Kelompok Teroris Santoso Memasuki Babak Baru

21
6610
Basri dan Ali Kalora paling berpotensi menjadi pengganti Santoso.

Tewasnya Santoso atau Abu Wardah dalam insiden baku tembak dengan Satgas Tinombala di pegunungan Ambarana, Poso, Senin (18/7) membuat kelompok tersebut butuh pemimpin baru. Setidaknya, itu yang diprediksi Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, saat memperlihatkan dua anggota Santoso cs yang tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Operasi Tinombala di wilayah Desa Patangolemba, Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu 15 Mei lalu. (Foto : Metrosulawesi/ Eddy)
Kapolda SulTeng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, saat memperlihatkan dua anggota Santoso cs yang tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Operasi Tinombala di wilayah Desa Patangolemba, Poso Pesisir Selatan, Poso, SulTeng (15/5) (Foto : Metrosulawesi/ Eddy)

Jika tidak memiliki sosok pemimpin baru setelah Santoso tewas, kelompok ini makin melemah. Lalu, siapa yang berpotensi menjadi penerus Santoso?

“Second layer-nya Basri. Ada lagi setelah itu yang namanya Ali,” ujar Boy, di Mabes Polri, Jakarta, (19/7). Awalnya, Basri diduga anggota MIT yang turut tewas dalam baku tembak Senin 18 Juli 2016 di Poso. Namun, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan salah seorang terduga teroris yang tewas bersama Santoso adalah Mukhtar, bukan Basri.

Sementara itu, Ali alias Kalora merupakan orang paling senior di MIT. Kapolda Sulteng menjelaskan, “Selama ini kan memang dia paling senior, paling lama jadi teroris di sana,” ujar Brigjen Pol Rudy Sufahriadi.

Tim gabungan TNI dan Polri memastikan masih mengejar sisa kelompok teroris Santoso dalam Operasi Tinombala 2016.

Tewasnya Santoso sebagai pemimpin MIT, memaksa kelompok menentukan pimpinan penerus Santoso.
Tewasnya Santoso sebagai pemimpin MIT, memaksa kelompok menentukan pimpinan penerus Santoso.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan tim Satgas Gabungan fokus mengejar tiga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang melarikan diri pasca baku tembak. Satgas mengejar ketiganya di dua titik pelarian yang sudah dipetakan.

“Pengejaran juga dilanjutkan di titik barat dan selatan arah TKP,” ujar Hari.

Pasca baku tembak senin (18/7) di di hutan Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah, Satgas Operasi Tinombala menyita dua pucuk senjata api milik dua terduga pimpinan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT), Santoso dan Mukhtar. Dugaan kuat, senjata api jenis M16 itu buatan pabrikan.

“Untuk senjata, informasinya pabrikan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, (19/7).

Namun, Boy mengatakan pihaknya masih menelusuri asal dua pucuk senjata tersebut, hingga sampai ke tangan kelompok teroris Santoso. “Apakah diimpor? Belum diidentifikasi, masih didalami,” Boy menandaskan.

Sementara, tiga anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang melarikan diri pasca baku tembak di pegunungan Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dipastikan adalah Basri alias Bagong bersama istrinya dan istri Santoso.

Tim Satgas Tinombala dalam sebuah menyergapan di Bulan Mei berhasil menyita senjata api dan menewaskan sejumlah anak buah Santoso.
Tim Satgas Tinombala dalam sebuah menyergapan di Bulan Mei berhasil menyita senjata api dan menewaskan sejumlah anak buah Santoso.

“Dari hasil laporan anggota di lapangan, mereka yang lari adalah Basri, istri Basri, dan istri Santoso. Hanya saja mereka larinya terpencar ke dua arah,” kata Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Operasi Tinombala Kombes Pol Leo Bona Lubis di Palu, Selasa 19 Juli 2016.

Menurut dia, pengejaran terhadap ketiganya masih terus dilakukan tim gabungan TNI dan Polri dalam Satgas Operasi Tinombala. “Titik pelarian sudah diketahui, doakan saja dalam waktu dekat mereka bisa tertangkap,” Leo berharap. Namun demikian tim gabungan diminta tetap waspada karena ketiganya diketahui masih membawa satu senapan api M16. (marksman/ sumber : liputan6.com dan koran-jakarta.com)

21 COMMENTS

  1. Dulu santoso dan pengikutnya masih bisa main bola dua kesebelasan…dan sekarang masih bisa main bola…tapi main bola futsal….
    Itu artinya bentar lagi anggotanya santoso tinggal kenangan…..

    Minum dulu kopi campur sianida biar hati ini damai selalu…

    • yayaya.. bolehlah.. kata2 yang sering aku dengar..
      jika orang merasa kurang makmur dan sejahtera.. jadi boleh ya.. jadi teroris..
      Emang kemakmuran 100% kewajiban negara kalau kita nggak makmur itu salah negara ya..??
      menurut bapak ku.. makmur ora ne kuwi tergantung awakmu dewe (mulya tidaknya hidupmu tergantung dirimu sendiri) negara hanya memberi fasilitas dan pelayanan memberi ketentraman dan rasa aman.. jadi semua tergantung usaha kita
      kata simbah aku
      Jangan menanyakan apa yang telah diberikan negara kepadamu
      tapi tanyakanlah apa yang telah kamu berikan kepada negaramu
      Salam NKRI

LEAVE A REPLY