Nov 102014
 

Penulis: Bapak Besar

Semenjak terjadinya krisis Crimea di awal tahun 2014 nama Russia mencuat di mana-mana, baik sebagai “negara tertuduh” maupun menjadi negara yang dianggap sebagai “dewa penolong” dalam mengimbangi dominasi negara-negara Barat.


image

Setelah mengalami keterpurukan yang luar biasa pasca runtuhnya Uni Soviet, kebangkitan Rusia sungguh mencengangkan dunia. Rusia pada era Boris Yeltsin, mengalami kemunduran ekonomi akibat dominasi kaum oligarki yang merampok kekayaan negara. Skandal ini diperparah dengan indikasi keterlibatan AS, IMF, dan World Bank yang tetap memberikan pinjaman meski mengetahui bahwa pinjaman ini jatuh ke tangan kaum oligarki. Tidak hanya itu, orang-orang terdekat dan bahkan Yeltsin sendiri ditenggarai turut terlibat dalam kemunduran Rusia. Kemunduran ini pada akhirnya membawa implikasi yang sangat buruk bagi kehidupan penduduk Rusia. Tentara Rusia bahkan pernah digaji dengan sayur-mayur karena kekosongan kas negara.

Kemunculan Vladimir Putin dalam pangggung politik Rusia yang didukung oleh kaum siloviki membawa sebuah ‘gebrakan’ baru. Usai memegang jabatan sebagai presiden Rusia pada tahun 2000, Putin segera mengevaluasi kinerja ekonomi dan kemudian bertindak tegas terhadap kaum oligarki. Di bawah kendali pria kelahiran 7 Oktober 1952 di St Petersburg itu, Rusia tak hanya menjadi kekuatan penyeimbang dalam militer namun juga ekonomi. Sebagai penyeimbang kekuatan militer, Rusia mampu mencegah kesewenang-wenangan Amerika Serikat di Suriah. Dalam bidang ekonomi, Rusia menjadi anggota G-20 juga BRIC. BRIC yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China sebagai kekuatan baru dalam bidang ekonomi dunia.

Putin berhasil membawa Rusia keluar dari keterpurukan ekonomi dengan catatan prestasi ekonomi yang sangat gemilang. Kemiskinan berhasil dikurangi karena keberhasilannya dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Proyek pengurangan kemiskinan ini diikuti dengan baik oleh proyek nasional bidang kesehatan, perumahan, dan perlindungan sosial. Jumlah pengangguran di Rusia turun dari 8,6 juta menjadi 5 juta pada 2006. Dengan kekayaan minyaknya, cadangan devisa Rusia melonjak dari 12 miliar dollar AS pada tahun 1999 menjadi 447,9 miliar dollar AS pada Oktober 2007. Total utang luar negeri Rusia pun hanya mencapai 47,8 miliar dollar AS atau tinggal sepertiga dari total utang Rusia tahun 1999.

Dengan segudang prestasi gemilang ini, tak heran bila Rusia akhirnya memperoleh pujian dari berbagai penjuru dunia. Rusia bahkan menjadi salah satu contoh negara yang sukses tanpa menggantungkan diri pada bantuan IMF. Kesuksesan ini pun diikuti oleh pemulihan peran internasional Rusia. Rusia tidak saja sekedar bangkit tetapi berani menantang dominasi AS. Rusia menjadi anggota resmi G-8. Alhasil Rusia di bawah Putin meraih sukses dalam hubungan internasional, peran kuat yang relatif serupa dengan Uni Soviet pada masa lampau. Tak heran bila akhirnya majalah Time menobatkan Vladimir Putin sebagai Tokoh Dunia tahun 2007.

Namun eforia masyarakat Russia atas keberhasilan pemerintah dalam menangani keterpurukan ekonomi itu kemudian berubah menjadi mimpi buruk di siang hari. Aneksasi Russia secara tiba-tiba membuat Barat menjadi meriang dan akhirnya memberikan berbagai macam sanksi dari yang halus sampai pada tahap yang cukup significant. Barat berusaha lebih giat lagi untuk menggembosi Russia ke titik awal kehancuran Uni Sovyet.

Illustration 1: USS Donald Cook yang dipermalukan oleh pesawat tempur Russia. Froto: Wikipedia

Illustration 1: USS Donald Cook yang dipermalukan oleh pesawat tempur Russia. Froto: Wikipedia

Namun hal ini sudah diperhitungkan oleh Kremlin, mereka sudah membuat perencanaan yang matang sebelum melakukan aneksasi Crimea. Berbagai macam skenario tentang respon Barat terhadap aneksasi Russia itu sudah termasuk dalam perhitungan mereka. Bahkan Amerika pun sudah dipermalukan Russia, dimana diberitakan oleh RBTH Indonesia, Departemen Luar Negeri AS mengakui bahwa kru kapal perusak Amerika Donald Cook gentar ketika berhadapan dengan pesawat pembom Rusia SU-24, meski pesawat tersebut hanya sebuah kompleks persenjataan radio-elektronik yang tidak membawa bom ataupun misil.

Illustration 2: SU-24 yang berhasil mempecundangi kapal perang Amerika USS Donald Cook. Foto: Wikipedia

Illustration 2: SU-24 yang berhasil mempecundangi kapal perang Amerika USS Donald Cook. Foto: Wikipedia

Apa yang membuat kru Amerika begitu ketakutan?
Pada Kamis (10/4), kapal perusak Amerika Donald Cook memasuki perairan Laut Hitam. Dua hari kemudian, pesawat pembom taktis Rusia Su-24 “membekukan” kapal perusak itu. Beberapa media melaporkan bahwa kru Donald Cook gentar saat bertemu dengan pesawat tersebut dan 27 pelaut Amerika mengajukan permohonan pengunduran diri dari Angkatan Laut.

Donald Cook adalah kapal perusak armada generasi ke-4 milik Angkatan Laut AS. Senjata kunci Donald Cook berupa rudal jelajah Tomahawk yang memiliki jangkauan terbang hingga 2.500 kilometer dengan membawa bahan ledak nuklir. Kapal ini membawa 56 rudal Tomahawk dalam mode standar, dan 96 rudal untuk mode menyerang.

Kapal perusak ini dilengkapi dengan sistem pertahanan militer rudal balistik Aegis terbaru. Kapal ini dapat memusatkan sistem pertahanan udara dari semua kapal yang terpasang dalam jaringan yang sama dengannya, sehingga kapal dapat melakukan pelacakan dan menembak ratusan target pada saat bersamaan. Empat radar besar udara standar dipasang di sisi-sisi kapal di atas dek menggantikan radar biasa. Sekitar 50 rudal pencegat dari berbagai kelas dipasang bersama Tomahawk dalam instalasi peluncuran universal pada bagian haluan dan buritan.

Sementara, pembom taktis Rusia SU-24 yang mendekati Donald Cook tidak membawa bom ataupun rudal, hanya sebuah wadah berisi kompleks militer radio-elektronik Khibiny. Setelah mendekati kapal perusak itu, Khibiny mematikan radar, sirkuit kendali tempur, dan sistem pertukaran datanya. Dengan kata lain, Su-24 mematikan seluruh Aegis seperti mematikan TV dengan remote control. Setelah itu, SU-24 melakukan simulasi serangan rudal pada kapal yang tidak dapat melihat dan mendengar serangan itu, dan mengulangi manuver tersebut sebanyak 12 kali.

Ketika pesawat tempur pergi, Donald Cook segera bergerak menuju pelabuhan Rumania dan tidak pernah mendekati perairan Rusia lagi.

