Apr 282018
 

Jet tempur siluman F-35B Angkatan Udara Inggris (RAF) © Defence Imagery via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara India itu datang sebagai tanggapan atas pertanyaan terkait laporan sejumlah surat kabar lokal bahwa Angkatan Udara India (IAF) telah meminta briefing rahasia tentang jet F-35 setelah Kementerian Pertahanan India membatalkan proposal guna produksi lokal jet tempur asing di India.

Menurut Sputnik News, Angkatan Udara India sekali lagi membantah laporan bahwa mereka tertarik untuk mengakuisisi jet tempur F-35 milik Lockheed Martin. Kepala IAF BS Dhanoa secara kategoris telah menggagalkan laporan semacam itu.

“Tak ada pembicaraan tentang F-35. Angkatan Udara India tidak berminat dan tidak berbicara dengan siapa pun. Tak benar yang melaporkan bahwa kami tertarik pada F-35”, kata KASAU India, Marsekal BS Dhanoa di New Delhi hari Kamis.

Ketika ditanya tentang prospek proyek Fifth Generation Fighter Aircraft (FGFA), yang tertunda sejak lebih dari satu dekade, KASAU India mengatakan bahwa keputusan itu adalah kewenangan pemerintah India.

“Keputusan FGFA adalah kewenangan pemerintah dan itu dirahasiakan”, menurut Marsekal Dhanoa.

Pekan lalu, menurut harian Business Standard menyatakan bahwa India telah bekukan program jet tempur siluman FGFA. Dijelaaaskan bahwa Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval dan Menteri Pertahanan Sanjay Mitra pada bulan Februari tahun 2018 telah meminta Rusia untuk melanjutkan sendiri pengembangan FGFA.

“India mungkin akan bergabung dengan proyek itu nanti, atau membeli jet tempur yang sepenuhnya maju, setelah itu memasuki layanannya bersama Angkatan Udara Rusia”, tulis laporan Business Standar.

IAF baru-baru ini telah menyusun kembali daftar prioritasnya, di mana akuisisi pesawat tempur diikuti oleh pengadaan sistem pertahanan udara jarak jauh S-400. Mulai bulan September 2019, proses induksi 36 jet tempur Rafale akan dimulai, sementara akuisisi jet tempur tambahan akan diputuskan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, yang permintaannya sudah diumumkan bulan lalu.

Sementara itu, KASAU India pun secara kategoris membantah setiap ancaman terhadap kesepakatan pertahanan India-Rusia karena ada penerapan CAATSA oleh pemerintahan Trump. Marsekal Udara BS Dhanoa menginformasikan bahwa IAF telah melanjutkan pengadaan suku cadang untuk jet tempurnya dari perusahaan Rusia meskiada CAATSA, yang berusaha menjatuhkan sanksi pada individu dan negara yang berurusan dengan intelijen dan sektor pertahanan Rusia.

  5 Responses to “KASAU India: Kami Tidak Tertarik dengan F-35 AS”

  1.  

    F-35 Terlalu Berat Utk Bermanuver Ubah Segera Mungkin dg Ikan Pari

  2.  

    maunya apa sih rewel bener ?

    pengadaan peswat sampai puluhan tahun

    xaxaxa