Jul 212019
 

Baterai sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 buatan Rusia © Kemhan Rusia

Washington, Jakartagreater.com – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Sabtu “menyampaikan kekecewaan Amerika Serikat” atas pembelian sistem rudal darat-ke-udara Rusia S-400 Rusia, kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus, dirilis TASS, 20/07/2019.

“Menteri Luar Negeri Pompeo menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk menangani masalah keamanan Turki di sepanjang perbatasan Turki-Suriah, dan juga menegaskan kembali kewajiban Pemerintah AS untuk memastikan perlindungan mitra lokal yang bekerja dengan Amerika Serikat dan Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS, “katanya.

“Menteri Luar Negeri juga menyampaikan kekecewaan Amerika Serikat atas akuisisi Turki atas sistem rudal darat-ke-udara Rusia S-400,” tambahnya.

Sebelumnya, layanan pers Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa diplomat top AS dan Turki membahas masalah yang berkaitan dengan sistem rudal S-400 Rusia dan jet tempur F-35 AS, untuk perkembangan di Manjib dan Idlib Suriah dan zona keamanan baru di Suriah .

Panggilan telepon itu adalah yang pertama antara diplomat kedua negara setelah S-400 dikirim ke Turki, Washington telah menyingkirkan Ankara dari program pengembangan jet F-35 dan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan sanksi unilateral terhadap Turki.

Batch Pertama Peralatan S-400 Tiba di Turki. (Republic of Turkey Ministry of National Defence)

Penawaran S-400, F-35

Pembicaraan Rusia-Turki tentang akuisisi sistem rudal pertahanan udara S-400 pertama kali dilaporkan pada November 2016. Rusia mengkonfirmasi pada 12 September 2017 bahwa kontrak yang relevan telah ditandatangani. Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli senjata pertahanan udara kelas ini dari Rusia. Pengiriman S-400 ke Turki dimulai pada 12 Juli 2019.

Amerika Serikat melakukan yang terbaik untuk mencegah Turki memperoleh sistem rudal S-400 Rusia. Washington memperingatkan Ankara bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi anti-Turki jika senjata Rusia dibeli.

Sebelumnya, Pentagon memberi tahu bahwa agar tetap berada dalam program jet tempur F-35, Turki perlu menghentikan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

S-400 ‘Triumf’ adalah sistem rudal pertahanan udara jarak jauh paling canggih yang mulai beroperasi di Rusia pada tahun 2007. S-400 dirancang untuk menghancurkan rudal balistik pesawat, jelajah dan balistik, termasuk rudal jarak menengah, dan juga dapat digunakan terhadap instalasi ground. S-400 dapat melibatkan target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km.

Bagikan: