Mar 262017
 

Pesawat Tempur Ringan (LCA) Tejas versi Naval produksi HAL India. Β© ADA

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana Sunil Lanba, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar India, The Hindu, menjelaskan bahwa Angkatan Laut hanya mengambil keputusan murni secara teknis yang menolak pesawat tempur ringan (LCA – Light Combat Aircraft) versi angkatan laut yang dikembangkan oleh DRDO meskipun memiliki komitmen yang kuat untuk kemandirian. Dia menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan fasilitas pelatihan dalam memenuhi kekurangan personil dan berfokus pada kekuatan Angkatan Laut wilayah timur.

Bersamaan dengan itu, Angkatan Laut India telah memberi dorongan pada kemandirian aset, tapi sekarang menghadapi kritik karena menolak pesawat tempur ringan versi angkatan laut (LCA Navy), yang terlihat sebagai kemunduran atas komitmen sebelumnya.

Kami adalah pelopor pribumisasi, yang dimulai sejak tahun 1960 dan telah bekerja bahu-membahu dengan DRDO, yang mana personel angkatan laut juga memiliki laboratorium disana. Adapun dalam program LCA Tejas, Angkatan Laut adalah layanan pertama yang mendukung Lembaga Pembangunan Dirgantara (ADA) dalam pengembangannya dan Angkatan Udara menyusul di kemudian hari.

Apa yang diinginkan Angkatan Laut India adalah jet tempur berbasis kapal induk, akan tetapi LCA Navy Mk1 tidak memenuhi persyaratan tersebut. Perbandingan daya dorong dan berat (thrust-to-weight) yang dihasilkan tidaklah mencukupi dan mesin itu kurang bertenaga untuk mendorong badan pesawat tersebut. Sayangnya, bahkan pada varian Mk2 masih tetap tidak bisa memenuhi syarat. Itulah sebabnya kami membawa masalah ini sampai ke Kementerian Pertahanan India.

Sebanyak 25% dari dukungan keuangan pada proyek tersebut berasal dari Angkatan Laut India. Hingga saatnya ADA mampu memproduksi sebuah jet tempur yang dapat beroperasi dari dek sebuah kapal induk, disitulah kita baru akan bersedia untuk memperoleh dan menerbangkannya. LCA Navy seharusnya terbang dari kapal induk INS Vikramaditya.

Kapal induk kedua, INS Vikrant, seharusnya berlayar pada tahun 2019. Jadi kami ingin pesawat tempur berbasis kapal induk saat ini. Menurut catatan kami, setidaknya telah ada satu dekade bagi ADA untuk menghasilkan LCA Navy berbasis dek. Sementara itu, Kementerian Pertahanan telah mengijinkan kami untuk terus maju dan mencari jet tempur yang memenuhi persyaratan sekaligus mengeluarkan RFI.

Molornya jadwal untuk pembangunan dan pelayaran perdana kapal induk pribumi INS Vikrant juga disebabkan oleh penundaan dalam pengiriman peralatan penerbangan dari Rusia. Ada beberapa keterlambatan dalam pengiriman peralatan untuk kompleks penerbangan dari Rusia. Kami berharap bahwa INS Vikrant akan memulai pengujian pada tahun 2019.

Adapun untuk IAC-II (Kapal Induk Pribumi Kedua), kita telah membawa kasus tersebut ke Kementerian yang mana akan mendapatkan persetujuan lebih cepat nantinya. Kami sedang mencari sebuah kapal induk CATOBAR diatas 65.000 ton dilengkapi dengan EMALS dan landasarn terbang (air strip) canggih.

Serangkaian kecelakaan telah mencoreng citra Angkatan Laut India beberapa tahun yang lalu. Tampaknya menjadi sesuatu dari masa lalu ketika kapal INS Betwa terguling pada salah satu sisinya di drydock akhir tahun lalu, sebagaimana diberitakan oleh Jakarta Greater.

