Okt 062019
 

Drone Intai Supersonik Wuzhen 8 China. (@ CCTV 1)

Beijing, Jakartagreater.com   –   Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun menilai pembangunan militer negara China mengalami kemajuan yang luar biasa.

“Parade kemarin menunjukkan kemajuan militer China selama 70 tahun luar biasa. Oh iya dia baru 70 tahun. Lebih tua kita sebenarnya,” katanya kepada Antara di Beijing, Rabu 2-10-2019.

Dalam parade militer memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China di Tiananmen, Beijing, Rabu  2-10-2019, semua kekuatan tempur yang dimiliki negara itu dikerahkan di depan publik, dirilis Antara, 2-10-2019

Dongfeng-41 (DF-41), peluru kendali antarbenua (ICBM) berdaya jelajah 14.000 kilometer dengan hulu ledak nuklir, juga mengawali debutnya dalam arak-arakan tersebut.

Dongfeng-41 Intercontinental Strategic Nuclear Missile. (@ News.CN)

Peluru kendali itu disebut-sebut mengalahkan kemampuan ICBM serupa milik Amerika Serikat yang berjarak 13.000 kilometer.

Demikian halnya dengan pesawat mata-mata nirawak Gongji-11 (GJ-11) yang mampu menyasar target tanpa terdeteksi pihak musuh juga turut “menyapa” ribuan warga China yang menyemut di jalan raya sekitar Tiananmen.

Drone siluman Gongji-11. (@ CCTV 4)

Selain kekuatan militer, China juga menonjolkan kekuatan teknologi dalam negerinya pada peringatan Hari Nasional tersebut.

“Ada hal-hal positif yang bisa kita pelajari dari China, termasuk riset ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi digital. Apalagi tahun depan kita punya momentum peringatan 70 tahun hubungan diplomatik dengan China,” ujar Djauhari yang juga mantan Dubes RI untuk Rusia itu.

Drone bawah laut China. (@ CCTV 4)

Dubes RI bersama jajaran atase militer Kedutaan Besar RI di Beijing menjadi salah satu tamu kehormatan dalam puncak peringatan Hari Nasional China di Tiananmen pada Selasa1-10-2019 pagi dan malam yang dipimpin langsung oleh Presiden Xi Jinping.

Bagikan:

  3 Responses to “Kemajuan Teknologi Militer China Luar Biasa”

  1.  

    Di China seluruh pemangku kebijakan politik sudah bisa satu visi dan tujuan ditambah mereka punya ambisi besar. Kita tidak punya yg seperti itu

  2.  

    Indonesia sebenarnya bisa sejajar atau sedikit dibawah china bila tragedi tahun 65 tidak terjadi dan mampu menangkal politik adu domba dr negara lain, setelah era sukarno berakhir indonesia menjadi sebuah negara seperti kerbau yg dicucuk hidungnya oleh us dan barat, kediktatoran orba yg hanya bertujuan menjaga kekuasannya sehingga mengekang demokrasi tururut membuat negara ini memilihara kebodohan’ tidak seperto korea utara meski diktator pemimpinnya sangat perduli dengan teknologi militer…

  3.  

    Kondisi Indonesia sendiri jauh lbh baik dari korut yg terobsesi dgn rudal dan senjata nuklir yg membuat rakyat korut menjadi kelaparan karena korut sering mendptkan sangsi ekonomi dan ironisnya korsel yg menjadi musuh korut sendiri terkadang harus memberikan bantuan pangan ataupun pekerjaan serta suaka pd rakyat korut.