Sep 292015
 

MQ-9+1

MQ-9+2

General Atomics Aeronautical System memperkenalkan kemampuan sonobuoy baru dari kendaraan tak berawak MQ-9 Guardian maritime, bersama sejumlah teknologi berkembang lainnya, untuk membuat Angkatan laut Inggris dapat mengisi kesenjangan patroli maritim mereka.

Konsep MQ-9 Guardian maritime unmanned air vehicle ini dipresentasikan pada konferensi Royal Navy’s maritime awareness di RNA Culdrose, Cornwall pada 24 September 2015, yang menunjukkan sejumlah sonobuoys dilepas dari sebuah bay UAV.

Meskipun spesifikasi dan persyaratan untuk pesawat tanpa awak patroli maritim (MPA) belum dirilis dari pemerintah Inggris, namun General Atomics menyodorkan konsep memodifikasi MQ-9 Predator dimodifikasi untuk patroli maritim.

Kemampuan sonobuoy baru ini dikembangkan bersama Ultra Electronics selama lebih dari dua tahun, ujar director for General Atomics’ UK division, Jonny King.

“Apa yang kita benar-benar kita lihat adalah MQ-9 Predator B membawa sonobuoys, mengendalikan mereka, dan mengirim kembali informasi yang diperoleh sonobuoy ke stasiun darat melalui link satcom,” kata King.

“Kami siap untuk pergi terbang pada tahun 2015. Ini bukanlah hasil final, melainkan sebuah langkah awal”, ujarnya.

Berbagi

  12 Responses to “Kemampuan Maritim Baru dari MQ-9”

  1.  

    Kereeen

  2.  

    Teknologi baru lagi?

  3.  

    mantap,mudah2an putera puteri bangsa ini bisa membuat dengan dukungan pemerintah

  4.  

    Tolong negara2 barat, jangan meninggalkan kami terlalu jauh

    Sudahhhh oohhhh sudahhhhhh

  5.  

    absen

  6.  

    Teknologi Sonobouys bukannya teknologi bawah laut termasuk untuk deteksi Kapal Selam..?

    •  

      Enjih mas, cuma kali ini yang menggotong sonobuoynya uav…nanti feedbacknya direlai kembali ke markas didarat, via satelit oleh uav tsb u/ dianalisa oleh analis senso/sensor sonobuoy didarat.

      Btw, saat ini inggris tdk memiliki satupun pesawat udara MPA(kecuali helikopter) krn sdh mempensiun dinikan pesawat nimrod. Sementara menimbang2 pesawat MPA&ASW yang cocok, maka uav dianggap stop gap yang tepat krn biaya operasionalnya lebih rendah

  7.  

    bisa nih di tempatkan di tarakan, Untuk mengawasi perbatasan laut antara indonesia, malaysia dan filipina, sehingga jika ada perompakan seperti yang dilakukan Abu Sayaf, tinggal kasi bogem rudal sebiji dijamin jadi bubur. Durasi terbang mungkin bisa lebih 36 jam seperti MQ1 Reaper

    jadi kayak filem Eye On The Sky

 Leave a Reply