Kebijakan Menteri soal Smartphone, Mantap !

65
97

Jakarta – Kebijakan terbaru dari Menkominfo Rudiantara yang mengharuskan produsen smartphone di pasar Indonesia untuk menggunakan 40 persen komponen lokal di produknya membuat produsen smartphone global resah.

image

Dilansir Reuters (25/2, produsen smartphone global seperti Apple dan HTC dilaporkan kurang menyetujui kebijakan tersebut. Selain itu, perwakilan Departemen Perdagangan AS (USTR) dan perwakilan forum multinasional juga disebut tengah melakukan komunikasi dengan pihak berwenang Indonesia untuk membahas rencana kebijakan tersebut.

Kebijakan yang akan diwujudkan dalam undang-undang yang diperkirakan akan mulai berlaku 1 Januari 2017 ini disebut pihak USTR akan menghambat upaya perusahaan untuk benar-benar bisa memperluas ekspansi produknya ke wilayah Indonesia.

“Amerika Serikat ikut memperhatikan masalah ini, dan sangat mendukung untuk bisa memastikan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat berperan penting bagi perkembangan ekonomi dan hal tersebut dapat tersedia di Indonesia,” kata juru bicara USTR.

Namun meski mendapat penolakan dari produsen smartphone luar yang diwakili Departemen Perdagangan Amerika Serikat, namun Menkominfo, Rudiantara sepertinya akan tetap melanjutkan pematangan undang-undang terkait penggunaan komponen lokal di perangkat smartphone dan tablet yang dipasarkan di Indonesia.

Rudiantara sendiri mengatakan jika kebijakan ini membuat Indonesia bisa mencicipi sedikit dari manisnya penjualan smartphone di Indonesia yang mencapai angka USD 4 miliar atau sekitar Rp 51,4 triliun tiap tahunnya.

Selain itu, peraturan ini juga disebut sejalan dengan rencana Presiden Joko Widodo untuk mengubah Indonesia dari konsumen menjadi negara produsen. (Merdeka.com).

65 KOMENTAR

  1. Sebagaimana perusahaan Indonesia untuk menghasilkan barang barang pesanan mereka/negara as dan eropa juga harus memenuhi syarat syarat yang mereka tentukan lewat pihak ke tiga, kebijaksanaan ini akan membantu ekonomi lokal yang pada akhirnya akan mengangkat kesejahteraan, yang jadi pertanyaan apakah para pemimpim akan konsisten dengan desakan dari para pengusaha dan negara produsen smartphone, seperti contoh perpanjangan mou pt freeport sudah jelas jelas melanggar peraturan masih diperbolehkan ekspor biji tambangnya,
    Semoga saja kebijaksaan pemerintah sekarang ini akan selalu berpihak kepada rakyat, maaf komennya rakyat biasa. Salam NKRI

  2. nah.. gitu dong.. terapkan juga keseluruh segmen industri dan perdagangan, semua wajib menerapkan kandungan industri lokal sehingga dampaknya bisa menyerap tenaga kerja lokal, bisa mendorong tumbuhnya/ terbentuknya industri pendukung baru, dan meningkatnya devisa negara… jangan takut investor akan hengkang karena mereka akan rugi sendiri karena kita merupakan pasar konsumen dari kalangan klas ekonomi menengah yang sangat besar di dunia..

    • Betul itu mas kafa,, Indonesia adalah pasar yang sangat potensial karena masyarakatnya sangat KONSUMTIF, walaupun hanya memiliki uang minim mereka akan tetap beli walaupun dengan cara KREDIT karena kita kebanyakan melihat sesuatu bukan dari fungsi tapi dari penilaian orang lain.
      mereka tidak akan hengkang karena kita adalah pasar yang sangat besar.
      walaupun hengkang saya akan sangat senang karena produsen lokal akan kebanjiran pesanan yang mengakibatkan meledaknya produksi dalam negri yang akhinya akan membutuhkan banyak tenaga kerja Indonesia yang hasilnya bisa dinikmati anak anak mereka, yang suatu saat nanti menjadi penerus KEJAYAAN INDONESIA.

  3. Sepertinya diragukan jika perusahaan besar seperti apple dan htc mau membuka pabriknya disini, tetapi Oppo sudah menyetujui menggunakan 40% komponen lokal yg digunakan .

    Jika pasar bebas asean diberlakukan saja pasar nasional sdh dipenuhi produk asing, apalagi ketika tdk dikenakan sistem tarif. Matilah produk lokal, kalah bersaing .

