Oct 112012
 

Salah satu alutsista mutakhir yang diincar oleh TNI AD adalah helikopter serang Apache AH-64 buatan  Amerika Serikat.  Helikopter ini dibutuhkan sebagai payung udara untuk melindungi pergerakan pasukan dan mesin perang Angkatan Darat.  Helikopter Apache  akan bergerak bersama- sama dengan pasukan di darat.

Bagaimana dengan dukungan TNI AU ?

TNI AU diposisikan sebagai pasukan yang memberi perlindungan dari jarak jauh dan menengah. Dengan konsep ini TNI AD tidak sepenuhnya menggantungkan nasib pertahanan udara mereka kepada matra lain.  Ketika pesawat atau helikopter musuh sudah mendekat, TNI AD akan melindungi diri mereka sendiri.

Untuk mendapatkan kemampuan itu, TNI AD mengincar helikopter serang yang mumpuni.  Secara kalkulasi pilihannya jatuh kepada Helikopter Apache Longbow dengan persenjataan lengkap. Payung udara ini harus memiliki kemampuan yang mumpuni, karena jika pertahanan udara terpatahkan, pergerakan pasukan di darat akan terancam.

Menurut KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo, hingga saat ini TNI AD terus mengkaji kemampuan dan kelayakan helikopter Apache. Secara anggaran, budget TNI AD mencukupi untuk mendatangkan sekitar 8 unit helikopter Apache. Pengkajian ini juga ditujukan untuk presentasi di hadapan Komisi I DPR nanti. TNI AD menyiapkan argumen dan dasar pemikiran betapa pentingnya pengadaan Helikopter Serang Apache dan diharapkan  pembelian helikopter itu nantinya disetujui Legislatif.

Harga helikopter Apache memang mahal, sekitar 60 juta USD per unit. TNI AD sedang memikirkan opsi-opsinya agar bisa membeli Apache ini.

AH 64 Apache

Alternatif lainnya adalah Heli Super Cobra  sekitar 15 juta USD per unit, serta  Black Hawk yang lebih murah lagi.  Namun kemampuannya masih di bawah Apache.  Pertimbangan menolak dua helikopter ini adalah, jika dianggap tidak superior,  maka keberadaannya bisa dianggap tidak existing, tidak masuk hitungan, sehingga percuma saja.  Kecuali jika ada opsi-opsi membuat helikopter itu menjadi mumpuni.

Kebutuhan terhadap helikopter serang yang mumpuni juga terkait dengan konsep perang TNI AD yang terus dimodernisasi. TNI AD berencana membentuk satuan brigade mekanis yang memiliki daya pukul maut dan pergerakan yang cepat, dengan mengandalkan lapis baja dan kendaraan taktis.  Untuk itu pula meriam 155 Caesar dipilih karena bisa diangkut oleh Hercules,  tanpa mempretelinya dan bisa langsung dioperasikan, saat pesawat mendarat.

Selain dilindungi oleh  Heli Apache, TNI AD juga membeli  rudal pertahanan udara jarak pendek, mistral. Rudal dengan sistem fire and forget ini, dikombinasikan dengan Rantis 4X4 buatan Pindad.  “Rudal mistral bisa ditembakkan sambil duduk-duduk santai dan 90 % akan mengenai sasaran”,  ujar KSAD.

Konsep perang Angkatan Darat bisa ofensif dan defensif.  Ofensif adalah dengan menggerakkan pasukan maju ke depan lalu menguasai medan baik di darat dan udara. Untuk itu dibutuhkan payung udara yang kuat, antara lain pengadaan Helikopter serang Apache.  Selain Apache, TNI AD telah memesan heli serang AS 550 Fennec, untuk menggantikan heli Bolcow BO-105 serta menemani Heli Serang MI-35 buatan Rusia yang lebih dulu dibeli  TNI AD.

Heli Serang Fennec

AS 550 Fennec

Mesti berbadan kecil dan single engine, Heli AS 550 Fennec sangat mematikan. Helokopter  buatan Perancis ini  dilengkapi HeliTOW sighting system (direct view optics, day and night vision serta laser rangefinder) dan TOW anti-tank missiles. Untuk persenjataan serang darat, AS 550 C2 Fennec mengusung 7 misil x 2 roket launcher Forges de Zeebrugge atau 12 x 2 roket launcher Thales Brandt 68mm. Fennec juga bisa membawa empat rudal anti-tank seperti BGM-71 TOW atau anti-pesawat (air to air missile). Bahkan varian AS 555 SN, mengusung torpedo sebagai anti-submarine warfare. (JKGR).

