Aug 022014
 
KRI Clurit dan KRI Kujang

KRI Clurit dan KRI Kujang

Dua Kapal Cepat Rudal, KCR 40 TNI AL, KRI Clurit and KRI Kujang telah menyelesaikan tes kelautan atas sistem penembakan rudal darat ke darat, C-705. Menurut pernyataan KOARMABAR 24 Juli, ujicoba, juga meliputi menembakan rudal ke sasaran yang dilakukan di perairan dekat pulau Lingga, berlokasi sekitar 200 km dari Singapura.

TNI AL tidak mengungkap lebih detil tentang sistem penembakan rudal maupun jenis target yang digunakan saat ujicoba.

Rudal serbaguna C-705 pertama kali dimunculkan oleh China pada Oktober 2008, yang mirip dengan rudal anti-kapal C-602 (YJ-62) meskipun lebih kecil dan ringan. Dalam proyeksinya, rudal ini memiliki jangkauan efektif maksimum 140 km dan dipandu oleh radar aktif 8 mm selama penerbangan menuju sasaran. Rudal C-705 diyakini mampu membawa 130 kg hulu ledak HE semi-armour piercing (SAP).

KRI Clurit 641

KRI Clurit 641

KOARMABAR mengklaim, selama ujicoba itu, nilai probabilitas C-705 menenggelamkan kapal sebesar 95,7% untuk kapal dengan bobot hingga 1.500 ton. Setiap kapal KCR-40 membawa empat rudal C-705.

IHS Jane melaporkan pada bulan Februari 2013 bahwa kapal KCR-40 TNI-AL, pada batch awal akan dilengkapi dengan rudal anti-kapal C-705 yang dibeli dari Cina, sebelum dilakukan transisi ke versi yang diproduksi di dalam negeri oleh PT Pindad. PT Dirgantara Indonesia (PT DI) juga dilaporkan berpartisipasi dalam produksi lokal dari C-705 di masa depan, namun tidak ada rincian tentang perkembangan kemampuan PT DI dalam membuat rudal.

Diyakini bahwa TNI-AL akan menerima antara enam sampai 12 rudal dari China pada akhir 2014 untuk melengkapi dua kapal KCR-40 Class, KRI Clurit (641) dan KRI Kujang (642) yang operasional masing-masing pada April 2011 dan Februari 2012 dan bergabung dua kapal lain di kelas yang sama pada tahun 2013 – KRI Beladau (643) dan KRI Alamang (644). Indonesia menargetkan untuk mengoperasikan 24 Kapal Cepat Rudal KCR-40.

KRI Clurit dan Kujang berada dalam jajaran kekuatan Komando Armada Barat (Koarmabar) TNI-AL yang akan ditempatkan untuk tugas-tugas patroli maritim di Kepulauan Riau setelah nanti beroperasi penuh. (janes.com).

  61 Responses to “KCR-40 Uji Rudal C-705”

  1. alhamdulilah pertama lagi

    • dari clue yang ane dapat tot C-705 masih belum jelas karena RRT masih pelit bagi ilmunya sm INA.
      mudah2 presiden yang baru bisa mempertegas TOT c-705

      • Anda dapat clue dari mana? Kalau teman saya baca komentar anda bisa marah besar dia. Lha teman saya dan timnya skrg sedang “belajar” di cina kok. Mudah-mudahan tahun depan mereka sudah pulang

        • bung sempak,, tar kl temenya dah pada pulang tolong dibabar dimari ya,, tp kl ranahnya rahasia disimpen aj bung,, makasi infonya,,

          • Pemahanan awam saya, klo masing2 KCR hanya berbekal 4 rudal C-705 dan jangkauan maksimum hanya 140 km, smntr jika lawan yg dihadapi memiliki perisai rudal anti serangan udara/anti serangan permukaan trus ditambah jangkauan rudal lawan yg dua kali lipat lbh jauh, apa yg terjadi? Skali lg logika awam saya, KCR kita hanya akan jd subyek sasaran yg begitu mudah di saat perang benar2 meletus. So…..???

            Mhn pencerahan… Suwun….

        • yakin lhu dapet TOT yg signifikan??

          baru temen yg kesono ja sdh sombong.

  2. KCR made INA Mantaf

  3. Pertamax.number one

  4. memang kecil tapi gesit…dan berharap cukup mematikan….

  5. jangan menamai diri dengan nama yang buruk. Sebarlah kebaikan –admin–

  6. nimbrung ah…:D no 4

  7. 4 z dech…

  8. 8 kah,,..

  9. Hit n Run,, ditunggu kapal2 berikutnya.. maju terus indonesia

  10. Mantab….Lanjutkan…!!!

  11. Saya berharap Indonesia bisa bikin sendiri untuk rudalnya biar tidak tergantung dengan negara lain.

  12. “Menurut pernyataan KOARMABAR 24 Juli, ujicoba, juga meliputi menembakan rudal ke sasaran yang dilakukan di perairan dekat pulau Lingga, berlokasi sekitar 200 km dari Singapura.”

    widiih ngeri2 sedap tuh πŸ˜€

  13. Bingung neh … Jangkauan rudal bisa sampai 140 KM tapi jangkauan radar kurang dari 100 KM berarti tidak bisa memaksimalkan jangkauan rudal dengan maksimal neh …
    Mohon pencerahannya neh …

    • Itu dia bung yang saya sll bingung setiap kali baca artikel di sini. Satu sisi gembira krn adanya Alutsista2 baru. Tp di sisi lain, tebersit kecewa, “kok kualitas Alutsista kita segitu2 aja alias ga meningkat2”.
      Saya sering baca eskalasi di dua negara Korea. Ketika Korut melakukan uji coba rudal dgn jarak jangkau 300 km saja, di artikel itu disebut rudal JARAK PENDEK. Smntr Korut bbrp kali “dirumorkan” melakukan uji coba rudal dgn jangkaun ribuan km. Itu baru disebut (dlm berita) rudal JARAK JAUH.