Illustration 3: Ejekan media yang dilakukan terhadap Amerika

Illustration 3: Ejekan media yang dilakukan terhadap Amerika

Selain itu, Russia juga berhasil mempermalukan Amerika terkait dengan krisis Suriah, dalam forum G20, St Petersburg, Rusia. Presiden Rusia, Vladimir Putin secara terbuka mengancam Presiden Amerika Serikat Barack Obama soal Suriah. Dilansir Russia Today, Jumat (06/09/2013), usai memastikan Obama membatalkan pertemuan empat mata, Presiden Putin mengatakan Rusia mungkin akan datang untuk membantu Suriah menyerang AS.

“Pesan kami adalah, jika Anda menyerang sekutu kami, maka kami mungkin akan datang,” tegas Putin.

Pernyataan terkeras Putin itu ditanggapi serius oleh Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Martin Dempsey. Dilansir FoxNews, Pentagon telah memprediksi bahwa serangan militer AS ke Suriah bisa berubah menjadi perang asimetris antara AS dan Rusia.

“Kemungkinan terjadi baku tembak dengan tentara Rusia sangat terbuka, karena kita menyerang sekutu mereka,” jelas Dempsey.

image

Kongres AS juga terkejut mendengar ancaman Putin. Anggota Kongres dari Partai Republik, George Holding, dalam pertemuannya dengan para jenderal Pentagon, mengatakan jika pilihan serangan militer ke Suriah dilakukan, harus dipikirkan apa yang akan dilakukan AS jika Rusia memutuskan untuk ikut menyerang.

Dalam menghadapi sanksi-sanksi dari pihak Barat pun Russia sudah berhitung dengan cermat. Sehingga dampak dari sanksi-sanksi tersebut tidak berpengaruh secara significant terhadap Russia.

Mengapa Russia tak takut lagi kepada Barat
Barat terkesima, tak percaya Vladimir Putin menginvasi Ukraina. Semua diplomat Jerman, birokrat Euro Prancis dan intelektual Amerika tertegun bertanya-tanya, mengapa Russia memilih mempertaruhkan hubungan bernilai triliunan dolarnya dengan Barat?

Para pemimpin Barat terpaku tak mengira para penguasa Russia tak lagi menghormati Eropa seperti yang mereka perlihatkan usai Perang Dingin. Russia tidak lagi menganggap Barat aliansi pembebas. Russia kini menganggap semua yang ada di benak Barat melulu uang.

Para tangan kanan Putin tahu sekali soal ini. Selama bertahun-tahun para penguasa Russia telah membeli Eropa. Orang-orang Russia mempunyai mansion dan flat mewah dari West End di London sampai Cote d’Azure di Prancis.

• Anak-anak Russia belajar di sekolah-sekolah khusus nan elite di Inggris dan Swiss, sedangkan uang mereka diparkir di bank-bank Austria dan ditampung sistem pajak rendah Inggris.

• Lingkaran terdalam kekuasan Putin tak lagi takut terhadap sikap Eropa. Mereka kini tahu betul siapa Eropa. Mereka bisa langsung melihat betapa rendahnya mental para aristokrat dan konglomerat Barat, yang matanya akan berbinar-binar setiap kali miliaran dollar uang Russia dimainkan.

• Russia sekarang menganggap Barat munafik karena elite-elite Eropalah yang justru membantu orang-orang Russia menyembunyikan kekayaannya.

Dulu Russia menyimak saat kedubes-kedubes Eropa mengutuk korupsi di BUMN-BUMN Russia. Tapi sekarang tidak lagi. Karena Russia tahu sekali bahwa para bankir, pengusaha dan pengacara Eropa justru melakukan kerja kotor bagi orang-orang Russia untuk menyembunyikan uang hasil korupsi mereka di Antila Belanda dan Kepulauan Virgin, Inggris.

Bank sentral Russia memperkirakan dua pertiga dari 56 miliar dolar AS uang yang ada di Russia pada tahun 2012, ada kaitannya dengan kegiatan-kegiatan tidak syah, hasil berbagai kejahatan seperti pungli, uang narkotika atau penggelapan pajak. Ini adalah uang yang digulungkan para bankir kaya raya Inggris sebagai karpet merah demi masuknya orang Russia ke London.

Illustration 4: Salah satu olok-olokan di masyarakat Russia: "your sanctions make my Iskander laugh.."

Illustration 4: Salah satu olok-olokan di masyarakat Russia: “your sanctions make my Iskander laugh..”

Di balik korupsi Eropa, Russia melihat kelemahan Amerika. Kremlin tak yakin negara-negara Eropa, kecuali Jerman, benar-benar independen dari Amerika Serikat. Russia kini melihat Eropa tak lebih dari negara-negara klien yang bisa dipaksa Washington, untuk tidak berbisnis dengan Kremlin. Namun Moskow tidak gugup, para elite Russia telah mengekspos Barat dengan cara luar biasa dengan menawan properti-properti dan rekening-rekening bank Eropa. Hal ini terbukt, ketika Spanyol, Italia, Yunani dan Portugal saling sikut untuk menjadi mitra bisnis terbaik Russia. Kremlin melihat kontrol Amerika atas Eropa perlahan memudar.

Secara teoritis, hal ini akan membuat Barat rentan, mengingat penarikan dana secara tiba-tiba oleh adanya investigasi pencucian uang dan larangan visa bisa memangkas kekayaan mereka. Dari masa ke masa Russia menyaksikan betapa pemerintah-pemerintah Eropa menolak meloloskan undang-undang yang mirip dengan UU Magnistky AS yang mencegah para pemimpin kriminal memasuki Amerika Serikat.

Semua ini membuat Putin percaya diri, percaya bahwa elite Eropa lebih tertarik kepada uang ketimbang menghadapinya.
secara langsung. Hal ini dibuktikan, ketika pasukan Russia sudah mencapai pinggiran Tbilisi, ibukota Georgia, pada 2008, rangkaian pernyataan dan gertakan keluar dari Barat, namun saat dihadapkan pada miliaran dolar dana Russia, mereka menjadi ciut. Lalu, setelah para tokoh oposisi Russia diadili, Uni Eropa mengirim surat keprihatinan, tapi sekali lagi mereka bungkam saat miliaran dolar uang Russia tersaji di hadapan mereka.

image

Russia melihat Barat berbicara soal hak-hak asasi manusia tapi mereka sendiri tidak lagi mempercayainya. Eropa sungguh sudah dikendalikan oleh elite bermoralitas hedge fund (pengelola dana atau pialang): Keduk uang dengan cara apa saja, lalu parkir uang itu di luar negeri. Kremlin kini tahu rahasia perang kotor Eropa. Kremlin tahu pasti sikap Eropa. Orang-orang bermuka masam yang mengendalikan Russia di saat ini melihat Barat seperti para politisi di akhir masa Soviet.

Di Moskow, Russia menyimak kelemahan Amerika di luar Kedubes Moskow saat ini. Amerika Serikat masih harus berjuang untuk pulih dari krisis dan menyesuaikan diri kepada perkembangan dunia yang kini polisentris. Upaya AS mengonsolidasikan dunia yang unipolar terbukti gagal. Di sektor militer, AS menarik pasukannya dari Iraq dan meninggalkan Afghanistan yang tidak bisa dipungkuri sebagai dampak dari membesarnya defisit anggaran dalam negerinya. Sementara itu, AS harus meminjam dari China dan negara-negara besar lain sebesar 30 sen dari setiap dolar pengeluaran warganya di tahun berselang.

Dulu Kremlin khawatir petualangan keluar negeri akan memicu sanksi ekonomi ala “perang dingin” yang merugikannya, seperti larangan ekspor komponen-komponen kunci bagi industri minyaknya atau bahkan diputusnya akses ke sektor perbankan Eropa. Kini kekhawatiran seperti ini tidak ada lagi.

