Jul 022014
 
Rudal pertahanan anti-udara VL Mica MBDA

Rudal pertahanan anti-udara VL Mica MBDA

Jakarta – Menarik untuk dicermati kehadiran KRI Bung Tomo class dengan senjata yang diusungnya, diantaranya adalah rudal exocet MM 40 blok II dan rudal MBDA Mica. Rudal exocet merupakan salah satu rudal yang cukup legendaris dan terbukti battle proven. Beruntung kita memilikinya.

Dengan diadopsinya rudal VL Mica pada KRI Bung Tomo class, merupakan era baru SAM tipe VLS pada jajaran KRI kita, mengingat selama ini KRI kita dipertahankan dengan SAM tipe manual.

Seperti kita ketahui duel laut yang terjadi dalam konflik besar dunia mulai dari Perang Dunia sampai Perang Malvinas, Perang Teluk, dan lain-lain, tidak melulu melibatkan duel antar kapal perang, atau antar kapal perang dengan kapal selam saja, tapi juga melibatkan peran udara.

Seperti dalam Perang Malvinas, serangan Argentina terhadap Inggris didominasi dengan Pesawat tempur. Kala itu Argentina cukup sukses menenggelamkan beberapa kapal Inggris dengan pesawat tempurnya menggunakan rudal AM 39 Exocet.

Bagaimana kondisi KRI kita, seperti telah banyak diulas, memang kondisi KRI kita cukup miris dalam hal arsenal pertahanan udara. Dari 140-an KRI kita, saat ini perlindungan SAM tercanggih dimiliki oleh KRI Diponegoro class dengan SAM Mistral dengan jangkauan 5-6 km, hanya efektif untuk menghancurkn helikopter.

KRI DIPONEGORO 365 - Rudal Mistral TETRAL (photo: Fay Aldrian)

KRI DIPONEGORO 365 – Rudal Mistral TETRAL (photo: Fay Aldrian)

Cukup mnggembirakn dengan hadirnya SAM Mica, dengan tipe VLS-nya yang artinya memberikan perlindungan udara hingga 360 derajat dan jangkauan lebih jauh yaitu 25 km.

Meskipun sebenarnya adopsi SAM tipe VLS pada KRI kita cukup terlambat dibanding tetangga jiran kita Malaysia dan Singapura. Bahkan SaM VLS yang dimiliki Kapal Perang Singapura tipe Formidable lebih inferior dengan jangkauan 60 km.

Dari penjabaran tersebut, jika Kapal perang kita melayani duel kapal perang tentu masih bisa dijawab dengan Yakhont kita. Dengan jangkauan hingga 300 km, menjadikan angkatan laut kita mnjadi paling inferior di kawasan Asia Tenggara.

Tapi bila skenario perang yang terjadi harus melawan pesawat tempur yang menggotong rudal anti kapal jarak jauh dan dalam kondisi tanpa perlindungan Angkatan Udara, maka Kapal perang kita bisa menjadi bulan-bulanan. Apalgi banyak kapal perang kita tanpa perlindungan CIWS (close-in weapon system) yang merupakan tameng udara terakhir pada Kapal Perang.

Rheinmetall Millenium 35mm CIWS

Rheinmetall Millenium 35mm CIWS

Dengan muntahan peluru hingga 5000 butir/menit dan jangkauan maksimal hingga 8 km, CIWS cukup bisa diandalkan melawan rudal yang mendekat. Bahkan Rusia pun memasang hingga 4 CIWS pada frigate mereka. Tapi kalau yang dihadapi adalah rudal anti kapal canggih dengan kecepatan supersonic seperti Yakhont atau Brahmos, alamat mati tanpa bisa mengelak, karena rudal canggih sekelas Brahmos atau Yakhont diketahui mmiliki lintasan yang unik dan rumit sehingga sulit untuk ditangkal. Apalagi rencana akuisisi rudal brahmos tipe peluncuran udara pada Sukhoi Malaysia merupakann ancaman yang nyata pada Angkatan Laut kita.