Menurut KASAL India, ia tidak bisa memberikan jaminan bahwa akan ada “zero accident”. Tapi SOP telah pada tempatnya dan budaya keselamatan kerja sedang ditegakkan. Jumlah kecelakaan telah turun secara drastis akhir-akhir ini. Beberapa insiden terakhir yang mencuat diluar proporsi oleh media. Kecelakaan INS Betwa seharusnya tidak perlu terjadi. Pada dasarnya, ada kesalahan dalam menghitung tingkat stabilitas [pada blok tersebut].

Angkatan Laut India saat ini telah memfokuskan kekuatan di sisi timur, memperkuat aparat keamanan di sepanjang gugusan pulau.

Di kepulauan Andaman dan Nicobar, aset angkatan laut yang lebih baru dan lebih mampu berada disana dalam bentuk korvet kelas Kora dan ada rencana infrastruktur jangka panjang di mana lapangan udara di kepulauan sebelah utara sedang diperkuat dan diperpanjang agas pesawat yang lebih berat dapat beroperasi. Proyek serupa berlangsung di bagian selatan. Rencana infrastruktur membuat fasilitas OTR (operasional turnaround) dalam gugus selatan sudah mulai berjalan. Boeing P8I sedang dikerahkan dari Port Blair.

Dilansir dari Defence Update, pada saat yang sama, Angkatan Laut India juga bekerjasama dengan negara tetangga di sebelah timur saat ini telah berkembang. Kami telah menyelesaikan masalah batas maritim dengan Bangladesh dan mengadakan interaksi yang jauh lebih besar dengan Myanmar, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Singapura.

  61 Responses to “KASAL India: “Kami Mendukung Kemandirian, Namun Tejas Tidak Memenuhi Syarat””

  1. Sebuah ungkapan jujur yg menyakitkan.

  2. dasar pengalihan isu
    itu karena Tejas masih suka mabuk laut
    belum terbiasa namun toh cinta datang karena terbiasa

  3. Ohoahahaha. Bingung mo komen apa

  4. lagi musim sayap delta sekarang ya??

  5. Didalam negri ditolak kok malah kepedean nawari kenegara lain, KemenHan klu sampe akuisisi ini berarti kebangetan kebelingernya!

  6. Tess

  7. Tes tes

  8. Potong bebek angsa, angsa dikuali, Nona jual Tejas, Tejasnya ditolak,…., ditolak sana, ditolak sini,,, tra la la la la la la la la Sutejas.

  9. Terlalu terburu-buru, masih bnyk kekurangan, tapi malah langsung diproduksi masal. Atau…. memang cacad dari “Lahir”???

    • yg ngelahirin yg cacat
      bayi dilahirkan didunia dalam keadaan suci dan bersih begitu pula pesawat multidimensi tersebut

      jangan samakan dgn ploduk-ploduk amoy hasil perbuatan mesum

  10. Makanya jangan terlalu tejas tejas lah, jadi gini deh akibat nya ….. Hehehe πŸ˜†

  11. dengan sangat,, lupakan tejas untuk Indonesia bagi yg menginginkannya…
    xixixixi

  12. masalahnya tidak cocok untuk angkatan laut (berbasis kpal induk).. klu untuk au mungkin india akan mengembangkanya,.
    dan tejas akan di tepuk IFX dgn mudahnya. IFX pasti jos gandos..
    (tak sabar pengen cpt jadi)

  13. Hahahaha sales Hal bingung mau bilang apa….

    #Bung Anu

  14. thrust to weight ratio
    pesawat berkemampuan lepas landas dan mendarat di kapal induk
    memang harus memiliki mesin yg kuat
    dual engine seharusnya kalau tak punya teknologi dek ketapel
    f-35 dan av 8 harrier sebagai pengecualian

  15. Sepertinya masalah mesin yg kurang bertenaga. Mesin tunggal tp dayanya kecil. Kalo spt intruder maupun herier dan mirage yg utk kapal induk walaupun mesin tunggal tp dng tenaga yg besar.
    Itu baru urusan take off dr kapal induk saja sdh bermasalah apalagi bicara manuver kelincahan pesawat saat diudara yg mengandalkan tenaga mesin.
    Kenapa gak beli mesinnya dr Prancis saja yg biasa dipake oleh Mirage F1 versi kapal induk.?