Aneksasi Crimea merupakan suatu tindakan yang sudah direncanakan secara matang dan sudah diperhitungkan untung ruginya. Russia pun sudah melihat Amerika bingung karena perjudian Putin di Ukraina menggoyahkan kebijakan luar negeri AS yang lebih memilih membicarakan China atau berpartisipasi dalam perundingan damai Israel-Palestina.

Keberhasilan Russia dalam meningkatkan peran mata uang rubel Rusia dalam pelaksanaan ekspor sekaligus mengurangi pangsa transaksi dalam mata uang dolar telah benar-benar memukul Amerika secara ekonomi. Menurut Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia Igor Shuvalov, “hal ini membuktikan bahwa Moskow sangat serius dalam tekadnya untuk berhenti menggunakan dollar”. Pertemuan berikutnya dipimpin Wakil Menteri Keuangan Alexey Moiseev yang kemudian mengatakan pada saluran Rossia 24 bahwa “jumlah kontrak rubel akan meningkat”. Tentu saja keberhasilan kampanye Moskow untuk beralih ke perdagangan rubel atau mata uang regional lainnya tergantung pada kemauan mitra dagangnya untuk menyingkirkan dolar (dalam perdagangan bebas-dolar). Sumber yang dikutip politonline.ru, menyebutkan ada dua negara yang bersedia mendukung ide Rusia yaitu Iran dan China.

Prospek Kebangkitan Russia di Masa Datang
Kebangkitan Russia saat ini seakan sudah menjadi “takdir” yang harus terjadi, sebagai jawaban atas hegemoni Barat, yang seolah-olah bisa melenggang bebas tanpa hambatan. Dengan meningkatkan hubungan dengan China kepada tahap yang lebih tinggi, Russia berharap bisa membendung ambisi dan kepongahan Barat untuk menekan Russia agar bisa dikendalikan semau mereka. Selain itu, Russia melangkah lebih maju lagi dengan secara terang-terangan menentang hegemoni Barat di seluruh dunia.

Dahulu Russia menyikapi hubungan segitiga, antara Russia – China di satu sisi dan Russia – Amerika (dan sekutunya) di sisi lalin dengan cara berusaha menjaga hubungan yang kuat dengan Beijing dan Washington, tanpa bersekutu dengan Amerika untuk melawan China ataupun bersekutu dengan China untuk melawan Amerika.. Namun keadaan ternyata berbicara lain, dengan timbulnya krisis Crimea mau tidak mau Russia harus merangkul China untuk menghadapi Amerika dan sekutunya. Dengan kata lain, saat ini kita tahu bahwa perang dingin jilid kedua sudah berlangsung di depan mata.

Russia juga menggandeng negara-negara yang tidak sealiran dengan pihak Barat namun mereka memiliki potensi ekonomi yang besar dengan membentuk berbagai macam institusi tandingan di bidang ekonomi, politik dan militer. Salah satunya adalah dengan pembentukan BRICS.

BRICS merupakan tandingan dari Bank Dunia dan IMF yang sudah menolak membantu Russia dan negara-negara berkembang yang dianggap oleh Barat sebagai negara “pelanggar hak-hak azasi manusia”. BRICS beranggotakan Russia, China, Brasil, India dan Afrika Selatan, negara-negara dengan pertumbuhan ekonomiyang tinggi. Akronim ini pertama dicetuskan oleh Goldman Sachs pada tahun 2001. Menurut Goldman Sachs, pada tahun 2050, gabungan ekonomi keempat negara itu akan mengalahkan negara-negara terkaya di dunia saat ini.

Illustration 5: Keempat pemimpin negara-negara anggota BRICS, foto Wikipedia

Illustration 5: Keempat pemimpin negara-negara anggota BRICS, foto Wikipedia

KTT pertama berlangsung di Yekaterinburg, Rusia, pada tanggal 16 Juni 2009, dengan dihadiri oleh:
• Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva,
• Presiden Rusia Dmitry Medvedev,
• Perdana Menteri IndiaManmohan Singh, dan
• Presiden RRT Hu Jintao.

KTT BRIC yang kedua berlangsung pada tanggal 15 April 2010 di ibukota Brazil, Brasilia. Pada kedua KTT tersebut, BRIC menyatakan posisinya pada berbagai isu global, antara lain:

• Reformasi institusi keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia agar dapat lebih menampung aspirasi negara-negara berkembang

• Perlunya diversifikasi sistem moneter internasional, tidak terfokus lagi pada US Dollar sebagai mata uang internasional

• Agar PBB memainkan peran yang lebih penting dalam diplomasi multilateral

• Peran yang lebih besar untuk Brazil dan India di PBB (agar kedua negara tersebut juga bisa menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB)

Saat ini Russia menyikapi berbagai strategi Amerika dan sekutunya dalam memainkan bidak caturnya di dunia internasional. Russia tahu, Amerika sedang memainkan dua kartu utamanya, yaitu perang melawan teroris (Islamic State) untuk mengalihkan perhatian pada kejadian perang Hamas vs Israel yang berakhir dengan sangat memalukan bagi Israel dan wabah virus Ebola yang diekspos untuk menutupi rasa malu Amerika dalam menyikapi Krisis Crimea.

Illustration 6: Uni Sovyet dan Pakta Warsawa

Illustration 6: Uni Sovyet dan Pakta Warsawa

Keberhasilan Russia dalam menganeksasi Crimea memang sebuah prestasi gemilang, namun untuk melakukan ekspansi langsung ke Ukraina adalah persoalan lain. Tentunya Russia harus berpikir masak-masak bila ingin melakukan ekspansi secara langsung ke Ukraina, Saat ini pun Putin sedang kerepotan dalam menghadapi sanksi-sanksi ekonomi dan politik yang diberikan oleh pihak Barat kepada Russia, apalagi jika Russia bertindak lebih jauh. Untuk melakukan ekspansi langsung Russia tidak akan berani, terkait dengan pemberian sanksi-sanksi Barat kecuali ada suatu “tragedy” yang mengharuskan bertindak dengan segera. Di sisi lain, pihak Barat yang sudah pernah kecolongan dalam krisi Crimea tentu akan melakukan perhitungan ulang dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam menghadapi Russia.

Walaupun Amerika sendiri sudah menyatakan untuk mengurangi anggaran militer secara besar-besaran, namun sebenarnya dana ini dialokasikan kedalam pembentukan satuan intelijen secara massive di seluruh dunia. Dalam perang frontal bisa dikatakan Amerika selama ini belum pernah memenangkan pertempuran secara sendirian kecuali di Panama, namun dalam perang intelijen jangan ditanyakan kehebatan Amerika sekutunya. Intelijen Barat sudah berprestasi dalam menjatuhkan rezim-rezim negara lain, termasuk dua kali di Indonesia, pada jaman Sukarno dan Suharto. Selain itu, mereka sudah berhasil melepaskan Polandia dari Uni Sovyet dulu, meruntuhkan tembk Berlin dan yang paling legendaris adalah menumbangkan negara Uni Sovyet dan aliansinya Pakta Warsawa. Selain itu juga sudah berhasil “mengeliminasi” Hugo Chaves dari pentas politik di Venezuela. Namun mereka pernah tersandung juga tiga kali di Iran dalam operasi Blue Light jaman Presiden Jimy Carter, skandal Iran Contra pada jaman Ronald Reagan dan penyusupan unit pasukan khusus di perairan Iran, dimana pasukan Amerika berhasil ditangkap oleh Garda Republik Iran.