Maka penting untuk kedaulatan NKRI perlu mnghadirkan arsenal terbaik. Mengingat geopolitik kawasan yang semakin hangat. ‘Jalesveva Jayamahe’, ‘Di Lautan Kita Jaya’. Salam. (by: Runo_art)

  61 Responses to “Kemampuan Kapal Perang Indonesia”

  1. Uno dulu absen kapten..

  2. Welcome bt class, bangga bisa memilikinya, maju terus TNI

  3. Mantabs….

  4. tes…….

  5. tunben sepi, sepertinya di indonesia masih mementingkan kberadaan kpal dl baru kelengkapanya

  6. Artikel pagi buat yg baru bangun

  7. selamat bung Runo_art, komentarnya naik artikel..semoga kemampuan pertahanan udara lebih ditingkatkan pada MEF tahap 2..

  8. 10 besar

  9. inferior = kalah hebat superior = lebih hebat koreksi
    Meskipun sebenarnya adopsi SAM tipe VLS pada KRI kita cukup terlambat dibanding tetangga jiran kita Malaysia dan Singapura. Bahkan SaM VLS yang dimiliki Kapal Perang Singapura tipe Formidable lebih inferior dengan jangkauan 60 km.

  10. Pagi Pagi sarapan Kapal Perang Gurih

  11. sik podo ngantuk saur

  12. moga cepet datang biar kita merasa aman dan nyaman lautan dijaga kapal2 canggih

  13. salah ketik harusnya superior bukan inferior

  14. apa pd tipe korvet sigma ga ada space untuk sistem vls nantinya, mungkin ga skrg masangnya tp nanti di masa yg akan datang bila sdh ada dananya dan tipe manual sdh dianggap tdk mumpuni lagi memberi perlindungan kapal

  15. lindungi udara dan darat dengan SU35, SU34, SU37,SU47

    • su 37 ma 47 cma pswat eksperimen bung,,,yg bwt djual ke kita su35…tu versi canggihny,,pespur 4,5++…
      kalo bisa rafale bwt korps penerbal…gprlu kpal induk…pespur bwt penerbal dibuatin pgkalan dpnngir laut….mantaaaf pasti..
      maap..cm hrapanny tukg pulsa

  16. kenapa exocetny gak sekalian di upgrade jadi blok 3.. jangkauan lebih jauh..

  17. Selalu seperti itu ya; kesimpulannya kapal perang AL 95% : sitting duck

  18. semoga waktu ke waktu bisa ditingkatkan oleh TNI

  19. sangat objektif sekali tulisannya
    dan itulah keberadaan sebenarnya yang harus kita akui….
    tapi bukan berarti kita menafikan rahasia…

    yang rahasia biarlah rahasia

  20. @Bung Runo,,maksud kata2 Inferior itu Superior kalii,,inferior kebalikan Superior.. Inferior mengandung arti kalah kelas atau rendah diri, kalah hebat….maapp sdkt masukan, anyway thanks a lot ulasannya

  21. Maaf, apa kapal perang kita tidak bisa melakukan jammer kepada rudal yang mengarah ke kapal kita? Lalu dimana roket Caff, itu kan bisa di jadikan decoy?

  22. jadi… klo KRI TOM dgn VL Mica diparkir di Batam,
    F15SG ga bisa airbourne dr paya lebar afb dunk… 😉
    maap SR, oot…

  23. Thanks Bung Diego, atas masukny tulisan ane.
    Salam kenal para Warjager. Maksudny memang ‘Superior’. He2, maklum nulisny dini hari. Dan sbnrny sdh terkoreksi pd artikle sblmny.
    Intiny mmg prtahanan udara pd kapal perang kita prlu ditingkatkan. Minimal CIWS shrsny kt punya. Bhkn penggunaan CIWS diterapkn pd kpal perang Rusia disemua tipe. Mungkin krn mmg mrk produsen. Dan kbr baikny belum lama ini penggunaan CIWS AK630 sdh diterapkn pd 2 KCR kt. Tp kt ttp yakin setahap demi setahap, Pemerintah kt akan meningkatkn kapal perang kita seiring penguatan anggaran.
    Salam

