Kelemahan Fatal: Su-35 Mampu Kalahkan F-22

52
765
Pesawat Su-35

JakartaGreater.com – Dengan mengeksploitasi sejumlah kelemahan di pesawat siluman F-22 Raptor, jet tempur Su-35 Rusia dapat dengan mudah menghancurkan jet tempur F-22 AS, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Tujuan utama dibuatnya pejuang F-22 Raptor ini adalah menciptakan pesawat siluman yang mampu terbang ultrasonik, dilengkapi sistem elektronik terpadu dan bermanuver tinggi untuk menggantikan jet tempur F-15 Eagle.

Pesawat tempur generasi baru buatan Amerika Serikat ini dinilai dua kali lebih handal dibandingkan pejuang F-15 dan menjadi salah satu jet tempur utama di Angkatan Udara Amerika Serikat (U.S. Air Force).

Teknologi pembentuk jet tempur multiperan Su-35BM Angkatan Udara Rusia Β© Alexey Mikheyev

Menurut majalah National Interest dari Amerika Serikat, F-22 Raptor adalah salah satu jet tempur siluman paling modern di dunia hingga saat ini. Namun, terdapat beberapa keterbatasan pada jet tempur siluman F-22 Raptor ini, terutama bahwa F-22 Raptor “buta” dalam jangkauan infra-merah.

Oleh karena hal itu, kemampuan F-22 sangat terbatas ketika dihadapkan dengan lawan potensial yang telah dipersenjatai dengan sistem pelacakan dan pencarian infra merah standar (IRST).

Keterbatasan pada efektivitas tempur dari F-22 adalah bahwa mereka tidak dilengkapi dengan radar swa-gerak terbaru, sehingga pesawat tempur siluman tersebut dipaksa untuk secara manual menyesuaikan diri dengan target.

Faktanya adalah bahwa F-22 Raptor tak menerima perhatian khusus dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon, karena jet tempur multiperan F-16 Fighting Falcon telah menggantikan semua tugas mereka.

F-22 Raptor, jet tempur superioritas generasi kelima Angkatan Udara AS Β© USAF via Wikimedia Commons

Namun, menyaksikan munculnya jet-jet tempur baru oleh saingan potensial, Angkatan Udara AS mengakui adanya kebutuhan untuk terus mengembangkannya dan memberi perhatian khusus kepada penggunaan teknologi siluman.

Untuk mencapai tujuan tersebut, fase desain teknologi milik Lokheed dikombinasikan dengan mesin dan impedansi gelombang (karakteristik waveguide). Teknologi ini juga telah digunakan pada jet tempur siluman F-35 untuk versi STOVL.

Desain asli pada jet tempur F-22 bisa dilengkapi dengan delapan rudal. namun untuk beberapa alasan jumlah kapasitas angkut rudalnya telah berkurang dan setelah itu mereka juga tidak dilengkapi dengan mesin “reverse repulsion”.

Akibatnya, para pemimpin Pentagon pun memangkas anggaran pada lini produksi jet tempur siluman ini dan meluncurkan sistem IRST. Jadi meskipun itu adalah pejuang generasi kelima, namun kekuatan tempur F-22 tidak dihargai.

Tampaknya Rusia telah mengetahui adanya kelemahan pada F-22 ini, sehingga pesawat tempur multiperan Su-35 Rusia pun dilengkapi dengan sensor radar pencarian dan pelacakan infra-merah terbaru di badan pesawat.

Ini memungkinkan jet tempur Su-35 dengan mudah mendeteksi pesawat siluman AS. Pakar NI mengakui bahwa kelemahan F-22 Raptor adalah pada IRST, maka jet tempur Su-35 adalah senjata rahasia untuk melawan F-22 AS.

Meskipun hanya sebagai pejuang generasi keempat, pesawat tempur Su-35 dilengkapi dengan teknologi canggih dan tidak kalah dengan pejuang generasi kelima, Su-35 juga dilengkapi dengan teknologi infra-merah OLS-35.

OLS-35 memiliki kamera infra merah dan kamera foto-listrik. Mereka menggunakan unit optik umum serta laser jarak jauh dan teleskop pengindera jarak jauh. Sistem ini dipasang pada hidung Su-35, memungkinkannya untuk mendeteksi target dalam radius tempur 80 km.

52 KOMENTAR

    • sekali lg gue bilang, itu su 35 tdk mengaktifkan radar konvensionalnya yg hanya menggunakan irst canggih utk mmburu pespur f22, dengan demikian apa yg mnjd dasar f22 utk menarget su 35 klu radar konvensionalnya dimatikan, sedangkan ram f22 menyerap gelombang radar atau elektromagnetik yg mengenainya, sekali lg juga apa yg mnjd dasar f22 mengetahui keberadaan su 35??

      hahhahaaaa

      • Nah ini contoh orang ngawur kalo komen. Cara kerja radar itu bukan menangkap gelombang radar musuh tapi dari pantulan refleksi atau RCS dari pesawat musuh yg ada. Mau dimatiin radarnya kalo bodi Su-35 masih memantulkan gelombang jelas bisa dideteksi. RCS Su-35 kalo lagi bawa senjata penuh bisa 1,5 sampai 3 mΒ². Jelas bisa dideteksi F-22 dan F-35 dari jarak 180 km.

        • rcs itu meningkat karna ada efektivitas radar pespur tersebut yg berhamburan dari body pesawat & mesin pesawat & rudal yg menggunakan ir tdk memancarkn gelombang elektromagnetik

          nah kalau su 35 radar konvensionalnya dimatikan apa yg mau disarap ram pespur trsebut, sekali lg gue bilang, sedangkan ram itu fungsinya menyerap gelombang elektromagnetik.

          mungkin baiknya agato supaya tdk ngaur mungkin agato perlu mnjlskan dari jwbn aming lee mengapa pria tersebut mash dirahasiakan aming lee, ini kgk nagur agato

          hahhaahaaaa

        • perasaan loe ajja kallee gue mengatakan cara kerja radar dr penjelasan gue sebelumnya, gue mengatakan cara kerja pespur pengguna ram, apakah loe agatu kurang banyak minum air

          tapi kebetulan loe nongol, mungkinn loe perlu mnjlskan dr jwbn aming lee mengapa pria trsebut msh dirahasiakan aming lee

          hahhaahaaaaa

  1. Sudah hukum alam, setiap alat memancarkan gelombang radio radar maka posisi alat yg memancarkan radar tsb akan diketahui oleh alat pencari radar radio, apalagi kalau daya pancar radar sampai 200 km – 400 km maka akan mudah di deteksi.

    Mungkin f22 rcs jadi kecil karena makai model stealth yang tidak sedang memancarkan radar pelacak, tidak nembak rudal, tidak terbang, dan tentu makai alat pengacau radar.

    Teknologi siluman ini pertama kali ditemukan ilmuwan Russia Dr Pyotr pada tahun 1966, Russia pun sudah mengembangkan pesawat intai dgn teknologi siluman bahkan sudah dicoba jalan2 di gurun nevada pada tahun 1979.

    Dan sampai sekarang belum ada teknologi full siluman yang bebas nembak dan memancarkan radar mencari jejak pesawat lawan …. xixixi πŸ˜€