Kasau: Museum Dirgantara Menuju Terbesar di Asteng

56
8
dok. KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP menerima penyerahan Pesawat NU-200 β€œSi Kumbang” dari PT Dirgantara Indonesia di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta, 17/10/2017.

Jakarta, Jakartagreater.com – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta ditargetkan menjadi museum terbesar dirgantara di Asia Tenggara.

“Saat ini jumlah koleksi pesawat di Museum Dirgantara Mandala sekitar 50 pesawat dan dengan penambahan 5 koleksi ini akan makin bertambah, dan diharapkan museum ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” katanya usai meresmikan 4 helikopter dan 1 pesawat legendaris TNI AU sebagai koleksi baru Muspusdirla, pada Minggu 3 Desember 2017 di Yogyakarta.

Lima armada TNI AU yang diresmikan sebagai koleksi baru Muspusdirla adalah pesawat Cessna 401, helikopter MIL MI-1, Bell 204 Iroquois, Bell 47G Soloy, dan S-58T Sikorsky (Twin Pack). Kasau menuturkan pihaknya menargetkan Museum Dirgantara Mandala dapat mengkoleksi kekuatan udara TNI Angkatan Udara mulai era 1960, 1970, 1980-an sehingga dapat menjadi tujuan wisata pendidikan bagi masyarakat.

“Saya harapkan museum ini menjadi tujuan utama wisata pendidikan sehingga dapat digunakan sebagai penambah kesadaran rasa cinta tanah air bagi para pengunjung museum, khususnya kaum remaja dan anak-anak generasi penerus bangsa,” ujar Kasau.

Kasau Hadi menambahkan Museum Dirgantara Mandala mengoleksi pesawat dan helikopter TNI AU yang diproduksi negara-negara Timur seperti Federasi Rusia dan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. Selain sebagai media pendidikan sejarah kedirgantaraan Indonesia,Β  (Muspusdirla) dapat menjadi inspirasi untuk membangun kekuatan udara RI yang besar, kuat dan profesional layaknya di era 1960-an.

Selain sebagai media pendidikan sejarah kedirgantaraan Indonesia, Museum Dirgantara Mandala dapat menjadi inspirasi untuk membangun kekuatan udara Republik Indonesia yang besar, kuat dan profesional layaknya di era 1960-an.

Rekor MURI Serangkaian peresmian lima pesawat sebagai koleksi museum tersebut, Muspusdirla TNI Angkatan Udara mendapat Rekor Pemrakarsa Museum dengan Koleksi Monumen Pesawat Terbanyak dari MURI. Penghargaan diserahkan pendiri MURI Jaya Suprana kepada Kasau Hadi Tjahjanto.

Kasau Hadi Tjahjanto mengatakan rekor MURI itu merupakan apresiasi terhadap perjuangan para senior yang telah membangun Angkatan Udara hingga saat ini. Rekor MURI ini didediksikan untuk seluruh prajurit Angkatan Udara di Indonesia.

Pada peresmian monumen pesawat tersebut, Kasau didampingi para sesepuh dan senior TNI AU sebagai pelaku sejarah yang telah membawa pesawat-pesawat mengarungi Samudera Pasifik ke Indonesia dan telah mengoperasikannya untuk menjaga kedaulatan negara dari udara.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan keluarga besar “Cessna” dan “Chopper” menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kasau Hadi Tjahjanto, sebab sudah memprakarsai pembangunan museum ini menjadi museum terbesar di Asia Tenggara. (Antara).

56 COMMENTS

  1. Kayaknya BERITA dr TIMUR lg rame Gara2 4 pesawat Rusia… Cuma latihan KATANYA sih gitu sekalian rekreasi kali…. Hehehe.
    il76 pesawat pengangkut Alat 2 berat militer…. .Semoga klo ada dana RI bisa memilikinya.

LEAVE A REPLY