Feb 062019
 

Madiun, Jakartagreater.com   –   Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., menegaskan, monumen pesawat tempur F-5 B/F Tiger II sengaja dibangun untuk mengenang kembali semangat perjuangan para kesatria TNI AU yang telah berhasil mempertahankan keutuhan NKRI melalui beberapa operasi udara seperti :

  1. Operasi Dwikora.
  2. Operasi Trikora.
  3. Operasi Tutuka.
  4. Operasi Elang Sakti.
  5. Operasi Garuda Jaya.
  6. Operasi Pengamanan ALKI.

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, berdirinya monumen pesawat F-5 merupakan terobosan dan langkah strategis TNI AU dalam upaya memelihara dan melestarikan nilai-nilai sejarah perjuangan dan Alutsista TNI AU.

Hal ini ditegaskan Kasau yang didampingi Pangkoopsau ll Marsda TNI Henri Alfiandi, Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., dan Kaskoopsau Marsma TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr., saat meresmikan monumen pesawat F-5 B/F Tiger II pada Rabu 6-2-2019 di Pos Timur Lanud Iswahjudi Madiun, Jawa Timur.

Saat peresmian, Kasau juga mengatakan, berdirinya monumen pesawat F-5 merupakan terobosan dan langkah strategis TNI AU dalam upaya memelihara dan melestarikan nilai-nilai sejarah perjuangan dan Alutsista TNI AU.

“Monumen pesawat ini sebagai bukti sejarah bagi penerbang, teknisi dan seluruh komponen pendukung pesawat yang telah bekerja tanpa pamrih demi kepentingan bangsa dan negara serta TNI Angkatan Udara selama kurang lebih 36 tahun,” ungkap Kasau.

Selain sebagai simbol sejarah perjuangan bangsa dan negara, Kasau berharap monumen ini dapat menjadi semangat yang inspiratif bagi para generasi muda penerus bangsa, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai perjuangan para pahlawan pendahulu.

(tni-au.mil.id)