Nov 302018
 

dok. Angkatan Laut AS membantu dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang. (US Navy)

Kuala Lumpur, Jakartagreater.com  –    Keluarga orang-orang yang hilang dalam penerbangan MH370 Malaysia Airlines tahun 2014 telah menemukan apa yang mereka yakini potongan-potongan baru dari pesawat dan akan menyerahkannya kepada pemerintah Malaysia pekan ini, dirilis Antara pada Rabu 28-11-2018.

Pesawat dengan penerbangan MH370 sedang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014, dengan membawa 239 orang, ketika hilang dan menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

Para penyelidik Malaysia dan internasional meyakini jet itu berbelok ribuan mil keluar dari rute yang telah dijadwalkan sebelum akhirnya jatuh ke Samudera India. Tapi tak seorangpun mengetahui mengapa.

Secara keseluruhan 27 potongan pesawat telah dikumpulkan dari berbagai tempat di seluruh dunia tetapi hanya tiga kepingan sayap yang tersapu ditemukan di sepanjang pesisir Samudera India yang telah dikonfirmasi bagian dari MH370.

Keluarga terdekat mengatakan dalam pernyataan singkat pada Rabu 28-11-2018 mereka akan bertemu menteri perhubungan Malaysia pada Jumat 30-11-2018 “untuk menyerahkan potongan-potongan yang baru ditemukan”.

Calvin Shim, yang istrinya anggota awak pesawat itu, mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut berencana menyerahkan 5 potongan yang ditemukan di Madagaskar, tempat beberapa potongan ditemukan sebelumnya.

Potongan yang paling terbaru ditemukan pada Agustus 2018, katanya. Pada Mei 2018, Malaysia menghentikan pencarian tiga-bulan oleh perusahaan Ocean Infinity dari Amerika Serikat, yang menjelajahi kawasan seluas 112.000 km2 di bagian Selatan Samudera India dan berakhir tanpa penemuan yang signifikan.

Sebelumnya Australia, China dan Malaysia melakukan pencarian di kawasan seluas 120.000 km2 dan menghabiskan dana senilai 144,80 juta dolar AS. Usaha itu berakhir tanpa hasil.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah mengatakan pada Mei 2018 bahwa negara itu akan mempertimbangkan kembali pencarian hanya jika ada petunjuk baru.

Bagikan:

  5 Responses to “Keluarga Korban Mengakui Temukan Potongan Pesawat MH370”

  1.  

    Masih misteri atau hanya rahasia yg disembunyikan gak nih?

    •  

      Bukan mistery

      inilah hasil dari sebuah NEGARA YANG SOK JAGUH TAPI GELAGAPAN KETIKA BENCANA TIBA…

      gak bisa dibayangkan, jika gempa2 yang terjadi di Indonesia terjadi di Malaysia, berapa korban mati sia-sia karena pemerintah dan institusinya kelabakan menangani dampak bencana

  2.  

    apakah misteri tersebut sudah terjawab???? atau aming lee masih merahasiakan identitasnya pada huha dan pada laki2 lain……

  3.  

    Banyak teori dan analisis disampaikan oleh pakar dalam negeri dan asing. Mulai dari kemungkinan hiject, pesawat zombie karena pilot dan kopilot pingsan hingga pesawat meledak di ketinggian 10 KM sebagaimana yang diungkapkan presiden ke-3 RI yang juga pakar penerbangan BJ. Habibie dalam wawancara eksklusifnya di tvOne.
    Lepas dari sekian banyak analisis, saya lebih tertarik dengan kemungkinan adanya operasi intelijen negara dalam lenyapnya MH370. Dalam beberapa kesempatan, saya berbicara dengan beberapa orang yang tahu betul tentang dunia penerbangan, keamanan wilayah udara, radar militer maupun sipil dan memiliki jaringan intelijen kuat di luar negeri, ada fakta menarik diamati. Fakta-fakta itu adalah batalnya secara tiba-tiba 5 orang calon penumpang dalam penerbangan MH370. Kedua, ada 20 orang teknisi militer dalam pesawat MH370. Ketiga, pesawat milik maskapai MAS itu juga diduga membawa kargo sangat rahasia milik Amerika Serikat.
    Kargo yang dimaksud disebut-sebut adalah sistem kendali pesawat drone milik Amerika Serikat. sejumlah data menyebutkan sistem kendali pesawat siluman anti radar milik AS itu hilang dicuri oleh Taliban pada Februari 2014. Taliban diduga menjual barang itu ke pemerintah China dan mengirimnya dari Malaysia. Kargo ini sengaja dikirim melalui pesawat komersial dengan harapan tidak mudah dihancurkan dalam perjalanannya menuju Beijing, dibandingkan jika dibawa dengan pesawat tempur atau jet private.
    Sistem kendali pesawat drone adalah barang penting bagi Amerika. Drone adalah pesawat siluman tanpa awak, tidak bisa dideteksi radar sekaligus memiliki daya tempat yang presisi. Dalam data yang dirilis oleh CIA, drone diklaim efektif dan berhasil membantu Amerika dalam perang melawan AL Qaida. Sejumlah tokoh Al Qaeda tewas akibat serangan pesawat siluman ini. Salah satunya adalah Ken Muhammad. Pesawat drone juga terlibat dalam upaya pembunuhan orang nomor dua di Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri.
    Upaya pengiriman kargo super rahasia ini diduga tercium oleh intelijen Amerika Serikat. Operasipun dilancarkan. Pesawat MH370 jenis boeing 777 yang dibuat oleh pabrikan asal AS dilock dan dipaksa mendarat di pangkalan militer Amerika Serikat di pulau Diego Garcia. Pulau ini tidak jauh dari lokasi saat percakapan kopilot dengan menara pengawas terputus. Sejumlah Ahli Penerbangan tidak menampik secara eksplisit apakah pesawat Boeing bisa diremote dari luar, semisal dari perusahaan pembuatnya di AS. Hal ini menunjukkan kemungkinan pesawat MH370 dilock dan diarahkan mendarat di pulau Diego Garcia sangat terbuka.
    Di pulau inilah letak pangkalan militer AS yang dilengkapi dengan rudal, radar, pesawat terbang bahkan kapal selam bisa sadar di dermaganya. Di pulau berbentuk huruf U inilah, kargo super rahasia milik amerika itu diturunkan dari bagasi pesawat. Hal ini sekaligus menggagalkan upaya pengiriman kargo menuju ke Beijing China. Setelah bongkar muat, Pesawat Kembali terbang. Terbang kemana? Sejumlah analis intelijen menyebutkan pesawat itu terbang dan diledakkan di udara.
    Jika benar kargo super rahasia itu berisi sistem kendali drone maka tidak mengherankan Amerika sangat berkepentingan terhadap barang tersebut. Amerika tentu tidak mau sistem kendali itu jatuh ke tangan China, salah satu rivalnya saat ini. Selain bisa ditiru, pesawat drone milik amerika lainnya bisa juga dilumpuhkan. Pendekatan ini menjadi semakin masuk akal, saat Amerika tidak terlalu intens terlibat sejak awal dalam pencarian pesawat MH370. China yang diduga membeli kargo super rahasia itu dari taliban terlihat paling gusar dengan hilangnya MH370, meskipun mereka selalu memakai alasan warga negara mereka paling banyak dalam pesawat tersebut. Lantas dimana Singapura? Sekutu terdekat AS di kawasan asean itu justru tak bergerak banyak, padahal peralatan mereka termasuk yang paling canggih di kawasan ini. Betulkah operasi intelijen terlibat dalam lenyapnya MH370?

 Leave a Reply