  4. JIKA DILAKSANAKAN
    Kebijakan ini dapat memberdayakan produksi dalam negeri. Pemerintah secara tidak langsung menekan .co .co LN untuk mendirikan pabriknya atau JOB dengan preusahaan lokal. ujung-ujungnya membutuhkan tenaga kerja. Otomatis menarik angkatan kerja indonesia yang banyak ini. Apalagi pasti perusahaan itu berprestise krn potensi pasar Indonesia yg besar ini. Mereka juga butuh citra tinggi di publik. Hasilnya CSR banyak bertebaran. Acara sekoah makin maju apalagi perusahaan itu sudah punya nama baik dimata pelajar. efek berantai yang bagus.
    HARUS TERLAKSANA

  5. Brilliant. Ini yang harus dilakukan pemerintah kita jauh-jauh hari sebelumnya. Keberanian dan ketegasan dan wawasan jauh kedepan untuk membuat kebijakan ini menurut saya bisa diacungkan jempol. kita tidak perlu menghiraukan negara lain, loh wong banyak produk kita sendiri yang kena proteksi di luar sana tanpa negara lain memperdulikan kita karena pasti mereka akan melihat keuntungan mereka sendiri dan keberhasilan perekonomian negaranya juga.

    Cuma satu saran saya, kita harus tegas seperti menteri susi untuk meningkatkan perekonomian kita karena selama ini kita sangat dirugikan padahal kita kaya akan sumber daya alam dan pasar raksasa mereka. ketegasan lainnya yang harus dilakukan adalah UU minerba jangan lagi memberikan konsensi lagi apapun karena itu UU sudah lama sekali. Biarkan mereka patuh kepada UU bukan UU yang patuh kepada asing.

  6. Keputusan yang harus diantisipasi oleh para produsen part smartpun. Hitungan 40% itu kisaran part yang mungkin bisa disuply oleh produsen lokal apa saja kira kira…? Kemasan mungkin, lengkap logo hologram, buku petunjuk bahasa Indonesia, charger komplit kabel, perakitan, testing dll, lalu packaging, distribusi, after sales service, promosi, dll nya lagi apa sekiranya bisa sampai 40% dari harga jual. Lalu pajak dihitung tidak…? Adakah Warjagers yang bisa mengkominfokan secara lengkap dan akurat..?

  7. Nah, ini nih kebijakn yg dinanti2 rakyat. Wlu sbtlnya kt msh trlalu mngalah dlm pembagiannya. Mstnya jgn 40:60 utk kita, tp 60:40 atau setdknya 51:49 utk kita. Tp itu sudah oke lah.
    Klu mslh produsen luar mngeluh sih itu sdh biasa. Ga usah dihiraukn. Jgnkn itu, adanya pesaingpun, inginnya sih jgn. Klu bs sih dunia milik kt berdua. Yg lain ngontrak.
    Hehehe!
    Ayo pr pemimpin, kuatkn tekadmu utk mmakmurkn RI yg tercinta ini. Jgn smp mlempem ditengah jln, apalagi krn suap.
    Na’udzu billah mindzalik.

  8. Hadeeeh si Yayuk, udah dbilang jaga rumah ane dan bersih2 halaman malah kelayapan cari HP, kepoto lagi…

    Smoga mimpi Indonesia menjadi Negara Produsen segera terwujud…
    Ada beberapa solusi untuk penyakit bawaan orang dijajah yaitu “mendewakan barang luar negeri”
    1. Bikin aja nama merk luar negeri
    2. Jual produknya keluar negeri, kalo udah terkenal baru dpasarkan di dalam negeri.

    Misalnya seperti The Executive, gak banyak orang tau kalo itu merk asli Putra Bangsa kita

  9. Sesungguhnya tidak mustahil industri smartphone dalam negeri kita bisa bersaing dengan produk dari negara lain. Harus serius meningkatkan kualitas dan purna jual. Yang sering menjadi keluhan itu kan kalau rusak spare part nya susah, garansi bertele-tele, service center hanya di kota2 besar. Kalau hal2 seperti itu bisa diatasi oleh produsen lokal, saya yakin yg tadinya cuma impian, akan menjadi kenyataan. Tetap semangat mendukung industri dalam negeri.

  10. Setuju banget. Jadilah indonesia yang mandiri.dan berdikari. Berhentilah jadi konsumen trus tapi harua jadi ptodusen juga walau 70 persen lebih baik. Semua keuntunga. Di bawa keluar negri. Ayao indonesia lumayan banyak memakain smartphonr krn penduduk kita yg banayak.