Jan 132018
 

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi

Jakarta, Jakartagreater.com – Kasal Laksamana TNI Ade Supandi menyebutkan pembentukan armada ketiga di kawasan tengah merupakan keniscayaan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pembentukan armada ketiga adalah keniscayaan karena wilayah laut Indonesia yang sangat luas,” kata Kasal pada Jumat 12 Januari 2018 di Jakarta.

Mabesal terus mendorong agar pembentukan armada ketiga TNI AL dapat terealisasikan karena dengan luas wilayah laut yang ada di Indonesia yang mencapai 3,2 juta kilometer persegi bebannya terlalu berat bila hanya dijaga 2 armada, yakni Armada RI Kawasan Barat (Armabar) di Jakarta dan Armada RI Kawasan Timur (Armatim) di Surabaya.

“Ini tidak kecil bagi seorang Panglima Armada untuk mengawasi laut yang sangat luas,” kata mantan Kasum TNI ini. Kasal mengaku sudah mengajukan pembentukan armada ketiga di wilayah tengah tersebut, namun permasalahannya dikembalikan pada kemampuan biaya. “Markas Armada Timur yang dipindahkan di Papua sudah 50 persen. Tinggal menunggu keputusan dari presiden saja,” ujar Kasal.

Mantan Pangarmabar ini menjelaskan, Armatim saja memiliki tugas untuk menjaga perairan yang terlalu luas, yakni mulai dari perairan Tegal sampai ke perairan Timur. Adapun Armabar memiliki tugas untuk menjaga kawasan Laut China Selatan, Selat Malaka dan Selatan Jawa serta Samudera Hindia.

Laksamana TNI Ade Supandi menilai dengan keberadaan armada ketiga yakni armada tengah, maka tugas dalam menjaga luasnya perairan di Indonesia itu akan semakin efektif. Beban tugas seorang Panglima Armada menurutnya, tidak lagi menjadi berat seperti yang terjadi saat ini. “Dan mereka masing-masing punya perhatian atau intensitas kawasan,” ujar Kasal Kasal Laksamana TNI Ade Supandi .

Seperti diketahui, pembentukan satuan armada ketiga untuk TNI AL sudah diajukan pada masa Panglima Jenderal TNI Moeldoko. Namun, hingga sekarang ini, pembentukan satuan baru itu belum juga terealisasi. (Antara).

Bagikan Artikel :

  15 Responses to “Kasal : Pembentukan Armada Ketiga Keniscayaan”

  1. 3 Komando Armada Darurat Kapal Serang Ampibi Mengangkut IFX berkemampuan VTOL

  2. kalo bercermin armada sama rika sengaknya satu armada satu kapal induk…xixixi…!!! 😆

  3. “Namun permasalahannya dikembalikan pada kemampuan biaya”
    ———————————————

    Itu persoalan mudah pak, pake aja uang hasil sitaan dari korupsi kondensat BP migas khan 32 triliun. Spt yg disarankan fan boys lapak sebelah.
    Buat beli pespur aja boleh kok apalagi buat beli kaprang utk armada tengah……xixixi
    Monggo pak….besok mau perang lho…xixixi

  4. 110T itu sekalian gaji ya

  5. Sebaiknya Indonesia itu bisa punya 5-7 Armada dan alutsista disesuaikan dg ancaman yg dihadapi.
    1.) Armada pertama: melingkupi Selat Malaka, Karimata, dan Natuna Utara.
    2.) Armada kedua: melingkupi Laut Jawa, Laut Sulawesi, Selat Makassar, dan Selat Lombok.
    3.) Armada ketiga: melingkupi laut Maluku, dan Samudra Pasifik barat.
    4.) Armada keempat: melingkupi Laut Arafuru, Laut Flores, Laut Banda dan sisi selatan Nusa tenggara.
    5.) Armada kelima: melingkupi Samudera Hindia hingga laut Andaman.
    6.) Armada keenam: pertahanan wilayah laut ibukota negara. Sebuah negara kepulauan yg terbesar di dunia dan menjadikan poros maritim dunia harusnya memiliki armada pertahanan sendiri, tidak cukup hanya dilindungi oleh Garnizun dan Lanud utama di Ibukota.

    Tiap armada dijaga 4 Destroyer, 9 Fregat, 15 light Fregat, 15 KCR, 2 kapal bantu serbaguna, 2 kapal ranjau, 3 LPD 125-160 m (5 dek heli), 2 kasel, 1 brigade-1 divisi Marinir, 9-12 pesawat angkut sedang/9 angkut berat, 1 ska serang maritim, 3 pesawat intai dan kodal maritim ( campuran MPA & AEW&E), 2 pesawat tanker, dan 1 ska pemburu kapal selam ( bisa dikombinasikan dg pesawat MPA dg kemampuan AKS dan Kapal permukaan). Itu kekuatan minimum sebuah negara dg standar sebagai poros maritim dunia.

  6. Ide yang bagus Pak Kasal… Cuman timing nya saya rasa blm tepat…
    Pertanyaan saya :
    1. Apakah memang rentang kendali panglima armada sdh meningkat signifikan sehingga beban tugas nya sdh sedemikian banyaknya sehingga perlu dibagi?
    2. Apakah penambahan armada dan infrastruktur pendukung sdh meningkat sedemikian signifikan sehingga perlu pembagian armada menjadi 3?
    3. Apakah bs dijamin efisiensi operasional dan pengendaliannya dr 2 menjadi 3 lbh efisien?

    Maksud saya begini :
    Sekalipun dibagi menjadi 100 armada, kalau infrastruktur masih kurang, kapal perang masih kurang, trus mau apa? Dengan 2 armada spt skrg saja kapal perang nya mengenaskan, infrastruktur minim trus knp harus dibagi menjadi 3? Jangkauan rentang kendali berdasarkan infrastruktur (termasuk pangkalan dan infrastruktur pendukungnya) dan jumlah kapal perang saya rasa 2 armada masih mumpuni lah utk saat ini…

    Mgkn lbh tepat dan cocok jika :
    1. diprioritaskan dulu membangun pangkalan. Perbanyak pangkalan2 kecil di blankspot, utk menutup lubang2 penyelundupan, sampai pangkalan sedang dan besar. Toh kapal2 patroli kecil kita banyak… Sebarkan di tiap2 pangkalan kecil yg di bangun di blankspot tadi.
    2. Fokus dulu di 2 pangkalan besar yg sdh dari dulu diwacanakan utk dibangun (Natuna dan Morotai) tapi blm signifikan hasilnya sampai skrg (atau malah blm dibangun?)…
    3. Kalau 2 hal tadi sdh terwujud, baru kita berbicara mengembangkan armada kita menjadi 3,4,5 armada. Krn sdh pasti jika ke dua hal tadi diatas sdh terwujud, rentang kendali panglima armada pasti bertambah signifikan dan perlu dibagi lagi agar efisien dlm operasional dan pengendaliannya…

    Ingat kita berbicara membangun TNI yg kuat secara visioner, terencana, terstruktur, dan berkesinambungan, bukan asal2 an dan tdk berpola… Menghabiskan anggaran banyak, tapi tidak maksimal hasilnya.

    PejuangAmbalat
    NKRI harga Mati!!!

 Leave a Reply