Sep 262014
 
Voting Sidang Paripurna DPR, RUU Pilkada (photo: VIVA.co.id)

Voting Sidang Paripurna DPR, RUU Pilkada (photo: VIVA.co.id)

Jakarta – Melalui drama politik berjam-jam, DPR melalui sidang paripurna akhirnya mengesahkan RUU Pilkada. Lewat voting diputuskan opsi Pilkada melalui DPRD ditetapkan sebagai mekanisme pemilihan yang baru.

Pengesahan opsi Pilkada lewat DPRD ini jadi kemenangan kubu Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta saat Pilpres. Meski sempat ‘terjepit’ karena Demokrat ngotot menginginkan Pilkada langsung, toh akhirnya KMP memenangkan pertarungan politik panjang jelang berakhirnya masa jabatan anggota DPR periode 2009-2014.

Kemenangan KMP atas parpol koalisi Jokowi-JK yang mendukung Pilkada langsung yakni PDI Perjuangan, PKB dan Hanura tak lain karena kejutan yang disiapkan Fraksi Demokrat. Saat paripurna diskors Demokrat menyatakan memilih meninggalkan arena paripurna.

“Perkenankan kami fraksi PD untuk bersikap netral. Kami fraksi Partai Demokrat memilih untuk walk out,” kata Juru Bicara Fraksi Demokrat Benny K Harman dalam sidang paripurna di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Benny mengatakan, fraksinya memilih walkout karena opsi ketiga yakni Pilkada langsung dengan 10 syarat tidak diakomodir. “Kami menyampaikan standing politik fraksi Partai Demokrat adalah sebagai penyeimbang,” ujar Benny disambut riuh anggota dewan dari kubu KMP.

Keluarnya Demokrat dari paripurna membuat harapan PDIP dan koalisinya untuk meloloskan Pilkada langsung menjadi lenyap. Padahal PDIP, PKB dan Hanura sempat menyatakan mendukung opsi yang ditawarkan Demokrat.

Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani langsung sibuk berkonsolidasi dengan anggota fraksinya sekitar pukul 00.25 WIB. Pimpinan sidang Priyo Budi Santoso bahkan memberikan waktu skors khusus untuk Fraksi PDIP. “Saya skors 15 menit,” ujarnya.

Saat paripurna dimulai, PDIP langsung menyindir sikap Demokrat sebagai skenario politik. “Skenario yang cukup cantik ini untuk menampilkan kami (Demokrat) mendukung kedaulatan rakyat, tapi sebenarnya hatinya ada di seberang sana, mohon maaf,” kata anggota FPDIP, Yasona Laoli.

Laoli menyebut aksi FPD hanya mempermainkan kepercayaan masyarakat. Sikap ngotot agar 10 syarat Pilkada langsung diakomodir hanya aksi politik untuk mendapat simpati masyarakat. “Kami akhirnya mencurigai skenario opsi 3. Ini rekayasa politik menampilkan pencitraan,” kata dia.

Sindiran Laoli dibalas anggota Fraksi Demokrat Gede Pasek Suardika. Gede Pasek bersama lima anggota sefraksinya memang bertahan di ruang paripurna.

“Sahabat PDIP jangan terlalu mempermasalahkan Demokrat walk out. Alasannya karena selama PDIP sering walk out juga, Demokrat ikuti seniornya, wajar. Sehingga kedepannya kita bisa merasakan bagaimana rasanya ditinggal walk out,” kata Gede Pas

Puan Maharani usai paripurna menegaskan fraksinya tetap mempertahankan aspirasi masyarakat meski kalah dalam voting. “Politik itu dinamis. Saya tak akan komentari siapa-siapa. Rakyat sudah tahu siapa yang betul-betul membela kepentingan rakyat,” ujarnya.

Hasil paripurna ini langsung direspon Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Dia menyatakan asosiasi kepala daerah akan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi terkait UU Pilkada.

Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga berkicau melalui akun twitternya. Lewat akun@basuki_btp, Ahok mengaku akan bekerja keras di sisa 3 tahun jabatannya.

“Sisa waktu 3 tahun ini untuk saya kerja keras tanamkan fondasi reformasi birokrasi, PTSP serta infrastruktur transportasi dan pencegahan banjir,” ucap Ahok. (detik.com).

Bagikan Artikel:

  380 Responses to “Kembali ke Demokrasi Jaman Batu”

  1. Politikus….!!!

    • pagi bung Mirza…
      Spt kata pepatah… tak ada kawan dlm politik yg abadi, hanya kepentingan yg abadi :)

      • Pagi bung jgroup,betul,itulah politik,kalo orang jawa bilang “isuk tempe sore kedele”….gak ada habisnya kalo ngomong politik….

      • Hadiah dan Warisan berharga Koalisi Merah-Putih bagi Rakyat Indonesia…

        Selamat kepada rakyat Indonesia yang mendapat warisan berharga ini, semoga tidak ada lagi kebodohan di masa depan…

        • Aku merasa tertipu :D Tapi tidak boleh gagal “move on”, ketika banyak elit politik yang gagal “move on”.

          Gak Maju Maju, muter terus di situ

          • xixixi…wah bung diego udah bisa move on, ane sendiri masih keseret-seret jalannya mau move on…jadi malu nih 🙂

          • harus ada sekolah calon DPR………biar move on…….
            jkgr ……………..move on teruuuuus….hehehe.

        • dan dimulai kembali lah dagelan didepan rakyat.

          Selamat buat DPRD,
          tambah 1 lagi celah baru buat KKN bapak diantara ratusan cara yg telah ada. selamat.

          https://id.berita.yahoo.com/kisah-bupati-solok-dipalak-anggota-dewan-saat-pilkada-072041574.html

          • Mudah-mudahan KPK bisa buka cabang bukan hanya sampai Propinsi, tapi juga ada sub branch atau perwakilan di kabupaten untuk koleksi daftar kasus…

            Bakal banyak lowongan kerja nih, tapi resiko juga gedhe kaya wartawan yang banyak terbunuh di daerah…

        • ha ha ha manuver demokrat…opera sabun colek,kena deh lo! wk wk wk

        • tidak semuanya negatif bung @MJ :)

          semua pasti ada untung ruginya… kl dlm kondisi saat ini, mgkn sy lebih milih pilkada via dprd. banyak yg jadi pertimbangan tentunya, ya salah satunya wangi liberalnya itu lho yg ngeri2 sedap. Bu Risma saja ngk mempermasalahkan mau lgsg ato tidak, yg penting bagi kepala daerah yg menjabat ngk perlu paranoid sm parlemen. biar yg paranoid itu cukup tetangga bangsa saja. dalam bangsa ngk usah ikut2an :)

          kalo perlu ajak paksa anggota parlemen blusukan juga, smuanya py kartu truft masing2. jd kita ikuti aja dulu prosesnya.

          hehe padahal kapan hari sy comment bahwa parlemen itu tiang bagi suatu negara, ternyata bener, power rangernya keluar. tp yg tertinggi ya tetep rakyat krn sbg tanahnya :) cmiww

          • Dalam kondisi serba corrupt saat ini + kinerja dprd yg memprihatinkan maka demokrasi setengah kamar tentu rawan sekali diselewengkan. Sorry bung koreksi pilihan langsung tdk serta merta liberal; apakah menurut anda pilihan langsung kepala desa di pelosok2 desa di sebagian besar wil indonesia apakah liberal?just my imho

          • Bukan pilkada langsungya yg liberal bung, tp dgn kondisi media yg dikuasai kaum liberal maka rawan yg terpilih dlm pilkada lgsg adalah “kader-kader” golongan liberal ini. Ya contoh nyatanya si Jokowi itu, kepilih karena pencitraan dan dukungan dari media yg terlalu mencolok.

          • Yang kecewa memang banyak sekali, diantaranya rakyat kecil yang dapat rp … setiap 5 th sekali, tukang sablon kaos/bendera, orang-orang yg akan kehilangan pendapatan baik melalui jasa konsultasi, proyek dll. baik yg pro maupun kontra sama ajukan pakar-pakarnya ( maaf jangan-jangan ini miurip yg disebut pakar tukang oleh Gus Dur dulu). Tapi karena sudah di dok sama DPR, ya kita harus berpikir positip misalnya :
            1. Kita harus hati-hati dalam milih DPRD nanti, jangan
            mau dibeli ;
            2. Pengawasan oleh KPK,masyrkt dan Pers diperketat ;
            3. Diterbitkan peraturan pemerintah yang membatasi
            transaksi tunai, sehingga penarikan uang tunai dari
            bank dan aliran dana mudah diawasi oleh PPATK.
            Kalaupun ada sogok menyogok maka harus dalam
            jumlah kecil sehingga kesannya kayak nyicil mobil.
            Salam untuk Warjager yg lain.

    • kasian pak beye
      sudah membangun negri ini baik politik hingga ekonomi
      di coreng di hari2 akhir jabatan dngan beginian
      -_-

      • hmmm…politik…oh politik……lbh baik jualn pulsa drpd pusing mikirin politik….cari mkan bwt mngisi perut yg lapar..plus slt 5wktu jgn ktinggaln..smga hidp sllu tentrm

        maap oot…cm uneg2 pnjual pulsa

        • Betul bung garudadidadaku,klo saya mending nyangkul aja,keluar keringat,sehat,dapat nahkah,insya allah hallal……

          • iy bung mirza…lbh baik bkerja giat bwt msa depan…mikirn dunia politik malah buat pusing… :D biarn pejabat2 & ahli ny aja yg mngurus… qt sbgai rkyat ikut brkontribusi dgn mmbyar pjak tpat waktu & hal trkecil ny jgn buang smpah smbrangan.. :mrgreen:

    • KALAH DIPUSAT 99.9 % PASTI KAMI MENGUASI DAERAH…………

    • sahwat kekuasaan sangat terasa….MD3, pilkada lewat DPRD,de el el ………. he..hee…he…

  2. Selamat Pagi….

    • aseeeeek bahas politik lagi siapin kopi dan gada goreng buat nonton battle rap :D

    • anda lihat pada pilkada langsung sering terjadi gesekan dan ketidak puasan yg bs menimbulkan konflik jika jagonya kalah.. biaya pilkada langsung tidaklah sedikit, banyak calon pemimpin daerah yg kalah jadi stress krn sdh terkuras banyak modalnya dan yg menang mikir balikin modal dari cara korupsi sampai SK di gadaikan. kampanye hitam pun bs terjadi..

      semoga dengan keputusan DPR utk memilih opsi dr DPRD akan mengurangi korupsi dan tentunya tdk akan ada konflik antar pendukung calon pemimpin daerah. dan semoga membawa kebaikan utk kita semua. amin

  3. Demokrasi flinstone

  4. Selamat kita percaya Tuhan itu ada insyaallah,suara rakyat,suara Tuhan….

    • betul sekali, cuma sayangnya RAKYAT yang MANA??? yang berdasi, pake jas, mobil operasional camry/crown/mercy/biem, yang kerjanya tidur atau nonton video porno waktu rapat….

      • maaf maksud saya itu SELAMA KITA PERCAYA TUHAN ITU ADA, kalo kita bicara rakyat, yah rakyat yg berdaulat bos,ketika fitnah , black campaign,money politic di pilpres kemarin, sedang gila2 nya kan rakyat tetap berdaulat, kita anggap itu suara TUHAN,hal ini juga berlaku sama saya fikir, kita lihat ke depan, masih ada proses, ada MK, kita pun bersama kontras masih berupaya agar kedaulatan rakyat kembali lagi, sebab ada uu juga yg masih bertabrakan, ini konsekwensi konstitusi, masih banyak yg perlu di benahi, kita juga harus sadar ini akibat ulah kita juga sebagai pemilih , memilih partai yg sudah memuluskan uu tersebut, apabila para warjag mau berupaya dengan kami silahkan sms ke +62 82217770002, dan mohon di siapkan KTP, saya fikir ini yg bisa kita lakukan, maaf kalau ada yg tidak berkenan, maklum tukang cincau….

        • ini pengumpulan suara/opini ya bung? bisa dirinci seperti apa bung? apa ada formatnya untuk sms?

          saya pikir lebih jos pake sosmed bung, ntah fb, twit dll. kalo sms agak repot kayaknya…

        • Betul Bung anak jonggoll..wakil rakyat yg sidang tanggal 25 september 2014 yg notabene dari partai pemenang pemilu 9 april kemarin yg duduk di senayan sangat disayangkan telah merampas hak demokrasi rakyat Indonesia, yang perlu kita ingat dan catat dimemori harian kita adala pada pemilu akan datang lebih baik tidak memilih partai pendukung ORBA JILID II yg pro pemilukada via DPRD. adapun celah UU pemilukada ini adalah sbb:

          1. Ketum Partai akan menentukan gubernur,Bupati, walikota menurut kehendak mereka bukan kehendak rakyat

          2. Anggota DPRD akan menyandera kepala daerah setiap tahunnya untuk meminta : Uang THR, ang pau sidang, ang pau reses, atau menyodorkan kroni-kroni oknum DPRD agar memasukkan ke pemerintahan setempat, kepala daerah akan merasa rikuh karena kepala daerah tsb dipilih oleh DPRD.

          3. Oknum DPRD akan memainkan proyek-proyek dipemerintah daerah tsb, lelang hanya formalitas saja. agar tidak diendus oleh KPK.

          4. Oknum DPRD akan mudah membajak kepala daerah dengan segala cara.

        • ada hadianya nggak……biasa kirim sms 2000 trus ada hadianya……………..hekehe………maaf cooling down……..

    • Klw Suara Rakyat Suara Tuhan,gak ada Pemilu dong,Tuhan kok beda pendapat,?
      Suara rakyat adalah Aspirasi Rakyat,Tuhan cukup 1,jgn kbanyakan ntar malah kebanyakan debat kyak anggota DPR semalam,hehehe :)

  5. vox populi vox Dei

  6. Yah moncong putih kbakaran jengot.
    dulu sering ngotot bersebrangan walk out juga, bawa2 wong cilik.
    Sekarang baru ngrasain ngk didukung.
    maaf ini soal partainya bukan pilkada langsung yg di omong.

    ngomongin politik haduww pararuyeng…

  7. yg penting mekanisme prosedur sdh dijalankan, mo pilkada langsung ato via DPRD … terserah dah, semua anggota DPR RI yg semalem … semuanya hasil coblos kita juga

    • komen aden yg rasional….ada pileg…ada pilgub..ada pilwal..ada pilbut….berapa biaya setiap provinsi dan turunannya dlam pil2 tsb…dasyat…hasilnya berapa korban masyarakat baik materi maupun jiwa trus..konflik horisontal terbelahnya masyrakat…..di ujung banyaknya markus di mk untuk sengketa pilkada…disini dananya lebih besar dikeluarkan para balon untuk memenangkan sengketa mereka di mk…contoh taruhlah 5 m untuk calon bupati biaya yg harus dikeluarkan di daerahnya…pas masuk ..mk paling kecil 10m biaya perkara ini sampe menang apabila incumben terpilih kembali tapi harus menunggu hasil sidang mk…maaf oot…tapi ini realita suburnya markus2 di mk…

  8. DEMOKRASI emang mahal tapi mahalnya itu sesuai dengan nilai2 hak yang tepenuhi,, pemilihan kepala daerah lewat dpr memperbesar peluang pejabat korupsi,, AKIBAT PASUKAN SAKIT HATI

  9. Apakah ini tanda-tanda akan kembali ke Orde Baru jilid II?

    • Ah bung ini berlebihan jaman diktator udah hampir lewat silahkan perhatikan diktator2 di seluruh dunia mulai berjatuhan hanya tersisa sedikit menunggu kejatuhan kemudihan datanglah jaman kekhalifahan, tapi tentu saja harus melewati fase transisi yg sangat pahit dan paling menyakitkan dalam sejarah manusia sejak jaman Nabi Adam AS.

    • setubuh bung Sutarjo. bahkan didepan mata sudah ada tanda-tanda yang bisa diramalkan: DPR akan setujui pemerintah talangi pembayaran ganti rugi warga sidoarjo karena minarak lapindo sudah nyerah…

      uang yang digelontorkan JKW-JK ke daerah akan jadi bancakan DPRD melalui pilkada dan pemerintah daerah yang jadi babu DPRD masing-masing…

      • @ Zamzami..berlebihan bagaimana? Apakah anda tahu ketika jaman orde baru suara rakyat tidak pernah didengar? Bahkan anda mengeluh pun bisa berujung penangkapan..pada jaman orba, para pemimpin daerah lebih dekat ke dprd daripada kepada rakyat karena mereka takut dilengserkan..
        Menurut saya koalisi ini sekarang mulai dengan UU nya pemimpin daerah lewat dprd, setelah ini sukses bukan mustahil akan dimunculkan UU bahwa presiden akan di pilih oleh dpr, akhirnya kita kembali ke jaman orba lagi dalam wajah yang lain.

        Apa yang anda maksud kekhalifahan…seperti ISIS/ISIL di Timur Tengah? Kalau itu hmm sangat berharap tidak pernah hadir di Indonesia. Indonesia dengan Pancasila itu sudah paling pas dengan kondisi di sini.

        Seperti yang dikatakan bung @MJ bahkan sekarang pun tanda-tandanya sudah dekat.

        Teman saya yang mantan caleg tadi cerita, temannya di gedung itu cerita per anggota dapat 50 jt untuk vote pilkada tdk langsung (note : cerita seperti ini susah diverifikasi kebenarannya, mirip kentut di keramaian ada baunya susah cari sumbernya)

        • kalau yg ini saya kurang percaya bung, buktikan saja bahwa kabinet Jokowi lebih baik dari kabinet SBY. Rakyat 5 tahun lagi tetap milih JKW. santai saja bung.

        • Sutarjo, anda seorang Muslim bukan? Kalau anda Muslim pasti anda paham nubuat akhir jaman yang pernah disampaikam oleh Rasulullah SAW dl. Dimana di akhir jaman umat Islam akan dipimpin oleh kekhalifahan yg dibentuk oleh Imam Mahdi. Jadi bukan kekhalifahan ala ISIS lho ya. Dan Pancasila? Saya nggak pernah dengar tuh nasibnya di akhir jaman bakal gimana.