    • Selamat bung Runo_art. Pantesan pas baca kok rasanya deja vu. Ternyata dari komen artikel sebelumnya. He3…

    • Nice artikel bung Runo … sesuai dg keadaan yg sebenarnya pada kapal AL kita tapi kita tetep kudu optimis ama kualitas personel & dg dukungan marinir pun msh mampu utk menutup celah kekurangan kapal perang kita

    • yak…smoga kdepan sluruh KRI kita dpersnjatai dgn prsnjtaan no wahid..kalo prlu bkn cm bs seimbang ma punya sonora,sonotan,upil…tp lbh cnggih n mmatikan..sm kyk PAUS” n HIU” laut kita…amiiiin
      biar musuh ngeri2 sedap

  24. Ijin nyimak!

  25. sebelum kita diserang, kita nyerang duluan pangkalan udara mereka, jadi sebelum tuh pespur negara musang menyerang kapur2 kita, alamat pespur negara musang sudah hancur sebelum terbang….
    ini semua berkat doktrin TNi yg baru…… didukung f16 opening,diteruskan su27/30, kemudian lanjut su34 mencover backfire yg siap meluluh lantakkan pangkalan udara negara musang.
    walaupun harus mengakui klo sukhoi bawa brahmos bisa bikin merinding jg…IMHO
    CMIIW

  26. nurut sesepuh warjag CIWS yg paling bagus yng mana ne bung yg punya daya pukul mematikan…. klo di buat artikel ya bgs tuh bung bisa di diskusikan…..
    AK-630
    DARDO
    Denel 35mm Dual Purpose Gun
    Goalkeeper CIWS
    Kashtan CIWS
    Meroka CIWS
    Myriad CIWS
    Oerlikon Millennium 35 mm
    Phalanx CIWS
    Sea Zenith
    Type 730 CIWS

    • Kashtan ..,!

    • Kashtan..karena satu paket dg rudal Igla.
      Semoga TNI AL segera punya mainan seperti Admiral Grigorovich class buat gantiin Van Speijk yg sudah makin tua.
      isinya cukup menggetarkan dengan: Club-N/Yakhont SSM, Kashtan CIWS, Igla Short range SAM, Shtil-1 medium range SAM, Torpedo, 100mm gun dan ASW Rocket.

  27. Koq “inferior” sih, malah berulang2…. Apa nih artikel tanpa proses editing?

  28. Kirov ma slava baru superior, maju terus TNI AL.

  29. Ijin nyimak dipojokan…

  30. cukup memprihatinkan bila melihat ulasan di atas. Kapal perang kita akan menjadi sasaran empuk pesawat tempur musuh. Malaysia yang mengetahui kekuatan armada laut kita melihat kelemahan ini sehingga berniat mendatangkan brahmos. Kapal tempur seharusnya mempunyai tameng udara yang cukup mumpunin tidak hanya dari serangan udara juga dari serangan rudal dari kapal laut dan pesisir pantai.

  31. Iya Bung Flanker, mungkin blm smpat teredit oleh admin. Tp kt lihat substansiny aja. Klu mnrtku, saat ini Pemerintah kita sedang brusaha memenuhi kekurangan Armada Kapal Perang kita. Presiden SBY sndiri mngakui sdh lama tdk ada modernisasi alutsista trkait krisis ekonomi bbrp waktu lalu (Memang baru masa KIB jilid II, ada upaya modernisasi, red). TNI Angkatan Laut sndiri mnyampaikn bahwa kebutuhan ideal kapal Perang RI adl 375 Kapal, dgn jumlah saat ini hanya 150an Kapal Perang mk harus mngejar ketertinggalan smpai hmpir 2 kali lipat. Dan klu melihat pernyataan Bu Conni Bakri lbh fantastis lg, jumlah ideal kapal Perang kt adl 755 kapal, blm trmasuk kapal selam.
    Ya stdkny, prlahan tp nyata sdh ada peningkatan kekuatan militer kt baik kuantitas maupun kualitasny. Tp klu melihat dinamika kawasan khususny LCS, sebaikny upaya itu bs dipercepat.

