JakartaGreater.com - Forum Militer
Jun 222012
 

Pukul 07.40 GMT / 14.40 WIB Pesawat Fokker 27-400M TNI AU bernomor registrasi A2708 jatuh di Komplek Rajawali TNI AU, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat ini sedang melakukan latihan take off and landing, serta memeriksa instrumen pesawat, namun tiba tiba menabrak 8 rumah di Komplek Rajawali TNI AU yang menyebabkan 10 orang tewas.

7 Kru pesawat merupakan anggota TNI dan 3 korban lainnya merupakan sipil: Mayor Pnb Heri Setiawan, Kapten Teknisi Agus Supriadi, Letda Pnb Ahmad Syahroni, Serma Sihmulato, Serka Wahyudi, Sertu Purwo Adianto dan Lettu Paulus Adi Prakoso

Korban sipil merupakan keluarga dari Mayor Yohanes, yang rumahnya tertimpa pesawat: Brian (7 th), Melvi (1 th), dan Martinah. Satu korban luka yang masih kritis bernama Kartinah yang merupakan pembantu Mayor Adm Yohanes Andi Sosang.

Fokker 27 TNI AU Jatuh di Halim- Jakarta


Pesawat angkut buatan Belanda ini dijadwalkan akan menjalani perawatan rutin blok III pada 14 Juli 2012. Namun dengan sisa waktu pemeliharaan 23 hari lagi, pesawat itu tiba-tiba jatuh. Jatuhnya pesawat Fokker 27 ini, sama dengan Fokker 27 yang jatuh di Bandung tahun 2009, yakni saat hendak landing.

Korban kecelakaan Fokker 27 di Bandung Jawa Barat lebih banyak lagi. 17 Anggota Paskhas AU dan 6 kru Fokker 27, tewas karena pesawat jatuh sebelum mendarat di Lanud Husein Sastranegara.

Pasca musibah Fokker di Bandung, pemerintah telah memerintahkan grounded seluruh alutsista TNI yang sudah tua. Namun setelah kasus jatuhnya Fokker 27 di Bandung dilupakan orang, pesawat tersebut kembali digunakan.

Fokker 27 TNI AU sebenarnya memasuki masa pensiun untuk diganti dengan CN-295, hasil produksi PT DI dan Cassa Spanyol. Jika tidak ada halangan, sebagian dari 9 pesawat CN 295 akan diterima TNI AU bulan November 2012 nanti.

Kejadian ini memunculkan adanya gap antara pengadaan alutsista yang baru, untuk mengganti yang lama. Yang baru belum datang, yang lama sudah rusak parah. Jika berani memperpanjang pemakaian pesawat lama, tentu harus berani mengeluarkan biaya perawatan yang extra. Peswat Fokker 27 sudah uzur, pabriknya juga sudah tutup, sehingga suplai suku cadang menjadi lebih susah dan terkadang harus kanibal.

Usia airframe pesawat akibat fatigue dari structur dan material (strength of materials) tidak bisa diakali karena terkait dengan hukum paruh waktu yang telah menjadi keniscayaan.

TNI AU akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab jatuhnya Fokker 27. Katakanlah jika penyebabnya human error, apakah pesawat ini akan diterbangkan lagi ?. Peristiwa ini seakan mengingatkan TNI AU untuk hati hati dengan perawatan pesawat F 5 Tiger, yang masa operasinya dipenpanjang hingga tahun 2020.

Kecelakaan pesawat biasanya disebabkan oleh multi faktor dan bukan tunggal. Yang paling fatal adalah jika: cuaca buruk, pesawat buruk dan human error. (Jkgr).

Berbagi

  2 Responses to “Kecelakaan Fokker 27 TNI AU”

  1.  

    Turut berduka cita atas meninggalnya awak pesawat Fokker 27 TNI AU. Mungkin Para Petinggi Negeri ini harus menyadari ini bahwa selain takdir sebab kejadian ini adalah karena sudah waktunya peralatan militer kita di regenerasi.

  2.  

    Saya punya kesedihan yang sama, namun tidak serta merta kita harus menyalahkan pemerintah semata, proyek peningkatan kekuatan militer Indonesia, baru dimulai dengan modal RP 150 Trilyun untuk Kekuatan Militer Minimal , itupun penuh dengan hambatan dari broker dan juga Parlemen alias DPR…..

 Leave a Reply