          • Indonesia adalah negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan negara agama dan dasar negara adalah Pancasila, bukan salah satu agama. Itu adalah harga mati!

          • Anda aja deh yang mati bawa Pancasila, saya nggak ikut2an. Konstitusi kita aja bisa diamandemen kok, kenapa bentuk pemerintahan kita nggak bisa? Dan siapa yang nentuin harga mati? Situ?

  10. Sudah jadi rahasia umum pdi memusuhi demokrat, gara2 kebencian si simbok rada sby

    • Wah salah tulis, pada malah jadi rada

    • sakit hati ini ditelikung sby di lap terakhir…klo pdip wo dlm paripurna demokrat hargai…lebih dr 3 x rrapat mbakmu selalu lempar handuk…lah baru sekali di wo …sampai titik darah penghabisan…politikus pdip koar2…maklum rencana mo jadi cukong semua calon pimpinan daerah di seluruh nkri “gagal total” ….bisa2 jkw gagal dilantik nih….analisa awam maaf

      • Iya bung, padahal waktu demokrat berkuasa bukannya pdi yang paling sering menolak kebijakan2 yang dibuat

        • kebijakan apa saja yg ditolak pdip?apakah kebijakan itu memang layak diterima atau ditolak? tlg dijawab bung Meremtech, biar jelas: dan tidak bersifat memfitnah tanpa bukti

          • @bung Leo pard

            Menaikkan Atau mencabut BBM klo saya tidak salah bung, koreksi jika saya salah

          • subsidi bbm

          • Santai saja bung Leopard, kita buktikan saja dengan kabinet JKW_JK Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi asia. Kita buktikan kartu Indonesia sehat dan Indonesia pintar bisa mengangkat kualitas SDM kita. ingat lho Masyarakat Ekonimi ASEAN sebentar lagi.
            itu proyek2 MP3EI dari sumatera sampai papua cepat diselesaikan.
            lanjut-KAN pak Joko

  11. Orang dikenang adalah pada akhir amalnya, demikian SBY akan dikenang pada akhir masa jabatannya yg telah berhasil mengembalikan pilkada langsung menjadi pilkada lewat dprd. karya fenomenal selama pemerintahan 10 tahun akan dilupakan rakyat, dan yg diingat dan dirasakan rakyat adalah jasa beliau yg berhasil merampas hak konstitusi mereka dalam menentukan pemimpinnya diberikan kepada anggota dprd. Menurut saya yg awam ini, itulah karya fenomenal SBY yg akan dikenang oleh rakyat, anak dan cucunya. prihatin.com.

    • setuju bung Pitik. manakah yang lebih baik meninggal sebagai mantan orang baik ataukah sebagai orang jahat. akhir yang buruk (Suul Khatimah) ganjarannya neraka.

    • Gajah didepan mata tak tampak tapi kuman di seberang lautan malah tampak.. jamane wes diwolak walek..

      kejelekan diri sendiri, golongan dan kelompoknya tidak bakalan kelihatan tapi sekecil apapun kejelekan lawan walaupun itu sebenarnya baik akan tampak jelas..

      Salam kenal bung pitik..

    • Perasaan bung Pitik saja kali. Wong di tempat kami yang Bupati dan Walikota dipilih langsung juga gol semua ama KPK.
      Pilpres tetap diplih langsung, pak Joko 5 taon lagi menang lagi kalau bisa membuktikan janji-janji beliau. rakyat bersama kita. Lanjut-KAN

    • bung @Pitik apa bedanya pilkada langsung sama pilkada via dprd? wong yang udah-udah waktu pilkada kemaren saya ndak kenal calon dprd melalui mekanisme pilkada langsung jadi asal nyoblos( paling yg ndak asal nyoblos orang-orang/sekelompok masyrakat yang diberikan”money politik” atau bantuan / sumbangan oleh sang kandidat supaya dipilih jadi anggota dprd setempat) terus nasib masyrakat yang ingin memilih dengan hati nuraninya dengan harapan NKRI kedepannya lebih baik melalui pilkada langsung bagaimana yah? wong minim sosialisasi mengenail biodata/track rackout sang kandidat, baik melalui media msa mainstrem/sosial medial dll terhadap calon-calon dprd yang mau dipilih. Yah tidak menutup kemungkinan kondisi seperti itu menciptakan “GOLPUT” yang bisa berdampak pada penggelembungan suara yang bisa menguntungkan calon dprd suatu partai atau kalau tidak golput yah asal nyoblos meskipun ga dikasih iming-iming sama calon kandidat dprd yang di coblos melalui mekanisme pilkada langsung.Intinya pilkada langsung maupun pilkada via dprd sama-sama memihak kepentingan golongan/kelompok/partai dll,soal rakyat mah masa bodoooooo. Solusi dari saya next klo emang kekeh / ngotot mau pilkada langsung yah harus ada sosialisasi para kandidat, sosialisanya bisa dilakukan melalui media massa maintream yang banyak ditontok semua golongan masyrakat NKRI( masang iklan berupa nama-nama dan cv sang calon melalui stasiun tv terkenal misalnya) membuat group di media sosial, memasang iklan di koran-koran ternama dan masih banyak lagi. Jadi selama minim bahkan tidak ada sosialisasi calon dprd/dpr, saya rasa mau pilkada langsung oleh rakyat maupun pilakada melalui dprd/dpr, so what gthu loh (mikiirr#cak lemper) :D

  12. Dosa gak tahun 2019,hak pilih saya tak simpen dibawah bantal ajaa

  13. Mumet berjamaah..
    Se Indonesia mumet bersama..

  14. yaah..itulah Politik..gak ada teman abadi yg ada hanya kepentingan abadi..apakah itu sesuai dgn sila ke 4..KERAKYATAN YG DI PIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN KEADILAN??.

  15. wkkakwkakwkwa.. 2 kata terakhir adalah kata2 keramat

    • bung PCM santai saja, dulu PDIP juga belasan kali walk out biasa-biasa saja. pak JKW tetap presiden dan menang. Kita buktikan bahwa kabinet JKW-JK bisa menyejahterakan rakyat. ntar pasti kepilih lagi dan PDIP menang mutlak. sabar bung

  16. Selamat datang new ORBA…

  17. “Sahabat PDIP jangan terlalu mempermasalahkan Demokrat walk out. Alasannya karena selama PDIP sering walk out juga, Demokrat ikuti seniornya, wajar. Sehingga kedepannya kita bisa merasakan bagaimana rasanya ditinggal walk out,” kata Gede Pasek.

    Apakah itu dilakukan hanya untuk membalas dendam atau ada sesuatu hal yang lain, saya tidak tau..
    Dalam satu dekade terakhir, walk out atau protes dengan meninggalkan rapat dengan alasan tidak setuju kerap kali dilakukan oleh para anggota dewan yang terhormat.

    Saya pribadi, sekali lagi saya pribadi menganggap itu adalah tindakan pengecut, apalgi dengan embel-embel mengatasnamakan rakyat, bullshit, Pengecut adalah orang-orang yang tidak pernah menang ataupun kalah. Bagaimana mau menang? Mencoba saja tidak berani!
    Bagaimana dia tahu dirinya kalah? menguji diri saja dia takut!
    Banyak orang pengecut berniat mengubah dunia, tapi tidak mau bergerak keluar.

    Masih bagus jadi pecundang meskipun selalu kalah, tapi dia tetap mencoba dan berusaha…
    Jadi asumsi bagi saya tindakan WO, oleh siapapun apalgi dilakukan dewan yang terhormat sama sekali tidak mencerminkan harapan jutaan rakyat Indonesia yang menaruhkan kepercayaan, harapan dan masa depan kepada mereka. mohon maaf bila komen ini tidak berkenan..

    • klo yang tadi malam itu ada embel2 munafiknya bung DD,

      pura2 mendukung pikada langsung tapi hati kecil berkata sebaliknya.

      politik gak bisa dipisahkan dengan kompromi, gak ada mutlak2an

      dari 10 syarat pilkada langsung tinggal 1 yang belum terpenuhi. sebetulnya udah bagus banget, eh masih WO. persis balita kolokan yang ngambek ketika maunya gak kesampaian…

      jadi inget dulu alm taufik kiemas pernah menilai seseorang ‘seperti anak kecil’…

      • Wah, anda kok makin ke sini makin seperti jubirnya PDI atau kubu Jokowi ya? Yah kita cukup tau aja lah di mana posisi berdiri anda.

        • kita juga tahu anda berdiri di mana (telah mem-vonis jokowi salah terkait busway sebelum proses pengadilan dimulai)…

          but that’s not the point, ini kan lagi diskusi tentang event dan/atau idea, kok anda nylonong ke pribadi/people ? :)

          http://slodive.com/wp-content/uploads/2013/03/great-quotes-to-live-by/eleanor-roosevelt-quote.jpg

          • Actually I’m not a supporter of neither KMP nor Prabowo. I only happened to know exactly who Jokowi, Hendroriyono, and his cronies are.

            Let’s just say I know somebody who knows somebody who knew exactly who they are. And you also knew that I could not disclose sources such as these to the public.

            Cukuplah saya katakan ada alasan yang bagus kenapa Jokowi dulu pernah memohon2 kepada SBY spy kasus ini jangan dibawa ke Kejaksaan Agung dengan imbalan akan mengamankan keluarga Cikeas dari masalah hukum di masa depan jika terpilih jd Presiden, tapi SBY cuma bilang tidak bisa mengintervensi proses hukum yang dang berjalan. Makanya ada yang mukanya manyun dan cemberut setelah bertemu dgn SBY dulu, hehe. Cheers.

          • …tapi SBY cuma bilang tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan…

            good point – dan ada bukti nyata, besan SBY pernah dibui.

            jadi kita tinggal wait and see apakah proses hukum yang tidak diintervensi akan menjangkau jokowi.

            btw “I know somebody who knows somebody who knew exactly who they are” in legal terms is ‘hearsay’,
            check it out :)

          • Who’s talking about legal terms? :D

            I think people don’t generally use internet forums to perform legal processes, do they?

            Anyway, the weight of truth will ultimately depends on who this somebody is. Does he a work in a private company, in the legal system, in the government, in a political party, or in an intelligence agency?

          • Kalau Jokowi pada saat pilplres tidak terpilih jadi RI 1, trust me, the process will reach him.

            Tapi sejarah republik ini tidak mengenal preseden dimana pimpinan tertingginya pernah terkena proses hukum.

            Makanya bagi Jokowi, adalah sangaaat penting bagi dirinya untuk memenangkan pilpres kemaren, whatever and however it takes ;)

      • bung danu, betul tidaknya politik dua kaki oleh demokrat saya kurang tahu, karena saya bukan kadernya,yang selama ini saya tau partai tertua yang sudah melakukannya.
        Mungkin masih ada harapan digelar uji materi UU pilkada ke MK, dari berita online saya membaca bahwa demokrat akan mengajukan gugatan terkait hasil rapat semalam di DPR, Saya berharap bahwa niat Pak SBY mengajukan gugatan bukan untuk pencitraan semata, juga berharap para hakim MK betul-betul mau memperhatikan aspirasi rakyat kecil.
        Andaikata gugatan di kabulkan, bung danu tentu paham siapa yang di untungkan…. 🙂

        • bung DD,

          di MK itu biasanya pasal2 tertentu suatu UU yang dimohonkan judicial review-nya dapat dihapus jika dinilai MK bertentangan dengan UUD 45, itu max, gak mungkin MK menambahkan ayat, bukan wewenangnya.

          jadi klo PD merasa masih ada 1 syarat yang belum terpenuhi, gak akan bisa dicapai melalui judicial review…

        • Siapkan saja gugatan ke MK, kemarin kubu KMP kalah pilpres juga gugat ke MK. Meski akhirnya kalah juga. Tapi salut karena isu bakal demo, bikin rusuh dll tidak terbukti. dan Indonesia aman-aman saja. Tinggal dimainkan secara cantik pasti kubu PDIP menang. Banyak lawyer handal kan dibelakangnya.

    • Sangat disesalkan… Pembahasan RUU Pilkada sendiri diusulkan oleh Pemerintah yang notabene Latar belakang Demokrat. Menyetuji Pilkada Langsung dengan catatan 10 Opsi, dan rata2 semua Fraksi menyetuji Usulan Demokrat. Namun jelang Voting, Demokrat malah WO (Walk Out).

      Masih bisakah Bubur jadi Nasi… :D

  18. sejelek apapun pilkada langsung setidaknya telah memunculkan benih2 harapan bagi pemilihnya. dan tak lupa saya ucapkan selamat buat “KMP” yang telah memangkas benih2 harapan itu.

    • Mulai sekarang jangan bermimpi anak petani,buruh,tukang,nelayan, pedagang dll yang bukan tergolong keluarga/saudara dari para elit politik, utk bisa mecalonkan/menjadi bupati/walkot/gubernur.
      Jadi kalau ada pertanyaan kepada anak SD, apa cita2mu? ya jawabnya kembali seperti jaman ORBA dahulu, jadi dokter, polisi,tentara dll. yang jelas tidak ada yang menjawab jadi presiden, jadi gubernur, jadi bupati/ walikota.
      Maaf hanya pendapat pribadi dari orang oot pedagang ayam di pasar.

    • ternyata sudah pada pikun :D

  19. bukannya Warjag sudah menjadi Forum Militer lagi kan ya?sudah tidak ada embel2 politiknya lagi, koq masih bahas politik?fokus ke militer aja Bung Admin biar lebih enak n lebih menambah perasaan cinta terhadap bangsa Indonesia ini
    #sekedar masukan

  20. ho..ho..ho…anake mbo’e nesu …disini baru terlihat kekuatan koalisi MP..jd hati2lah buat pemerintah yg baru dalam menjalankan amanat rakyat..buktikan semua janji2mu..!!!!!!!!.

    • kmp kira2 menjalankan amanat rakyat gak dengan mengamputasi partisipasi rakyat dalam menentukan pemimpin mereka… :)

      • mengamputasi partisipasi rakyat dalam menentukan pemimpin mereka…
        kejadian PILPRES gimana bung yg mengamputasi partisipasi rakyat siapa bung?
        pastinya bung lebih tau dan jangn pura2 lupa dan gelap mata..

        • yang digugat di MK oleh pasangan no 1 adalah KPU bung,
          pasangan no 2 hanya berstatus pihak terkait…

          lagian pilpres udah tutup buku, dengan keluarnya keputusan MK…

      • Tapi juga sukses mengamputasi hidden hands dalam berperan menjadi cukong atau kingmaker dalam penentuan pimpinan di seluruh daerah di Indonesia. Ahh, the naivety..

        • the naivety indeed…

          as if the members of DPRD are all saints :D

          • Members of the DPRD aren’t controlled by a single party or a power that be. An uncoordinated power struggle is still better than a perfectly orchestrated monopoly of power, especially if foreign interests are considered in the equation. Ultimate power corrupts ultimately.

          • You took the words out of my mouth, brother. Or perhaps I was just using that ID to troll and forgot to change it before posting, hahaha. Oh well..

    • seperti kata ical,sang menteri utama, target selanjutnya UU minerba akan ditinjau ulang, kekuatan jahat mulai terlihat jreng..jreng..jreng.

  21. Artikel ini sepertinya pengarahan opini, kalo boleh saran sebaiknya bikin artikel yg netral biar para rekan2 warjag sendiri yg menilai. Saya yakin ada alasan kuat yg menjadi keprihatinan sebagian politikus kita yg menginginkan pemilukada memalui DPRD. Alasan inilah yg perlu diangkat biar para warjag yg menilai. Saya sendiri tidak terlalu mengerti politik cuman berusaha berpikiran terbuka dan tidak suudzon terhadap orang.

  22. Didalam hidup, salah satu hal yg harus kita jaga adl sebuah kepercayaan. Dan salah satu hal yg hrs di junjung tinggi adl kehormatan.
    Apakah msh ada kehormatan dan apa yg bs diharapkan dari para politikus yg bermental penghianat, tdk beretika dan tdk tahu malu?
    Kali ini sy sangat kecewa dgn langkah yg diambil Partai Demokrat. Seorang satria tdk akan menusuk lawannya dr belakang.

  23. Apapun keputusan DPR,mereka itu adalah hasil pilihan bersama rakyat Indonesia.pemilukada langsung ataupun tidak sdh diputuskan dalam rapat paripurna td mlm.yg menyetujui pilkada tdk lgsg jgn merasa tinggi hati dan yg mendukung pilkada lgsg jgn kecewa.apa yg sdh kalian putuskan akan berpengaruh selama 5thn kedepan.bagi pendukung pilkada lgsg silahkan ambil jalur hukum lewat MK.yg terpenting adalah keutuhan NKRI,jgn teprecah belah krn perbedaan.BHINEKA TUNGGAL IKA

  24. Pilih mana demokrasi JAMAN BATU atau demokrasi WANI PIRO…???

  25. Saya hanya prihatin dengan perkembangan politik kita. Nasib rakyat hanya ditentukan oleh segelintir orang. Bagi saya ini namanya pemasungan hak politik. Kalau soal efesiensi, kan sudah ditetapkan, pemilu serentak pada 2019. Artikel ini, intermeso saja.

    Kalah atau menang, hal yang inherent dalam politik, tapi para pemimpin jangan destruktif fatalistik

    • tanya bung Diego, kalo yang Pilkada apa juga masuk agenda pemilu srentak 2019 ?