Selain kartu “virus Ebola” dan “Islamic State”, Amerika dan sekutunya pasti juga mengincar China dengan membujuk Beijing untuk lebih dekat ke Barat daripada ke Russia. Sehingga dengan demikian China bisa membatalkan segala bentuk kerjasamanya dengan Russia yang akan berakhir dengan kelumpuhan Russia di bidang ekonomi. Namun lagi-lagi upaya ini sudah berhasil diendus sejak lama oleh Kremlin dan diantisipasi dengan beberapa perjanjian rahasia tentang alih teknologi militer.

Di pihak lain, diam-diam Russia juga menjalin kerjasama rahasia dengan beberapa negara Eropa Barat dan Israel. Dengan demikian, bisa tetap bertahan dalam menghadapi tekanan dari pihak Barat yang dipimpin oleh Amerika. Dalam kasus kapal Mistral buatan Perancis, Presiden Perancis Francois Hollande, bahkan harus berhadapan dengan para pekerja yang melakukan demonstrasi di dekat galangan kapal Mistral. Selain itu Hollande sendiri tidak mau membatalkan serah terima kapal tersebut dengan Russia, kecuali resikonya ditanggung bersama oleh pihak Barat.

Satu hal lagi, Russia juga melihat dengan cermat kondisi politik pasca pemilu di Indonesia. Adanya pergantian pemerintahan secara otomatis akan berpengaruh juga terhadap kebijaksan pemerintahan baru kepada mitra-mitra lamanya. Tentunya Russia tidak ingin kerjasama yang sudah terjalin lama dengan Indonesia dan dengan pengorbanan darah dan air mata akan berakhir menjadi sia-sia lagi.

Russia sudah membuat berbagai skenario yang mungkin terjadi pada pemerintahan baru di Indonesia. Berkaca pada sejarah masa Orde Baru dimana pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Suharto kala itu secara terang-terangan berpihak ke Barat dan menafikan sahabat lamanya, maka Russia membuat strategi baru yang memungkinkan hal itu tidak terulang lagi paling tidak bisa diminimalisir semaksimal mungkin.

image

Namun di balik crita keberhasilan Vladimir Putin dalam memimpin Russia menuju negara Super Power baru, ada juga beberapa cerita miring tentang pemerintahan Russia saat ini. Salah satunya adalah kritikan terhadap Putin terkait pemberangusan media dan internet di Russia. Sehingga warga tidak bisa bebas lagi mengungkapkan secara bebas perasaan dan pendapat mereka tentang negara dan pemerintahan Russia.

Dengan alasan telah mencampuri proses politik dalam negeri (pemilu), pada Oktober 2012, kantor salah satu “badan besar” negara terkemuka didunia yang telah berdiri di Moskow sejak 20 tahun lalu diminta untuk ditutup dan dihentikan kegiatannya.

Pada bulan sama, melalui pengesahan presiden, telah dikeluarkan UU tentang Pengkhianatan terhadap negara yang memungkinkan para aparat penegak hukum menyasar seseorang telah bekerja sama dengan organisasi internasional karena membocorkan rahasia negara.

Sebulan sebelumnya, Presiden berusia 61 tahun pemegang sabuk hitam tae kwon do dan yang selalu tampil fit ini menandatangani peraturan yang mengharuskan setiap organisasi kemasyarakatan yang memperoleh bantuan dari luar, teregistrasi sebagai “agen asing”.

Berbagai kebijakan Pemerintahan Putin ini serta merta menuai protes dan tentangan dari berbagai pihak, khususnya organisasi kemasyarakan internasional dan pemerintah negara-negara Barat yang selama ini memang selalu mengkritisi pemerintahan Putin sebagai rejim yang kurang mempromosikan nilai-nilai demokrasi.

Bagaimana dengan Indonesia? Rasanya masih jauh untuk bisa mengikuti jejak Russia untuk saat ini. Sementara Russia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin sudah menarik benang merah yang tegas dengan negara-negara Barat, kita masih berada di “Grey Area”. Kita belum berani menentukan sikap yang tegas dengan siapa kita berteman dan dengan siapa kita harus bertindak. Ataukah kita menjadi negara non blok, seperti yang pernah digagas Bung Karno? Sejarah berkata lain, semenjak kejatuhan Presiden Sukarno kita ternyata lebih banyak berkiblat ke barat, status sebagai negara non block hanya sebuah lips service semata. Kenyataan membuktikan, pada saat terakhir menjelang kejatuhan Suharto, beliau mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Russia, yang tentu saja memancing emosi dari pihak Barat dan berakhir dengan kejatuhan beliau sendiri. Persis seperti yang dialami oleh Presiden Sukarno dahulu, ditikam dari belakang oleh orang-orang terdekatnya sendiri, tentunya pun dengan bantuan blok Barat.

Masihkah kita tidak puas dengan satu contoh, Perancis yang dulu merupakan negara terbesar di daratan Eropa, pernah keluar dari NATO dan memutuskan untuk berdiri sendiri pun ternyata akhirnya bergabung kedalam masyarakat Uni Eropa. Saat Perancis menyatakan sikap yang berbeda dengan Amerika dalam perang Irak, akhirnya mau tidak mau harus tunduk dengan kemauan Amerika setelah kota Paris dilanda kerusuhan massal yang berlanjut dengan pembakaran dan penjarahan massal menjelang naiknya Nikolas Sarkozy ke tampuk kepresidenan. Saat ini pun Perancis masih gamang menyikapi tekanan Amerika dalam penjualan kapal Mistral ke Russia.

Di manapun di dunia “zero enemy and million friends” hanyalah retorika belaka, Tiada kawan maupun lawan yang abadi, hanya kepentinganlah yang abadi, pada akhirnya hanya akan ada satu pilihan, “you’re with us or against us…..”

Ada sebuah kutipan yang menarik dari Putin, terkait dengan nilai-nilai strategi dan masa depan pembangunan Rusia, yaitu:

“Yang lebih menentukan keberhasilan pembangunan adalah kualitas warga negara dan kualitas masyarakat dalam artian ketangguhan intelektual, spiritual dan moralnya, serta sejauh mana mereka mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari sejarah, nilai dan tradisi bangsa.”


Referensi:

• Antara
• Wikipedia
• RBTH Indonesia
• www2.goldmansachs.com/insight/nb,nnmresearch/reports/report32.html
• islamtimes.org
• Simon Saragih, “Belajar dari Kebangkitan Russia Kini”, m3opini.wordpress.com.
• www.mpr.go.id
• Russia Today
• Djauhari Oratmangun, “Kebangkitan Rusia: determinasi dan pragmatisme Putin”, Antara 2013.

Bagikan Artikel :

  145 Responses to “Kebangkitan Russia dan Prospek di Masa Depan”

  1. rusia strooooooooongggg…….

  2. wajib digandeng dalam kerjasama di berbagi bidang terutama militer dan perdagangan…

  3. Rusia sahabat yang baik.

  4. nice artikel bung 😀

  5. Checkig speed

  6. wew panjang bener…baca dulu ahh

  7. Itu TU22 kok disebut SU24 yang mana benar nih???

  8. bukan nya berita si Bigfoot itu hoax.
    mohon info nya yang tau,,,

  9. mestinya Indonesia harus “memaksa” Rusia tuk kasih TOT di segala bidang agar tetap terjalin kerja sama yang erat demi bersama-sama menghadapi hegemoni Amerika and the gang

  10. sama2 bung @IX – One, baru belajar menulis kok 🙂

  11. Nice artikel, warjag memang gudangnya kawah candradimuka yg byk melahirkan narasumber2 handal.
    makasih bpk besar, nanti klo udah ngetop jgn lupa sm kita2 ya he he he

    • Terima kasih bung @Number One, ngetop apanya? tipikal orang-orang vokal seperti saya tidak bakaln mendapat tempat di negeri yang berisi kaum hipokrit dan masyarakatnya yang latah ini, kecuali ada perubahan jaman 🙂

      • Selalu ada tempat utk karya kritis ….negeri ini toh tdk lg otoriter…tetaplah berkarya bung @Bapak Besar….

