Mar 142017
 

T-50i Golden Eagle Skadron Udara 15. Sumber gambar: Penlanud Iswahjudi


Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa dirinya akan mengembalikan marwah pesawat T-50 Golden Eagle sebagai pesawat tempur. Menurutnya, T-50 akan diubah menjadi FA-50 dengan menambahkan beberapa kemampuan lainnya.

“Kalau ini (T-50) kita kembalikan sesuai dengan marwahnya sebagai pesawat tempur. Sehingga T-50 itu kita rubah, tidak menjadi T-50 lagi, menjadi FA-50 dengan menambahkan beberapa kemampuan seperti radar dan persenjataan,” ujar Marsekal Hadi saat diwawancarai oleh perwakilan Angkasa di Markas Besar TNI Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (10/3).

Tujuan pengembalian marwah T-50 adalah untuk melakukan inovasi demi kemajuan TNI Angkatan Udara yang modern. “Kita tidak terjebak dengan tradisi, tapi suatu inovasi untuk kemajuan Angkatan Udara yang modern,” jelas Kasau.

Pesawat Tempur Ringan

Pesawat tempur T-50i Golden Eagle taxy menuju landasan pacu siap tinggal landas menuju Lanud Ranai, dengan latar belakang pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh sebagi pendukung ground crew, Jumat (30/9/2016). (tniau.mil.id)


Golden Eagle T-50 merupakan pesawat tempur yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin. Pesawat ini sudah dikembangkan sejak tahun 1990, dan mulai diproduksi massal pada tahun 2003.

Pesawat Golden Eagle T-50 menjadi pesawat tempur pertama buatan Korea Selatan yang mampu mencapai kecepatan supersonic. Di Indonesia, pesawat tempur T-50 sudah mendarat sejak akhir tahun 2013 untuk menggantikan pesawat Hawk MK-53. Total ada 16 pesawat yang dipesan Kementerian Pertahanan dan masuk secara bertahap.

Sebagai pesawat serang ringan (selain latih lanjut), T-50i mampu terbang dengan kecepatan 1,4 mach (kecepatan suara). Pesawat ini dilengkapi dengan senjata kanon 20mm yang memuat 205 peluru, peluncur roket, peluru kendali udara ke udara AIM-9 Sidewinder (sepasang), peluru kendali udara ke darat AGM-65 Maverick (6 unit), lima unit bom permukaan (cluster) CBU-58, sembilan unit bom MK 82, tiga unit bom MK-83/84, serta sembilan bom MK-20.

Sumber: Angkasa dan Antara

 Posted by on Maret 14, 2017

  43 Responses to “Kasau Kembalikan Marwah Pesawat T-50 Golden Eagle sebagai Pesawat Tempur”

  1.  

    Pertamax

  2.  

    Memang seharusnya seperti itu,karena F5 kita di skuadron 14 kan sudah pensiun maka dari itu paling tidak T50 harus di upgrade menjadi FA50 yg dilengkapi radar beserta persenjataannya.

  3.  

    Aduh kayaknya cuma beli pswt ginian batal sukhoi dll

  4.  

    yup, upgrade ke FA aja drpd jadi T trainer.
    tpi sisain bbrp krn masih butuh trainer versi lanjut.
    trus abis itu beli trainer yg murahan aja.
    kaya trainer dari india, murah loh,,,,
    lalu kemudian pespurnya nanti akan didatangkan T3745….

    skenario kuch kuch hota hai…………

  5.  

    Wah syukurlah kalau begitu, bisa latih, bisa tempur, bisa serang darat / permukaan, bisa patroli.

    Lengkapi dengan temannya ditambah sampai minimal 40 unit, syukur2 64 unit semuanya FA-50.

    Lho kok nggak dibagi dengan Tejas ? Buat apa, nanti logistik nightmare lho…

    Xixixixi

  6.  

    Borooooongggg dua skuadron lagi, el tari masih zonk, biak juga zonk

  7.  

    lumayan wat isi ketenggangan, sambil nunggu SU-35 lgi dirakit..

  8.  

    ada berita f 16 tergelincir bung diego.. link detik.
    pesawat nggk gaul bgt 🙁

  9.  

    F16 kecelakaan lagi di pekanbaru gara2 rem blong. Ini pesawat kok ringkih benar ya.

  10.  

    Tujuannya khan hanya untuk pertempuran ringan saja….. contohnya pemberontak di daerah…patroli ringan dan rutin diperbatasan…. plus…sebagai pesawat latih….

  11.  

    T50 (1,…mach)
    Tejas (2,…mach)

    Nahhhh lohhhh…kalo T50 diburu Tejas mau lari kemana ??

  12.  

    nginjak pedalnya kurang kenceng kali bung @ibenk

  13.  

    Gila nih masa pesawat light fighter di kasih gotongan brahmos yg ada jatuh tuh pesawat gara2 kelebihan muatan. Pespur yg bisa bawa brahmos cuma SU-30 MKI,SU-30 SM dan SU-35

  14.  

    Jadi kapan pastinya Pespur kelas beratnya pak Kasau?

  15.  

    lagi lagi F16 kecelakaan,,,sesuai yg saya duga,,setiap f16 hanya tingal nungu giliran mengalami kecelakaan,,,,pesawat lama,,kurang terawat,,di makan usia,, bermacam macam penyakit hinggap, sebut saja roda ga bisa ke buka,,,rem blong,,mesin retak,,kanopi pecah,,roda ban pecah,,,nyawa pilot handal jadi taruhan,,, ini bukan sekedar musibah,,,tapi faktor usia pesawat sudah tdk bisa di bohongi…sekedar perbandingan,,1603 yg nyungsep rem blong di pekan baru termasuk pesawat yg katanya sudah di upgrade dengan program bima sena…..ternyata,,oh,,, ternyata,,sudah 3 pesawat F16 kecelakaan karena masalah di roda pendarat,,,,

  16.  

    Satu lagi pesawat bekas rongsokan sampah F-16 Dempulan yg di beli presiden SiBoYo tergelincir sebelum berperang di Bandara SSK II Pekanbaru. Setelah sebelumnya beberapa tahun yg lalu satu dari dua puluh empat F-16 Dempulan terbakar sebelum berperang di Lanud Halim Perdana Kusuna.

  17.  

    Dan terjadi Lagi, kisah Lama yg terulang kembali…
    Berkurang 1 falcon…

  18.  

    Udah beli Tejas 2-3 skuadron aca aca aja dapet bonus rudal BVR dan rudal jarak pendek Rusia,kalau beli FA-50 nanti harus beli sidewinder sama ARMNAM US ngemis2 ke kongres amerika lagi,wkwkwkwk siapa tahu sama india dikasih ToT cara bikin Lontong nuklir,wkwkwkwk

  19.  

    Wkwkwk..dagelan mas kowe ki..rudal brahmos digotong fa 50. Gak sekalian rudal iskander ??

  20.  


    stop beli F16 bekas!!!!!!
    mending beli FA-50i!!!!!!!!!!
    dan jangan berangan angan beli Tejas!!!!!

  21.  

    kalo aku tetep beli kendaraan itu lihat kapasitas mesin sama kemudahan maintenance suku cadang yg terjangkau dan tdk ribet. ini berlaku untuk kendaraan matra laut, darat dan udara. sekali lagi kemandirian itu yg utama meskipun produk awalnya ecek gak mutu. yg pntg anti embargo bisa maintenance sendiri, dan bs dikembangin lg tanpa dihantui ancaman kdaulatan. hari ini kita msh dijajah dan dibelenggu dlm bnyak hal.