    • Yang memilih jokowi adalah sebagian besar rakyat indonesia dan yang menang voting UU pilkada pun di pilih dan di percaya oleh sebagian besar rakyat indonesia. Kita berpikir positif aja bung Diego, seluruh DPR yg di pilih rakyatnya melakukan voting utk kesejahteraan rakyat. Jika kita berpikiran negatif terhadap koalisi merah putih, kita juga harus adil berfikir negatif terhadap kemenangan jokowi yg karbitan dan di dukung konglomerat dan etnis tionghoa yg jika berusaha segala cara di lakukan, halal haram di terabas seperti yahudi. Jadi terimalah dgn lapang dada utk NKRI ini.salam bung Diego

      • Bung Gunung Jati, masalahnya kita memilih anggota DPR kemarin tidak ada informasi kalau mereka akan merubah sistem Pilkada. Jika kita tau caleg terpilih akan jg menentukan siapa Kepala Daerah kita ke depan pasti hasil Pemilu kemarin jg akan berubah.
        Saya kemarin pendukung salah satu anggota KMP, mulai sekarang saya akan GOLPUT (karena saya jg tdk suka dgn gerbong sebelah karena ularnya).
        Semoga mereka segera bertobat..

        • selamat bergabung ke tim kami bung Indonesia 🙂

          Heran ya, kalo debat soal pespur apa yang dipilih, masing-masing semangat nunjukin kehebatan idolanya, tapi begitu urusan politik semangat njelekin musuhnya…

          mungkin artikel politik dibuat seperti artikel alutsista biar semangatnya soal kelebihan pilihannya saja…. gimana?

        • ikutan golpuuuuuuut.

        • Setelah pilpres 1999 saya golput karena jagoan saya kalah dan hingga pilpres kemarin saya tetap golput bung indonesia, tetapi dgn golput selama ini saya lebih jernih berfikir terhadap latar belakang calon2 dan 2 calon pilpres terakhir, saya jadi jauh kedepan dalam menilai pemimpin, partai2nya dan ular2 yang sangat berbahaya di belakangnya bagi bangsa ini. Saya berharap masih banyak yg cinta NKRI ini meski ular2 telah memanfaatkan media2 cetak dan digital utk merubah bangsa ini utk kepentingan asing. Salam bung indonesia

    • mohon maaf bung diego mungkin banyak di antara warjager yang tdk mengerti termsk sy sndr knp KMP ngotot pilkada melalui DPRD selain dari alasan penghematan itu sendiri, bukankah partai identik dngan keinginan untuk berkuasa, bukankah partai kecil yg juga menjadi pndukung KMP ada juga yg kadernya menjadi gubernur di daerah , bahkan mohon maaf PKS ada kadernya yg menjadi gubernur di daerah yg menjadi “primadona” untuk di perebutkan suaranya, tp knp mereka ikut mendukung KMP apakah mereka tidak takut akan kehilangan ‘KEKUASAAN ‘ di ddaerah trsbut?jd tentu sudah ada pertimbangan strategis mereka,,,,,
      mohon maaf pertanyaan dari rakyat kecil yg tidak mengerti politik dn terdorong oleh komentar bung @zamzami

    • Iya Bung DD. Saya belum tahu soal pilkada serentak apakah jadi dilakukan tahun 2018 atau 2019. Tapi dengan keputusan tadi malam, pilkada tak langsung, maka upaya mendorong pilkada serentak menjadi tidak relevan lagi. Isu Pilkada tak langsung ini, mungkin ada yg akan menggugat ke MK.

      Kalau Pilkada tak langsung, maka Kepala Daerah akan sangat dikendalikan partai.
      Kalau pilkada langsung, posisi Kepala daerah kuat, tidak mudah didongkel, karena dipilih langsung oleh rakyat.

      Pilkada tak langsung, tak lebih akan dijadikan politik dagang sapi oleh kandidat dan parpol. Siapa yang berani bakar besar ke parpol, dia yang akan diusung oleh parpol. Siapa yang bisa guyur legislatif, dia yang akan menang. Giliran sudah menang, Kepala daerah itu akan menjadi “kapal keruk”, mengganti uang yang sudah dia keluarkan.

      Yang menyediakan, ternyata masih banyak elit parpol yang berpikir sempit.
      Hari gini kok masih ada orang yang berpikir pilkada tak langsung…

      Mungkin sejarah Indonesia, akan mutar mutar di tempat. Nanti banyak orang yg tolak pilkada tak langsung, Reformasi II terjadi, Parpol tiba tiba pro -suara rakyat. Setelah semua reda, parpol kembali jadi musang, terjadi lagi Reformasi 3 dan seterusnya.

      Hal ini karena parpol kita saling menegasikan satu sama lain. Waktu tak berkuasa mencibir, setelah berkuasa mengharapkan kebagian dari yang dicibir. Waktu berkuasa terlihat baik, setelah kekuasaan mau habis, jadi destruktif. Fatalistic semua.

      Mungkin benar adanya apa yang disampaikan Mochtar Lubis dulu, bahwa bangsa Indonesia pada dasarnya buas, barbar. Untuk itu tidak ditemukan bentuk utuh kerajaan Sriwijaya, Majapahit, karena waktu peperangan, setelah raja kalah, kerajaannya juga dihancurleburkan. Apakah kita mau mengamini pendapat Mochtar Lubis itu?. Kita lihat saja

      • oo.. jadi masih terbuka lebar jalan pilkada langsung bila di ajukan ke MK, mudah-mudahan para Hakim MK mau mendengar kata rakyat,
        setuju dengan dua paragraf terakhir koment bung Diego…
        terimakasih

      • contoh kasus Ahok akhir-akhir ini, beliau masih berani adu debat dengan DPRD karena masih ada backing kuat dibelakangnya: Rakyat. Dengan beking ini, polisi dan tni juga tetap terarah untuk menjaga konstitusi…

        gak kebayang kalo nanti bener-bener dipilih DPRD….berani gak gubernurnya nyoretin anggaran aneh-aneh yang diajukan untuk APBD…

        • saya sangat yakin, GAK BAKAL BERANI. Lha Ahok aja yg notabene di dukung rakyat, DPRD berani dan mau menurunkan Ahok, Apalgi klo yg milih DPRD, mana punya bekingan klo yg mbeking aja mau nurunin kadernya..great kan!! :D #misuh-dalem-ati-sampai-kapan-indonesia-mau-maju-kalau-banyak-wakil-rakyat-kaya-gini-alias-terlalu-bnyk-kepentingan-kelompok-tertentu-yg-ga-mementingkan-rakyat-keseluruhan-ckckck

      • Maaf bung Diego., dengan menangnya kubu KMP soal Pilkada ini justru saya lebih khawatir kalau KMP sebenarnya ingin mengembalikan keadaan seperti masa Orde Baru. Dan Undang-undang KPK pun akan dirubah oleh kubu KMP. sehingga kepala daerah yg terpilih lewat DPRD akan semakin leluasa berbuat semaunya. Semoga itu tidak terjadi bung Diego.

    • Selamat datang virtous circle oligarki kekuasaan. Mulai hari ini untuk merubah keadaan melalui kekuasan, berkenalan dengan orang2 busuk ialah wajib.

      • hegheg…. masih aja ada penggiringan, sebenernya ga maslh mau langsung ato dprd itu tergantung rakyatnya, seperti yg dikatakan bang riky elson (org yg sdh berguna buat negara,bkn orang suka menggiring :) )
        toh dg lewat dprd kerja kpk ato lembaga pengawas lainya jd lbh mudah, tp kalo lewat dprd masih aja ada hal2 terkutuk, ya yg perlu dipertanyakan lembaga pengawasnya termasuk kpk nya. masak cuma ngawasi segedung aja ga bisa. Kemudian yg milih anggota dewan kan jg rakyat,jd rakyat sendiri yg salh.
        menurut pakar ahli tatanegara yuzril i m, yg benar menurut konstitusi ya yg lewat dprd.
        jadi udahlah kita liat dulu keputusan ini, pemillu langsung udh berjalan 10th dan hasilnya kalian tahu sendiri. kita liat dulu keputusan ini kalo bagus terusin kalo tambah ambyar dihapus,jgn dibuat budaya kalakuan menolak kebijakan yg belum berjalan. katanya kumpulan org baik yg akan dipimpin sama orang baik.
        Kalian perlu belajar sama orang kampung saya NNH (Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat), gubernur kami ditetapkan oleh dprg, tp jg baik2 aja, ga ada masalah. kalo kepaksa ada masalah biasanya otaknya yg bikin onar dari “imigran gelap” yg ga tau aturan.
        sory yo nek komen ku do ra setuju, aku ming sebah delok wong sing dadi agen penggiringan #JAPEMETHE (bolodewe)

  26. mungkin sebaiknya DPR ini diganti DPP aja… Dewan Perwakilan Partai.

  27. Ini mah alamat banyak yg golput sma semua pemilu….selamat golput !!!!

  28. pilih langsung maupun tidak langsung sama aja ,masyarakat juga ngga tau siapa /kenal mereka.

    maaf klo pendapat saya salah…

    • dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat buat rakyat ujung2nya rakyat cuma ditunggangi… ah milih langsung juga gak ngerasain apa2, kita rakyat cuma jadi korban…

    • mungkin yang anda maksud Pilkada Legislatif untuk memilih anggota dewan bung. Kalo milih bupati anda atau gubernur anda masa masih gak kenal juga? kemana aja selama ini? dinas luar kota ya? 🙂

  29. Pilihan yang tepat, untuk memantau daerah dengan 1 tongkat komanado

  30. Pilihan partai yang Ambiguisme justru akan menjadi blunder buat partai tsb..Rakyat akan mengingat sejarah ini,Legacy diakhir periode degradasi dan retardasi Demokrasi di Indonesia..Nila setitik Rusak Susu sebelanga #ShameOnYouSBY

    • Sebagai fans beliau, mulai sekarang saya sudah berubah pikiran! Saya akan kembali melihat beliau sebagai negarawan kalau memang beliau bisa memenangkan gugatan UU ini ke MK

  31. teman” mohon dijelaskan mengenai perbandingan anggaran biaya Pilkada Langsung dan biaya Pilkada melalui DPRD??,,

    maklum hanya kuli, jdi g ngerti soal biaya,,,

    • Menurut saya kalkulator tidak bisa menghitung selisih biayanya. Yang bisa membedakan adalah akal sehat orang waras saja.

    • namanya jg pesta demokrasi rakyat.. masa masih itung2an biaya sihh? klo mau hemat ya dcari sistem kek biar hemat, misal pilkada hanya dilaksanakan 1 putaran. trus pilkada diadain serentak dsb. daripada uang cuman buat ajang korupsi mending dpke buat biaya pilkada aja… salah pa bener saat nentuin siapa pemimpin daerah kita 5 thn kedepan harus kita sendiri yg nentuin ! ga perlu pke perwakilan segala… n sekarang harapan tinggal di MK… semoga UU ini dianulir ! amen…

  32. Kebenaran adalah untuk yang menang… Selow aja hehehe ..ada yg bilang klo negri ini negri auto pilot lho…

  33. Mulutmu harimaumu, kepribadian seseorang bisa dilihat dari tutur bahasa dan perkataannya.. begitupun dengan anda bung.. ungkapkan pendapat anda boleh tapi tolong hilangkan kata caci maki anda..

    salam kenal bung PCM

  34. Mau bukti apa lagi? Ayo rakyat jangan mau di bodohi terus. Politik itu ibarat comberan alias got. Tergantung pribadi masing2 menilai baunya harum apa busuk (emang comberan ada yg harum?) Gunakan akal sehat untuk pemilu berikutnya. Pilihan ditangani Anda, Lha yang repot kalo sudah gak percaya dan gak punya pilihan bagaimana?

  35. Sayang sekali…semakin hari semakin banyak Artikel Politik…
    Dan Arah Forum ini dalam politik semakin Jelas…
    Sangat disayangkan….padahal ini forum bagus…

  36. Di indonesia pilkada biasanya berbau money politic, siapa yang memberi uang dia yang dipilih
    bukan karena keinginan diri sendiri

    #cmiiw

    • Betul bung meremtech, saya juga pernah dikasih rupiah untuk memilih calon tertentu.. tapi ya uangnya sy terima tapi milihnya ya suka2 saya.. hehehe..

    • yg terjadi di lapangan uangnya di ambil tp masyarakat tetap bisa memilih calon lain menurut hati nurani, beda dgn pemilihan melalui dprd…

      • Tapi ditempat saya biasanya orang yang ngasih uang yang dipilih
        soalnya gak tau harus milih yang mana lagi, gak tau profil masing2 caleg
        malah kadang udah dikasih uang dianya malah golput

    • Setubuh, dulupun saya pernah jadi timses cabub tanpa embel” money politic. Namun apa daya, yg mampu keluarkan duit lebih yg menang. Gugatan ke MKpun sama saja perlu banyak uang. yg pada akhirnya rakyat jd korban, pembangunan jd terhambat dan tidak berkualitas, karna kepala daerah wajib bayar setoran ke investor. karna ada suatu kecamatan yg berbeda haluan dg pemenang pilkada, daerahnya di lokalisir dan dianak tirikan. hanya untuk caleg saja habis 300-2M, belum pilbup. pilgub,pilpres..kalau kalah banyak yg stress,gila, bunuh diri, DPO. kalau menang, langsung gadai SK ke bank, korupsi sebanyak’nya untuk kembalikan modal. Kalau mau demokrasi sesungguhnya saran saya terapkan hukuman mati untuk koruptor. Itu saja, untung saya tidak pegang senjata, kalo pegang senjata pastinya saya sniper tu koruptor’ jahanam.

  37. Semua ada plus minusy.baik langsung maupun via dprd.
    Walaupun hak rakyat untuk memilih dan dipilih secara tidak langsung dirampas.tp bukan kah DPRD kita sendiri yg memilih berti suara dprd adl jelmaan suara kita.via dprd jg stidaknya meminimalisir konflik horizontal dimasyarakat dan pengkotakan kotakan dalam masyrakat walau dg dipilih via dprd banyam yg kehilangan ampau (KPU,Lembaga Survey,usaha konvesional.dan masyarakat itu sendiri)

  38. Menurut saya…pemilihan langsung baik tetapi lebih baik lewat DPRD…masih ingat Ahok mencaci menteri dalam negeri….masak bawahan mencaci atasan di media luas…kalau tidak setuju kan bisa diusulkan di rapat….jangan mentang2 dipilih rakyat terus sombong..ga mau menuruti pemerintah pusat…saya mau tanya…berapa persen sih rakyat yang ikut nyoblos pilkada…mentok 75 % ..terus yang kepilih paling tinggi dapat berapa sih mntok 50%..artnya tidak nyampe 40 persenkepala daerah yang dipilh langsung mendapat dukungan rakyat….terus mengaku mewakili rakyat…padahal lebih dari 60% tidak mendukung …

    Kepala daerah merupakan bagian dari manajemen negara kesatuan..harus bekerjasama dan tunduk kepada kebijakan atasannya..walaupun mungkin beda pendapat…
    Lain halnya kalo negpalanya ara kita Serikat…ada negara bagian

    • Setuju bung zeint.. sy sangat tidak suka dengan orang yang seperti kacang lupa sama kulitnya, tidak tahu terima kasih dan ora duwe sopan santun.. btw salam kenal bung zeint..

    • Kan Ahok seorang Superstar bung.. I am superstar, I can do whatever I like. Lol

      • Kena batunya ahok skrg .. makanya jadi orang jangan sombong .. merasa dipilih rakyat , rakyat yg memilih jokowi .. kalo ga ada jokowi ga ada ahok .. tapi ga ada ahok jokowi tetep jadi gubernur .. ketua dprd dki jakarta haji lung lung tuh pentolan betawi bro eh malah dimusuhi ahok .. saudara ahok benar2 tidak mencerminkan watak pemimpin yg arif dan bijaksana pilihan warga jakarta dengan kelakuannya ..

        • Bung Daud, saya dari dulu menentang kalau posisi/jabatan politis disuatu daerah ditempati/dipegang oleh orang-orang yang berasal dari daerah lain, termasuk posisi Jokowi-Ahok di Jakarta. Menurut saya, pemimpin suatu daerah haruslah berasal dari daerah tersebut, tidak perduli suku/etnis nya apa, agama nya apa, tetapi ia harus lahir dan besar di daerah tersebut, layak nya presiden RI yang lahir dan besar di Indonesia. Dengan begitu, diharapkan pemimpin2 di daerah mempunyai hubungan emosional, sejarah dan norma dengan elemen2 politis didaerahnya masing2, sehingga tidak ada lagi polemik2 yang tidak perlu dan perhatian masyarakat nya cukup terfokus pada kinerja, penyelewengan dan hasil saja. Bukan pada drama politis yg berkepanjang dilangsir oleh media2 pelacur..

          Sebagai orang yang kerap merantau, saya selalu ingat peribahasa yang saya pelajari di sekolah dasar dan menjadikannya rambu2 dalam pengembaraan saya, yakni “Lain padang lain belalang lain lubuk lain pula ikan nya” dan juga “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Dengan peribahasa yang sama, saya ingin menegaskan pendapat anda. Salam.

    • Kalau ketegasan ya saya acungi jempol tp tegas perlu di ingat dg budaya kita bijaksana ada etikay juga. Kita budaya timur. Pemerintahan bukan perusahan pribadi. Dan manusia jg ada perasa.

  39. Dr awal memang ketahuan niat BURUKNYA koalisi merah putih, yg ingin mengembosi pemerintahan di kabinet jokowi dan menghambat program2 kerja pemerintah kedepannya melalui kepala daerah yg dipilih oleh DPRD yg sebagian besar anggotanya berasal dr KMP. Harapan KMP mungkin agar kinerja pemerintah terlihat buruk sehingga jokowi tdk terpilih lg pd periode yg akan datang, atau bahkan bisa menjadi alasan mengkudeta presiden di parlemen sblm pemerintahannya berakhir…dasar ular

    • Koalisi pdi p juga ular bung … katanya kabinet ramping ternyata sama aja 34 kementrian , katanya ga bagi2 kursi ternyata diobral partai sana sini bahkan koalisi merah putih ditawarin .. biarkan aja jalan sesuai konstitusi , ga ada yg menghina jokowi jk karena terpilih sesuai konstitusi dan saya pendukung prabowo juga berharap banyak dengan presiden terpilih .. 50% 50% bung pemilihnya .. ga ada kekuatan mayoritas skrg

      • tapi klo lebih ramping emang bener bung, karena banyak kementrian yg ga pke wamen… brapa duit tu yg dhemat? masalah jmlh kementrian tetap 34.. tu supaya masa transisi pemrintahan berjalan lancr, brcermin jaman gus dur dulu, yg nggabungin beberapa kementrian jdi 1 malah bikin semrawut. utk proses penggabungan aja butuh 2 tahun.. kapan mau kerjanya.. btw klo proses transisi sdh jalan, mungkin penggabungan baru bisa dilakukan… maaf.. pendapat tukang becak.. hehehe

    • Kalo soal saling piting trus saling jatuhkan … itu soal biasa dan wajar sesuai faham demokrasi liberal, bila kita kembali ke Pancasila maka musyawarah mufakat menjadi dasar utama ambil kputusan … silahkan pilih karena tak mungkin dua faham dijalankan berasamaan

  40. Pemilihan langsung dan tidak langsung sama saja .. semua sesuai konstitusi uud45 kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan .. bukan nya jaman batu .. malah pemilihan langsung itu cara2 liberal .. malah lebih hemat lewat dpr .. biaya pemilu langsung tirliunan bisa dibuat beli s300 atau su35 .. biarin pilitikus ribut yg penting MEF II jalan terus …

  41. Inalillahi waina ilaihi rojiun
    turut berduka cita atas mundurnya demokrasi dinegara indonesia,dimana pilkada daerah yang seharusnya buat pembelajaran rakyat untuk pilpres di tahun” mendatang telah meninggal dengan tenang dan semoga amal ibadahnya di terima disana

  42. Hati nurani yg berjiwa NKRI akan berkaca kaca mmbyngkn akibatnya selama 5 thn kedepan
    Saya yakin hati nurani para wakil tsb jg ada yg berkaca kaca atas keputusan yg terlanjur mrk buat tsb.

  43. Prihatin dan sangat disayangkan, yang perlu dilakukan sekarang adalah pengawasan kepada DPR yang super ketat, jangan sampai terjadi suap menyuap, pemerasan, gratifikasi dll………. Lieuuuuurrr lah !

  44. Dunia politik penuh dg intrik dan halusinasi…betul kata sahabat warjager kita bung jgroup..tdk ade sahabat politik yg abadi.. Adanya hanya kepentingan sendiri..nyang abadi.

    Rekayasa partai.semakin negri ni ancur krn di isi konglomerat yg memimpin..dan yg konglomlaraaat smkin terdesak.tak dapet apa2…tak berkutik krn di pagar.
    Semakin sempit ruang untuk rakyat bepolitisi,Yg atas semakin diatas dan yg bawah semakin ndlosorr

    Jual beli hukum di dpr semakin ricuh..
    Sama seperti kerajaan. Yg akan dipimpin dr putra mahkota pilihan dr dpr..atau para punggawa kerajaan.

  45. lembaga survey, media cetak dan elektronik jadi gak bisa lagi menggiring opini masyarakat,

    dulu pak jokowi terkenal karena mobil esemka yang diangkat secara luar biasa oleh media, padahal mobil esemka tersebut bukanlah luar biasa. (buatan cina dan dirakit oleh anak2 smk)

    seharusnya pak jokowi berterimakasih kepada mobil esemka dengan cara mengembangkan mobil yang benar benar buatan indonesia

  46. ….lha kenapa mencak-mencak kubunya mak banteng…padahal selama jaman pak SBY itu selalu dech kubunya mak banteng paling jago walk out….bukankah ini buah demokrasi…lha wong koridor hukum mempersilahkan untuk walk out….dan setiap partai pasti punya interestnya…..baik interest pribadi, golongan , partai ataupun bernegara/kebangsaan.

    kan udah jelas posisi masing-masing koalisi:
    >>>ada koalisi sebagai pemenang pilpres
    >>>ada koalisi sebagai oposisi
    >>>ada partai sbg penyeimbang

    coba dech dibandingkan ama demokrasinya negara lain…..Indonesia lebih “sembrono” demokrasinya…..

    ….kadang heran juga aku ama tuch ama statement …dikit-dikit dibawa ke penggiringan opini hal-hal yang terkait dengan ORDE BARU…..

    dari kamus:
    EFISIEN = melakukan / menjalankan sesuatu dengan benar
    EFEKTIF = melakukan / menjalankan hal yang benar

    pertanyaan mendasar:
    a. ada berapa banyak gubernur/bupati/walikota yang terjerat dan menjadi terpidana korupsi?
    b. ada berapa banyak anggota DPRD I dan DPRD II yang terjerat dan menjadi terpidana korupsi?
    c. ada berapa besar partisipasi aktif warga di suatu provinsi dan/atau kabupaten/kotamadya yang ikut mencoblos dengan pilihannya pada Pilgub/Pilbup/Pilwali dan Pilleg DPRD I dan DPRD II?
    d.ada berapa besar angggaran pelaksanaan pilgub/pilbup/pilwali dan pilleg dprd I dan II ?
    e. sudahkan mereka yang terpilih di eksekutif itu benar-benar membawa kemajuan untuk semua rakyat di daerahnya dalam konteks otonomi daerah?

    dari konteks tata negara ; pemerintahan ; demokrasi ; politik yg di Indonesia kedua makhluk baik EFISIEN dan EFEKTIF tidak pernah bisa bersinergi.

    dimata aku….UU itu ibaratnya seperti sistem kerja pelaksanaan fungsi tertentu….nach jika sistem itu kurang berhasil maka ya:
    a. ganti sistem
    b. upgrade sistem

    yayaya….ini hanyalah ungkapan sopir truck bekerja dapatkan rejeki barokah….

    • terima kasih bung bangjo….

      …inilah bung yang saya khawatirkan….karena nanti semua mengerucut pada tindakan korupsi baik via APBN maupun APBD. Jika ruang korupsi pada APBN dan APBD mengecil maka nanti yang keluar adalah penyalahgunaan wewenang untuk pemerasan….nach, akhirnya baik gubernur/bupati/walikota dan anggota legislatif terpilih tk. I dan II hanya ingin balik investasi….dengan jalan korupsi APBN dan APBD dan penyalahgunaan wewenang.

      ketika korupsi ini diketahui publik di daerah tersebut maka akan timbul antipati dan kecenderungan menjadi abstain saat pilgub/pilbup/pilwali dan pilleg tk. I dan II pada periode berikutnya….ini artinya ada ketidak peercayaan terhadap calon dan partai pendukungnya.

      tapi menurut aku…koq seperti kaset aja side A sekarang besok side B….sejak reformasi pakai pemilu langsung (side A) sekarang ganti pakai pemilu tidak langsung (side B)…..akhirnya ya bergantung pada dinamika yg terjadi pada masanya baik itu kebutuhan, tuntutan dan keinginan/harapan rakyat Indonesia.

      yayaya…semoga dengan sistem pilkada tidak langsung versi disempurnakan ini bisa benar-benar menjamin keselarasan dan kesinambungan program antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk kesejahteraaan rakyat dan kemajuan bangsa kita.

      tapi yg menarik, dengan information literate dari rakyat kita saat ini berkat teknologi informasi, maka ini artinya ruang kontrol publik terhadap eksekutif dan legislatif semakin kuat…karena jangan kaget bila ke depan banyak partai yg akan tumbang krn gagal mendapatkan kepercayaan publik dalam scope provinsi dan kabupaten/kotamadya.

    • yups bung saya jg kurang sreg sm kata2 orla.orba.reformasi dll kesannya gmna gtu.tapi terkadang orang itu susah buat mengubah kebiasaan…tp kalau kebiasaan kita yg sekarang tidak ada kemajuan..apa salahnya kita mengambil kebiasaan yg baru atau kebiasaan lama yg disempurnakan+dipertegas lagi..

  47. Bahasamu tidak mencerminkan pribadimu…. sejak pilpres negara kita sudah terbelah dua… dua2nya punya pendukung..malah kalau diamati lebih dalam yang menang adalah golput…kenapa ada RUU pilkada langsung, yang memberi wacana adalah pemerintah dua tahun yg lalu, itupun berdasarkan dampak positif dan negetif yang terjadi… UU disempurnakan berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan, sudah pasti pemerintah ingin yang terbaik buat rakyatnya dan tidak haram koq UU direvisi lagi…kalau memang kita tak setuju dg RUU ini, kita rapatkan barisan,kumpulkan kekuatan…. kita rombak lagi RUU tersebut… jangan hanya mengumbar kata2 kasar… semua pilihan ada kelebihan dan kekurangan…demokrasi itu kebebasan berpendapat, pendapat sebagian orang kalau mereka pingin pemilihan lewat DPRD kenapa tidak?… kalaupun kita memaksakan kehendak kita,..itu mah bukan demokrasi….

  48. Kembali ke jaman batu, itu emang sangat pas, antek2 asing tidak ingin indonesia maju, pilkada yg dipilih dprd, akan melahirkan pemimpin penjilat, menjadikan pimpin daerah tersandra, dan pastinya daerah akan jalan di tempat, ayoo kpk buka cabang di setiap kabupaten kota, kalianlah sandaran kami, untuk menangkap ular2 yang mulai mengeluarkan taringnya, tangkap siapapun dia yang mencoba memeras, yang mencoba menjadikan atm kepala daerah, dan ingat pendukung pilkada dprd 5 tahun mendatang rakyat akan membalas perbuatan kalian, kalian tidak akan punya suaran lg , karena kalian membuat kami ke jaman batu

  49. Ga ngaruh buatku, slama ini aq jga ga pernah ikut pemilu.

  50. Mau pilkada langsung atau tidak langsung itu bukan tujuan…itu hanya sistem/sarana mencapai tujuan…. hasilnya adalah bagaimana melahirkan pemimpin yang amanah,jujur,adil….
    justru kekurangan yang terjadi selama ini adalah….hukumnya tidak berjalan sama sekali..ketika ada pelanggaran2 tidak ada sanksi sama sekali…ketika di bawa ke MA tidak ada perobahan sama sekali…. jadi baiknya yang bagaimana terserah yang di dewan sana… besok lima tahun mendatang ganti lagi UU nya… kenyang deh…

  51. bagaimanapun semua ada plus minus..antara pilkada langsung ato mlalui dprd…
    semoga ni hasil terbaik untuk negeri ini…
    hilangkan money politic,jual sawah,jual rumah,hutang sana sini untuk kampanye..hehehe
    maav pendapat otak remuk.

  52. salah yg milih dong

  53. Menurut ane sih, mau pilkada langsung atau tak langsung sebenarnya sedikit pengaruhnya bagi rakyat …. pilkada tak langsung, tetep aja perlu duit , buat nyogok anggota dpr biar milih calon yang disodorkan, indonesia menurut ane adalah ibarat komputer yang lelet harus di restart nah masalahnye gimana caranye mau nge restart indonesia? :D

  54. Hilang sudah hak rakyat untuk memilih sosok seorang pemimpin(gub,bupati/walkot) secara lgsung..
    Apakah anda2 anggota dewan yg ktanya wakil rakyat, selama ini benar2 penyambung lidah rakyak?
    Hanya bs ngucapin INNALILLAHI WA INNAILAIHI ROJIUN buat hak2 rakyat memilih pemimpin scra langsung.

    • dan menurut KPK dari tahun 2002 s/d 2012 saja sudah ada sekitar 3000 anggota DPR/DPRD yang terlibat kasus Korupsi…miris

    • lalu dimana posisi prbowo sekarang??
      jujur inilah yang jadi keraguan saya ketika memilih prabowo,, bukan karna tidak percaya dengan Prabowo, tapi saya takut akhirnya prabowo gak lebih seperti kuda yang dia tunggangi ( manut sama yang dibelakang seperti ABR dkk)

      cuman kekecewaan saya yang pemilu kmaren mendukung KMP bung.

  55. Rest in peace democrazy indonesians

  56. Semangat Pagi cemuanya…..
    Moga hari ini menjadi hari yang cerah bagi warga JKGR, maksudnya hati & pikiran kita cerah termasuk keluarga..

    Mohon ijin tuk beri pendapat…
    Judul artikel kali ini ruarrrrr biasa..he.he.he
    Menurut pendapatku :
    Pilkada tidak langsung / Tidak langsung dilihat dari :
    1. segi biaya (efisiensi), Pilkada tidak langsung lebih efisien (hemat biaya).

    Namun perlu juga diingat bahwa EFISIENSI BISA DITEMPUH DENGAN MENGGUNAKAN SARANA TEKNOLOGI yang ada saat ini maupun masa depan yang tentu juga akan semakin murah, mudah dan aman UNTUK PILKADA LANGSUNG.
    Kalaupun saat ini kita hendak menerapkan teknologi untuk efisiensi dalam pemilu (pilkada, pileg, pilpres atau pil lainnya), sudah dapat dilakukan. hanya ada gak kemauan untuk melakukan itu dengan sungguh2 ?!

    2. Waktu lebih singkat karena hanya beberapa person (wakil) di legislatif (DPRD)

    Sekali lagi untuk menghemat waktu juga dengan TEKNOLOGI DAPAT DILAKUKAN walaupun PILKADA LANGSUNG. Hanya mau tidak menggunakan sarana & prasarana yang ada saat ini.

    3. Kerawanan / resiko bentrok horisontal, memang dapat di eliminir dengan Pilkada Tidak Langsung karena hanya mereka saja yang tau sama tau.
    Bila pilkada secara LANGSUNG pun, ini bisa di eliminir BILA PARA ELLIT POLITIK tersebut juga DEWASA, GENTLE, SPORTIF, JUJUR dan MAU untuk membuat massa / pendukungnya untuk lebih baik, lebih pintar.
    MENGAPA SAMPAI TERJADI CONFLIK?!
    Hal ini karena memang rakyat /masyarakat dengan sengaja tidak diajarkan untuk lebih baik, pintar namun sebaliknya masyarakat berusaha dininabobokan bahkan DIMANFAATKAN untuk kepentingan kelompok / golongan.

    4. Biaya tinggi Kandidat
    sekali lagi inipun dapat dilakukan penghematan dengan misalnya merujuk pada poin 1 diatas atau cara lain yang benar. Biaya akan menjadi tinggi cenderung sebagai akibat dari sikap yang memaksakan diri (cendurung untuk bertindak sebagai penguasa) untuk mendapatkan jabatan. Sebaliknya bila Kandidat tersebut bertujuan untuk MELAYANI maka biasanya biaya yang dikeluarkan cenderung akan lebih sedikit. Sebab masyarakat tentu akan melihat rekam jejak dari yang bersangkutan dengan mencari informasi, data dari berbagai sumber yang lebih objektif…

    demikian pendapat orang kampung / udik ini..
    Saran, bila kita tidak sependapat dengan para wakil rakyat (partai) tersebut maka kita masyarakat dapat menghukumnya dengan TIDAK MEMILIH PARTAI TERSEBUT pada masa yang akan datang.

    salam kasih tuk All Warga JKGR..
    Adios Amigos..
    Ciao

  57. Alangkah baiknya apabila ada yg ngeposting isi RUU pilkada langsung dan tidak langsung nya sehingga diskusi nya lebih terarah.. sehingga yg didiskusikan adalah conten isi RUU, bukan judulnya aja..

  58. Kebetulan nyimak sampai hampir pkl 02.00,,
    “Sahabat PDIP jangan terlalu mempermasalahkan Demokrat walk out. Alasannya karena selama ini PDIP sering walk out juga, Demokrat ikuti seniornya, wajar. Sehingga kita bisa tau bagaimana perasaan sahabat ditinggal walk out,” kata Gede Pas
    Bukan cuma saya,hampir smua yg hadir d ruangan trsebut smua tertawa :)
    Ya smoga saja ini pilihan yg terbaik,karna pilihan Pilkada tidak langsung menjadi salah satu opsi juga karena alasan ‘ demi Rakyat ‘,,

  59. Ya dari dulu kepentingan rakyat slalu no 2..demi rakyat..hanya janji…

  60. mari kita kawal selanjutnya…

  61. Nti klo pemerintah kedepan mau nambah alutsista yg gahar2 & canggih sprti s300,s400,kasel,rafael,typhon dll kwtir ny d jegal d DPR yg suaranya mayoritas koalisi merah putih y wassalam.. . Giliran pengadaan anoa & drone disetujui heheee
    hadewww ..nyesel dlu nyoblos anda pas pileg . .

    • Apa ndak terbalik mas piitruk?? Rencana pengadaan MBT Leopard d ganti anoa dan Drone kan idenya pak JKW. Nti klo pemerintah kedepan mau nambah alutsista yg gahar2 & canggih sprti s300,s400,kasel,rafael,typhon dll jJANGAN kwtir KARNA d DPR yg suaranya mayoritas koalisi merah putih . . Giliran pengadaan drone bakal dijegal .jadi anda tidak nyesel dlu nyoblos pas pileg . .

  62. Iya hrs kita .coba mau di bw kmn neg ini.

  63. Wah sudah diketok ya…ya pelan2 merajut jalan menuju 2019 bisa jadi tidak ada Pilpres langsung krn nanti presiden akan dipilih DPR kan katanya pilihan lewat DPR akn menghemat biaya klo pilihan langsung rakyat katanya akan memboroskan uang negara
    Kan UU bisa dirubah sesuai dng kemauan..jadi gak akan heran kedepan akan ada UU yg akan dirubah agar “PRESIDEN” dipilih oleh DPR

    SELAMAT…datang demokrasi jaman batu

  64. ribut mulu..

    pilihan langsung yg disuruh maju juga orang2 partai, kalopun jadi, sedikit banyak ya tetep ada campur tangan partainya..yg nyoblos, mayoritas juga kagak kenal ma calonnya, cuman seneng duitnya doang..nyoblosnya ngasal doang, mana orang tau..kalo calon ntu jadi pemimpin ya persis orang dapet nomor togel, cuman beruntung doang yg nyoblos banyak..setelah jadi, korup juga kan..

    dua sistem enih ada plus minusnya, jadi ngapain kita ribut..biarin yg atas yg ribut ndiri, kita nonton aja sambil ngemil pete goreng..

