasan masbro.. kalo kesulitan panggil mbah google
            atau setidaknya baca jakarta greater yg dolo-dolo, (jangan malas ya.. :mrgreen: ) banyak kok artikel yg sudah ditulis bung yayan..

            dan yang kuketahui bung yayan tidak pernah mengaku intel atau “ABRI” :mrgreen:

      •  

        tak kirain bule ostrali,
        Makaseh bung @ kobu…

  2.  

    … bangga banget…perbanyak ya pak menhan….cukup produksi 15 buah pertahun…

  3.  

    maaf oot..
    Bung @ PS…
    Untuk kcr 60 (kri sampari yg barusan di launcing) ciamik & keren banget, jos gandos…saya naksir berat…armanent nya kayaknya blm lengkap ya bung @ ps….
    Salam..

  4.  

    Thanks bung Yayan : Ulasan yg cetar membahana , sy membayangkan iring iringan kapal buatan anak bangsa ini bisa jalan jalan ke Singapore..he..
    he…he.

  5.  

    semoga dgn kemandirian inhan indonesia akan menuju negara besar dan suatu saat nanti negeri ini tdk tergantung pada negara lain dan semoga pemimpin yg akan datang konsisten dlm hal industri pertahannya,…amiin

  6.  

    ….membaca dan merenung succes story program KCR 60 dan KCR 40…semoga masuk tahap integrated datalink-nya wis nyambung…..ben tuambah poll kapabilitasnya….opo maneh arsenal’le dipasang pisan

    top dech,,,maju terus …bangga dengan kemandirian….

  7.  

    Slm knl.
    Maaf saya bru di warjag.
    Sekedar mencari info militer az…

  8.  

    Maaf newb izin nyimak blm ada yg comen clue nya bung yayan ya..bung yayan alamang nya lebih dr satu ya..salam sehat selalu bung yayan

  9.  

    Salam kenal dan hormat untuk para sesepuh warjag ini.saya salah satu pengagum berita tentang nasionalime.ijinkan terus mengikutinya.Salam Indonesia.

  10.  

    kcr 40 bisa ngangkut berapa rudal ya.

  11.  

    Assalamualaikum semua . ijin nyimak . saya sendiri sagat membanggakan produk lokal , walaun produk yang saya gunakan kalah pamor/ quality dari produk luar tapi saya berusaha menyampaikan kelebihan2 produk lokal tersebut di sekitar saya. setidaknya saya sudah memulai dari saya & keluarga saya sendiri , semoga pemerintah lebih memberi dukungan pada produk2 lokal . seperti kata Bung Jalo anda percaya PASTI KAMI BISA.

  12.  

    Maaf ketinggalan Bung Yayan , artikelnya bagus banget , semoga BungYayan tidak jemu2 memeberikan artikel2nya terbaik di JKGR & selalu di berikan kesehatan selalu , Amin.

  13.  

    Yakin bangsa ini bisa mandiri, tuh banyak anak2 di kampus Sukolilo yg pinter2, kasih kesempatan pasti bisa. Maksih artikelnya bung, moga sehat2 semua. Salam NKRI

  14.  

    Salut utk semangat pembangunan kekuatan militer Indonesia dg Industri dlm negeri.
    Utk sekelas kapal patroli, sdh cukup gahar dg diinstalny AK630 dan jg C705. AK630 slain brfungsi sbg CIWS, efektif pula utk melawan kapal prmukaan, sprt kapal kecil, speed boat, dll. Sayang dong klu cuma mau nenggelamin kapal ilegal fishing aja pake C705. Bahkan sharusny penggunaan CIWS shrsny mrupakan aplikasi standart pd smua KRI semua tipe. CIWS pd KRI sekelas frigrate, korvet mrpkn prtahnan lapis ketiga setelah Rudal prtahanan udara utama jarak jauh(????), jarak menengah (Mistral atau VL Mica). Seharusny…
    Salam

  15.  

    di kcr 40 dan 60 menggunakan radar apa ya…

  16.  

    Bung Melektech lama ndak muncul. Menurut saya itu memang tulisan bung Yayan, tapi gambarnya mungkin dari pemilik warung. Mohon maaf kalau saya salah. Soalnya di artikel bung Yayan dan yg bung Mel berikan substansinya berbeda. Salam hangat… Bung Mel kapan kapan mampir di kantin di ARH ya.he..he..

  17.  

    Iya nih @bung ketek jng galak2 duunk, yg ada malah g ada yg nulis artikel ntar takut disemprot jd sepi dunk jkgr, malahan saking takutnya tuh artikel terbaru bahas TKI mulu dr kmren hahahaaa…becanda bung, salam hangat bung ketek

  18.  

    semoga NKRI semakin jaya, terimakasih bung @yayan atas wangsit dan pencerahannya.

  19.  

    ayo nonton laptop si unyil.

  20.  

    mohon ikutan nimbrung sebagai pemerhati, karena ilmunya masih plontos hehehee

 Leave a Reply