Kemana Hilangnya Bangkai Kapal Perang Sekutu?

18

photo01bbpow1941singaporemq

Bangkai kapal-kapal perang Sekutu yang tenggelam di lepas pantai Indonesia selama Perang Dunia II telah benar-benar menghilang. Citra sonar terbaru dari bangkai kapal-kapal perang yang teronggok di dasar laut terlihat kosong, yang memunculkan spekulasi bangkai kapal tersebut sudah hilang dijarah orang tidak bertanggung jawab.

Tiga kapal perang Inggris HMS Exeter, HMS Encounter, HMS Electra dan tiga kapal perang Belanda HNLMS De Ruyter, HNLMS Java, dan HNLMS Kortenaer serta satu kapal selam Amerika USS Perch, dilaporkan telah hilang dari situsnya didasar laut.

Sebagian besar kapal perang Sekutu tenggelam selama pertempuran di Laut Jawa, di mana 2.300 pelaut Sekutu tewas dan ikut tenggelam saat melawan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. USS Perch ditenggelamkan pada Maret 1942 setelah mengalami kerusakan berat akibat serangan dari gugus tugas Jepang. Sebagian besar kru ditawan oleh Jepang dan dibebaskan setelah berkhirnya perang.

Bangkai kapal perang Belanda pernah ditemukan oleh penyelam amatir pada tahun 2002, dan USS Perch ditemukan pada tahun 2006. Pada saat itu, bangkai kapal perang masih dalam kondisi utuh. Di bawah hukum internasional, bangkai kapal sebenarnya menjadi milik negara pemilik kapal, dan pengunjung dilarang untuk mengambil apapun dari bangkai kapal. Selain itu, masyarakat internasional menganggap bangkai kapal militer sebagai kuburan massal dan diperlakukan sebagai tugu peringatan.

Teori kuat penyebab hilangnya bangkai kapal perang kemungkinan akibat ulah para pembongkar besi tua. Mereka menggunakan bahan peledak dan pemotong besi untuk mengangkut bagian-bagian dari bangkai kapal yang masih berharga. Baja pada lambung kapal bernilai tinggi dan di ruang mesin banyak terdapat logam non-besi, seperti tembaga dan kuningan yang bernilai sangat mahal di pasar besi tua. Bahkan baling-baling kapal yang terbuat dari kuningan dengan berat yang bisa mencapat ratusan kilogram bernilai lebih dari US$ 2.485 per ton.

Para pemotong besi tua kemungkinan akan kesulitan mengangkat potongan bangkai kapal perang belanda yang berada di kedalaman 70, tetapi bukan tidak mungkin mereka mampu melakukannya. Besi tua selama ini menjadi bisnis yang sangat menguntungkan dengan permintaan besar dari China, meski ekonomi China yang melambat telah membuat merosotnya harga. Namun pada beberapa negara dengan ekonomi rendah, bisnis besi tua masih sangat menguntungkan.

Pulau Madura di Indonesia adalah pusatnya bisnis besi tua di wilayah itu. Pulau Madura juga dekat dengan lokasi bangkai kapal Belanda, dan bisnis besi tua menjadi industri lokal dipulau itu. Pada tahun 2011, satu ton baja di pemotongan kapal di Madura masih mendapatkan harga sebesar lebih dari 700 juta rupiah meski harganya kini menyusut menjadi sekitar 500 juta rupiah.

Pada tahun 2015 Angkatan Laut Malaysia pernah menangkap kru kapal pemotong besi tua asal Vietnam yang memotong kapal perang battleships Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Repulse dan HMS Prince of Wales.

36 KOMENTAR

    • Tidak harus selalu Madura , what happening with Madura ,
      ada soto Madura , sate Madura dan bahkan banyak orang sukses dari Madura ,
      It’s doesn’t mean of Madurese people during the lost of something ….

      mungkin perlu di ingat dan diluruskan bahwa, ulah penyelam-penyelam assign atau bahkan para pemburu harta Karun di lautan ( perusahaan Asing ) baik di register pemerintah dalam penyelaman maupun illegal , ini perlu di cermati dan diawasi ….
      masih ingatkah dahulu situs artefak dynasty ming yang harta karunnya tenggelam di selat sunda , para penyelam berbagi keuntungan dari hasil penyelaman dengan pemerintah …
      biasa jadi mereka tidak banyak dilaporkan apa yang ditambang ….

      kalaupun warga Ri menyelam bahkan menambang , kemungkinan kecil bisa sampai lenyap tanpa berbekas ( ini membutuhkan tehnologi tinggi dan moderna dalam pengangkatan dan pemotongan ) bisa sampai tahunan selesainya sampai benar-benar hilang

      kewajiban pemerintah RI untuk menyelidiki dan menjawab tudingan ” miring” dari Asing ,terutama sekutu yg suka ” grepe-grepe” kalau menyangkut RI , bahkan ketenangan pun mereka tak kan rela untuk RI

  1. Biar aja hilang di preteli, toh modal mrk bikin kapal jg hasil jarah tanah jajahan. Belanda – inggris tdk bikin anggaran utk jaga bangke kapal perang, jd ngapain jg indo sibuk jagain dgn pengeluaran anggaran negara. Lebih baik dianggarkan utk pendidikan, kesehatan rakyat dan anak-anak terlantar. Love nkri-jgn mau disalahkan, mrk tidur enak kok kita malah dibikin pusing.

  2. Maaf sedikit melenceng!
    Manusia tuh perlu makanan 3 macam:
    1. Tubuh/fisik perlu makan nasi,air,susu,dll
    2. Hati perlu makanan siraman rohani/agama
    3. Otak/pikiran perlu makanan pendidikan,wawasan,ilmu pengetahuan.
    Kalo satu gak terpenuhi hasilnya bisa timpang.
    Tanah tak bertuan kita bangun rumah ntar kalo diobrak dibilang tanah tuhan.
    Barang di dalam laut tak bertuan kita ambil saja lantas dijual,ntar diprotes tinggal jawab tuh barang nggak ada yg punya dan ngejaga berarti barang pemberian tuhan.
    Xixixixi….

  3. Kapokmu kapan….sukur bangkai kapalmu amblasss….Mau dicari kemana??? Percuma saja kalau mau mencari, sdh pasti skrg sdh jadi billet, bloom, rod plate dll. Bisa jadi skrg sdh jadi bagian part otomotif anda seperti suspensi, mur baut, per daun dll….

    • Tentara Eropa yang mati di sini adalah dalam rangka menjajah kita pemilik negeri Nusantara ini.
      Sedangkan para prajurit kita yang gugur di Timor Timur itu dalam rangka mempertahankan tanah air yang sedang dipecahbelah oleh bangsa asing yang ingin Timor Timur lepas dari NKRI.
      Ini pendapat saya. Tentu teman-teman punya pendapat yang mungkin berbeda. Tak apa.

    • Lha dananya dari mana Bung Piwcula, njagain barang di dasar laut 24 jam. Di daratan mbok jangan disamakan dengan dilaut. Kalau lihat rentang waktunya, itu kan barusan krismon. Sampean itubok ya mikir. Sekarang aja kalau tim les kita minta jaga tmp kita disana tanpa duit apa ya mau. 24 jam sehari, terus kalau ada batu nisannya cuil, kita marah-marah ke tim les. Gitu maune sampean……?