      • konsep besar tdk akan lapuk dimakan jaman…ilustrasi bagus..bukankah yang memerdekakan Indonesia itu Soekarno…tapi kita lupa Guru Bangsa yg mengajar Soekarno ttg arti Merdeka ..itu Siapa….HOS Cokroaminoto…sang Raja Jawa tak bermahkota…

  12. Artikelnya mantabs

  13. Percaya diri adalah masalah krusial yg terjadi pada rakyat & pemerintah Indonesia.Nice artikel bg.Lam kenal.

  14. Artikel Tajam .. Mantap, Tegas dan Berani….. dan saya sangat tertarik kata2 tokoh politik Alexander Vladimir Putin yang berkaitan dgn diperingatinya-secara tidak langsung saat ini dan langsung saat itu- di hari ini basrusan “Hari Pahlawan” : “Yang lebih menentukan keberhasilan pembangunan adalah kualitas warga negara dan kualitas masyarakat dalam artian ketangguhan intelektual, spiritual dan moralnya, serta sejauh mana mereka mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari sejarah, nilai dan tradisi bangsa.”
    Merdeka !!!!!

  15. The big bos n The godfather.Dalam keadaan perang sesungguhnya kita pasti akan memerlukan dukungan logistic dan persenjataan ,keuangan,sumber minyak dari negara berkuasa.Russia adalah The Big bos,Brazil,India,Iran pasti akan membantu kita.Jepang,korsel pasti akan turun tangan membantu dari segi diplomatik dan politik.
    Musuh kita sudah nyata,tetangga yg usil dan didukung kuasa barat.China? PLA akan berfikir seribu kali kalau menyerang indonesia,bkn krn Indonesia mempunyai lontong ajaib tapi negara kep indonesia adalah ibarat “pagar” dari arah selatan.karena China tahu Indonesia menganut non blok dan tidak mungkin indonesia menjadikan rumahnya sbg tempat peluncuran rudal Tamahawk USA.
    Adalah sangat bahaya kalau kita membeli alutsista vital dari USA dan yg ada embel2 Inggris,karena aliansi FPDA mereka,disamping USA bersifat talam dua muka.
    Jadi kita mesti mengenali siapa musuh kita sebenarnya dan bukannya terperangkap dalam permainan sandiwara cinta mereka.Imho

  16. Puanjang bngt tp bnyak pelajaran yang bisa diambil makasih buat artikelnya jd tambah wawasan ..up..up

  17. tetes mata dl, kucek”, seruput kopi & lanjut lg baca’a…

  18. ulasan yg panjang sampe ga nyadar kaca mata melorot
    makasi berat artikelnya bung bisa menambah wawasan

  19. Berarti Indonesia harus lebih cerdik dalam memainkan perannya di dunia internasional demi kepentingan bangsa

  20. artikel yang sangat membuka pikiran saya bung
    terima kasih bung Bapak Besar ditunggu artikel lainya lho 😀
    salam kenal dari anak gunung yang ingin belajar

  21. Vladimir putin tokoh pemimpin yg patut di contoh untuk pemimpin indonesia dan para pemimpin2 lain yg bermental tempe, rusia sudah membuktikan bahwa asu tak bisa selamanya ikut campur dalam perpolitikan mereka,, mudah-mudahan akan banyak lagi rusia2 yg lainnya,,,,

  22. Artikel yang bagus, Ditunggu Artikel berikutnya. Terima kasih.

    Rusia mantaaab,

    • terima kasih bung @Ayam Alas, masalahnya tulisan saya biasanya berisi luapan emosi yang terpendam dan meledak dalam tulisan, itu yang kadang2 saya takutkan….

  23. Yang menarik untuk dicermati adalah ketika kemarin pada saat peringatan 25 tahun runtuhnya tembok berlin Gorbachev mengeluarkan pernyataan yg menuding secara gamblang bahwa amerika tidak menepati janjinya dan sedang memulai perang dingin baru… menarik karena Gorbachev menyatakan Putin saat ini bukan melunak, tetapi dia sedang merubah gaya politiknya terhadap barat dalam membangun basis.

    Artikel yg bagus bung BB…

  24. artikel ini sudah pernah di munculkan tapi saya tetep suka , karena ruski bukan tipe penjajah

    • jngn lupakan Afghanistan. he… he..
      bung manut, d minum dl tuch kopi’a.

      • tolong bedakan Rusia dengan Uni Soviet karena mereka beda. Tlng lakukan penelitian

        • thank’s kritikan & keraguan’a bung zamzami.
          Afghanistan mulai menjadi rebutan negara-negra imperialis dari Eropa. Untuk pertama kalinya pada tahun 1839 sampai tahun 1842 wilayah Afghanistan yang secara geografis berada ditengah dan strategis menjadi rebutan antara Kekaisaran Rusia dan Kerajaan Inggris
          Keikutsertaan militer Rusia di Afganistan memiliki sejarah yang panjang, berawal pada ekspansi Tsar yang disebut ” Permainan Besar” antara Rusia dengan Britania Raya , dimulai pada abad ke-19 dengan kejadian yang disebut insiden Panjdeh . Ketertarikan akan daerah ini berlanjut saat era Soviet di Rusia, Pasukan Soviet pertama kali sampai di Afganistan pada tanggal 25 Desember 1979, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada tanggal 2 Februari 1989 . Uni Soviet lalu mengumumkan bahwa semua pasukan mereka sudah ditarik dari Afganistan pada tanggal 15 Februari 1989.
          seperti yg lain, ane jg siap salah ko bung. salam…

  25. terima kasih atas ulasan dan artikelnya bapak besar..indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini demi kemajuan bangsa dan kawasan ini. Harusnya indonesia diikutkan dalam BRIC..

  26. panjang lebar…tapi seru…hebat..
    makasih bung@papa

  27. Bapak Besar otak saya keram artikelnya bagus pak terimakasih pencerahannya salam kenal ya dr saya

    maaf kalo tulisannya saya berantakan maklum dr hp hehehehe

  28. selama orde baru negara kita selalu berkiblat ke barat padahal mereka tdk pernah menganggap kita teman, mereka selalu mencurigai kita, hanya mau manisnya dan terus dilemahkan tanpa kita sadari, karena menurut mereka kita BERBEDA DARI MEREKA dan potensial menjadi musuh, oleh karenanya tdk boleh menjadi kuat.

  29. Bung Bapak Besar kok puuaannjaang amat artikelnya. Dibaca mlm ini selesai besok subuh kali yaa.., hikss..
    Pasti cari referensinya sampai nginep2 di perpusda dan goglingnya mungkin sampai mbah gugel naik darah tingginya.

    Nice artikel bung BB.,
    tetap berkarya krn pemikiran positif sekecil apapun menularkan energi positif yg berlipat ke pembaca.

    Monggo dilanjut..

    • ini hasil dari bertapa di bulan Suro bung @Petruk Kantong Bolong 😀

      kebetulan memang saya simpan semua artikel tentang konflik Russia – Ukraina, juga rekaman kejadian politik amrik di masa lalu, selain itu juga sebagai persembahan buat ortu saya, bapak saya dulu jaman bung Karno pernah diutus untuk ke Srilangka membawa kapal baru, sedangkan ibu adalah guru bahasa Inggris yang gemar membaca & menulis. Semua cerita mereka tentang kejadian di jaman Sukarno & Suharto saya rekam semua sampai sekarang & baru sekarang ini saya ungkap.

      • Oiya.., klo dtmpt saya sdh susah cr tmpt bertapa. Tempatnya bertapa sdh dipenuhi kimcil cabe merah..jd gk bertapa akhirnya..

