Sep 102017
 

MLRS Astros Armed TNI AD (mandala-defence.pk / Garuda_NET)

Dengan adanya modernisasi alutsista Armed TNI AD dan secara interoperabilitas dihadapkan kepada perubahan taktik bertempur infanteri serta perkuatan lainnya dan perkembangan alutsista kecabangan TNI AD, doktrin taktik bertempur Armed TNI AD juga akan berubah menyesuaikan dengan alutsista yang dimilikinya serta pengaruhnya terhadap kecabangan lain.

Dengan adanya peningkatan kemampuan dan range of fire alutsista Armed Roket yang dapat mencapai 85 kilometer, satuan Armed yang selama ini ditempatkan sebagai unsur bantuan tembakan dalam daya tempur yang seolah-olah terkekang pada tupoksi membantu satuan manuver, sekarang memungkinkan dilaksanakannya Artillery Strike secara mandiri untuk menghancurkan sasaran strategis maupun sasaran taktis.

Contoh lain perubahan yang dapat terjadi dalam doktrin Armed adalah perbandingan jumlah bantuan Armed ideal bagi satu Brigif adalah satu Rai Armed. Tetapi dengan kemampuan Roket ASTROS yang memiliki jarak capai ± 80 Km (jarak 300 Km dalam tahap pengembangan) dan dengan daya hancur ± 52 hektar serta mobilitas yang tinggi, satuan Armed Roket ASTROS dapat memberikan tembakan hanya dengan satu pucuk saja, dengan catatan jarak capai dan sistem komunikasi yang dimiliki masih dapat terjangkau oleh Pengendali Tembakan.

Saat ini satuan Armed Roket ASTROS di Indonesia adalah Yonarmed-10/Kostrad dan Yonarmed-1/Kostrad yang berkedudukan di bawah Danmenarmed Kostrad.

Sebagai perbandingan, pada doktrin negara-negara lain yang telah terlebih dahulu menggunakan senjata jenis MLRS ini, maka satuan dengan alutsista MLRS yang merupakan sarana Bantem strategis dan berkedudukan langsung di bawah Panglima Divisi.

Yonarmed Roket bertugas pokok menyelenggarakan bantuan tembakan utama di darat dalam rangka mendukung tugas pokok satuan yang dibantu. Dengan kemampuan Roket Astros memberikan bantuan tembakan yang cukup besar dan cepat dengan efek kehancuran yang luas, maka Yonarmed Roket dapat mendukung beberapa operasi yang ada seperti pada Operasi Lintas Udara ataupun Operasi Pertahanan Pantai.

Dalam beberapa operasi tempur lainnya, penggunaan Roket Astros juga sangat memungkinkan dan bersifat fleksibel, hal ini dikarenakan dalam penggunaannya Roket Astros dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dan efek kehancuran yang ingin dicapai. Kemampuan ini dimiliki karena jenis Astros bersifat multi kaliber dengan varian jenis roket: saturasi dan non saturasi, kaliber besar maupun kaliber kecil (SS 09 TS, SS30, SS40, SS60 dan SS80).

Keberadaan MLRS Astros menempatkan Satuan Artileri Medan TNI-AD memiliki dua peran penting di dalam pelaksanaan tugasnya. Pertama, sebagai Sarana bantuan tembakan utama di darat dengan kemampuan membantu satuan yang dibantu dengan tembakan secara tepat dan teliti, memberikan tembakan lawan baterai sejauh jarak capai, memberikan kedalaman pertempuran, mencari dan menemukan kedudukan musuh/sasaran lawan baterai dan memberikan efek tangkal (deterrent effect) serta Perang Urat Syaraf terhadap musuh. Kedua, sebagai pelaksana serangan artileri (Artillery Strike).

Kemampuan alutsista ASTROS (Armed Roket) saat ini dan masa depan yang modern memungkinkan peningkatan kemampuan Armed dalam melaksanakan Artillery Strike secara mandiri untuk menghancurkan sasaran strategis dan sasaran taktis.

Satuan Armed Roket dalam pelaksanaan tugasnya tidak bersifat menduduki, menguasai ataupun mempertahankan suatu wilayah tertentu namun lebih cenderung untuk melaksanakan penghancuran instalasi, melumpuhkan atau menetralisir sasaran-sasaran yang memiliki kepentingan strategis.

Sebagai contoh, ASTROS yang memiliki jarak capai sampai dengan 7 kali lipat dari meriam 105 mm dan memiliki daya hancur yang juga berkali lipat dari meriam-meriam yang sebelumnya telah dimiliki TNI AD tentunya tidak diharapkan hanya menembaki “musuh-musuh kecil” seperti satu peleton infanteri musuh diperkuat mortir 80 tetapi memberikan bantuan tembakannya untuk menembaki dan menghancurkan sasaran-sasaran yang bernilai taktis dan strategis.

