KCR-40 Uji Rudal C-705

61
371
KRI Clurit dan KRI Kujang
KRI Clurit dan KRI Kujang

Dua Kapal Cepat Rudal, KCR 40 TNI AL, KRI Clurit and KRI Kujang telah menyelesaikan tes kelautan atas sistem penembakan rudal darat ke darat, C-705. Menurut pernyataan KOARMABAR 24 Juli, ujicoba, juga meliputi menembakan rudal ke sasaran yang dilakukan di perairan dekat pulau Lingga, berlokasi sekitar 200 km dari Singapura.

TNI AL tidak mengungkap lebih detil tentang sistem penembakan rudal maupun jenis target yang digunakan saat ujicoba.

Rudal serbaguna C-705 pertama kali dimunculkan oleh China pada Oktober 2008, yang mirip dengan rudal anti-kapal C-602 (YJ-62) meskipun lebih kecil dan ringan. Dalam proyeksinya, rudal ini memiliki jangkauan efektif maksimum 140 km dan dipandu oleh radar aktif 8 mm selama penerbangan menuju sasaran. Rudal C-705 diyakini mampu membawa 130 kg hulu ledak HE semi-armour piercing (SAP).

KRI Clurit 641
KRI Clurit 641

KOARMABAR mengklaim, selama ujicoba itu, nilai probabilitas C-705 menenggelamkan kapal sebesar 95,7% untuk kapal dengan bobot hingga 1.500 ton. Setiap kapal KCR-40 membawa empat rudal C-705.

IHS Jane melaporkan pada bulan Februari 2013 bahwa kapal KCR-40 TNI-AL, pada batch awal akan dilengkapi dengan rudal anti-kapal C-705 yang dibeli dari Cina, sebelum dilakukan transisi ke versi yang diproduksi di dalam negeri oleh PT Pindad. PT Dirgantara Indonesia (PT DI) juga dilaporkan berpartisipasi dalam produksi lokal dari C-705 di masa depan, namun tidak ada rincian tentang perkembangan kemampuan PT DI dalam membuat rudal.

Diyakini bahwa TNI-AL akan menerima antara enam sampai 12 rudal dari China pada akhir 2014 untuk melengkapi dua kapal KCR-40 Class, KRI Clurit (641) dan KRI Kujang (642) yang operasional masing-masing pada April 2011 dan Februari 2012 dan bergabung dua kapal lain di kelas yang sama pada tahun 2013 – KRI Beladau (643) dan KRI Alamang (644). Indonesia menargetkan untuk mengoperasikan 24 Kapal Cepat Rudal KCR-40.

KRI Clurit dan Kujang berada dalam jajaran kekuatan Komando Armada Barat (Koarmabar) TNI-AL yang akan ditempatkan untuk tugas-tugas patroli maritim di Kepulauan Riau setelah nanti beroperasi penuh. (janes.com).

61 KOMENTAR

    • Itu dia bung yang saya sll bingung setiap kali baca artikel di sini. Satu sisi gembira krn adanya Alutsista2 baru. Tp di sisi lain, tebersit kecewa, “kok kualitas Alutsista kita segitu2 aja alias ga meningkat2”.
      Saya sering baca eskalasi di dua negara Korea. Ketika Korut melakukan uji coba rudal dgn jarak jangkau 300 km saja, di artikel itu disebut rudal JARAK PENDEK. Smntr Korut bbrp kali “dirumorkan” melakukan uji coba rudal dgn jangkaun ribuan km. Itu baru disebut (dlm berita) rudal JARAK JAUH.

      Nah di kita, uji coba rudal C-705 dgn jangkauan 140 km saja kok kayak udah wah dan seolah2 negara kita dikesankan sudah digdaya banget. Kenapa bisa gini yaaaa…??? Apakah jika perang bener2 meletus, taruhlah lawan kita Malaysia, Singapura, apakah kita bisa benar2 digdaya lawan mereka?? Smnt ASU dan UK sudah pasti akan menjadi pagar skaligus pemasok senjata GAHAR utk boneka2nya. Apa bener negara kita sudah “seGAHAR” sprti suara di koment2 di sini…????

      Mhn pencerahan…
      #EdisiTepokJidad

      • intinya ilmu padi…. semakin berisi semakin menunduk. Tidak semua yang strategis itu diberitakan apalagi hanya untuk pencitraan seperti si “ANU” toh yang dikejar bukan kebanggaan. Kalau kita tahunya hanya segitu-gitu aja gak masalah kan, nyatanya negara lain aja jiper sama kita, nah pasti ada apa-apanya. Nggak mungkin kita hanya punya Su27/30 aka F16 aja bikin meriang tetangga, nggak mungkin kita hanya punya Ustman Harun Class aka cakra nanggala bikin armada 7 ASU merinding.
        Meyakini satu berita sah-sah saja, asal jangan fanatik aja. Intinya mari kita kunyah semua berita yang lembut ya baru kemudian ditelan…. hehehe… maaf ngopi kata-katanya bung Satrio…. maaf-maaf… 😀

    • Ks midget dalam negeri terakhir liat kesana masih gitu2 aja..prototypenya tergelegak di sudut ruangan, ga gau mau dilanjuti lg atau ga. Kalau ada yg bilang ks midget kita udah nyelem di kolam, ga gau deh itu buatan mana. Yg pasti itu bukan buatan lokal