Kekuatan Militer Indonesia Nomor 16 Dunia Versi Global Firepower

panser pindad 2021

JakartaGreater – Kekuatan Militer Indonesia di tahun 2021 menempati urutan ke-16 terkuat di dunia berdasarkan perhitungan situs Globalfirepower.com, yang diakses 18-10-2021.

Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2021 ini Kekuatan Militer Indonesia tetap berada di urutan ke-16 dari 140 negara yang dicatat.

Peringkat nomor 1 sampai 9 tetap tidak berubah dengan urutan: Amerika Serikat, Rusia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Inggris dan Brazil.

Tahun 2021 ini kekuatan militer Pakistan naik ke nomor 10. Sementara Mesir turun ke nomor 13 dan Jerman ke nomor 15. Posisi setelah Jerman di tempati oleh Indonesia di urutan ke 16.

Di bawah Indonesia di tempati oleh Arab Saudi dengan peringkat 17, Spanyol 18, Australia 19 dan Israel di peringkat ke 20.

Ini artinya Indonesia yang terkuat di Asean. Vietnam menampati urutan ke 24 dan Thailand di nomor urut 26.

global firepower 2021 1

2021 Military Strength Ranking. (@ GlobalFirepower.com)

Peringkat Kekuatan Militer ini didasarkan kepada lebih dari 50 faktor individu untuk menentukan skor PowerIndex suatu negara dengan kategori mulai dari kekuatan militer, keuangan hingga kemampuan logistik dan geografi.

Menurut situs Global Firepower, formula penghitungan mereka yang unik, memungkinkan negara-negara yang lebih kecil, lebih maju secara teknologi, untuk bersaing dengan negara-negara yang lebih besar karena adanya penghitungan khusus yang diterapkan untuk lebih menyempurnakan daftar tahunan.

Dari breakdown faktor faktor pendukung yang dilakukan oleh situs Global Fire Power, Indonesia menonjol dalam beberapa bidang. Bahkan untuk Kekuatan Armada Laut Pedagang atau Merchant Marine Fleet Strength, Indonesia menempati nomor satu di dunia dengan jumlah 9,879 kapal. Sementara China menempati urutan ketiga, Jepang ke-4 dan Amerika Serikat ke-5.

Merchant Marine suatu negara adalah kekuatan kapal yang beroperasi di bawah panji-panji sipil di masa damai dan, di masa perang bisa ditugaskan oleh cabang angkatan laut untuk menambah kekuatan tempur permukaan utama.

Dengan demikian, kekuatan Merchant Marine memainkan peran kunci dalam menentukan fire power angkatan laut secara keseluruhan dari suatu negara. Di masa perang, kapal Merchant Marine yang ditugaskan akan ditugaskan untuk mengangkut tentara, kendaraan, persediaan, dan sejenisnya ke titik mana saja di dunia, ungkap Global Fire Power.

Keunggulan signifikan lain dari Indonesia adalah garis pantai yang menempati nomor urut ke-2 di dunia.

Cakupan Perbatasan adalah jarak lengkap batas bersama untuk negara tertentu dalam rumus GFP. Cakupan perbatasan dianggap sebagai faktor penting karena dapat mempengaruhi aliansi dan mencerminkan lalu lintas masuk/keluar dan kemampuan perdagangan. Di masa perang, perbatasan menjadi semakin penting dalam pertahanan tanah air.

Dengan demikian, perbatasan yang membentang lebih panjang adalah penghalang alami bagi kekuatan pertahanan tertentu.

global firepower 2021 indonesia

2021 Military Strength Ranking. (@ GlobalFirepower.com)

Selain itu Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia untuk jumlah kapal perang korvet sebanyak 24 unit. Urutan pertama ditempati Rusia dengan 85 unit dan China diperingkat dua dengan jumlah 72 unit.

Indonesia juga menempati nomor urut ketiga untuk jumlah Populasi Usia Militer sebanyak 4,561,184. Nomor urut satu ditempati India dengan jumlah 23,141,786, lalu China di urutan nomor dua dengan jumlah 19,752,649.

Sebuah populasi yang besar tidak selalu sama dengan sejumlah besar personel berbadan sehat yang cocok untuk berperang meskipun populasi yang besar pada umumnya menguntungkan.

Kekuatan Militer Indonesia di tahun 2021 menempati nomor urut ke-16 dari 140 negara juga didukung oleh skor yang tinggi disumbang oleh Armada Kapal Patroli Lepas Pantai, Ketersediaan Tenaga Militer, populasi penduduk, Tenaga Kerja Cocok untuk Dinas Militer, Kekuatan Angkatan Kerja, yang menempati nomor urut ke-4 terkuat di dunia.

Adapun catatan merah untuk Indonesia dengan skor yang dinilai lemah, yakni 139, adalah karena tidak memiliki: Destroyer, Armada Kapal Induk, serta Armada Pengangkut Helikopter.

Baca juga: Top! Kapal Perang AH140 akan Digarap RI

Catatan merah lainnya untuk Indonesia adalah konsumsi minyak dengan skor 10.

Minyak tetap menjadi sumber kehidupan dari setiap upaya perang saat ini dan menggerakkan banyak komponen kompleks militer modern termasuk pesawat terbang, kendaraan, kapal perang, senjata ringan, dan industri umum.

Untuk tujuan pemeringkatan GFP, konsumsi minyak diterapkan sebagai hukuman untuk setiap negara, semakin tinggi konsumsinya, semakin buruk efeknya pada upaya perang teoretis. Konsumsi minyak dapat diimbangi dengan nilai produksi minyak dan ini diperhitungkan bersama dengan cadangan minyak terbukti suatu negara.

Untuk selengapnya bisa dilihat tabel berikut:

global fire power

(@GlobalFirepower.com)

*Foto cover: Panser Badak (@ PT Pindad)

Leave a Reply