    • hehehe..bung@sarkem..pernah bilang klo suka yg ribut2..skrng ribut ko di protes lg…biarin aja bung yg penting tetap sopan dan beretika dlm berpendapat..mendingan kt jd penonton aja bung sarkem…bijimana..!!!.

    • Komentar yg cerdas bung Lare emang itulah kenyataan di lapangan. Mau dibikin sistem gimana kalo manusianya blom beres akan selalu jelek hasilnya mending cari sistem yg biayanya murah2 aje hehehe just kidding.

      • setuju pemilu langsung asalll…
        tingkat pendidikan seluruhnya minimal SMU,lah sekarang aja manyoritas pendidikannya hanya tamatan SD dan manyoritas penduduk Indonesia gak sempat mikirin politik,mereka hanya mikir besok ntar makan apa dan tragisnya mikir besok bisa makan gak ya.
        politik jaman sekarang hanya ada kepentingan dan rakyat hanya dijadikan TUMBAL.

    • Saya juga heran emang apa masalahnya sih klo pemilukada dihapus…? Owh ane tau, lembaga survey jadi pada gulung tikar, omzet penjual baju n spanduk menurun, KPUD jadi bingung mau kerja apaan n tentunya proyek pengadaan logistik pemilukada jadi nggak ada…huahahaha…

    • satu lg bung LS ga semua orang di suatu wilayah itu ikut nyoblos paling cuma beberapa aja….
      udahlah sante ajaga usah diambil otak, ga usah diambil hati, mending kerja cari duwit,

  65. Keduanya mempunyai nilai positif dan negatifnya.

    Tapi………
    Tapi jangan ditanya ya? soalnya saya juga bingung… Yuk sama-sama kita tanya ke mbah bowo… karena dialah orang yang bijasana, berwibawa dan dihormati. xixixixiixi..

  66. kalo kata bung Rhoma..”yg kaya makin kaya,yg miskin makin miskin”..sungguh TERLALU…!!!

  67. Strategi yg luar biasa cantik…. salut buat pak SBY. Sekarang posisi KMP VS MP = 1:1 . Dan pemenangnya tetap Demokrat dengan tetap jadi kubu yang netral. Kalau menurut saya, hasil paripurna kemarin hanya mengembalikan demokrasi seperti yang tertuang dalam sila keempat dalam Pancasila dan inilah sebenarnya demokrasi Pancasila yang sesungguhnya bukan copy paste dari barat. Ngono wae bingung lha wong aku wae ‘ra popo’. :D

  68. Alhamdulillah akhirnya ga ada pilkadal langsung….. percuma buang buang duit aja,..
    pilkadal langsung gw lebih setuju di daerah kota yang suddah maju penduduknya, yang kecil kemungkinan suaranya bisa di beli.
    kalo di daerah daerah gw ga setuju banget deh,,, banyak politik duit,.. pengalaman pribadi soalnya..
    seneng juga sih setiap mao pilkadal adaaa aja yang ngasih 20rebu bahkan 50 rebu…. suruh nyoblos… ga di ambil sayang,…. hehehe

    • Kalo ada penegak hukum terima duit suap masyarakat ngomel2 maki2…tapi masyarakat sendiri mau terima uang suap. kalo mental seluruh masyarakat kaya gini , apa iya barokah Alloh turun ke Indonesia. SATU helai benang hasil perbuatan haram saja bisa memberatkan manusia d akhirat.Apalagi kalo…..Semua berawal dari diri kita sendiri.

  69. Pemilihan langsung maupun tdk langsung sama sama memiliki kelebihan dan kekurangan.efek merusaknya lb banyak pemilihan langsung,sebab para investor kebijakan dapat membelinya secara langsung dan membina korupsi pd level rakyat secara masif.sedangkan tdk langsung korupsi hanya pada ruang tertutup dan ini lebih mudah dikendalikan.pada pemilihan langsung peran media sangat penting untuk memuluskan sang calon dgn polesan yg cantik sehingga mudah menipu rakyat apalagi sdh dibantu media asing.seorang koruptorpun jika dipoles dng baik akan tampak menarik sehingga masyarakat akan mendewa dewakannya.hal ini akan susah jika terjadi pada pemilihan tdk lgsung.negara kita masih miskin,tetapi kita suka menghabur hamburkan uang untuk memilih penguasa bukan pemimpin.kita sdh lihat efek pemilihan langsung diberbagai daerah.

  70. Dukung uji materi ke MK

  71. Secara teknis tidak ada yang salah, hanya ada yang memanfaatkan celah. Komunis dan Nazi juga pernah memanfaatkan celah dalam demokrasi untuk berkuasa dan menghapus kedaulatan rakyat.

  72. Masalahnya adalah: what next?
    1. Pilpres tidak langsung
    2. Pembubaran/pengebirian KPK
    3. …..
    4. …..
    atau spt yg pernah terjadi di jerman, china dan rusia?

  73. Bener kembali ke jaman Batu ,ini mah banyak negatifnya daripada positifnya , kepala daerah jadi mesin ATM anggota DPRD dan korupsi menjadi terstrktur,sistematis ,masiv karena sudah kontrak politik dengan anggota dewan jadi apa yg DPRD katakan ya di iyain aja wong jadi babunya ,tambah ngeri nih pergerakan koalisi bendera ini gak lama lg mungkin KPK dibubarkan biar bebas korupsinya dan kembali kejaman ORBA

  74. mau langsung or dipilih DPRD…ngga ngefek bro,..selama kaderisasi masih bobrok,penyelenggara dan pengawas tidak tegas.
    harusnya mereka (partai) berkaca diri dan bercemin untuk menciptakan kader2 yg unggul (tanpa dibungkus ya) yg memperjuangkan kebutuhan seluruh rakyat RI n bkn kepentingan sebagian kelompok.
    ane semlm liat gedung DPR/MPR cm senyum2 doang.

  75. Oleh karena itu, sebaiknya kita harus cermat dalam memilih anggota DPRD dalam pemilu nanti. Setiap pilihan kita, berarti kita sudah mengamanatkan tanggungjawab kpd pilihan kita. Kita harus mempercayai DPRD pilihan kita tersebut utk memilih pemimpin daerah kita. Karena DPRD langsung kita pilih sendiri dlm pemilu

  76. Bung2 semua sedikit saran saja marilah kita membicarakan politik seperti halnya bercanda dengan teman jgn terlalu serius dan dimasukkan di hati sehingga menyebabkan keburukan bagi kita di akhirat karena fitnah/suudzon dan terutama lisan kita. Manusia di Indonesia sudah ada sebelum Indonesia ada bahkan sebelum Sriwijaya ada. Manusia dan Nilai2 kemanusiaan adalah prioritas yg jauh lebih tinggi daripada urusan politik ato bahkan negara. Jangan sampai urusan politik/negara sampai mengorbankan nilai2 kemanusiaan dlm diri kita sungguh disayangkan.

    • Maaf bung., justru kami semua sedang memikirkan Nasib dan Masa depan Negara tercinta kita ini., kalo bukan kita yang perduli atas bangsa ini lalu siapa lagi.? hanya berserah diri pada TUHAN..??????

      • bagus bung kalo ada kepedulian yg tulus dari hati bung terhadap bangsa ini, berarti bung orang baik. Terkadang emang susah untuk menjelaskan sesuatu ada perbedaan antara bahasa tulisan dengan bahasa lesan. Tapi maksud saya Insyaallah baik kok bung hanyak mengajak tetap bersaudara dan rukun sampai di dlm hati meskipun seperti apa situasi politiknya Jadi Indonesia akan selalu dalam keadaan stabil tidak mudah dipecah belah dan semuanya dimulai dari kembali kepada nilai dasar manusia yg belakangan ini mulai terlupakan.

  77. IMHO, kalo untuk pemilihan gubernur sebaiknya dikembalikan seperti pada jaman ORBA dan seperti mekanisme di Russia saat ini, kenapa?

    Coba kalau gubernur terpilih kemudian melakukan pelepasan diri terhadap Indonesia dengan bantuan pihak asing, apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah pusat?

    Ingat, Aceh, NTT, Irian (saya lebih suka menyebut Irian daripada Papua), Maluku Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara + Poso merupakan daerah rawan pemisahan diri.

    Saat ini ada gejala Indonesia akan dilakukan Asia Spring mirip Arab Spring, dengan mekanisme lama bisa fatal akibat yang akan ditimbulkan.

    CMIIW

    • Kok gak ada yang ngeplay tulisan anda ya bung bapak besar ?
      hehehehehe
      coba ane ikutan koment dibawah dulu

    • bung BB,

      ….kalau gubernur terpilih kemudian melakukan pelepasan diri terhadap Indonesia dengan bantuan pihak asing, apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah pusat ?…

      sama seperti yang telah dilakukan pemerintah pusat di masa lalu terhadap PRRI/Permesta, RMS, DI/TII bung

      • Bung danu
        Memang pemisahan diri secara terbuka akan gampang dideteksinya,,

        Masyarakat tidak bisa mendeteksi Kepala daerah mana yang telah menyerah terhadap tekanan asing agar SDA nya dikuras oleh blok tertentu,, atau Gigih melawan tetapi akhirnya menyerah juga setelah dua kali dimasa kepemimpinannya selalu dirongrong oleh kerusuhan,,
        hehehehehe

        Bagi asing gak penting masih termasuk dalam NKRI atau tidak yang penting hak eksplorasi dipegang olehnya,, disana Patriotisme kepala daerah diuji.. karena rakyat banyak yang tidak tahu tekanan2 tersebut

        • bung Satrio,

          ‘kan kepala daerah gak sendiri, ada muspida, kapolda, pangdam
          (dan pejabat2 dibawahnya danrem, dandim, kapolres, kapolsek) bahkan rongrongan seperti itu jatuhnya lebih ke domain 2 pejabat terakhir ini…

          • bung danu
            Pembukanya adalah Kepala daerah kedua pejabat yang terakhir adalah menjaga keamanan,,

            Bu risma walikota Surabaya pernag menolak dengan tegas Investor untuk membangun tol tengah kota dan bu risma kukuh bertahan.dan menang
            Tetapi akan lain ceritanya yang ditolak adalah eksplorasi SDA oleh investor asing,, surabaya bisa banyak kasus,, :D

            Tetapi itulah dinamika politik,
            Kalau Sekarang Pilkada tak langsung yang menang anda sebagai Tim penuntut umum..
            tetapi apabila kebalikannya maka anda akan sebagai Tim pembela :D dan memang tetep sibuk hehehehe

            Bung danu
            mungkin akan lain bila kita menyikapi dengan satu dimensi lebih tinggi yaitu sebagai tokoh yang diatas kepentingan kedua kubu diatas,,

            thankyou diskusinya bung danu

      • Salam bung @Satrio,

        Biasa military fan boys kan sukanya alutsista gahar namun kurang menyadari metode perang asimetrik yang dijalankan oleh pihak asing :)

        Bung @Danu, bagaimana bila skenario pemisahan diri TIm-Tim diterapkan di Irian Jaya, dengan alasan awal pemerintah kurang perhatian terhadap kesejahteraan dan kemajuan rakyat daerah, yang kemudian berimbas pada demo massal pemisahan diri, yang se-olah2 disuarakan oleh rakyat setempat.

        Tindakan tegas dari pemerintah pusat akan dikategorikan sebagai tindakan represif dan ini yang memang di-tunggu2 oleh pihak asing untuk melakukakn final execution dengan melakukan emargo ekonomi & militer terhadap Indonesia, sebagaimana yang saat ini terjadi di Russia.

        Sambil menunggu nasi masak, gerakan demo pemisahan diri ini akan disebarkan di berbagai daerah dengan mengolah masalah “ketidak puasan” masyarakat yang ada.

        Kemudian, final executioan adalah Indonesia Spring…

        • bung BB,

          timtim merupakan special case, NKRI adalah keseluruhan wilayah ex hindia belanda / nederlands indie / dutch east indies, timtim sejak awal tidak termasuk nederlands indie, karena merupakan jajahan portugis.

          jadi timtim tidak memisahkan diri, kita yang dulu ‘mengintegrasikan’ mereka ke dalam NKRI.

          …kurangnya kesejahteraan dan kemajuan rakyat daerah, yang kemudian berimbas pada demo massal pemisahan diri, yang se-olah2 disuarakan oleh rakyat setempat…

          klo kesejahteraan kurang dan terbelakang, demo rakyat bukan seolah2 lagi, emang aslinya… :(

          kuncinya memang memenangkan hearts and minds masyarakat melalui pembangunan, dan masalah yang sempat kronis di papua adalah korupsi pejabat daerah yang menyulut ketidak puasan rakyat…

          selain itu petugas perlu dilengkapi peralatan canggih seperti radar penembus pepohonan / foliage penetration radar
          yang mampu mengendus potongan kawat berduri dari udara (apalagi senapan serbu opm) seperti carabas – saab yang cukup ringan hingga bisa ditenteng uav.

          ambush berulang2 oleh opm dapat membuat prajurit tni stress dan bertindak lepas kontrol (yang akan segera diblow up oleh mereka)

          http://www.saabgroup.com/en/Air/Sensor_Systems/Ground_Imaging_Sensors/CARABAS/Features/

          • “kuncinya memang memenangkan hearts and minds masyarakat melalui pembangunan, dan masalah yang sempat kronis di papua adalah korupsi pejabat daerah yang menyulut ketidak puasan rakyat”

            saya setuju pendapat di atas,

            permasalahannya adalah bilamana ketidakpuasan rakyat daerah yang sebenarnya adalah ulah oknum pejabat setempat “di-blow up” sebagai kesalahan dari pemerintah pusat?

            selain itu, tidak semua rakyat itu cerdas dalam menyikapi keadaan. kita harus ingat, bahwasanya the big five adalah “jagoannya” perang asimetrik, mereka bisa “membeli” media massa, melakukan distorsi informasi melalui internet dan media massa terkait.

            kita sudah dua kali “dikadali” oleh the big five ini. ingat, jaman soekarno yang kuat secara militer pun bisa digulingkan dengan model politik, juga jaman Suharto.

            terlepas dari keterlibatan “komprador, penghianat” atau koruptor, dalam sejarah negeri ini selalu dikalahkan oleh “musuh dalam selimut” alias orang dalam. coba kita simak kekalahan pangeran Diponegoro karena penghianatan Sentot, kekalahan Cut Nyak Dien. mereka semua adalah korban dari “orang2 dalam”.

            untuk itu kita membutuhkan mekanisme yang benar2 kuat.

          • bung Bapak besar
            Hearts and Mine bukan tolak ukur
            Bisa direkayasa dan diplesetkan,,

            Skotlandia yang makmur tetap ingin opsi referendum
            kurang apa ?

            Saat awal reformasi aceh dan Papua sudah menyusul ingin referendum.. andai saja pemerintah saat itu mengiyakan maka hilanglah kedua wilayah tersebut,, Gusdur mengambil jalan tengah dengan memperbolehkan bendera bintang kejora dikibarkan tetapi tidak boleh referendumm..bu mega dengan tegas membuat darurat militer agar aceh tidak referendum

          • setuju juga dengan bung @Satrio, bahwa Hearts and Mine bisa direkayasa, dalam konteks perang asimetri

            bung @Danu benar dari sisi tingkat kepuasan masyarakat dalam hal pelayanan publik (kalo boleh menyitir “reinventing the government”;)

            point utama dari komentar saya adalah, saat ini kita sedang dalam incaran pihak asing untuk memecah-belah bangsa, mengulangi skenario ’98 yang bisa dikatakan gagal (walaupun tidak total), kita sedang menghadapi perang asimetris yang entah kapan berakhir. bahkan Russia sendiri masih bergerilya dalam menghadapi hal ini (mengacu pada kasus Ukraina).

            mekanisme pemilihan gubernur secara tidak langsung salah satunya adalah mencegah disintegrasi bangsa yang salah satunya adalah disebabkan oleh pemisahan daerah dari gubernur pilihan & dimenangkan secara “syah” oleh pihak asing.

            untuk pemilihan walikota / bupati masih bisa untuk pemilihan langsung, karena level politiknya tidak serawan dibandingkan dengan pemilihan gubernur secara langsung.

            “gangguan” dari pihak asing akan terus berlangsung sampai pemerintahan bisa berjalan dengan baik ingat kasus Nicolas Sarcozy yang naik setelah Perancis digoyang kerusuhan massa yang berhasil “membakar” kota Paris.

            semoga kemapanan negeri ini bisa segera tercapai. amin

          • Assalamualaikum wr.wb
            keren bung BB dan bung Satrio analisanya.

          • bung BB,

            …permasalahannya adalah bilamana ketidakpuasan rakyat daerah yang sebenarnya adalah ulah oknum pejabat setempat “di-blow up” sebagai kesalahan dari pemerintah pusat?…

            salah satu buffer yang penting adalah kepala daerah merupakan putra daerah, yang bukan putra daerah
            sangat rawan didistorsikan sebagai ‘penjajah’.
            cara lain menangkal korupsi kepala daerah, pemerintah pusat ‘turun tangan’ membantu pembangunan infrastruktur (dana apbd).
            di papua misalnya dengan menugaskan zeni AD.

            perang asimetrik the big five memang keniscayaan (mis. tim weiner, legacy of ashes -history of the CIA)
            kitapun harus balas dengan rekayasa melalui media (elektronik).

            banyak orang papua berpendapat ‘kami memang beda’ (secara fisik dari warga RI lain). sering yang mengatakan hal tsb tanpa tendensi apa2, tapi ini juga sangat mudah dieksploitir OPM sebagai alasan separatisme.
            pemerintah bisa melunakkan anggapan tsb dengan rekayasa media, mis. tiap TV wajib 2x sehari menayangkan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan secara estafet oleh putra putri daerah (dengan pakaian adat) dari sabang sampai merauke, akan terlihat perubahan gradual ciri fisik manusia indonesia dari barat ke timur.

            orang kei (maluku) dan timor secara fisik mirip dengan orang papua.

            mis. john kei,
            http://static.inilah.com/data/berita/foto/1839744.jpg

            black brothers,
            http://ensiklopopindonesia.files.wordpress.com/2012/12/bb.jpg

            hercules,
            http://1.bp.blogspot.com/-mgTjGST97eg/UTsJemrA-iI/AAAAAAABV1s/B91X4moBH-0/s1600/Bentrok_dengan_anak_+buah_John_Kei.jpg

            sepintas mungkin remeh, tapi penting untuk mengubah/ membentuk mindset (saya merasakan krn lama di papua)

          • bung @Danu
            “salah satu buffer yang penting adalah kepala daerah merupakan putra daerah, yang bukan putra daerah
            sangat rawan didistorsikan sebagai ‘penjajah’.”

            betul sekali, ole karena itu mindset dari petinggi negara adalah menempatkan putra2 daerah yang benar2 kompeten di bidangnya dan terbukti memiliki nasionalisme yang tinggi.

            mirip2 pembekalan di jaman pak Harto, masing2 provinsi mengusulkan para putra daerahnya untuk kemudian digodog di pusat dan ditetapkan hasilnya serta pemberian pembekalan secara penuh dari pusat, mirip Lemhanas atau yang terkait.

