Nov 132017
 

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono meresmikan Prasasti Akademi Militer Nasional Bertepatan Dengan Hari Ulang Tahun ke-60 Akademi Militer, Pada Sabtu 11 November 2017 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Magelang, Jakartagreater.com – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-60 Akademi Militer (Akmil), Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono meresmikan Prasasti Akademi Militer Nasional (AMN) pada Sabtu 11 November 2017 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Prasasti AMN yang isinya berupa tulisan tangan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang menerangkan bahwa Akmil Magelang merupakan kelanjutan dari Akademi Militer Nasional (AMN) yang ada di Yogyakarta. Tulisan tangan yang diabadikan dalam sebuah prasasti tersebut dipasang di Akmil sebagai pertanda sejarah dan harus diketahui oleh para generasi muda.

Adapun tulisan tangan dari Presiden Soekarno tersebut berbunyi “Dengan ini, maka AMN dengan Angkatannya yang keempat, saya buka kembali, dan saya resmikannya di dalam kompleks A.M.N yang bersifat sementara”. Prasasti tersebut dibuat dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia di Magelang pada tanggal 11 November 1957 silam.

“Prasasti ini adalah inisiatif dari para pelaku sejarah. Prasasti ini dipasang sebagai lambang/simbol dan generasi sekarang harus tahu,” jelas Kasad, Jenderal TNI Mulyono, usai upacara penandatanganan prasasti tulisan tangan Presiden Soekarno. Dalam sambutannya, Kasad Jenderal TNI Mulyono menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua Ikatan Akademi Militer yang telah merencanakan kegiatan ini.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono meresmikan Prasasti Akademi Militer Nasional Bertepatan Dengan Hari Ulang Tahun ke-60 Akademi Militer, Pada Sabtu 11 November 2017 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

“Semoga momen peresmian prasasti tidak hanya sekedar simbol belaka, namun akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi taruna/taruni dan abituren Akademi Militer bahwa sama-sama pernah digembleng di Lembah Tidar, sehingga dapat meningkatkan soliditas dan sinergitas didalam masa pengabdian dan kekaryaan,” ujar Kasad.

Sejarah Akademi Militer dimulai dari didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada tanggal 31-10-1945, atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat Letjen TNI Oerip Soemohardjo. Tetapi, pada tahun 1950 setelah meluluskan 2 angkatan, sebab pertimbangan teknis, MA Yogyakarta ditutup, sehingga taruna angkatan ketiga menyelesaikan pendidikannya di KMA Breda, Netherland.

Pada kurun waktu yang sama di berbagai tempat, seperti Malang, Mojoagung, Salatiga, Tangerang, Palembang, Bukit Tinggi, Brastagi dan Prapat, didirikan Sekolah Perwira Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD / ABRI pada waktu itu.

Pada tanggal 1 Januari 1951 di Bandung didirikan SPGI AD (Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat) dan pada tanggal 23 September 1956 berubah menjadi ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Sementara itu, pada tanggal 13 Januari 1951 didirikan pula P3AD (Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat) di Bandung.

Pada 11 November 1957 diresmikan berdirinya AMN di Magelang yang merupakan kelanjutan dari Militaire Academie Yogyakarta, oleh Presiden Soekarno. Dalam upacara pembukaan AMN tersebut, Presiden Soekarno menjelaskan bahwa AMN di Magelang itu adalah kelanjutan dari Akademi Militer Yogyakarta pada tahun 1945 dan taruna AMN angkatan pertama disebut sebagai angkatan yang keempat.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono meresmikan Prasasti Akademi Militer Nasional Bertepatan Dengan Hari Ulang Tahun ke-60 Akademi Militer, Pada Sabtu 11 November 2017 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Dengan penegasan tersebut, Presiden berharap agar api semangat 45 dari MA Yogya itu akan terus hidup di AMN dan diteruskan oleh AKABRI DARAT dan sekarang ini oleh Akademi Militer Magelang.

“Adapun tujuan dari peletakan prasasti adalah untuk menegaskan dan mengenang bahwa Akademi Militer merupakan bagian terintegrasi dan kelanjutan dari Militaire Academie Yogyakarta, sehingga taruna/taruni sebagai generasi penerus pimpinan TNI AD mengerti dan paham betul bahwa sejarah Akademi Militer tidaklah mudah, penuh dengan perjuangan dan semangat itulah yang harus ditiru,” jelas Jenderal TNI Mulyono.

Di akhir sambutannya Jenderal TNI Mulyono berharap dengan pembangunan prasasti ini, dapat dijadikan simbol sejarah untuk melanjutkan nilai-nilai dan semangat perjuangan 1945 oleh para taruna/taruni Akademi Militer sebagai penerus estafet dari perjuangan MA 1945 dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan zaman di era globalisasi dan tetap berpedoman teguh kepada sesanti Akademi Militer “Adhitakarya Mahatvavirya Nagara Bhakti”.

Acara peresmian Prasasti tersebut dihadiri oleh Irjenad, para asisten dan Kasahli Kasad, Gubernur Akmil, Kasdam IV/Dip, para Kabalakpus TNI AD, Danrem 072/Pamungkas, Ketua Ikatan Keluarga Akademi Militer Jogjakarta Letnan Jenderal TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Nyonya Sita Mulyono serta segenap warga Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Akmil, para perwira, bintara, tamtama dan Aparatur Sipil Negara serta Taruna/Taruni Akademi Militer. (tniad.mil.id).

  2 Responses to “Kasad Resmikan Prasasti AMN di Akademi Militer”

  1. Keren prasastinya..

 Leave a Reply