        Merunut silsilah keluarga(maaf klo salah) berarti bung BB emang sdh ada turunan bibit unggul., artinya mungkin dulu dulu bangeet dr jaman mbah2nya ada yg jd org penting/pejabat dimasanya..dan menurunkan gen ke anak cucu termasuk anda bung., selamat..

  30. Emang ASU jago di bidang intelligent…kerusuhan di Paris sama seperti kerusuhan di Jakarta 98..di film Bourne ada dialog seperti ini: agent CIA itu SIN EATER..semua dosa

  31. rusia memang yahuuuddd, tapi NKRI lebih yahuuuddd tunggu saatnya saat di mana para punggawa jakartagreater akan bilang wow, ternyata sudah punya toh, lha kok yg itu kita juga punya, amazing sabar sebentar ya

  32. Good! kawan Diego artikel cukup berbobot. SR dulu, habis ujan lg enak kelonan.
    Please carry on discuss…

  33. artikel yang maknyus….
    ngomong2 adakah kaitannya tntang peringatan keruntuhan tembok berlin dengan pernyataan Gorbachev yang pedes ? tema obrolan Pak Jokowi dengan Putin dan Obama apa ya ?

    • Gorbachev adalah salah satu bidak yang dimainkan oleh Barat dalam mengalahkan Uni Sovyet dalam perang dingin. Di luar dia dipuja sebagai pembawa “angin perubahan”, namun di dalam negeri dia dihujat habis2an….

  34. thanks bung BB…artikelnya bikin saya pengen baca sampe abisss…top dah..:)

  35. Saya yakin indonesia tetapmenjaga hubungan Russia pengalaman sudah menjadi guru terbaik
    Merdeka ,

  36. Ngantuk2 masih terus baca, artikelnya matep Bapak Besar membuat mata melek dan semangat
    salam…….

  37. Presiden Indonesia, Bpk Jokowi pemimpin pertama yg di temui obama di APEC.
    Keren kan bung

  38. “Your mouth make my yakhont laugh!” Kah kah kah 😆 😆 😆

  39. Semua hubungan pasti disertai kerjasama di segala bidang : ekonomi, militer, teknologi, budaya, politik dan lain lain. Sekarang kita lihat secara ekonomi volume perdagangan kita dengan rusia faktanya lebih kecil dibandingkan dengan usa, di bidang pertahanan alutsista kita mulai dari radar, kaprang, pespur kebanyakan buatan barat. Bahkan bumnis kita pun dapat tot dari barat sampe bisa bikin pesawat, bedhil, kasel, kaprang. Pertanyaanya kalo kita secara terang terangan mendekat ke russia dan menjauh dari barat apakah kita sudah sanggup untuk diembargo secara ekonomi, militer, dan pergaulan internasional? mikir!!!!!

    • cepat atau lambat saat itu pasti datang, bila kita tidak mempersiapkan diri dari sekarang, jangan salahkan siapa2 bila kita akan bernasib seperti Korea Utara

    • ini yang saya suka @Echo01 + @BB .
      artikel ini bagus juga replynya

      kl blm jalan sdh takut , itulah ciri bangsa yang kerdil .. lakukan embargo ( sedikit-sedikit )
      saya kira pemangku kepentingan negara ini ga usah di ajari … bagaimana arti embargo sedikit-sedikit , UU minerba kemaren contohnya

      berhasil kan ?? negara lain PMA yang disini pada khawatir kan ?

      ayo Pemerintah lakukan bergaining power yang kuat terhadap asing , tidak perlu frontal , yang penting keluarkan disaat emang perlu dilakukan

    • @Sakera, Saya pernah baca seorang ahli asing mengatakan bahwa Dunia yang butuh Indonesia bukan Indonesia yang butuh dunia, memang pernyataan yang sangat sombong,namun yang menyatakan ini bukan orang Indonesia tapi ahli asing.Untuk Kita cukup membanggakan pernyataan itu,namun jangan membuat kita terlena.

  40. Indonesia menanti…..

  41. @dicky datengo kesini ato aq yang datengi ketempatmu gak perlu pake yakhont cukup pake celuritku …

    • @Sakera , whahahaa…
      sampeyan dari pulau garam tha mas … hehee seep salut Jiwa NKRI sampeyan

      ayo ajak yang lain mas , Indonesia bukan terkotak-kotak tapi satu jua dari Sabang sampai Merauke

      @awake dewe tonggo / kita tetangga dekat

    • Emang ada apa dengan cluritnya @sakera?
      Apa orang jadi takut dengan clurit anda???
      Hehehe…….

      Jangan galak” ah….

  42. Pikir aja GoWinD class sampeyan yang hanya akan menjadi tertawaan dunia. 😀

  43. Artikelnya mantap bung BB,.. Bikin sumringah bacanya,..salam kenal

  44. Kartu andalan russia yg paling berkesan adalah pembentukan ‘BRICS’ untuk tandingan ‘IMF’ dan ‘World bank’ yg menolak memberikan bantuan terhadap negara2 berkembang yg dianggap oleh barat sebagai negara pelanggar hak asasi manusia.
    Padahal itu adalah isu yg dihembuskan pihak barat utk ditujukan kpd negara2 yg tdk patuh terhadap barat.

    Sekarang russia adalah negara hebat yg mampu melawan segala bentuk tindakan barat.

    Namun yg tak kalah hebatnya lagi russia mampu mengantisipasi semua itu.

  45. -secanggih apapun destroyer arleirgh burk class seperti yg disombongkan dalam film battleship tetep menciut kek kerupuk kena air dengan SU-24 tanpa pencil

    sista russia memang menggentarkan sekalipun tanpa cap betel prupen

    -“Pesan kami adalah, jika Anda menyerang sekutu kami, maka kami mungkin akan datang,” tegas Putin

    sekuat2nya ASU tetep mikir 2x tuk perang dengan suriah karna dibekengi oleh russia,apakah indonesia mau menjadi sekutu russia? 😆

    -kemajuan ekonomi russia dibarengi dengan kekuatan militer yg semakin kuat menjadi modal tangguh buat gertak ASU dkk

    indonesia harus menyeimbangkan kemajuan ekonomi dgn militer,jgn berat sebelah

    -14 tahun russia ditangan putin menjadi negara menakutkan penyeimbang setelah ASU,baik ekonomi dan militer

    mungkin jika SBY lanjut indonesia akan menjadi seperti russia 😆

    cmewewew

  46. naah ini baru… gak nysel baca biarpun panjang.. malah jadi kurang panjang.
    ini betulan wawasan buat sya..
    terimakasih BAPAK BESAR, biasa pangil “NAR” bukan yaa

  47. Beberapa koment ketika menuliskan negara Indonesia sering menggunakan huruf kecil (indonesia). Mungkin itu masalah kecil bagi sebagian orang. Tapi itu adalah masalah besar bagi saya karena saya orang Indonesia. Tunjukkan bahwa kita adalah bangsa dan negara yang besar.
    Mohon maaf kalau menyinggung.

  48. Wlopun panjang artikelnya, saya ngerasa masih kurang panjang deh. Bagus, asik dan enak dibaca. Tajam. Terima kasih Bung @Bapak Besar.
    Ditunggu artikel berikutnya…

  49. “membuka mata jauh lebih baik dari sekedar membuka telinga” :mrgreen:

  50. terima kasih bung @PapaAugusta, anda bisa melihat clue2 yang tersirat 🙂

  51. @BapakBesar mantap bung artikelnya bikin iri kapan Indonesia bisa kaya Rusia, ataupun China..
    Selama para MaKor dan Ular2 bergentayangan di Republik ini tidak disingkirkan atau dibasmi sepertinya butuh waktu lama buat Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, adil, makmur kuat dan disegani..

