Oct 052018
 

Purwarupa helikopter taktis ringan, Sikorsky S-97 Raider © Lockheed Martin via Youtube

JakartaGreater.com – Purwarupa helikopter taktis ringan Sikorsky S-97 Raider saat ini maju dengan cepat melalui jadwal uji terbangnya, baru-baru ini helikopter menembus kecepatan 200 knot di Pusat Riset Penerbangan Sikorsky, seperti dilansir dari laman Lockheed Martin. (4/10/2018)

Helikopter S-97 Raider tersebut dikembangkan oleh Sikorsky, sebuah anak perusahaan Lockheed Martin. Desainnya berdasarkan pada teknologi X2 perusahaan yang terbukti, memungkinkan kecepatan dua kali lipat daripada helikopter konvensional.

“Program uji penerbangan Sikorsky S-97 Raider telah melebihi harapan, menunjukkan kecepatan revolusioner dari Raider, kemampuan manuver serta kelincahan”, kata Tim Malia, direktur Sikorsky untuk Future Vertical Lift Light.

Menurut Tim Malia, Teknologi X2 ini mewakili seperangkat teknologi yang dibutuhkan untuk pertarungan di masa depan, memungkinkan para petarung untuk terlibat dalam konflik berintensitas tinggi kapan saja, di mana saja sebagai anggota tim multi-domain yang kompleks.

Sikorsky pun terus mendemonstrasikan aplikasi Teknologi X2 sebagai perusahaan yang mempersiapkan proposal untuk ikut kompetisi Future Attack Reconnaissance Aircraft (FARA), mendorong upaya revolusi armada udara Angkatan Darat AS sebagai bagian dari apa yang dikenal sebagai Future Vertical Lift.

S-97 Raider menggabungkan kemajuan terbaru dalam kontrol penerbangan fly-by-wire, sistem manajemen kendaraan dan integrasi sistem. Suite Teknologi X2 memungkinkan helikopter untuk beroperasi pada kecepatan tinggi sambil mempertahankan kualitas penanganan kecepatan rendah dan kemampuan manuver.

“Sangat menyenangkan untuk mencapai kecepatan tinggi tersebut dengan Teknologi X2”, kata pilot penguji Sikorsky, Bill Fell, pensiunan pilot militer AS.

Menambahkan bahwa tak dapat disangkal, penting bagi para petarung untuk mencapai misi dengan cepat. Dan begitu mereka sampai di sana, Teknologi X2 bisa memberikan kualitas penanganan yang penting yang membuat pesawat bertahan hidup, mematikan dan lincah.

“Teknologi X2 Sikorsky mengubah cara terbang dan bertarung, kita bisa sampai disana dengan cepat, menjadi lebih efektif saat berada di tempat kejadian dan kita bisa keluar dengan cepat”, katanya.

Teknologi X2 Sikorsky di jantung helikopter Raider dapat ditingkatkan untuk berbagai misi militer termasuk serangan ringan, pengintaian bersenjata, dukungan jarak dekat, pencarian dan penyelamatan tempur serta aplikasi tanpa awak.

Pengembangan Teknologi X2 dan program S-97 Raider telah didanai sepenuhnya oleh investasi yang signifikan oleh Sikorsky, Lockheed Martin dan mitra industri.

Pada bulan Agustus 2017, purwarupa helikopter S-97 Raider ini telah mendarat darurat dengan keras di Pusat Riset Penerbangan milik Sikorsky di wilayah Palm Beach pada hari Rabu. (2/8/2017)

Pihak Sikorsky mengatakan bahwa dua orang awak yang berada di helikpter S-97 Raider itu berhasil lolos dari “hard landing” tanpa cedera. Helikopter S-97 Raider itu sedang melayang melaksanakan uji penerbangan ketika insiden tersebut terjadi.

Seorang juru bicara Lockheed Martin menyebut bahwa S-97 Raider melayang-layang tidak stabil saat melakukan uji coba penerbangan hingga terjadi pendaratan darurat tersebut.

 Leave a Reply