Mei 112018
 

Rudal hipersonik “Zircon” buatan Rusia. © Pravda via Youtube

JakartaGreater.com – Angkatan Udara AS (USAF) telah meluncurkan sebuah kampanye ambisiusnya untuk mempercepat pengembangan senjata hipersonik di tengah adanya kekhawatiran yang diungkapkan oleh para pejabat Pentagon bahwa China dan Rusia telah meninggalkan AS dalam debu dibidang pengembangan senjata, seperti dilansir dari laman Warrior Maven.

“Saya sedang bekerja dengan tim percepatan dan saya sangat yakin bahwa percepatan pengembangan yang signifikan adalah mungkin”, menurut Will Roper, asisten sekretaris Angkatan Udara AS untuk akuisisi, teknologi dan logistik, kepada Warrior Maven pada tanggal 8 Mei.

USAF bersedia melangkah maju dengan solusi efektif sebesar 90 persen daripada harus menunggu selama bertahun-tahun lebih untuk mencapai 100 persen, terang pejabat akuisisi tersebut. Namun jelas, dia tidak menentukan garis waktu atau timeline masih belum ditentukan, menurut Warrior Maven.

Senjata atau kendaraan hipersonik adalah salah satu senjata yang memiliki kecepatan melebihi lima kali kecepatan suara atau lebih dari 3.800 mph, batas ini menghadirkan teknologi propulsi yang hampir tidak dapat dijangkau.

Dinamika fluida udara pada kecepatan tersebut berperilaku sangat berbeda dari pada kecepatan yang lebih lambat pada kebanyakan misil dan pesawat jet, menghadirkan masalah tersendiri bagi para perancangnya.

Roper mengatakan bahwa USAF pun sedang mengembangkan prototipe untuk senjata “boost glide” yang diluncurkan dari udara yang berakselerasi di ruang angkasa sebelum menggunakan gaya gravitasi untuk mencapai targetnya dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Lebih jauh, para insinyur sekarang sedang mengembangkan demonstran kedua untuk “Hypersonic Conventional Strike Weapon” yang bergantung pada teknologi yang lebih matang. USAF bekerja sama dengan Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan di kedua proyek tresebut.

“Kedua sistem senjata hipersonik memiliki profil penerbangan, ukuran muatan dan menyediakan kemampuan serangan komplementer yang berbeda”, kata juru bicara itu kepada Warrior Maven.

Perlombaan untuk mengembangkan senjata hipersonik telah menjadi sorotan di awal tahun ini oleh komandan Komando Strategis AS (Stratcom), Jenderal John Hyten, yang mengatakan kepada anggota parlemen AS di bulan Maret bahwa “Kita tidak memiliki pertahanan yang dapat menghalangi penggunaan senjata seperti itu melawan kita”.

Hyten juga mengatakan bahwa Moskow dan Beijing “terus bergerak cepat” di bidang pengembangan senjata hipersonik, khususnya kendaraan luncur hipersonik. Komentar sang Jenderal itu juga telah diulang kembali oleh Senator James Inhofe dibulan Maret.

Bagikan: