Jan 282017
 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, saat menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti rapat dengar pendapat di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II Paripurna DPR RI Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017). (Puspen TNI)


Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengatakan bahwa Chief of Army Australia akan ke Indonesia pada tanggal 8 Februari mendatang, untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan hasil investigasi terkait adanya pelecehan terhadap ideologi Pancasila dengan lima silanya yang tidak benar.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II Paripurna DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (26/1).

Jenderal Gatot menjelaskan bahwa, belum mengetahui apa hasil investigasi tersebut, namun langkah-langkah apa yang akan dilakukan, itu menjadi kebijakan lebih lanjut. “Chief of Army Australia akan ke Indonesia untuk menemui saya dan Kasad serta akan menyampaikan dan meyerahkan hasil investigasi tersebut,” ucapnya.

Pada saat Rapat Dengar Pendapat di DPR RI, Panglima TNI mengatakan bahwa Komisi I DPR RI mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara kerjasama militer antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Australian Defence Force (ADF) karena terkait adanya pelecehan terhadap ideologi Pancasila dengan lima silanya yang tidak benar dan kurikulum pendidikan militer ADF perlu diperbaiki.

Penghentian sementara kerjasama tersebut berawal dari laporan instruktur bahasa Indonesia a.n. Lettu Inf Irawan Maulana Ibrahim dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang saat itu ditugaskan mengajar militer Australia di pangkalan militer di Perth Australia. “Maulana menemukan materi pelajaran yang melecehkan Pancasila dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kurikulum yang diterapkan dan perilaku militer Australia menunjukkan sikap yang mendiskreditkan ideologi Pancasila menjadi Pancagila,” kata Jenderal Gatot.

Sumber: Puspen TNI

  5 Responses to “Kelanjutan Kerja Sama Militer TNI dan ADF Tunggu Hasil Investigasi”

  1. Kagak usah dilanjutin lagi Pak kerjasama militernya.nanti teulang lagi,lagi dan lagi.

  2. selama tidak punya skuadron su-35/su-50 dan lr-sam maka oz akan senantiasa berulah.

  3. Bingung sm sikap panglima TNI..
    udh jelas ngelecehin TNI msh juga d kasi hati..
    Sy lbh setuju kalau hentikan saja kerjasamax..

  4. Boleh kerjasama berlanjut kembali asal ada MOU yg mengikat Australala untuk saling menghormati. Tapi susah juga selagi pangkalan USA masih dsn apalagi semakin diperkuat maka semakin pongahlah mereka

  5. Gak usah pake takut hentikan total semua kerja sama, Australia harus dikasih pelajaran setimpal….

 Leave a Reply