      Nah di kita, uji coba rudal C-705 dgn jangkauan 140 km saja kok kayak udah wah dan seolah2 negara kita dikesankan sudah digdaya banget. Kenapa bisa gini yaaaa…??? Apakah jika perang bener2 meletus, taruhlah lawan kita Malaysia, Singapura, apakah kita bisa benar2 digdaya lawan mereka?? Smnt ASU dan UK sudah pasti akan menjadi pagar skaligus pemasok senjata GAHAR utk boneka2nya. Apa bener negara kita sudah “seGAHAR” sprti suara di koment2 di sini…????

      Mhn pencerahan…
      #EdisiTepokJidad

      • intinya ilmu padi…. semakin berisi semakin menunduk. Tidak semua yang strategis itu diberitakan apalagi hanya untuk pencitraan seperti si “ANU” toh yang dikejar bukan kebanggaan. Kalau kita tahunya hanya segitu-gitu aja gak masalah kan, nyatanya negara lain aja jiper sama kita, nah pasti ada apa-apanya. Nggak mungkin kita hanya punya Su27/30 aka F16 aja bikin meriang tetangga, nggak mungkin kita hanya punya Ustman Harun Class aka cakra nanggala bikin armada 7 ASU merinding.
        Meyakini satu berita sah-sah saja, asal jangan fanatik aja. Intinya mari kita kunyah semua berita yang lembut ya baru kemudian ditelan…. hehehe… maaf ngopi kata-katanya bung Satrio…. maaf-maaf… πŸ˜€

  14. kl kcr 40 bs gotong 4 rdl c705
    untuk kcr 60 bs gtong berapa rdl ea tlng yg tau infonya

  15. Kudu dilengkapi meriam phalanx atau sejenisnya

  16. Mantap biar singaporn mikir2 n ndak bisa tidur nyenyak takut di rudal. Hahahaha just kidding. Ya semoga TNI maju terus.

  17. Gak dilengkapi pertahanan udara?

  18. Wah 200 km dari singapura itu ada maksud apa ya πŸ˜€

  19. Kembali ke laptop… MEF 1 KCR, PKR dan KS, utk MEF 2 semoga dilanjutkan dengan mewujudkan KS Midget, Destroyer dan LHD utk mengangkut pasukan jika diperlukan pergeseran kekuatan antar pulau. Amin.

    • Ks midget dalam negeri terakhir liat kesana masih gitu2 aja..prototypenya tergelegak di sudut ruangan, ga gau mau dilanjuti lg atau ga. Kalau ada yg bilang ks midget kita udah nyelem di kolam, ga gau deh itu buatan mana. Yg pasti itu bukan buatan lokal

  20. Buat ngamanin USMAN-HARUN,klo singaporn brani mcm2,lngsung dbedil sama TNI AL pke risolnya cina.wkkkkkk

  21. Indonesia kursus bikin rudal dan roket sama hamas saja…dari pada nunggu si TOKE’ yang memang pelit bin kikir…

  22. Wkkkkkk, betul,betul,betul.sbaiknya RI krjasama aj dg HAMAS dlm pmbuatan rudal&roket,dripda sama ko2 panda klamaan.lagian roket2nya HAMAS ud truji&trbukti bs bkin zionis ketar- ketir.

  23. koq tes penembakannya darat ke darat?…laut ke darat kale ya..mudah2an Indonesia bsa cepat produksi..

    • Mungkn maksdnya rudal kapal Permukaan om tom.

    • Itu terjemahannya yang salah.
      “The Indonesian Navy’s (Tentera Nasional Indonesia – Angkatan Laut, or TNI-AL’s) first two KCR-40-class attack craft, KRI Clurit and KRI Kujang , have completed sea acceptance tests of its C-705 surface-to-surface missiles’ fire-control system.”

  24. mantap dah, perlu diperbanyak kuantitasnya utk satuan armabar tuh, banyak perairan dangkal rawan penyelundupan

  25. Paragraph pertama c 705 rudal darat ke darat.. mgkn tepatnta surface to surface atau boleh juga rudal anti kapal
    Hehehheeee

  26. Padahal KCR 40 hanya berfungsi sebagai kapal patroli tpi arsenalnya gak main2…rudal c-750 kalo ditembakan ke kapal maling ikan jangan2 gak ada yg selamat deh

  27. Berita yg membanggakan, semoga kedepannya bisa bikin rudal buatan dalam negeri.

  28. Kapalnya cantik yg bisa menerjang kumpulan kapal peramg musuh.. coba ada pukuhan unit

  29. Bung diego kabar kri buatan pt lundin, udeh sampe mana. Salam untuk smuanya mohon maaf lahir bathin

    • Saya belum dapat kabar terbarunya, terakhir pt lundin bawa maketnya, model terbaru di pameran alat pertahanan Malaysia. Coba search di jakartagreater, di artikel beberapa bulan ke belakang, ada dibahas sedikit

  30. Nyimak

 Leave a Reply