Des 162018
 


F-16 Barak Israel (foto : Common Wikipedia)

Israel telah mengupgrade dan meningkatkan kemampuan F-16 Block 30 hingga menjelma menjadi F-16 Barak hingga menjadi “tidak dapat dikenali” oleh produsen aslinya, Lochkeed Martin.

Sebuah ungkapan yang berlebihan tapi memang begitu adanya karena banyaknya Israel mencangkokkan peralatan buatan mereka sendiri kedalam pesawat tempur F-16.

Israel memasukkan sistem perangkat lunak, radar AN / APG-68 (6) yang mampu mengendus posisi target pada jarak 300 kilometer, kemampuan yang hampir setara dengan versi Viper (AN / APG-68 /9).

Israel juga memasukkan sistem komputer misi I-GAC buatan Elbit (mirip dengan F-16 Singapura). Selain itu F-16 Barak untuk Kroasia juga dilengkapi dengan sistem perlindungan elektronik SPS-3000, perangkat yang juga di miliki F-16 Shoufa Israel. Sistem EL / L-8240, buatan Elbit, juga dimasukkan ke dalam pesawat, alat yang mampu mencegah sistem deteksi anti-pesawat terbang.

F-16 Barak menggunakan mesin F-100-GE-100C dengan kontrol sistem digital dan cadangan sistem mekanis FADEC. Dengan Full Authority Digital Engine (FADEC), sistem secara otomatis akan menyesuaikan daya dorong dan konsumsi bahan bakar sesuai dengan perintah pilot untuk menghasilkan kinerja yang maksimum namun hemat bahan bakar.

F-16 Kroasia juga akan memiliki kemampuan menembakkan rudal jarak pendek berpandu infra merah Python 4 atau Python 5 dan rudal berpandu radar – Derby yang memiliki jangkauan hingga 100 km.

Untuk menghancurkan target darat , F-16 Barak dilengkapi persenjataan bom berpandu elektro-optik dan GPS- Spice, rudal jelajah Delilah dan peluru kendali Popeye I dan II. Paket F-16 Kroasia termasuk LITENING pod targeting, sistem penargetan yang presisi dan canggih buatan Rafael.

F-16 Barak jauh lebih berat daripada F-16 standar Amerika. Dari semula 7,9 ton kini telah ditingkatkan menjadi 9,5ton dan sanggup menggotong beban senjata dan bahan bakar seberat 4,75 ton.

Dan agar sesuai dan terintegrasi dengan anggota NATO lainnya, Israel berencana untuk mengganti perangkat radio standar dengan elemen yang sesuai untuk NATO. Dengan demikian, sistem identifikasi dan transponder AN / APX-119 – Israel, akan digantikan dengan Data Link-16 standar NATO.

Dengan bejibunnya perangkat elektronik dan mesin yang kuat, pantas saja jika Amerika Serikat marah dengan penjualan F-16 Barak kepada Kroasia. Selain khawatir teknologi canggihnya suatu saat jatuh ke negara musuh, AS juga merasa tersaingi pasar penjualan pesawat tempurnya dengan Israel.

Jutanji

jakartagreater.com

  4 Responses to “Kecanggihan F-16 Barak “Kroasia””

  1.  

    Seperti dugaanku.
    Tetap pada alasan keamanan, yang kedua alasan uang. 🙂

  2.  

    Kok gak disangsi AS padahal sudah merombak tekologi AS dan menjadi pesaingnya! Padahal berapa uang pajak rakyat AS yg dijadikan subsidi bg Israel.he3