Feb 102019
 

JakartaGreater.com – Pasukan Keamanan Sementara PBB untuk Abyei (UNISFA) melaporkan bahwa tiga orang tewas dan 10 lainnya menderita luka-luka setelah sebuah helikopter milik militer Ethiopia jatuh pada hari Sabtu ketika melakukan perjalanan dari kota Kadugli Sudan ke daerah Abyei yang disengketakan, sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian PBB.

“Registrasi helikopter militer Ethiopia Nomor UNO 379P dengan 23 penumpang di dalamnya telah jatuh hari ini sekitar pukul 1310 di dalam kompleks Pasukan Keamanan Sementara PBB untuk Abyei (UNISFA) menewaskan tiga anggota krunya … Sepuluh penumpang terluka dengan tiga dalam kritis kondisi,” kata UNISFA dalam sebuah pernyataan, yang diterbitkan di halaman resmi Facebook Sabtu malam.

Penjabat kepala komando misi dan pasukan UNISFA, Mayor Jenderal Gebre Adhana Woldezgu, mengatakan bahwa investigasi penyebab kecelakaan itu telah dilakukan.

“Helikopter MI-8 sedang dalam operasi rutin membawa pasukan Ethiopia secara bergiliran dari Kadugli ke Abyei ketika jatuh … Satu-satunya negara yang menyumbang pasukan Ethiopia, Ethiopia, saat ini sedang memutar tentaranya dari Kadugli ke lokasi berbeda di wilayah Abyei,” pernyataan itu menambahkan.

Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa dikerahkan ke wilayah tersebut pada tahun 2011 setelah bentrokan kekerasan diperbarui di Abyei yang kaya sumber daya ketika Sudan Selatan akan secara resmi menyatakan kemerdekaannya dari Sudan. Sekitar 4.500 personil militer Ethiopia mendukung upaya pemeliharaan perdamaian UNISFA di wilayah tersebut. Sementara itu, Abyei masih diperdebatkan oleh Sudan dan Sudan Selatan.

Sumber: Sputnik News