T-50i Golden Eagle Skadron Udara 15. Sumber gambar: Penlanud Iswahjudi

Kasau Kembalikan Marwah Pesawat T-50 Golden Eagle sebagai Pesawat Tempur 1


Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa dirinya akan mengembalikan marwah pesawat T-50 Golden Eagle sebagai pesawat tempur. Menurutnya, T-50 akan diubah menjadi FA-50 dengan menambahkan beberapa kemampuan lainnya.

“Kalau ini (T-50) kita kembalikan sesuai dengan marwahnya sebagai pesawat tempur. Sehingga T-50 itu kita rubah, tidak menjadi T-50 lagi, menjadi FA-50 dengan menambahkan beberapa kemampuan seperti radar dan persenjataan,” ujar Marsekal Hadi saat diwawancarai oleh perwakilan Angkasa di Markas Besar TNI Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (10/3).

Tujuan pengembalian marwah T-50 adalah untuk melakukan inovasi demi kemajuan TNI Angkatan Udara yang modern. “Kita tidak terjebak dengan tradisi, tapi suatu inovasi untuk kemajuan Angkatan Udara yang modern,” jelas Kasau.

Pesawat Tempur Ringan

Pesawat tempur T-50i Golden Eagle taxy menuju landasan pacu siap tinggal landas menuju Lanud Ranai, dengan latar belakang pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh sebagi pendukung ground crew, Jumat (30/9/2016). (tniau.mil.id)

Kasau Kembalikan Marwah Pesawat T-50 Golden Eagle sebagai Pesawat Tempur 2


Golden Eagle T-50 merupakan pesawat tempur yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin. Pesawat ini sudah dikembangkan sejak tahun 1990, dan mulai diproduksi massal pada tahun 2003.

Pesawat Golden Eagle T-50 menjadi pesawat tempur pertama buatan Korea Selatan yang mampu mencapai kecepatan supersonic. Di Indonesia, pesawat tempur T-50 sudah mendarat sejak akhir tahun 2013 untuk menggantikan pesawat Hawk MK-53. Total ada 16 pesawat yang dipesan Kementerian Pertahanan dan masuk secara bertahap.

Sebagai pesawat serang ringan (selain latih lanjut), T-50i mampu terbang dengan kecepatan 1,4 mach (kecepatan suara). Pesawat ini dilengkapi dengan senjata kanon 20mm yang memuat 205 peluru, peluncur roket, peluru kendali udara ke udara AIM-9 Sidewinder (sepasang), peluru kendali udara ke darat AGM-65 Maverick (6 unit), lima unit bom permukaan (cluster) CBU-58, sembilan unit bom MK 82, tiga unit bom MK-83/84, serta sembilan bom MK-20.

Sumber: Angkasa dan Antara

Leave a Reply