  16. Mestinya pakai Rafale M atau Sea Gripen..

    Tejas no way lah…

  17. Kasih indonesia aja tejas nya biar dioprek jadi tejas protolan, mesin racing, knalpot jadi free flow, bagian2 yg gak penting dipreteli, pilot nggak usah pake helm

  18. seharus ny ini hari spesyal buat bung Anu…………hari untuk di bully

  19. Menyesal dulu vote tejas sampe 65 kali ternyata begitu kisahnya..borong bebek tejas, tejasnya dikuali. Nona minta tejas, tejasnya di akaliiii….goyang ke kanan, goyang ke kiri…tralalalalalalala…lalala….
    Wkwkwkwk….korban sales tejas…amsyong…wkwkwkw

    • Hihihi makannya dulu pas di adain Voting pilih Su-35…

      • Wkwkwkw….sejarah menunjukkan…yang di vote gak ada yg dibeli
        Sabar aja yang gak ada dipoling itu yg dibeli wkkwkwkw…
        Coba kalo saya jadi presiden…saya pasti borong F22 Raptor dengan segala cara….yah minimal 1 biji F22 untuk 1 kecamatan hahahahahaha….
        Naik…naik…ke atas bingung….tinggi…tinggi sekali….kiri…kanan…kulihat hutang….banyak korban yang mimpi.
        .basahhhh.!!!!!…
        kiri….kanan…kulihat hutang…banyak korbannya ghoib-BAH !!!!

    • vote 65 kali
      dasar pembohong
      36nya adalah saya
      enak aja ngaku2

      • Wkwkwkw…
        Sebuah lagu gubahanku untuk Bung ANU
        Yang ter-Tejas ditempat

        Kesempurnaan Cinta – Tejas Febian

        kau dan aku..ter-TEJAS oleh waktu…

        Hanya untuk…saling Voting…

        Mungkin Kita… ditakdir-kan ber-Tejas

        rajut Voting…jalin Tejas…

        Berada… di-Tejas-mu
        mengajarkanku…
        apa artinya kelemahan…
        Kegagalan…TEJAAAS…
        Wooooouwoooo…dudududu…syalalalala…dst

        Wkwkwkwkw…..jangan ngaku Lelaki sebelum Vote Tejas hahahah…Tejas hanya Khusus untuk pria pemberani…setrooong…
        Lengkap dengan pasak bumi dan pancen OooYeee !!!!
        Persediaan terbatas

    • Waktu ga bisa balik, pilih F-16 ajah, drdo india juga mengakui F-16 adalah desain yg terbaik. No 2nya katanya MIG-29. No.3 Rafale. Dpt infonya begitu.

      • Wahai sodara2ku
        Ingatlah lagu METRAL ini…

        Si-Tejas di dadaku
        Bagian Reff nya aja ya..

        Si-Tejas.. di dadaku..
        Si-Tejas..kebanggaanku..
        Ku yakin Tejas ini pasti menang..

        Kobarkan..semangatmu
        Tejas-kan keinginanmu
        Ku yakin..Tejas ini pasti Terbang….

        Hahahahahah

  20. Tejas ga ada versi ekspornya……Bingung buat versi sendiri aja blom nyampe ilmunya…..Wkwkwk, maaf bung tejas tdk utk dijual.

  21. yg cinta kemandirian nasional dg anggaran super cekak potensi embargo kecil dan penguatan posisi indo di kawasan yg kuat bersama india gak usah terprovokasi ulah sales pro nonTejas. anggap saja debat sales saling menjatuhkan. intinya kita punya visi misi di masa depan kita butuh jeroan tejas untuk ditanam di ifx jika gagal total atau downgrade. ambilah 4 -8biji buat di skuadron sabang aceh. kemandirian tetap yg utama agar tdk disetir, merdeka seutuhnya, berdiri di kaki sendiri. punya dulu soal kualitas itu soal waktu, bisa dikembangkan dg diasah terus ilmuwannya.

 Leave a Reply