          • Miris baca koment bung Danu masa Jati Diri bangsa ini ditentukan oleh dampak kolonialisme; itu paradigma sopo kalau bukan negara kolonial yang bisa jadi akan menjelma imperialisme gaya baru….

            Coba lihat padananya…..China tetap merebut kembali Hongkong dr Ingris, makau dr portugis bahkan LCS demi menegakan Imperium Masa lalu….

            Jadi kita bisa mempertahankan NKRI kalau kita mau dan mampu…persoalanya ….apakah ko teks itu ada pada masa pemerintahan HAbibie….semua dalih bisa disusun untuk membenarkan apapun yang bakal terjadi.

  78. disalah satu kabupaten di kalbar,kental bgt nuansa sukuisme..pejabat2 eselon 1 dan dua 95% itu satu suku dan bahkan mempunyai hubungan kekerabatan dgn bupati atau pejabat2 setingkat dibwh bupatinya,sampai posisi strategis di dprd dikuasai..konon mereka adlh para tim sukses pd waktu pilbup..anehnya lg byk pegawai honorer bahkan dr thn 2002 blm diangkat,tp ada pegawa yg cm menginjak bangku sd tdk tamat tp bs mendapat ijazah sma sederajat dan menjadi pns golongan dua,mereka adlh simpatisan/pendukung pilbup terpilih..klo pengen liat pns golongan dua punya mobil2 mewah double cab,fortuner,crv,innova atau minimal termurah avanza silahkan dtg “ke situ” hehe terakhir yg bikin heboh adlh ketua dprd terpilih pak K…t koq bs terpilih ya?
    Preman lokal,punya 11 istri,pendidikan tdk tamat sd tp punya gelar Amd..membaca,menulis dan pidato pun terbata bata..sangat dekat dgn gubernur..mungkin ini hadiah pilkada langsung

  79. siapa yang bisa menjamin Kalo pemilihan langsung, dapat berlangsung dengan ” BERSIH ” , begitu pula dengan pemilihan melalui dprd ???
    disitulah inti permasalahannya !!!

  80. pertama UU MD3,, d lanjut mengembalikan kewenangan MPR utk melengserkan Presiden terpilih dan akhirnya kekuasaan d pusat n daerah jadi langgeng….

    ada kabar burung tentang kerusuhan dgn membenturkan masa pro pilkada langsung vs penentang biar terjadi “goro2”,,, hanya kabar burung lho ya….

    • Maaf nanya bung saya gak terlalu ngerti politik emang sekarang presiden gak bisa dilengserin MPR ya? wah terus kalo presidennya neko2 gmn dung setau saya di USA aja presiden bisa di Impeach. Saya nanya serius nih bung bukan retorik bener2 gak tau

      • masih bisa kok bung,, maaf tulisannya kurang rinci…
        dari perbincangan dgn senior yang doyan brita2 politik,,, kewenangan yg ingin d kembalikan tentang penetapan GBHN lalu d tugaskan pada Presiden.. dan meminta pertanggung jawaban Presiden dan menilai pertanggung jawaban tsb.. nah pertanggung jawaban GBHN ini yg gosipnya mau d jadikan “peluru”.
        maaf kalo ngawur krn baru belajar n belun faham folotik :D

  81. Saya berharap jangan sampai UU tentang KPK, yg akan di kebiri juga, ini yg paling sadis…!!!

  82. langsung gak langsung koq direpotkan?
    masalahnya sampai mei 2014 sudah 325 kepala daerah yg tersangkut perkara korupsi,belum lagi semalam(25/09/2014) ttg kabar gub Riau Annas Maamun ketiban pulung OTT KPK,
    mantafff maju terusss korupsi di Indonesia-Hebat.

  83. Weleh weleh weleh…kenapa pada panik pemerintah daerah ditetapkan oleh DPRD…biasa aja x negara ga bakalan hancur x..mo langsung pa lewat DPRD tetap aja cari duit sendiri…makan harus bayar….gitu aja kok repot….semua sama aja yang berduit yang menang…kalo nah kalo kementrian agama dihilangkan lha itu baru boleh panik…nikah ga punya surat resmi…pasti ditangkap satpol PP…ngisep kretek dl ah…

  84. selamat buat Koalisi Merah Putih atas siaran livenya
    partai, opini hingga wajah kalian sudah direkam, dan dapat direwind kapanpun sebagai bahan pelajaran untuk masa datang

    senopati CS pasti bangga sekali KMP menang di rapat paripurna
    tunggu hari senin saat gedung dewan yang terhormat diduduki oleh mahasiswa

    MERDEKA

    • Emang mau ngapain tuh mahasiswa…?

    • Emangnya mau ngapain bung? Apakah rakyat kita memang sudah layak dengan sistem “one man one vote” pilkada langsung? Kalau saya sendiri melihat realita yang ada sistem tersebut belum cocok diterapkan di indonesia. Sungguh ironi melihat suara orang yang cerdas dan memang kompeten dalam hal pemerintahan disamakan (atau bahkan dikalahkan) oleh suara orang yang disuap oleh sekotak mie instan. Bagi saya itu sungguh tidak adil!

    • @gajah @riosoka
      mahasiswa datang membawa amanat rakyat saat penjatuhan rezim orde-baru 1998.

      mengenai layak a/ tidaknya apa parameternya? 14 tahun reformasi dan hasilnya sangat mengejutkan anda tidak tahu? :) :) :) :)
      mengenai REALITA ? Apa anda buta? apakah daerah anda sama dengan 14 tahun yang lalu (bandingkan 14 tahun reformasi dan 32 tahun Orde baru)
      mengenai One Man One Vote anda pasti sedang mabuk, dengan mengandalkan DPR menurut anda pertumbuhan ekonomi indonesia bisa mencapai 6%? atau angka 6% jatuh dari langit? itu karena rakyat memilih pemimpin daerah yang bisa memberi harapan bagi mereka walau pemerintahan pusat jalan di tempat. anda masih gagal paham? :) :) :)

    • mahasiswa ??? bisa ape ??? mao ngapain ???
      belajar aje blom klar & blom tentu juga ntu mahasiswa bisa jadi sarjana !!!

    • mahasiswa mau dudukin gedung dpr hanya karena pengesahan UU Pilkada? coba dech adik mahasiswa ini renungkan:

      a/ Sistem Pemilu Presiden USA itu adalah tidak langsung dan lewat Ellectoral Collage >>>fakta bahwa USA itu Raja Demokrasi dan Pendekar HAM di dunia disamping fakta USA adalah negara maju masih pakai sistem pemilu tidak langsung selama lebih dari 400 tahun. coba renungkan dan jawablah kenapa sistem pemilu tidak langsung ini tetep dipakai USA?

      b/ Sistem Pemilu di RRC (Tiongkok) apa benar sistem pemilu langsung mulai dari walikota, gubernur, menteri, presiden dan perdana menteri, semua bakal calon pasti lewat partai komunis china (PKC)>>>>fakta: RRC menjadi negara maju dengan cadangan devisa (foreign reserve) terbesar di dunia dan menguasai lebih dari 45% T-Notes dan T-bonds yang dikeluarkan oleh USA artinya USA punya hutang kepada RRC. coba tanyakan pada dirimu: kenapa dengan sistem totaliter di RRC ini bisa membuat RRC menjadi negara maju dan terkaya di dunia?

      lihat Indonesia-mu, dik…..kita ini masih tergolong negara dunia ketiga yg mau naik menjadi negara maju.

      c/lalu apa yg adik cari dengan demo? apa hanya ingin disebut dengan negara paling demokratis tapi korbankan kedaulatan negara menjadi balkanisasi? liat tuch berapa banyak gubernur/bupati/walikota dan anggota dprd tk. I dan II yg terpidana karena korupsi apbn dan apbd, atau lewat pemerasan kepada rakyatnya sendiri dengan penyalahgunaan wewenang. ingat ketika mereka menjabat….mereka hanya berpikir untuk kembali modal investasi. cek aja di berita2 ada berapa banyak anggota dprd yg gadaikan sk untuk dpat pinjaman bank guna menutup pinjaman pihak ketiga saat masa kampanye…

      d/ jadilah masiswa yg cerdas dan cinta tanah air…jangan latah dan grusa-grusu karena ada angin dari pihak yg berkepentingan….jaga NKRI ini dengan nyawamu.

      ini nasihat dari sopir truck buat adik mahasiswa….

  85. bang yan@oh yah..salam kenal ya..saya bbrp bln yg lalu kbtln ke kalbar,lmyn sering ya jd itu pengalaman yg langsung saya ligat/temui/rasakan..klo anda org kalbar pasti tau daerah yg saya maksud

  86. Daripada boros anggaran buat pilkada langsung yang ujung2nya juga banyak kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi mending pilkada langsung dihapus. Yang penting pilpres tetap dilaksanakan melalui pemungutan suara secara langsung. Buat PDIP nih ada cuplikan lagunya dream theater “…Take a look at yourself and not at anyone else and tell me what you see…?…”

  87. Judulnya terlalu TENDESIUS

    KITA harus pandai menyikapi dinamika politik Indonesia
    Indonesia adalah salah satu negara Demokrasi terbesar didunia..kita baru belajar dan baru mengalami eforia Demokrasi yang terbuka dan banyak mendapatkan hasil yang malah negatif,, mungkin itu lumrah karena memang kita berusaha menuju ke Demokrasi Pancasila sesungguhnya,,

    Bagaimana formula terbaik untuk Indonesia ? yang pasti adalah yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,,dan MENJAGA kedaulatan NKRI tetap utuh,,
    maka semua dicoba bagaimana pilkada tak langsung… langsung ,, kembali ke tidak langsung .

    Pilkada Tidak langsung dijaman Orba kita pernah merasakannya,, disaat itu etika pemerintahan terjaga,, unggah ungguh kepala daerah ke pada atasannya masih terasa.. tetapi banyak yang tidak puas karena suara rakyat belum terakomidir dengan langsung
    Pilkada Langsung juga pernah dicoba dan Outputnya bisa dirasakan sendiri,,
    Dan sekarang kita ingin tahu bagaimana Output yang dihasilkan oleh Pilkada tidak langsung yang tentunya iklimnya BERBEDA dengan masa ordebaru,, karena rakyatnya makin Cerdas dan Demokrasi makin Terbuka,,

    Kita tidak bisa menilai isi laut hanya melihat dari ombak dipermukaan saja ,,
    kita juga harus mempunyai sense of crisis,, dimana Persatuan dan Kesatuan adalah paling UTAMA harus dijaga dan rawan untuk diserang,, bagaimana Pancasila akan juga segera diserang agar bisa merubah pondasi negara ini yang bisa manut terhadap sistim ekonomi global.,

    Sebelum melumpuhkan dan memporak porandakan Mesir,, Undang Undang Dasar nya diserang dan akhirnya banyak terjadi Amandement,, Asing sangat antusias membiaya dan menggelontorkan dana besar kepada LSM dan tokoh tokoh setempat agar menggugat,merumuskan dan mengamandement UUD dasar baru,, dan akhirnya Berhasil,
    saya melihatnya ARAHNYA juga begitu yang melanda Indonesia dan kita sebagai rakyat santai saja terbuai karena eforia perubahan yang dihasilkan..

    Kalau saya berpendapat mari kita coba Pilkada tidak langsung ,, bagaimana Outputnya,, dan berikan solusinya agar Outputnya sesuai dengan Harapan rakyat Indonesia Seluruhnya,,
    Secanggih apapaun :sisitim proses produksi” untuk menghasilkan output yang bagus,, bila bahan bahannya ada yang tercemar maka produk ataupun Outputnya berbahaya dan meracuni bagi masyarakatnya,,,
    Dan terbukti Proses Pilkada langsung selama ini outputnya banyak tercemar,,apakah kita perlu rubah bahan nya atau sekalian Proses Produksinya,, ?
    Yang terbaik memang Bahannya dulu disaring yang bagus baru kemudian Proses Produksinya dirubah,, agar unsur dan celah didalam “sisitim proses Produksi” tidak mencemari bahan yang sudah dipilih dan bagus,,,

    Tetapi kenapa kok langsung merubah dulu Proses Produksinya, ? gak menyaring dulu bahannya ? Nah disini kita peru menganalisa ada apa ? ada Ancaman Apa ? apakah Sistim Proses Produksi terlalu banyak celah untuk tercemar ?
    Yang saya tahu Pihak yang pro pilkada langsung ,, sebelum Pemilu adalah pihak yang tidak setuju
    Demikian Juga sebaliknya Pihak yang sekarang Pro Pilkada tidak langsung sebelumnya adalah pihak yang tidak setuju..

    Kalau kita saling memaki dan saling menghujat disini maka kita adalah masyrakat yang dipermainkan persatuannya,,
    Karena Pilkada langsung dan tak langsung tidak mempengaruhi minat saya mencoblos di pemilu yang akan datang nanti agar Indonesia lebih BAIK dan NKRI tetap utuh seperti sekarang ini,, Bukan namanya saja NKRI utuh tetapi luas teritornya berkurang,,

    Imho

    • menurut bung satrio pilkada langsung hasilnya kotor?
      tempat saya merasakan betul hasil dari pesta demokrasi pemilihan langsung PEMILUKADA daerah-daerah yang puluhan tahun tidak tersambung oleh akses jalan akhirnya mendapatkan akses jalan.
      jalan-jalan yang puluhan tahun tidak terawat akhirnya terlihat rapih dan nyaman, akses pendidikan dan kesehatan yang puluhan tahun tidak pernah dirasakan di daerah pedalaman akhirnya dapat dirasakan penduduk setempat karena apa? Karena janji sang pemimpin daerah saat ber-orasi-sosialisasi-interaksi dengan rakyatnya, dan itu menjadi kontrak politiknya dengan rakyat yang memilihnya.

      kalau menurut anda kotor? apa parameternya dan negara mana sebagai pembandingnya?

      MERDEKA

    • menurut bung satrio pilkada langsung hasilnya kotor?
      tempat saya merasakan betul hasil dari pesta demokrasi pemilihan langsung PEMILUKADA daerah-daerah yang puluhan tahun tidak tersambung oleh akses jalan akhirnya mendapatkan akses jalan.
      jalan-jalan yang puluhan tahun tidak terawat akhirnya terlihat rapih dan nyaman, akses pendidikan dan kesehatan yang puluhan tahun tidak pernah dirasakan di daerah pedalaman akhirnya dapat dirasakan penduduk setempat karena apa? Karena janji sang pemimpin daerah saat ber-orasi-sosialisasi-interaksi dengan rakyatnya, dan itu menjadi kontrak politiknya dengan rakyat yang memilihnya.

      kalau menurut anda kotor? apa parameter seperti apa yang anda pakai dan negara mana sebagai pembandingnya?

      • Mmengapa kita tidak belajar demokrasi dengan MALAYSIA Yang sistem pemilihan gubrnur dipilih melalui DPRD Tidak ada tu pembelian suara

      • Bung Djoeni
        Anda melihat masalah harus secara Nasional bukan daerah

        KOTOR ? yang saya tulis tercemar dan memang tercemar tidak bersih

        Parameter ? karena definisi kotor dan tercemar bisa berbeda maka saya rasa tidak perlu menjawab pertanyaan anda ,,karena gak nyambung
        terimakasih

        • Bung Djoeni
          dimana tulisan saya diatas yang mendukung salah satu pihak ? coba anda kutip agar saya bisa meluruskan,,dan menjelaskan dengan GAMBLANG kepada anda,, makanya kunyah dengan halus jangan dengan emsoi

          Untuk lebih jelas coba anda baca uraian saya dibawah tentang melihat permasalahan dengan dimensi yang lebih tinggi
          terimakasih

        • Bung Djoeni, maaf menyela. Kalau mau hitungan2 tolong dibuat yang lengkap, sederhana saja perbandingan nya.

          Untuk DPRD provinsi, anggota berjumlah antara 35-100 orang setiap provinsi.
          Untuk DPRD kabupaten/kota, berjumlah antara 20-50 orang setiap kabupaten kota

          Lalu dibandingkan dengan jumlah 2 kepala daerah untuk provinsi dan 2 kepala daerah untuk kabupaten/kota. kalau kita mau fair seharus nya semua dihitung dulu total nya se-Indonesia berapa lalu memberikan data secara prosentase bukan angka perkepala. Itu juga kalau mau fair..

