Aug 212018
 

Doc. Jet tempur Rafale Prancis. (Tony Hisgett via commons.wikipedia.org)

Jakarta, Jakartagreater.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Courtesy Call (Kunjungan Kehormatan) Chief of Mission Pegase 2018 (Komandan Satuan Tugas Misi Pegasus) Air Vice Marshal Patrick Charaix, pada Senin 20-8-2018, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, dirilis Puspen TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan kehormatan Komandan Satgas misi “Pegasus 2018” Air Vice Marshal Patrick Charaix di Markas Besar TNI.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa kedatangan Air Vice Marshal Patrick Charaix merupakan bagian dari nostalgia pada saat Panglima TNI menempuh pendidikan Sekolah Staf dan Komando Prancis.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari negara Prancis yang telah mengirimkan dua kapal Angkatan Lautnya dalam kegiatan latihan Multilateral Komodo yang berlangsung beberapa bulan yang lalu di Indonesia.

Pada kesempatan ini Panglima TNI berharap pada bulan November 2018, negara Prancis dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan pameran Indo Defence yang akan diselenggarakan di Jakarta.

Selanjutnya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa kerjasama dalam bidang pendidikan yang telah terjalin selama ini dapat terus berjalan, baik pada tataran Matra Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara kedua negara.

Komandan Satgas misi “Pegasus 2018” Air Vice Marshal Patrick Charaix mengucapkan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan kepada seluruh delegasi Prancis. Selain itu Air Vice Marshal Patrick Charaix mengucapkan turut berduka atas terjadinya musibah bencana gempa bumi yang telah melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat baru-baru ini.

Air Vice Marshal Patrick Charaix menyampaikan bahwa TNI dan Angkatan Bersenjata Prancis telah banyak melakukan kegiatan latihan bersama dan kerjasama yang telah dibangun selama ini sangat penting untuk terus dilanjutkan di masa yang akan datang.

Kunjungan Air Vice Marshal Patrick Charaix ke Indonesia dilaksanakan dalam rangka memperdalam hubungan yang terbina antarkedua Angkatan Bersenjata sekaligus pelaksanaan misi “Pegasus 2018” digunakan menjadi ajang untuk memperkenalkan Alutsista pesawat pertahanan yang dimiliki oleh Angkatan Bersenjata Perancis.

Dalam misi “Pegasus 2018”, berlangsung mulai dari tanggal 19 sampai 24 Agustus 2018 di Indonesia untuk memperkenalkan pesawat-pesawat Angkatan Udara Perancis yang terdiri atas 3 pesawat tempur Rafale dan 1 pesawat angkut militer Airbus A400M Angkatan Udara Perancis di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pada kegiatan kunjungan kehormatan tersebut Panglima TNI didampingi Asintel Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti, Brigjen TNI Santos G. Matondang, S.I.P., M.M., M.Tr. (Han), Wakapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr. (Han) dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr (Han).

Hadir mendampingi Komandan Satgas misi “Pegasus 2018” Air Vice Marshal Patrick Charaix dalam kunjungan kehormatan tersebut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Perancis untuk Indonesia Yang Mulia Mr. Jean-Charles Berthonnet, Perwira Staf Angkatan Udara Perancis Colonel Brunetta, Perwira Staf Angkatan Udara Perancis Colonel Souvignet dan Athan Prancis di Jakarta Commander Gael Lacroix.

Berbagi

  18 Responses to “Ke Jakarta, Prancis Perkenalkan Jet Tempur Rafale”

  1.  

    mau di tawarin ke menhan kalee

  2.  

    sayang sekali tdk ada jenderal lulusan Rusia

  3.  

    Kalo bisa buat ganti hawk 109/209..2 skuadron 36 buah..

  4.  

    Penggganti Hawk di Pastikan F-16 Viper

  5.  

    Kata siapa Hawk mau di pensiunkan??? ngimpi kaleeeee….

  6.  

    Gak pernah ngikutin berita militer, rencana kedepannya 2 Skuadron Hawk akan dipensiunkan karena sudah tua dan ketinggalan teknologi. Penggantinya pesawat tempur generasi 4,5 antara Gripen NG, F-16 Viper, atau FA-50.. selain tambah 2 Skuadron baru di Kupang dan Biak..capek deeeehhhh ketinggalan informasi, mendingan kelaut ajehh…

    •  

      Lahhh…eeloe…loe tidak tahu kalau selama ini gue ada di laut….hahahahahahaha

    •  

      kenapa ya…. kesannnya TNI kok sok kaya…..

      Hawk , menurutku belum terlalu tua. Lihat F5 aja yang lebih tua negara2 lain masih banyak yang pake seperti Iran, taiwan, dll.

      Mig21 india yang lebih tua aja masih banyak yang dipakai dan masih bisa digunakan sebagai senjata andalan untuk dogfight.

      Hawk kita malahan sudah pernah kejar2an ama F18…banyak yang sudah di upgrade.

  7.  

    Kenapa TNI belum punya pesawat angkut super berat kayak A400M,Galaxy, antonov dan sekelasnya? Apa tidak punya nyali untuk beli. Hehe gengsilah. Malingsia aja punya. Lha pie to Hercules mulu (kelu Les).

  8.  

    Bkn Tdk Punya Nyali Beli atau Gengsi atau Menjaga Perasaan Negara Tetangga Tetapi Indonesia Nggak Punya Duit, Utk Imbal Balik / Barter SU-35 butuh Waktu bertahun2 mulai 2015 s/d sekarang Itu Baru SU-35, Belum Lg Mau Beli SU-34 dst, Kalau Beruk Mah Udh di Embargo Diri Sendiri alias Harakiri,

    Jd Mau Bgmana Lg, Ketik

    #PresidenJokowi2Periode atau #JokowiBersamaRakyatTNIKuat

  9.  

    Amazing Rafale Aerobatic Duet at RNAS Yeovilton Air Day 2017

    https://www.youtube.com/watch?v=xcQiMjDG4nY

  10.  

    #2019GantiPesawat

  11.  

    Udahlah Su-35 daripada tertunda langsung belikan saja FA-50 sebanyak 2 skuadron sambil minta blueprint, sebagian produksi di sini.

    Duite pinjem dulu ama bank Korea, dicicil 10 tahun.

    Yang penting bisa bangun pesawat tempur dulu.

    Soal gengsi mah singkirin aja.

    •  

      Biaya operasional ngirit, dapat banyak, bisa minta supaya sebagian dibangun di sini.

      Ngapain ngejar gengsi supaya punya yang bisa gaya kobra kejet2 kesetrum gitu.

 Leave a Reply