Nov 282018
 

Kejuaraan dunia terjun payung ini adalah salah satu program dari Fasida Provinsi Sulut, bertujuan untuk membina atlit terjun payung seluruh Indonesia dan atlit Sulawesi Utara, juga sebagai sarana untuk menarik pariwisata yang ada di Sulut.

Manado, Jakartagreater.com   –   Federasi aerosport Indonesia daerah ( Fasida) Provinsi Sulawesi Utara dibawah Pimpinan Komandan Lanud Sam Ratulangi Kolonel Nav Insan Nanjaya SH. M.Avn. M.gt., kembali melaksanakan ivent terjun payung Internasional yang diberi nama Manado International Open Parachuting championship (IOPC) Tahun 2018.

Sebelumnya Kejuaraan dunia terjun payung telah beberapa kali berlangsung di Manado Sulawesi utara, sejak Tahun 2005 silam, dan sejak saat itu ivent kejuaraan terjun Payung hampir tiap Tahun di laksanakan secara rutin. Pelaksanaan kejuaraan terjun payung kali ini adalah yang ke tujuh kali di laksanakan di Manado, dan untuk kali kedua menggunakan nama Manado International Open parachuting Championship (IOPC).

Kejuaraan dunia terjun payung ini adalah salah satu program dari Fasida Provinsi Sulut, bertujuan untuk membina atlit terjun payung seluruh Indonesia dan atlit Sulawesi Utara, juga sebagai sarana untuk menarik pariwisata yang ada di Sulut.

Kita ketahui bersama bahwa Sulawesi Utara adalah salah satu bench mark nya terjun payung Nasional, sehingga kegiatan terjun payung jangan sampai vakum di Sulut, demikian kata Pingkan Mandagi, salah satu pengurus terjun payung Fasida Sulut, putri dari legenda peterjun Indonesia, Alm. Theo Mandagi.

Kejuaraan terjun payung Manado International Open Parachuting Championship 2018 ini di buka secara resmi oleh Wakil Walikota manado, mewakili Walikota Manado.

Dalam sambutannya Wlikota berterima kasih atas pelaksanaan kejuaraan terjun payung di Manado, sehingga kota ini makin banyak di kenal di Dunia. Setelah upacara Wakil Walikota berkesempatan mencoba alat pad sebagai titik tumpuan penilaian dalam kategori ketepatan mendarat olahraga terjun payung.

Peserta kejuaraan terjun payung ini berjumlah 75 orang peterjun, dari beberapa Propvinsi dan club terjun payung Nasional, termasuk 2 orang warga negara asing Malaysia.

Hadir pada upacara pembukaan tersebut forkopimda Kota Manado, ketua Pordirga terjun payung pusat bapak Nifcu chasbulla, merangkap juga sebagai Dewan wasit, ketua Pordirga terjun payung TNI AU kolonel pas Budi S, ketua dewan wasit, Kolonel Pas Roland Waha, serta pengurus Fasida Provinsi Sulawesi Utara. (tni-au.mil.id)

Bagikan:

 Leave a Reply