  52. pak cik masih tak dimane Sabah and Serawak nak pisah dari Malay bila mereka tak ada yang jadi timbalan perdana menteri.?

  53. Yg terpenting NKRI harga mati artikel yg terakhir paling dalam

  54. NKRI punya banyak pahlawan gak seperti negaramu malay pahlawan NOL BESAR jadi jangan mimpi decch NKRI akan menyerah karena rakyat indonesia jiwanya militan semua nyali kami rakyat indonesia sudah tidak diragukan lagi untuk berperang gak seperti nyali rakyat malay yang bermental oncom buluk

  55. Tuuut…breeet!!! Kentut pakcik??????
    Ngoceh bau aja pakcik 1 ni…. :mrgreen:

  56. Bkn ganja bung lek u-mar
    Hbis mkn kcbung ma tai ayam :mrgreen:
    Efekny msh smpai skrg

  57. ketawa orang malon gak bagus banget ya ”kah kah kah” bunyinya kaya maling yang mau nyolong ehh ketahuan sipemilik rumah lari terbirit2 sampe mau muntah ”kah kah kah”

  58. Tulisan pakcik dicky kok amburadul yah susah dibaca? Waaah pasti pakcik dicky ini pelarian dari hospital sakit otak yah? Sana pakcik balik rumah sebelum binimu di goyang bangla

  59. Perlu bung BB,tapi yg lebih pas n mengena adalah saat ketangkap basah n di konsekuensi. Misal: ATM dipaksa lepas kostum lalu suruh renang balik pke plampung.gmn bung?

  60. Saran u bung admin, debat it boleh namun jika junk komen dibalas dg cara yg sama, maka alangkah tepatnya di delete saja khususnya bagi yg memulai. Ini u membedakan forum jkgr dg yg lain. Great jkgr.

  61. betul bung @Sennopati

  62. Mhn maaf mnyimpang neh, pd msa era pmrnthan gusdur ada wacana untuk mnghlangkan status agama d ktp di bhs d DPR, pda msa megawti pun demikian pda msa sby wacana itu hlng dan saat ini wacana trsbt tmbul lgi,…mnrut sya Demokrsi kita jelas Demokrasi Pancasila yg tidak akan prnah sma di negara manapun d dunia ini, …yg mengherankan n bikin bingung ada apa dgn sts agama di ktp dan yg paling menggelikan lg ada wacana untk mnghapus hansip…hahahaha….dugaan sya adlh mnghapus Pancasila gk mngkin bisa tpi mnjjadikan Pancasila hanya sbgai logo atw simbol saja itu mngkn mngarah ksna….mohon pencarahan pra sepuh n wrga jkgr……salam.

  63. Indonesia Bisa seperti Negara Rusia jika pemimpinnya Seperti paman Putin.
    apa skrng ini pemimpinnya bisa seperti paman putin…? apa hanya ……Pion

  64. kalau bukan ke rusia persenjataan kita mau berkiblat ke mana lagi?

  65. @Dicky, negaramu itu Sudah Negara Kecil,Sombong ,banyak cakap lagi, contoh lah Brunei,Brune memang kecil namun Brunei lebih kaya dan lebih makmur dari kalian,namun tidak sombong dan tau cara bersopan santun sebagai negara serumpun.

  66. Saya tidak bisa mengelak, putin adalah pemimpin yang paling berpengaruh di dunia saya ini. Dibawah kepemimpinan lah, rusia yang dulunya tiarap setelah uni soviet pecah menjadi negara berpengaruh lagi untuk menyeimbangkan kekuatan dunia. Dari segi ekonomi, rusia masih lebih sehat dibandingkan amerika dimana utangnya lebih kecil dan cadangan devisanya lebih besar sehingga rusia sekarang bisa lebih pede menghadapi sanksi barat.

    Rusia juga bisa mengurangi tekanan dari sanksi barat karena adanya dukungan negara-negara yang netral spt BRICS, indonesia, amerika latin spt argetina, venezuela dll, timur tengah. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah langkah rusia ini akan menginspirasi china utk melakukan langkah serupa karena kapasitas ekonomi dan market cina lebih besar dari rusia. Apakah keuntungan indonesia dari situasi ini, misalnya dalam negoisasi kontrak dengan rusia, rusia bisa memberikan price yang menguntungkan karena rusia lg butuh support kita.

    • analisa saya, malah China jauh berambisi daripada Russia, bisa dikatakan bila China berhasil menguasai sebagian dunia, penindasan ala Jepang-lah yang akan kita terima. Mirip dengan analisa mbah Bowo tentang China. Karena mereka belum pernah terkalahkan di dalam perang dunia modern sebagaimana Jepang pada PD II

      • sedikit info kawan BapakBesar..justru pada PD II jepang mengalami kekalahan :

        Mei 1942 Jepang mengalami kekalahan cukup telak dalam sebuah pertempuran di pasifik yg disebut “Battle of Coral Sea”.

        Juni 1942 Jepang juga mengalami kekalahan sangat telak dalam pertempuran midway island di pasifik yg dikenal dengan “Battle of Midway”.

        Tgl 6 dan 9 agustus 1945 Bom atom dijatuhkan di dua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki. sehingga Jepang menyerah kepada sekutu, dan peristiwa ini pula yg menandakan berakhirnya PD II saat itu.

        saya hafal karena kebetulan saya pernah membuat sedikit beberapa artikel mengenainya.. :mrgreen: salam hangat,

        • Maaf bung PapaAugusta sepertinya bung Bapak Besar memang menyatakan bahwa China lah yang belum pernah mengalami kekalahan perang modern tidak seperti Jepang yang mengalami kekalahan perang (bahkan secara telak).

          Namun untuk saat ini saya sendiri tidak merasa China akan meniru cara Jepang dalam PD2 apalagi lebih buruk dari Jepang, dengan kemajuan teknologi dan informasi saya rasa saat ini langkah-langkah genosida, total war akan lebih berdampak bumerang bagi negara itu sendiri. Rakyat China sudah banyak yang maju dan berpendidikan tidak seperti jaman revolusi kebudayaan dulu, kemungkinan besar rakyat mereka sendiri yang akan melawan pemerintahnya yang melakukan kekejaman perang seperti Jepang dahulu.

          • Maaf mungkin anda yg kurang teliti membaca “Karena mereka belum pernah terkalahkan di dalam perang dunia modern sebagaimana Jepang pada PD II”. (karena mereka (china) BELUM PERNAH KALAH SEBAGAIMANA JEPANG PD PD II). Itu artinya jepang sama dengan china tidak pernah kalah. Coba diteliti lg anda atau saya yg keliru mengartikan? Hehe salam hangat

        • Kalau kita berkaca pada sejarah lama, sering kali justru negara yang baru mengalami kemajuan secara significant di segala bidang akan lebih berambisi untuk menginvasi negara lain karena alasan sumber daya dan tujuan pasar.

          Kita bisa melihat alasan Jepang dalam PD II, dimana alasan utama adalah kekurangan SDA dan jumlah penduduk yang padat, serta limpahan pasar dari produk Jepang yang sudah berlebih. IMHO

          • Betul kawan salah satunya adalah faktor SDA.. Dan pada waktu itu pun kekaisaran jepang pernah mendudukiNanking ibukota china pada saat itu. Namun setelah peristiwa bom atom itu, kekaisaran jepang perlahan mengalami keruntuhan dan kini jepang banyak belajar dari pengalaman bahwa dengan arogansinya untuk berperang dan menginvasi meninggalkan luka yg sangat dalam bagi rakyat jepang bahkan hingga saat ini sejarah di bom atomnya hiroshima dan nagasaki masih berbekas. kini jepang menjelma menjadi negara industri yg cukp kuat. Salam hangat,

  67. Apa kah ini akhir dari crita negri adidaya u.s.a ?

    • belum bung @arif, masih banyak cerita yang lain,

      saya coba untuk cari2 referensi tentang sepek terjang amrik di masa lalu, moga2 bisa menjadi parameter di masa datang.