CAESAR 155 mm SPH Armed TNI AD (mandala-defence.pk / Garuda_NET)

Artillery Strike merupakan suatu bentuk serangan yang sangat menentukan dalam pertempuran, dimana terjadi pengerahan kekuatan Armed Roket yang besar untuk menghancurkan musuh/instalasi dengan mengoptimalkan kemampuan jarak capai yang jauh dan daya hancur yang luas, ketika pasukan sendiri masih berada di jarak yang aman/belum terlibat operasi secara keseluruhan, sehingga dapat menimbulkan keuntungan bagi pasukan sendiri dan operasi selanjutnya.

Satuan Armed Roket dapat melaksanakan tugas atau diberikan tugas secara mandiri terlepas dari tugas pokok memberikan bantuan tembakan kepada satuan yang dibantu yang mampu memberikan daya kejut dan daya hancur melalui tembakan-tembakan artileri yang terencana terhadap kedudukan senjata pertahanan udara, pos komando, senjata artileri musuh maupun sasaran strategis lainnya yang dapat mempengaruhi perbandingan daya tempur dan pertempuran selanjutnya, dalam kondisi tertentu perlu adanya perkuatan dari satuan kecabangan lain untuk melindungi satuan Armed yang akan melaksanakan tugas sebagai pelaksana Artillery Strike tersebut sehingga kemenangan dalam pertempuran dapat tercapai dalam waktu yang lebih singkat dengan kerugian tempur seminimal mungkin.

Pada saat satuan Armed Roket sedang melaksanakan Artillery Strike, satuan pendukung seperti Infanteri dan Kavaleri ditempatkan di sekitar satuan Armed Roket untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat jika terjadi hambatan atau gangguan musuh. Satuan Arhanud ditempatkan untuk melindungi satuan Armed Roket jika terjadi serangan udara musuh, sedangkan satuan Penerbad untuk membantu Peninjau Depan dan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) dalam konfirmasi dampak kehancuran sasaran yang telah ditembaki.

Penugasan Satuan Armed Roket sebagai pelaksana Artillery Strike dilaksanakan atas perintah Pang/Dan tertinggi (minimal pada tingkat Divisi/Kogab/Kogasgab) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasi secara keseluruhan.

Satuan Armed Roket TNI AD saat ini diharapkan dapat mengoptimalkan tugas dalam memenuhi kebutuhan taktis mendukung satuan manuver secara optimal diantaranya dalam pertempuran terbatas (limited war) seperti pertempuran di pemukiman dan daerah perkotaan (urban) serta dalam pertempuran menghadapi insurjen. Dihadapkan dalam situasi pertempuran seperti itu dan berbagai aturan tentang HAM, collateral damage dalam perang maka satuan Armed Roket yang dalam pengendaliannya tetap berada di bawah Panglima/Dan tertinggi dapat dipecah ke dalam hubungan yang lebih kecil.

Dalam operasi serangan di daerah permukiman atau bangunan maka untuk dapat memberikan tembakan yang maksimal satuan Armed Roket dipecah menjadi Seksi yang dalam penembakannya menggunakan roket-roket non saturasi (pin point accuracy).

Tugas-tugas penembakan yang dapat diberikan kepada satuan Armed Roket diantaranya menghancurkan markas musuh yang diperkuat dengan senjata bantuan ataupun membumihanguskan wilayah musuh yang telah disterilkan terlebih dahulu dari penduduk sipil oleh satuan maneuver, menutup jalan-jalan pelolosan musuh.

Satuan Armed Roket yang dimodernisasi diantaranya dilengkapi dengan radar yang dapat mendeteksi keberadaan ataupun posisi musuh sehingga dapat direncanakan terlebih dahulu untuk sasaran-sasaran yang perlu ditembaki dan bernilai strategis.

Satuan Armed Roket dapat menitikberatkan tembakannya pada jalan-jalan di daerah terbuka atau di daerah yang bangunannya tidak permanen, sehingga mengurangi terjadinya collateral damage.

Beberapa asumsi tentang kerusakan non-tempur (collateral damage) yang ditimbulkan Bantem Armed sering menghalangi keterlibatan Armed dalam pertempuran di daerah perkotaan atau pemukiman (urban). Dengan argumen ini, maka biasanya Bantem Armed hanya diarahkan hanya sebagai tembakan penutup dalam pertempuran tersebut. Dihadapkan pada kemampuan alutsista Armed yang modern saat ini dan ke depan dengan kemampuan hit precision secara akurat maka akan mampu meminimalisir korban non tempur/sipil maupun pasukan kawan. (Dharmaputra/Dispenad).