  32. Berharap kedepan Indonesia bisa dn mampu membuat sendiri kapal FRIGATE SUPERIOR 130m dgn innovasi model desain lambung Catamaran.
    Keuntungan jenis Frigate Catamaran antara lain:
    1.permukaan kapal jauh lebih luas dn lebar jadi dapat dimuati berbagai macam arsenal persenjataan yg lebih banyak dn lebih gahar, seperti rudal C705, Yakhont dn persenjataan lainnya.
    2.dapat dilandasi helikopter.
    3.Daerah rongga dibagian bawah diantara dua lambung Catamaran dapat
    digunakan utk menggendong beberapa KS Midget guna menunjang operasi laut.
    4.kapal lbh stabil dilautan ganas.
    5.dll.
    Semoga saja Frigate Superior ini dpt menjadi kenyataan (harapan jaya.com).
    Maju terus Indonesia …

    • @ IFX jatayu kan road map ya sudah ada bung :mrgreen: awal nya kita membuat klewang dan untuk ukuran nya si klewang nanti nya akan ada yang pajangnya lebih dari 100m IMHO :mrgreen:

    • Kalau saya sich ngarepnya destro yang bertenaga nuklir. Kapan ya ahli2 kita bisa buat minireaktor nuklir yg dapat menggerakkan kaprang.??

    • Sejak lama sudah menanti kehadiran Klewang in Action sayang sekali versi perdana ludes terbakar sebelum uji coba, semoga superklewang berikutnya memiliki pertahanan udara yang mumpuni bertenaga nuklir+Antii Rudal Yakhont dan Brahmoss (mimpi kali yee) atau semi kapal induk yaitu konsep kapal induk yang bisa berlabuh di perairan yang sempit dan dangkal namun di atas geladaknya punya skyshield oerlikon versi mobile dan S-300 versi maritim …..(tidak ada salahnya mulai membangun masa depan dari menghadirkan mimpi dulu…peace( harap maklum masih sedikit ilmu )

  33. kita dukung ,,demi NKRI, berapapun jumlah uang ,,asal bisa alih teknologi,,,kita tunggu alutsista berikutnya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,jya tni AL

  34. @ bung Pocong Syereeem…

    ditanyain bung Bapak Besar nih… sudahkah kita dilengkapi rudal serupa, atau malah sudah pake yang next generation ?

  35. jadi penasaran sama kapur kelewang,kok bisa kebakar ludes ya? apa ada sabotase dari agen asing.
    mohon pencerahannya maaf oot 😀

  36. kok kya artikelnya bung indomiliter ya

  37. TNI AL adalah ujung tombak pengamanan wilayah terluar NKRI. Jadi harus terus semangat dalam membangun dan modernisasi alutsistanya. Salam dari Blitar kota proklamator untuk semua pecinta TNI seluruh Nusantara.

  38. maaf gan frigat 105 dah jadi apa belum?

  39. Memang jelas kapal kita kalah klo duel KRI vs pespur musuh. Dalam berbagai sejarah pertempuran pun kapal perang selalu mjd bulan-bulanan pespur: Pearl Harbour, rontoknya superiotas AL Jepang di PD II oleh sekutu, Malvinas, dsb. Seni perang modern yg berlaku hingga kini adalah kapal perang harus bergandengan dengan pespur utk memenangkan pertempuran laut. Itu makanya kapal induk beserta pespurnya tidak bisa terpisahkan dari suatu armada negara-negara modern.
    Kondisi RI, kita harus tahu bahwa bentuk kepulauan negara kita akan sangat membantu. Maksudnya, menangkal kelemahan KRI dlm pertempuran laut vs pespur musuh, peran pulau-pulau harus dimanfaatkan dan dikelola sec maksimal. Penempatan SAM di pesisir pulau atau pangkalan pespur di pulau-pulau akan sangat menolong pertempuran laut. Krn jarak pulau sangat dekat dgn posisi KRI kita di laut manapun kawasan teritorial RI.

 Leave a Reply