  149 Responses to “Proyeksi Helikopter Serang Apache TNI AD”

  1.  

    kok agak melunak, mungkin juga kasad sempat membaca blog ini, hehehe siapa tahu ya…

  2.  

    belajarlah dari masa lalu, era soekarno RI adalah macan asia dengan sederet persenjataan canggih dari soviet,tanpa embargo tidak seperti as yang selalu mengembargo suatu negara bila tidak sejalan dengan pikiran mereka.
    soal pembelian heli tempur apache atau yg lainnya dari as lebih baik dibatalkan, alternatifnya adalah KA 50 dari Rusia yg saya yakin lebih canggih dan lebih murah, KA 50 mengusung teknologi baru dengan 2 baling-baling dan membuang rotor ekor sehingga lebih gesit dan bisa memuat persenjataan banyak daripada apache, yg jelas anti embargo bahkan bila alutsista yang dibeli dalam skala besar mereka bisa mendirikan pusat perawatan alutsista/ bengkel militer bila diijinkan, sehingga tidak perlu jauh-jauh untuk memperbaiki alutsista yang rusak.

  3.  

    kalo indonesia yg jelas duit nya pasti di ”korupsi” dulu

  4.  

    mendingan produk dalam negeri seperti gandiwa.klo produk dalam negeri selain mahal,klo kita melanggar ham di embargo tuh produk luar negerinya.

  5.  

    kalo INDONESIA mau beli peralatan tempur hendaknya yg tidak OLD FASHIONED,..Jdi bisa bikin GODEK negara tetangga ASEAN khususnya,. mengingat kita di ASEAN sangan disegani DULUnya….. jaman ORDE BARU,…

    Apapun HELIKOPTER dan Pesawat Tempur serta ALUSISTA untuk Indonesia,…Rakyat Indonesia khususnya Anggota DPR harus menyetujui ANGGARAN TNI.
    Demi NKRI!!!! Harga MATI!!!

  6.  

    Slama gak dikorupsi dan murni buat bangsa dan agar TNI jd lebih confident utk menjaga negara …saya rasa gak masalah, saya pribadi jg gak masalah brapa pun harganya ….efek deterent sangat perlu utk daya tangkal kawasan, tapiiiiiiiiii……. kl ada korupsi awas aja ini yg gak disuka ama seluruh rakyat Indonesia ….. NKRI harga mati !! Maju TNI !!

  7.  

    MENDING BELI KAMOV AJA BLACK SHARK…..WOW….BELI 30 AJA…BISA BISA UPIN IPIN….NANGIS TOO

  8.  

    woy mending buat beli teh segar satu truk

  9.  

    Kalau hemat saya; boleh saja beli Apache, tp ya cukup 3 saja (tidak perlu 8), sisa anggaranya untuk beli 3 Tiger Eurocopter bisa dilihat perbandinganya kecanggihanya disini : http://www.youtube.com/watch?v=5_TPp7zox2E )
    Masih ada sisanya tuh, yah bisa untuk beli ; Heli multirole; Light Combat Helicopter (LCH) buatan India ( http://www.youtube.com/watch?v=7-AwrZrmWok) dan Herbin Z19 ( http://www.youtube.com/watch?v=VpPWxI_QumY) atau Z-10 ( http://www.youtube.com/watch?v=T3SWXEcQOYI) buatan china, so dalam 2-3 tahun kita pasti bisa meramu Helicopter serang tercanggih hasil kombinasi keunggulan dari 3-4 heli serang ini. Mantab ….kan…?

    Bravo… Helicopter Serang Canggih Buatan Indonesia…

  10.  

    cukup beli 3 Apache saja (tidak perlu 8), sisanya beli 3 Tiger Eurocopter, masih ada sisa bisa beli 3 Herbin H19 atau H10 buatan china dan 3 LCH buatan india
    so dalam 2-3 tahun kedepan kita pasti bisa buat sendiri Heli serang hasil kombinasi dari semua helicopter serang itu, mantab kan…

 Leave a Reply