  34 Responses to “Kemampuan Artillery Strike Satuan Armed TNI AD”

  1. Uno

  2. Due

  3. Tre

  4. Forte

  5. lime

  6. enem

  7. Pite ….cacing pite kali ahhh….xixiixi

  8. Jossss….perlu diperbanyak pelindung langit …apalagi isu nuklir makin memanas wadaw…hati hati…keadaaan sudah merah!!!!!!!!!

  9. Arhanud aja masih SHORAD….percuma banyak tank/ apalah…

  10. Perlunya penangkis serangan balik lawan semisal pantsir s1.

  11. Apakah matra darat kita terlalu fokus terhadap tank dan melupakan artileri?

  12. Taruh ceasar dan Astros di Batam dan salvo paya lebar dan changi.. dijamin F-16 blok 52 dan F-15SG tidak bisa terbang xixixi.. mudah sekali ya nglumpuhin si upil.. ??

    • Ya Nggak Semudah Itu x Bung!. Kan F-15 SG Juga Di Simpan Di Luar Negri Sama Si Parno… Dan Lagian Setiap Air Base RSAF Juga Di Lindungi Sama Sistem SAM Buatan Wahyudi…

      • emang sistem SAM buatan wahyudi bisa ngelindungin salvo peluru meriam or roket bersamaan??
        100 biji salvo peluru meriam pada waktu bersamaan di counter pake apa?
        eta terangkanlah bung @jimmy..
        wkwkwkwkwk…

        • Bisa, Singapur dah beli SAM Iron Dome yg bahkan udah teruji ngadepin roket buatan HAMAS yg jangkauannya puluhan kilo dan ditembakkan scr salvo hingga ratusan roket. Singapur juga mau akuisisi SAM David Sling yg katanya mampu menghancurkan tembakan Rudal Brahmos/Yakhont/Onix.

          • kl rudal w percaya..
            kl roket 1/2 percaya..
            kl peluru meriam w G PERCAYA bisa di impotenkan dgn sistem pertahanan sam wahyudi/iron dome..
            gmn logikanya??
            lg pula HAMAS waktu itu bukan salvo 100 roket bersamaan tp hanya 1 to 10 roket dalam satu momentum… ada yg tembus lg dipemukiman israhell…
            biasalah propaganda israhell kl iron dome “terbaik”..
            hehehehe..

  13. Seyogyanya jumlah MLRS nya di perbanyak termasuk yg beroda rantai untuk off Road masi minim mungkin juga blom punya

  14. Satuan armed maupun Yon armed masih kekurangan alutsista astros, caesar, SPH Howitzer , dan meriam kaliber 155… Penambahan alutsista arteleri medan wajib hukumnya…

    • Nanti kalo Rhan 450 dan Rhan 750 dah siap, kita bisa buat MLRS sendiri atau bisa pake platform truk Astros. Roket nya dari kita sendiri. Kalo dah jadi rudal apalagi rudal jelajah, kita bisa gantiin Yakhont, Harpoon dan Exocet yg kita punya. Ditunggu aja.

  15. Armed sdh punya maenan yg gagah… sementara Arhanud msh trs bermaen2 dg yg kecil2… pdhal Armed jg butuh bantuan Arhanud untuk menghadapi musuh dr atas…. kapan Arhanud d kasih maenan yg gagah jg ini….

    • untuk basic arhanud sbnernya ini kesempatan buat sales boron buat tawarin paket upgrade gila2 an untuk meriam s-60 secara disini populasinya banyak …misal adain kek paket upgrade s-60 pakek remote…loading munisi otomatis…firing control pake radar dgn software window 10 touch screen dicombo android….asal harga terjangkau dan bisa barter komoditas pasti sini oke…

  16. Msh minim jumlahnya,daya jangkaunya jg msh dikatan jarak pendek.perlu lbh dmodern dan diupgrade lg paling tdk minimum yg mnengah,antara 150km

  17. Kalo mau pake MLRS buatan Rusia aja, Tornado S. Walo jangkauannya cuma 80-90 tapi area yg bisa dihancurkan seluas 3km2, kalo 1 mobil bawa 40 berarti butuh 20 mobil dan dalam waktu kurang dari semenit Paya Lebar dan Changi dah rata dg tanah walo Singapur dah pasang Iron dome. Buat temennya pasang aja S400-Buk M 3. Jadi kalo masih ada F35 yg lolos, begitu lepas landas langsung dihajar rudalnya S400. F35 waktu terbang VTOL, semburan gasnya bisa dideteksi. Lebih aman kalo kita punya Erieye/A50 jadi biar langsungvterdeteksi.

  18. Pantsyir nggak jadi, diganti BAMSE.

    BUK-M nggak jadi, diganti NASAMS.

    S-400 diganti THAAD untuk penangkis rudal balistik dongfeng.

  19. gak seru klo bukan S300 or S400

 Leave a Reply