    • bung satrio,

      masalah pilkada langsung atau lewat dpr ini sebenarnya sederhana, bahkan gak ketulungan sederhananya, asal kita mampu berpikir sesuai alur / flowchart yang benar, gak mbulet dan campur aduk gak karuan.

      masalah dasar / filosofisnya, apakah setiap WNI perlu diberi hak untuk menentukan kepada siapa akan mengamanahkan tugas dan tanggung jawab untuk mengurus kepentingan dan kesejahteraan bersama ?
      saya berpendapat hak tsb bahkan bersifat asasi, tidak bisa diutak atik apalagi dihilangkan, karena setiap WNI adalah stake holder, pemilik negara ini, semiskin dan segembel apapun seseorang haknya sebagai WN tidak akan sirna, sekaya dan powerful apapun seseorang haknya tidak akan berlipat ganda.

      di sini perdebatan habis2an seharusnya terjadi, setelah diputuskan, maka keputusan dianggap sebagai hal terbaik / sasaran yang harus dicapai, hal2 lain merupakan konsekuensi saja bagi pencapaian tujuan tsb, jangan ada perdebatan lagi.

      jika pendidikan formal bagi generasi muda dinilai merupakan hal terbaik / sasaran yang harus dicapai, jangan goyah / bingung ketika muncul ekses2 negatif yang memang melekat pada proses pencapaian tujuan tersebut (kenal narkoba, bokep, sex bebas dari teman sekolah, tawuran hingga tewas dsb), siapkan antidote-nya, satpam sekolah, razia dan penggeledahan mendadak oleh polisi (mencari narkoba, alat kontrasepsi, senjata tajam dsb), pendisiplinan / pendidikan dasar militer bagi siswa yang terlibat tawuran, jangan malah sistem sekolahnya yang diutak atik, diganti home schooling dsb, bakal gak maju2.

      idem pilkada, konflik horizontal, money politics adalah ekses negatif, dan 10 syarat yang dirancang PD adalah antidote-nya. jangan mbulet lagi ke awal masalah. praktek sontoloyo begini memang cukup umum di kita, ganti mendiknas ganti kurikulum, balik dari 0 lagi, gak heran penguasaan matematika, IPA dan bahasa siswa kita paling buncit se asia timur…

      • Bung danu segala teori anda beserta sontoloyo nya akan mudah di patahkan oleh kubu sebelah ..karena melihat masalah dari dimensi yang sama,,

        BEGINI ya bung kita lihat sebuah lukisan dua dimensi di dinding didalam lukisan itu ada dua kubu yang berhadapan ,, kubu A siap dengan bala tentaranya ,, kubu B siap dengan bala tentaranya ,kedua kubu siap dengan dalil dalil nya dan sumpah serapahnya, bahkan senjatanya

        Bila kita ikut menempelkan separuh muka dilukisan itu ke kubu A maka yang terlihat kebaikan diri sendiri dan kejelekan kubu B
        Demikian juga sebaliknya,, kenapa karena kita ikut melihat itu sebagai masalah mahkluk dua dimensi dilukisan tersebut

        TETAPI akan lain ceritanya anda melihat permasalahan dan yang di sengketakan oleh kedua kubu dilukisan itu sebagai mahkluk yang berdimensi tiga,, anda akan melihat seorang dengan gunting dan korek api siap membakar lukisan tersebut karena gak suka dengan motif lukisan tersebut dan ingin mengganti dengan lukisan yang baru,,

        Kenapa setan lebih leluasa menggoda umat manusia ? karena dia mempunyai dimensi yang lebih besar yaitu empat dimensi.. setan akan ketawa ketiwi melihat pertikaian umat manusia yang cuma punya pandangan 3 dimensi,,

        bagaimana cara mengatasinya? Naikan pemikiran dan cara pandang setingkat lebih tinggi dimensinya
        bahkan Demi negaraku tercinta bersekutu dengan setan pun aku lakukan
        Imho

        • Waah.. dapat ilmu baru nih mengenai cara pandang. Intinya jangan menempelkan muka kita di lukisan tersebut karena nanti muka kita bisa kena cet nya. Hehehe. Mantap bung! Trims

      • bung Satrio,

        seperti saya bilang di atas, jika ingin saling mematahkan teori, seharusnya pada level dasar pemikiran yi. “apakah setiap WNI perlu diberi hak untuk menentukan kepada siapa akan mengamanahkan tugas dan tanggung jawab untuk mengurus kepentingan dan kesejahteraan bersama”.

        mbok dijelaskan dulu (sebagai argumen pemilihan oleh dprd) kenapa rakyat hanyalah sekedar pelengkap penderita (atau penghuni liar / penumpang gelap) di republik ini, sehingga cukup dipilihkan saja oleh sekelompok orang siapa2 yang akan memimpin mereka selama 5 tahun ?

        di sebuah peternakan ayam, pemilik bisa mempekerjakan si A untuk mengurus hajat hidup hewan2 piaraan tsb tanpa bertanya dulu kepada para ayam apakah mereka lebih sreg dengan si A, B atau X.

        namanya juga ayam, gak perlu diwongke / dimanusiakan.
        lain peternakan, lain republik yang isinya manusia, cara ngurusnya juga otomatis beda, segala sesuatu harus dilakukan secara bermartabat…

        tinjauan lain misalnya dari aspek check and balances antara eksekutif dan legislatif (harusnya sekalian dipikirkan yudikatif), check and balances yang benar harus ditentukan oleh rakyat, si A eksekutif, si X legislatif.
        jika X yang memilih A, maka A akan tidak berdaya terhadap X, tidak ada check and balances.

        sepakat dengan setan yang berdimensi lebih tinggi dari manusia yang 3D (belum tentu 4D, bisa lebih tinggi lagi). dalam fisika modern memang dikenal teori multiverse (masih kontroversil) yang mengusung teori tentang alam berdimensi 10 (atau 11 dengan dimensi waktu).

        • Bung Danu
          “apakah setiap WNI perlu diberi hak untuk menentukan kepada siapa akan mengamanahkan tugas dan tanggung jawab untuk mengurus kepentingan dan kesejahteraan bersama”.
          mbok dijelaskan dulu (sebagai argumen pemilihan oleh dprd) kenapa rakyat hanyalah sekedar pelengkap penderita (atau penghuni liar / penumpang gelap) di republik ini, sehingga cukup dipilihkan saja oleh sekelompok orang siapa2 yang akan memimpin mereka selama 5 tahun ?
          ———————————————————————————–
          Itu sudah diatur oleh UUD 1945, dan kalau ingin mengubah harus mengamandemen UUD 45,
          Rakyat memilih Wakil, DPRD mau tidak mau itu adalah wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat, Kalau ingin merubah kualitas DPRD rubahlah tabiat rakyat dalam memilih,, Pilihlah dengan otak bukan dengan hati apalagi karena Uang,
          Sidang Di gedung DPRD selalu terbuka untuk media dan rakyat bisa menilai bagaimana wakilnya menjalankan mandat bila tidak sesuai jangan memilih lagi,

          Untuk alasannya kan sudah banyak dijelaskan tetapi bagi sebagian rakyat yang cerdas dan memihak pilkada langsung seperti anda belum tentu menerima penjelasnya,
          Sedangkan rakyat tidak semua secerdas anda banyak yang memang hanya pasrah dan gak mau pusing yang masa bodoh,

          ANALOGI peternakan bebek … hemm
          Diwongke dan bermartabat,itu
          Rakyat lebih merasa diwongke bila kesejahteraannya meningkat,sekolah gratis,bbm murah listrik murah ,sembako murah,
          Dibandingkan di wongke bila terus bbm naik dan semua mahal dan persaingan HIDUP makin susah,
          Masih banyak bung Danu rakyat yang bekerja untuk meneruskan hidup bukan menikmati kehidupan,tidak semua bernasip seperti anda..

          Cek and Balance malah lebih mudah dilakukan oleh DPRD,Karena banyak Pemimpin sekarang yang malah tidak nguwongke rakyatnya ,Karena merasa sudah dipilih karena pilihan rakyat langsung,,

          TETAPI Semua itu juga pandangan saya dalam dua dimensi,
          Pandangan saya yang lebih meningkat dimensinya sudah saya tuangkan dalam artikel Meruwat Kebangsaan,
          Saya melihatnya HARUS ada yang DISELAMATKAN di Republik ini.,dan saya tidak terpengaruh oleh MEDIA,karena saya punya Pegangan sendiri,,dan saya tularkan dengan halus tanpa harus mencela salah satu kubu, Apalagi Presiden kita

          Coba bayangkan bila nanti kepentingan dibalik media berbalik menghujat Pak JKW dan Pak JK (Idola anda)
          Disaat itu anda ingin tahu ada kekuatan besar apa yang bisa merubah yang dulu mendukung malah sekarang menghujat?Dan kenapa yang dulu kucing berubah menjadi Macan , dulu kawan menjadi lawan
          Disaat itu nila BENAR pendapat anda sudah berkurang nilai kebenarannya,,

          JANGAN MENGGIGIT TANGAN YANG MEMBERI ANDA MAKAN

        • bung danu
          Biar gak bingung dengan kalimat terakhir maka saya tambahkan

          Apapun peran mu ..dikehidupan ini maka jadilah yang TERBAIK
          Bila Kamu belum HEBAT ? yaitu hebat dalam peran mu yang sekarang maka Jangan mengharapkan peran yang lebih besar..
          Cara terbaik menghebatkan peranmu adalah dengan mensyukuri nya
          Karena Tuhan akan memberi nikmat yang lebih bila kau pandai mensyukuri nikmatmu yang sekarang

          Tuhan melebihkan keadilan kepada orang yang MELEBIHKAN peran nya bagi kebaikan sesama
          Maka ukurlah keadilan Dirimu kepada sekitarmu tuk mendapatkan keadilan yang lebih

          Mengabdi kepada atasan (bos),Komandan,Negara Orangtua,,Guru..Pemimpin anda adalah cara IHKLAS untuk memuliakan diri anda sendiri
          Karena mereka adalah kepanjangan Tangan Tuhan untuk menyalurkan rejeki mu

          JADI JANGAN MENGGIGIT TANGAN YANG MEMBERI ANDA MAKAN

    • SETUJU Bung Satrio,…pemilu langsung, gak langsung sama saja, penting prosesnya,kenyataan pemilu langsung pakai uang,JELAS!nek ada yang bantah suruh periksa mata dan hatinya ke rumah sakit,..tuh ada panwas,bisa apa? apa ada gara2 beli swara msarakat bisa membuat calon dibatalkan kemenanganya? belum ada.Yang banyak koruptor nyalon malah dipilih rakyat, karna ada uang.yuk para wajager . bangun. Jangan hanya melihat hanya dari euforia politik saja, kita ada PANCASILA, UUD 1945, kalau tidak punya tuh dilapak buku dipsar banyak, harga gak sampai 10 rbu, biar kita tahu seperti apa pondasi negara kita.INDONESIA,..Janganlah terpecah hanya karna PDIP cs gan GERINDRA cs, kemudian menjelek2an orang lain.

      • klo ngerti masalah gak perlu keluar rumah cari lapak buku di pasar,
        kemarin draft RUU yang akan disahkan DPR ada 2 versi, pilkada langsung dan pilkada oleh DPRD.

        jika salah satu nyata2 bertentangan dengan PANCASILA dan UUD 1945, gak akan ada 2 versi….

    • Sepakat dengan bung satrio yang memandang tendensius judul diatas…. Bila kita membuka buku sejarah zaman batu berlangsung pada sekitar 12.000 tahun silam (10.000 SM) dmn saat itu manausia masih hidup di gua dan belum mengenal kata demokrasi, sedangkan kata demokrasi pertama muncul pada mazhab politik dan filsafat yunani kuno, saat dipimpin oleh cleithenes seorang warga athena yang mendirikan negara demokrasi pertama pada tahun 508 – 507 SM (Cleisthenes disebut juga bapak demokrasi athena). Setidaknya itu yg saya tahu dari literatur, maka mana mungkin ada korelasi dari judul dan kenyataan…

      Banyak pendapat rekan2 yg mengatakan bahwa UU pilkada merupakan produk yg tidak demokratis, tapi yang patut di ketahui apa sih yg menjadi landasan UU tersebut? Salah satunya menurut saya adalah UUD 1945 terutama pasal 18 dan pasal 22 E.

      Sedikit kita review dalam pasal 18, dalam butir ke 3 dikatakan bahwa pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota memiliki DPRD yang anggotanya dipilih melalui pemilu. Dan pada butir ke 4 dikatakan gubernur, bupati dan walikota masing2 sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten dan kota dpilih secara demokratis. Pada pasal ini tidak dikatakan bahwa pemiliihan melalui DPRD tidak demokratis. Sedangkan pada pasal 22 E, dikatakan pada butir 1 pemilu bebas, rahasia, jujur dan adil setiap 5 thn sekali. Butir ke 3 pemilihan diselenggarakan untuk memilih anggota DPR, DPD, PRESIDEN & WAKIL dan DPRD. maka jelas amanat UUD 45 tidak mengharuskan pilkada memilih langsung gubernur, bupati dan walikota.

      Maka kesimpulannya bung satrio saya harap rekan2 tidak memfonis negatif dahulu keputusan yang jelas – jelas tidak bertentangan dengan dasar negara. andaikan dilakukan judicial review ke MK pun, saya memperkirakan pak Hamdan dkk akan kesulitan karena rujukan MK adalah UUD 1945 yg pada akhirnya menolak materi judicial review tsb.

      Imho + Cmiiw

  88. Kisah usang tikus-tikus kantor
    Yang suka berenang disungai yang kotor
    Kisah usang tikus-tikus berdasi
    Yang suka ingkar janji
    Lalu sembunyi dibalik meja
    Teman sekerja Didalam lemari dari baja
    Kucing datang
    Cepat ganti muka
    Segera menjelma
    Bagai tak tercela
    Masa bodoh hilang harga diri Asal tidak terbukti ah
    Tentu sikat lagi
    Tikus-tikus tak kenal kenyang
    Rakus-rakus bukan kepalang
    Otak tikus memang bukan otak udang
    Kucing datang Tikus menghilang
    Kucing-kucing yang kerjanya molor
    Tak ingat tikus kantor
    Datang men-teror
    Cerdik licik
    Tikus bertingkah tengik Mungkin karena sang kucing
    Pura-pura mendelik
    Tikus tahu sang kucing lapar
    Kasih roti jalanpun lancar
    Memang sial sang tikus teramat pintar
    Atau mungkin sikucing yang kurang Ditatar !

  89. Ha…ha…ha…Sebenarnya RUU ini dibuat sudah jauh2 hari, dan dibuat atas ekses2 yg terjadi dari PILKADA langsung dan termasuk PILPRESS langsung spt ini sangat besar eksesnya. Coba perhatikan saat ini JUMLAH KEPALA DAERAH ( GUBERNUR + BUPATI/WAKOTA ) YANG MASUK PENJARA SEBANYAK 325 orang karena KORUPSI. Untuk menjadi seorang BUPATI/ WALKOT harus mengeluarkan BIAYA, MILYARAN RUPIAH ( > 2 M ), sedangkan Gubernur lebih besar lagi Smapai PULUHAN MILYARD bahkan ada yang RATUSAN MILYARD..he…he…
    Gaji resmi BUPATI/ WALKOT rata2 sekitar ENAM JUTA RUPIAH…..nah kapan BALIKNYA MODAL ? Nah CARA YG PALING MUDAH MENGEMBALIKAN MODAL ya dengan KORUPSI….baik untuk dirinya sendiri maupun orang yg berjasa memberi DUKUNGAN FINANSIAL……
    Ekses yg lainnya adalah adanya konflik horizontal : Kerusuhan masal, PEMBAKARAN KANTOR PEMDA, RUMAH dan lain2 kerusakan……..
    BUNG KARNO dan para pemimpin kita dahulu adalah orang2 yg jenius dan sudah tahu sifat rakyat Indonesia, maka dibuatlah DASAR NEGARA : PANCASILA…….bukan DEMOKRASI LIBERAL…….
    sila ke 4 : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN…

    Ayo….kita KEMBALI KE PANCASILA……

    • ohiya emang ada jaminan jg kalo kepala daerah yg dipilih dprd ga mengeluarkan biaya? YAKIN???? seberapa yg harus dikeluarkan untuk ngisi “kantong” sekian orang dprd agar dpt dicalonkan? sangat mungkin nilainya bisa lebih besar dr pilkada langsung dan kualitas pemimpin yg dihasilkan oleh sistem ginian ga bakal bagus krn sibuk ngurusin balikin modalnya dan meningkatkan profitnya JUGA. Blm lagi tawaran2 perusahaan yg akan menyedot SDM diwilayahnya.. mreka (pemimpin hasil pilihan drpd) bakal tergiur ngeces eces krn mereka ga memiliki rasa untuk bertanggung jawab kepada RAKYAT dibanding pemimpin yg dipilih langsung oleh rakyat..Logikanya mereka hny cukup bertanggung jawab kepada parpol atau anggota drpd yg mengangkatnya saja..rakyat nomor 3 lah setelah kepentingan nya pribadi atau kelompoknya yg nomor 2

  90. sila ke 4 : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN

    Itulah demokrasi pancasila… Sewajarnya pemimpin dipilih oleh wakil rakyat, udah sesuai dengan pancasila

    Kenapa semua harus sewot, kalaupun ada indikasi korupsi oleh wakil rakyat scopenya lebih kecil, daripada ngawasin seluruh pemilih yg menerima sogokan…

    Kenapa gak kalian perkuat aja KPK buat ngawasin wakil rakyat….apa gunanya KPK digaji???

    • stau ane: fungsi dprd:
      a. legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah;
      b. anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD);
      c. pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah
      kenapa harus dprd yg hrs memilih kepala daerah? pny hak apa mengambil hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Saya sendiri jg ga yakin anggta DPRD yg notabene dipilih rakyat dpt mewakili rakyat..Yang ane yakini dengan hati nurani ane sedalem2nya, mreka lebih mewakili PARTAI, BUKAN rakyat. Banyak rakyat yg saat pemilihan dprd bingung hrs pilih siapa krn tidak mengenal mereka..manabisa mereka mewakili rakyat bosss

  91. Gua bingung ya kok masalah beginian kita gampang bgt gontok gontokan dan di pecah belah emang seh kalo cuma modal bersilat lidah nggak perlu pake modal…jd dimana mana baik di tv di sosmed dll isinya bersilat lidah aja …sehingga negeri ini kelihatan bgt byk menelorkan jago jago koment tp kalo disuruh penelitian bersifat keilmuan tehnik dan teknologi susah bgt …emang gennya kale yah….jd tambah nggak muncul muncul aja para sesepuh.

