Apr 102017
 

Helikopter Agusta Westland (AW) 101 di Hanggar Skadron Teknik 021 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, (9/2/2017). (ANTARA FOTO/POOL/Widodo S. Jusuf)

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa Helikopter AgustaWestland (AW) 101 akan segera bisa digunakan.

“Mudah-mudah heli itu dalam waktu dalam dekat sudah menjadi kekuatan TNI Angkatan Udara. Karena saat ini masih di pihak penyedia barang atau vendor,” ujar Marsekal Hadi, seperti dilansir detikcom pada Minggu (9/4).

Kasau mengatakan bahwa proses investigasi heli tersebut sudah hampir selesai. “Saya sudah sampaikan juga kepada Panglima TNI. Bahwa secara umum adminstrasinya semua telah terpenuhi,” jelasnya.

Namun, masih ada beberapa hal teknis yang dikerjakan. “Kemudian saat ini sedang melaksanakan kegiatan teknis, di antaranya kekurangan kursi. Seperti ini hal yang biasa karena setiap pembelian kita harus cek sampai detail. Kita sudah laksanakan,” kata Marsekal Hadi.

Pengadaan Helikopter AW 101 Sesuai Prosedur

Kepala Staf Angkatan Udara, (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan bahwa pengadaan Helikopter Agusta Westland (AW) 101 sudah sesuai dengan prosedur.

“Ya, kalau di dalam perencanaannya itu yang jelas jakstra (kebijakan dan strategi) ada di Kementerian Pertahanan. Sehingga Kepala Staf sudah berkirim surat ke Kemenhan untuk proses sampai dengan kontrak. Jadi semuanya sudah dipenuhi administrasinya,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Markas Besar TNI Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (17/2).

Kasau menjelaskan bahwa pengadaan helikopter memang dibutuhkan bagi TNI Angkatan Udara mengingat helikopter angkut yang memiliki kemampuan SAR masih kurang.

“Kita memiliki tujuh spot, yakni Iswahyudi (Madiun); Malang, Makassar, Pekanbaru, dan Pontianak ditambah spot-spot yang lain, seperti latihan Cakra di Medan dan Halim. Berarti tujuh pesawat harus berada di luar. Sedangkan saat ini kondisinya ada Lanud yang melakukan SAR dengan menggunakan helikopter Colibri. Ini tidak mungkin dan tidak memenuhi syarat, sehingga KSAU yang lama (Marsekal Purn Agus Supriatna) berpikir kebutuhan mendesak akan heli angkut pasukan harus diadakan,” jelas Marsekal Hadi.

Sehingga, lanjut dia, pembelian helikopter berubah dari heli VVIP ke heli angkut yang memiliki kemampuan SAR. “Itu pun masih beralasan karena dalam postur TNI, kita membutuhkan empat skuadron heli angkut,” katanya.

Dalam rencana dan strategis (Renstra) II menyatakan TNI Angkatan Udara harus melakukan pengadaan enam heli angkut dan empat heli VVIP, sehingga muncul pengadaan Helikopter AW 101. “Rencananya satu dulu. Kemudian akan diikuti heli berikutnya dengan menambah heli VVIP dan heli angkut,” lanjut Kasau.

Mantan Irjen Kemhan ini menambahkan karena ada permasalahan yang mempengaruhi pengambilan keputusan sehingga pembelian heli VVIP dihentikan. “Namun karena ada permasalahan di India itu mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Untuk itu kita hentikan untuk pembelian heli VVIP,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Kasau kembali menegaskan bahwa pengadaan Helikopter AW101 yang kini sudah tiba di Indonesia berasal dari anggaran unit organisasi di Angkatan Udara. Menurutnya, TNI Angkatan Udara bisa menganggarkan Alutsista apabila digunakan secara khusus.

“Pada waktu itu kekhususannya adalah akan mengadakan heli VVIP. Namun karena perkembangan situasi, akhirnya presiden memutuskan digagalkan dan tidak jadi,” ujarnya.

Dalam rencana strategis (renstra) II Minimum Essential Forces (MEF) 2015-2019, TNI Angkatan Udara berencana membeli tiga Helikopter AW101 tipe VVIP dan enam Helikopter AW101 tipe angkut pasukan dan SAR. Sementara pada 2015 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak penggunaan Helikopter jenis VVIP ini.

TNI Angkatan Udara kemudian mengajukan pembelian satu heli AW101 melalui surat kepada Kementerian Pertahanan pada 29 Juli 2016 untuk kebutuhan angkut militer.

Sumber: detikcom dan antara

Bagikan Artikel:

  23 Responses to “Kasau: Heli AW 101 Diharapkan Segera Bisa Digunakan”

  1. PERTAMAX

  2. KEDUAX

  3. Akhirnya dipake juga…

  4. emang kemaren waktu dikirim gak dikasih kunci ya? makanya belum dipake?

  5. Dapat bonus apa ya yg beli NI heli..

  6. Ga..usah d ributin…tambah bila perlu…

  7. Test

  8. akhirnya kebenaran diungkapkan..
    memang TNI AU yg melakukan pengajuan pembelian pada 29 Juli 2016 untuk kebutuhan angkut militer.

    di tingkan fans alutsista sempat memanas perdebatan di banyak forum.

  9. Tes

  10. Udah terlanjur lunas mo gimana lagi…
    Xixixixi..

  11. Heli awewek akhirnya dipergunakan jg kan sayang diangguri di hanggar!

  12. ini membuktikan bahwa pembelian alutsista militer RI selalu bersifat tersembunyi, itu ada yg lainya apa gak yaaa….

  13. Di tambah lagi awewek untuk setiap skuadron tempur

  14. tes

  15. bisa bisa rombongan sejenis heli ini sudah siap terbang semua
    kebutuhan empat skadron heli angkut jadi berapa ekor jumlah totalnya

 Leave a Reply