  68. hey malon, Ente tolong jaga mulut yah..

  69. terima kasih @Bapak Besar, …artikelnya MAK NYUSSS……nambahin aja ya Pak, Goldman Sach mengakui kekeliruan mereka dlm prediksinya di awal thn 2000-an, menurut mereka seharusnya BRICS itu doble II yaitu BRIICS, krn Indonesia luput dari pengamatan mereka, seharusnya Brazilia, Rusia, India-Indonesia, China & South Africa, pengakuan Goldman Scah ini dimanfaatkan oleh presiden Bush Yr saat itu utk memasukkan Indonesia di G-20, Bush langsung menelepon presiden SBY utk mengajak masuk G-20, krn secara GDP, Indonesia sebenarnya lebih besar dari Afrika Selatan, semoga saat ini di bawah presiden Jokowi, Indonesia jauh lebih maju, ekonomi, teknologi &..militernya lebih canggih…di KTT APEC, di Beijing kelihatan sekali Jokowi-Indonesia kembali diperhitungkan, Presiden Tiongkok Xi Jinping memilih diapit di kanan oleh Jokowi & di kiri oleh Putin, Tiongkok spt menegaskan ingin membangun aliansi China, Rusia & Indonesia….wah DAHSYAT BGT bila itu terjadi…

    • mohon maaf bung @Heriyanto, sepetinya pemerintah sekarang malah kembali memihak ke barat seperti pada jaman orba….

      • Maaf Bung Bapak Besar saya rasa belum bisa disimpulkan demikian, pemerintah saat ini saya perhatikan masih berpijak di beberapa pijakan dan belum menentukan posisi. Memang banyak tafsir yang berkembang namun melihat topik yang dibicarakan Pak Presiden Jokowi dengan Presiden Russia, China dan AS sepertinya masih berada di tengah-tengah dan belum 100% memihak salah satu.

        Namun saya yakin “agen-agen” di bawah sedang gencar bergerilya di bawah permukaan untuk melobi anggota-anggota pemerintahan kita mulai dari MPR/DPR, Partai, DPRD, Pemda hingga LSM dan perusahaan nasional. Masalahnya kalau ada orang Barat yang kelihatannya lobi disana sini kita cenderung merasa sudah biasa sedangkan bila ada orang Russia atau China yang melobi kesana sini kita cenderung sudah mencurigai sesuatu yang seringkali lebih banyak negatif dibanding positif.

        • semoga saja demikian bung, saya cuma bisa berharap “the invincible hands of Indonesia” benar2 menjaga negeri ini dari para oportunis dalam & luar negeri.

          karena bila tidak, saya tidak bisa membayangkan selajutnya.

          salam

          • Artikel yang bagus bung BB, saya sepakat dengan anda, semoga invincible hands Nusantara menjagai kita semua. Namun sekedar menambahkan saat ini di akar rumput (sektor riil politik, proyek2 strategis) rebutan pengaruh lobby2 US vs Cina dan Rusky sangat kencang. Bahwa Cina harus diwaspadai benar, setuju Bung Papa, secara nature dan profile simple saja bahwa Cina sedang mencari Lebensraumnya sama seperti Jerman dan Jepang menjelang PD 2. Kebangkitan industri yang spetakuler masif tentu membutuhkan pasokan secara continue pasokan material bahan baku dan energi dalam jumlah yang sangat besar dan seperti yg pernah saya ungkapkan dlm komentar2 sebelumnya bahwa di Cina ada sekitar 1,5 milyar mulut manusia yg harus makan (issue pangan) dan tentu ruang hidup. Jadi bagaimana kita seharusnya. Untuk saat ini menurut saya, kita tetap harus pintar2 menjalin aliansi supaya tetap survive. Kartu Rusia dan Nonblok kita bisa dimainkan dengan sempurna untuk menghadang sekutu US dan satu sisi mengantisipasi Cina (silahkan baca tanggapan mimpi saya atas prediksi Bung Nyai bbrp bulan lau) . Just Imho. Artikel yg sangat bagus Bung BB

        • Nanti arahnya juga akan terlihat dari kebijakan-kebijakan politik luar negeri dan kebijakan ekonomi yg diterapkan. Disitu akan terlihat apakah meniru, mengikuti maupun lebih berpihak kepada siapa dan demi kepentingan siapa. Atau hanya mengikuti aliran air dari hulu ke hilir sebelumnya. Saya tidak akan munafik pem.RI sejak dari jaman orba hingga detik ini masih cenderung pro AS (tidak semua poros barat). Tapi tidak tahu besok, kita lihat saja..

  70. Mohon maaf bung @Love INA, saya tidak berani menulis tentang kondisi dalam negeri, bukan apa2, saya ini aslinya orangnya brangasan dan ada “dendam” dengan keadaan. Jadi tulisan saya merupakan bentuk penyaluran dari luapan kemarahan saya. Yg saya takutkan kalo nanti saya tulis keadaan sebenarnya akan banyak yang muntab, naik darah. Lebih baik menulis tentang negara lain yang mungkin bisa kita contoh kebaikan mereka.

    Suatu saat akan saya tulis tentang kebangkitan para satriya Majapahit, bila saatnya sudah tiba.

    Salam

  71. Spt di Singapura : 200 bilyun USD uang Indonesia ditanam …60 bilyun dalam bentuk properti…140 bilyun dalam bentuk saham dll…..(info pejabat Indonesia sendiri)

  72. Bagaimana mengenai “Gazprom” bung..perusahaan minyak dan gas Rusia. Inilah salah satu kartu truf Rusia yang membuat ukraina dan sebagian negara eropa timur tidak berkutik, serta NATO yg tidak berani mengambil sikap militer secara frontal. Dengan ancaman suply ke ukraina dan negara sekitarnya “yg melalui ukraina” akan dihentikan, maka sama saja negara yg tergantung dari suply tersebut engap engapan. Akhirnya mereka plus sekutunya hanya berani menerapkan sanksi ekonomi kepada Rusia. Asik ya sama dengan Iran dengan kartu trufnya di selat hormuz. Sama dengan RI dengan kartu trufnya……..hmm apa ya kira-kira? (masih mikir) :mrgreen:

    • untuk Gazprom sudah saya singgung di artikel sebelumnya bung @PapaAugusta 🙂

      kadang pengen nulis “sesuatu” tapi keadaan blm mengijinkan…

      saya coba untuk runut ke belakang tentang kondisi internasional saat itu, semoga bisa menjadi acuan positif para pengampu kebijakan di masa datang….

  73. Boleh juga ye.. Mr Putin bisa jadi “sales promotion” juga rupanya. Seperti apa rupanya itu yotaphone ya?, biasanya produk rusia terkenal segede gaban dan tahan banting tuh. Tapi yg pasti boros baterai. Sama seperti sukhoi boros bbm. :mrgreen:

  74. awak ni jibai….. pundek lu…. canina, awak ni dr mn datang…

  75. Top artikel bln november … punya bung@Bapak Besar neh

  76. Mantabs bung bapak besar
    Suplai artikel teladan seperti ini bisa mempercepat lahirnya “kesatria majapahit”
    Kelebihan russia saat ini salah satunya adalah kekompakkanya dalam menghadapi respon2 barat atas kebijakan negrinya. Yang disuport penuh rakyat nya.

  77. Artikel penyeimbang seluruh pemberitaan dan cara pandang barat

 Leave a Reply