  92. si oneng pasti mewek tu bung..xixixi..

  93. Mempolitisir Papua
    Penulis : Jelita Chantiqa pemerhati masalah strategis Indonesia)

    Situasi dan kondisi di Papua sebenarnya sudah semakin membaik, positif, menarik dan kondusif, karena Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Papua terus melaksanakan roda pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Papua. Jikapun ada beberapa oknum birokrat di Papua yang “masih nakal” atau tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, maka situasi ini tidak perlu dipolitisasi karena sudah memasuki ranah hukum maka harus kita selesaikan secara hukum. Papua harus menjadi “avant guard” dalam melaksanakan law enforcement di Papua.

    Namun, masih ada saja kelompok kepentingan politik praktis yang terus “mempersoalkan” masalah Papua, karena tidak rela dengan integrasi Papua ke NKRI, salah satunya adalah organisasi yang belum lama ini mengeluarkan siaran pers berjudul “Referendum di Skotlandia, Selanjutnya West Papua” menyatakan, Skotlandia akan melakukan referendum pada 18 September 2014 untuk menentukan bergabung dengan Inggris atau memisahkan diri (merdeka).

    Menurut mereka, referendum di Skotlandia adalah contoh penyelesaian damai yang disepakati dan diakui Pemerintah dan Parlemen Skotlandia. Sementara di Papua, sejak anekasi Papua pada tahun 1962, rakyat Papua terus menuntut agar penyelesaian persoalan Papua dilakukan melalui referendum. Indonesia seharusnya menanggapi tuntutan referendum yang ditawarkan rakyat Papua dengan cara damai. Indonesia dan Papua harus mengambil langkah penyelesaian seperti yang dilakukan Parlemen Skotlandia dan Pemerintah Inggris. Di Papua, rakyat Papua memiliki Parlemen Nasional West Papua (PNWP) yang terdiri dari Parlemen Rakyat Daerah (PRD) di seluruh wilayah West Papua. Seharusnya PNWP melakuan komunikasi politik dengan Pemerintah Indonesia dalam membicarakan tata cara penyelenggaraan hak penentuan nasib sendiri melalui referendum.

    Sementara itu, Solidaritas Korban Pelanggaran HAM (SKP-HAM) dalam jumpa persnya menilai, pihaknya dan pihak keluarga menilai aparat penegak hukum tidak serius dalam menangani kasus tersebut. Seharusnya banyak barang bukti yang dapat dikembangkan oleh aparat kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut. Selain itu, SKP-HAM Papua juga mencatat kasus Martinus Yohame merupakan salah satu dari sekian banyak kasus yang menimpa anggota KNPB. Salah seorang aktivis Papua yang hadir dalam jumpa pers tersebut menilai, dengan adanya paradigma KNPB sebagai pelaku kriminal, teroris, dan separatis, maka semakin jelas siapa pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap Martinus Yohame.

    Sedangkan dalam pernyataan sikapnya, SKP-HAM Papua mendesak Pelapor Khusus PBB untuk melakukan penyelidikan atas peristiwa penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap Marthinus Yohame. Mendesak Pemerintah Indonesia menegakkan hukum, dan mengusut peristiwa tersebut, dan meminta lembaga HAM internasional, nasional, maupun lokal untuk mendesak Pemerintah Indonesia mengizinkan pelapor Khusus PBB, peneliti, dan wartawan internasional untuk masuk ke Papua.

    Upaya “mempolitisir” Papua lainnya, dilakukan dengan mendesak Komnas HAM melakukan penyelidikan atas dugaan tewasnya sekitar 100.000 orang asli Papua pada saat, menjelang dan sesudah Operasi Militer di tanah Papua pada 1963 s.d. 1973. Beberapa kelompok kepentingan di Papua menilai, perlu segera dibentuk Pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) di Papua untuk menjalankan mandat secara hukum demi membangun tanah Papua yang damai.

    Pancasila dan Papua

    Kecenderungan sebagian tokoh masyarakat, intelektual dan kelompok di dalam masyarakat yang secara sadar dan sengaja membuang azas-azas Pancasila dari kehidupan bernegara. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika hanya diingat ketika terjadi konflik horisontal antar suku dan antar umat beragama. Di saat merancang sistem negara, merumuskan aturan yang mengatur hajat hidup orang banyak, dan membuat aturan SDA, mereka secara sengaja dan sadar membuang azas Pancasila, sehingga dampaknya banyak agenda yang diselundupkan kekuatan asing seperti, IMF dan Bank Dunia untuk merusak mental dan memecah NKRI. Selain itu, menolak jika negeri dan rakyat Indonesia dikuasai kekuatan asing yang hadir dengan metode baru, yaitu menjajah melalui dua sayap “soft ware”, demokrasi liberal dan ekonomi neoliberal.

    Terkait dengan permasalahan di Papua yang disuarakan oleh berbagai kelompok kepentingan di Papua, seperti kasus pembunuhan Martinus Yohame salah seorang aktivis KNPB misalnya, sebaiknya memang diselesaikan melalui jalur hukum dengan barang bukti yang dimiliki aparat penegak hukum, karena membunuh seseorang tanpa dosa adalah sebuah kesalahan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, namun juga tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila jika dalam kasus pembunuhan ini yang diduga (sekali lagi diduga) kemungkinan terjadi sebagai ekses konflik internal organisasi yang dipimpin oleh almarhum, karena banyak rumors yang terdengar. Rumors ini juga harus dicarikan fakta-faktanya oleh aparat negara yang bertugas di Papua, agar permasalahan ini tidak dipolitisir yang dapat mengganggu kepentingan nasional di Papua.

    Kalau kemudian terkait kasus ini SKP-HAM Papua mendesak Pelapor Khusus PBB untuk melakukan penyelidikan atas peristiwa penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap Marthinus Yohame, serta mendesak Pemerintah Indonesia mengizinkan pelapor Khusus PBB, peneliti, dan wartawan internasional untuk masuk ke Papua, maka ini jelas merupakan sikap yang tidak sesuai dengan Pancasila, terutama sila ketiga dan keempat dari Pancasila itu sendiri.

    Mungkin kalangan aktivis di Papua termasuk SKP HAM Papua lupa bahwa sebenarnya Pemerintah Indonesia tidak pernah melarang wartawan asing masuk ke Papua, karena banyak wartawan asing yang “masuk secara baik-baik ke Papua” yang juga difasilitasi secara baik-baik oleh Pemerintah Indonesia, namun jika elemen asing baik itu pelapor khusus ataupun wartawan internasional yang masuk “secara tidak baik-baik” ke Indonesia dan Papua, maka wajar jika aparat negara menangkap mereka seperti yang terjadi dengan ditangkapnya dua wartawan asing dari Perancis belum lama ini.

    Anehnya, lembaga pers terkenal seperti Dewan Pers dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengeluarkan pernyataan yang menurut penulis kontra produktif karena mendesak atau meminta pemerintah untuk melepaskan mereka, seharusnya Dewan Pers atau AJI berkonsultasi dulu dengan pihak pemerintah, mungkin melalui Kementerian Kominfo ataupun jajaran Kemenko Polhukam mengapa dua orang wartawan asing dari Perancis tersebut ditangkap, apa kesalahan utama mereka dll.

    Sementara elemen kelompok kepentingan di Papua yang berupaya “mempolitisir” referendum Skotlandia untuk ditularkan ke Papua, adalah upaya yang utopia, karena tidak mengerti apa esensi dari referenfum itu sendiri sejatinya.

    Sumber: http://www.theglobal-review.com

    • Makanya Pemerintah jangan terlalu merespon antek-antek Barat melalui HAM. Karena HAM hanya dijadikan alat untuk mengontrol negara yang dianggap jajahan secara ekonomi oleh Barat (seperti Indonesia), supaya mereka tetap bertahan di daerah jajahannya. Kami berharap Jokowi kembali UUD 1945 dan Pancasila, gunakan kekayaan sumber daya alam sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Habisi antek-antek penjajah Barat dan LSM-LSM yang menggadaikan negara kepada asing hanya karena demi dolar, dengan dibarengi mensejahterakan rakyat, rakyat pasti setuju.

    • orang papua itu sebenernya yang mana………temen saya bapaknya dah meninggal di papua……dia lahir di papua……kakeknya di jawa dah meninggal di papua……..saodaranya semua tinggal di papua bahkan ada yang menikah dengan orang papua……adalagi para tranmigrasi dari tahun 70 an dah pada meninggal di papua …..dikubur di papua….anaknya semua hidup dipapua…….trus yang di sebut orang papua itu siapakah…….apa cuma (maaf)… yang rambut keriting aja…..lah yang rambut lurus…….yang kakek neneknya ninggal di papua apa bukan orang papua…………..orang fak fak,. teminabuan, sorong, raja ampat..teluk bintuni…..mereka lebih ke budaya maluku……biasanya yang nulis nulis begini ……..mengertinya papua itu hanya ada di lembah Baliem………sedangkan papua itu luas……beda kampung beda bahasa……..belum tentu papua gunung sama papua pantai sama pikiranya….
      …lembaga asing terlalu banyak di papua …….pemerintah harus konsen pada masalah ini……

  94. Do mocoo PANCASILA, ojo sok pinter dewe, yen kurang sinauo UUD 1945, jek kurang? gawea dasar negara dewe, gawe UUD dewe trus goleko negara dewe,,

  95. salam kenal semua untuk putra putri indonesia di warjag ini. ini adlh keadaan bangsa kita sekarang ,yg penting apa kita hrs kita lakukan sekarang.jk tidak apa yg kita lakukan nanti kedepannya .bersabar lah bangsa ku ,kami akan melakukan sesuatu untuk mu di beberapa thn kedepan. by putra bangsa utk pasukan revolusi indonesia.

  96. hihihihi, terjebak sama admin (alam bawah sadar langsung terekspresikan)….kalo demokrasi itu suara terbanyak ya terima sajalah, toh kemaren juga suara terbanyak waktu pilpres, apa besok” kalo ada pembahasan RUU yg rusuh” nggak usah diajak lagi deh, kedua opsi punya logika berfikir masing”, yg demokratis itu apa harus sesuai dan memaksakan kehendak, ini politik, siapa yg lebih siap dia yg menguasai medan pertempuran.

    contoh kasus undang” nikah sesama jenis di beberapa negara bisa lolos dan di negara lain tidak? lah trus yg mendukung dan yg tidak mendukung apa saling menghujat? terima saja suara terbanyak seperti pilpres dan sidang paripurna kemaren dan yg akan datang. lanjutkan kehidupan masing”

    catatan akhir:
    1.soal mau coblos langsung atau tidak coba tanyakan kepada para wanita, mereka lebih suka yg mana…(maaf kalimat terakhir mengandung humor)
    2. apa fraksi demokrat walk out terinspirasi walk-nya pak SBY menuju gedung PBB dari hotel tempat Beliau dan rombongan menginap #salahbaca kode
    3. negara ini sudah cukup memiliki sejarah panjang dlm otak atik sistem bernegara, pernah jadi RIS, kembali lagi NKRI, skrg muncul lg bibit” perpecahan, pilkada langsung itu embrio dari sebuah referendum, berhati”lah karena yg diserang itu alam bawah sadar kita…

    maaf hanya sekedar urun rembuk dari pekerja lepas…

  97. Malas ngomong politik…. Ujung2nya rebutan DUIT….

  98. Politiknya malu maluin.kok bisa ya hihihi jorok

  99. Seiap Negara harus punya identitas sendiri, Rusia, Arab Saudi, China, Jepang, Inggris Dll. Indonesia pun punya identitas sendiri, Demokrasi Pancasila, pendirinya Sukarno bapaknya ratu PDI, Demokrasi Pancasila sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang beragam suku dan beragam agama. Indonesia masih berasas pancasila dan UUD 1945, bukan Liberal, bukan komunis dan bukan kerajaan. Demokrasi tidak harus dipilih langsung oleh rakyat. Rakyat tidak harus diberi tugas memilih, karena kalau rakyat bodoh pasti dibodohi terus. Yang diperlukan rakyat adalah kesejahteraan, tanpa kesejahteraan sistem apapun tidak ada artinya.

  100. mau pilkada langsung atau lwt DPRD ane tdk masalah,tp kalau mau jujur kembali kedalam diri sendiri, sy malah diuntungkan dengan pilkada via DPRD paling tidak sy mengurangi jatah dosa saya karena salah milih pemimpin untuk negara ku yg tercinta,dengan pemilihan melalui anggota DPRD maka kita juga sekaligus diajarkan agar pada 2019 saat pemilihan umum kita benar-benar memilih anggota DPRD yg sesuai dengan kepentingan kita dan jangan lagi memilih anggota dewan yg tidak punya kemampuan apa” selain kemampuan finansial. mari bertanya pada diri sendiri sudahkah selama ini kita memilih sesuai dengan hati nurani.?bukan memilih karena dapat serangan fajar.?apakah kita selama ini sudah menggunakan hak pilih kita secara maksimal dan tidak melakukan golput.?

    kemarin saya bertemu dgn teman lama yg mengajak diskusi tentang masalah ini di sebuah warung coto,intinya teman ini merasa gerah karena pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD namun dia tidak bisa berkata apa” ketika saya tanyakan pada dirinya bukankah selama ini dia selalu golput dengan alasan tdk ada calon pemimpin yg sesuai kriteria.?

    ada juga yg mengatakan bahwa putusan ini menguntungkan koalisi merah putih, jawaban saya mengatakan iya untuk hari ini tapi esok belum tentu,bukankah politik itu sanhgat fleksibel, bagaimana jika esok hari 3 partai yg tergabung di koalisi merah putih gabung ke koalisi JKW-JK.?dikarenakan ada deal politik yang sangat hebat. jika hal ini terjadi maka yg diuntungkan jelas koalisi JKW-JK

    ada juga kepala daerah(sang kutu loncat) yg marah” karena perubahan ini namun sebenarnya dia bukan marah karena kepentingan rakyat tapi marah kareena dengan perubahan aturan main ini sehingga pencitraannya selama ini dipastikan gagal total

    • Sudah sering diungkap kata2 ane ente antum menciderai kearifan budaya lokal. Demkkiam pula kata2 oe, gopek, cuan tari barongsai sangat mengancurkan kemurnian kebudayaan Indonesia dan harus dibuang jauh2

  101. gara2 asu pingin tau jeroan negri ini, sialan gatotkaca tenanan gagal total kakehan cangkem

  102. Ini terkait dengan proxy war dan coba cermati dimana sby sekarang? Akan ada goncangan besar makanya gulung kengan anda dan biasakan diri dengan cucuran keeingat bercampur lumuran darah

    Salam

    • Dan harus diingat baik2 kalau dalam proxy war ini kalah, pribumi akan menjadi warga kelas 3 seluruh pilar ekonomi dan politik bangsa dikuasai ras cina yg disukung tiongkok. Pernyataan ini adalah kenyataan dan bukan sara. Bukti empiris nyata penasihat panglima adalah proxynya tiongkok

      Salam

  103. Menurut para kyai sepuh di kalangan NU, Pemilu kepala daerah sebaiknya lewat DPRD karena dilihat dari segi mudhorotnya lebih sedikit dibanding pemilu langsung. Kita sudah berkali-kali pemilu langsung, tapi hasilnya apa? Aku malah setuju lagi kalau anggota DPR dipilih oleh partainya. Selama ini yang bisa menjadi DPR/DPRD adalah orang-orang yang berduit meskipun kemampuan NOL BESAR jika fulus banyak bisa jadi anggota dewan yang terhormat.

  104. SILA KE 4 ? musyawarah dan mufakat hanya berlaku di tingkat RT/RW ….ditataran politik kekuasan ….gk ada yg nama’a musyawarah mufakat dlm pemilihan pemimpin ,yg ada bagi2 jatah….dan yg ada adalah penggunaan voting.

    Dan kita sudah memulai Pilkada lgsg dgn sgala ekses positif dan negatifnya , smua perlu waktu.
    Dimana2 itu ada proses , kasih tau saya didunia ini yg gk pake proses ….silahkan angkat tangan.

    Sayangnya disaat kita mulai perlahan melewati proses2 tsb ….muncul sekelompok orang yg tdk senang dgn ekses2 sebuah proses.
    Dgn dalih ekses2 negatif pilkada lgsg ….anggaplah mereka adalah MALAIKAT yg tanpa ada keinginan/motif tersembunyi (PRASANGKA BAIK TINGKAT DEWA)…..tetep aja mrk adalah MALAIKAT YG NAIF……ingat….. belajar jalan sering terjatuh ….tp hanya karna sering terjatuh,maka sebagian orang memilih utk tdk berjalan sama sekali, apa itu cerdas ?

  105. lhaaaaaaaaaaa…………bapak kebanyakan makan Coto ya,,,,,,,,kepala bapak jadi panas……atai ati lho pak nanti mbledhoouuukkkk….

  106. Sayidina Umar ra menasehatkan..”yg paling aku khawatirkan dari kalian adalah bangga terhadap pendapatnya sendiri,ketahuilah orang yg mengaku sebagai orang cerdas sebenarnya adalah orang yg sangat bodoh,orang yg mengatakan bahwa dirinya pasti masuk surga diakan masuk neraka.”

    “Sesungguhnya umatku tdk akan bersatu dalam kesesatan,karena itu jika terjadi perselisihan maka ikutilah suara terbanyak.”(HR.Anas bin malik)

    “sesungguhnya umatku tdk akan bersatu dalam kesesatan,karena itu jika terjadi perselisihan maka ikutilah sawad al azham(mayoritas kaum muslim).”(HR.Ibnu majah)

    “Tidak akan masuk surga orang yg dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan,KESOMBONGAN adalah menolak kebenaran MEREMEHKAN MANUSIA.”(HR Muslim)

    “Fitnah itu sedang tidur(reda) dan laknat allah terhadap orang yg membangkitkannya.”(HR Ar-rafii)

  107. “GAGALNYA SKENARIO PILKADA LANGSUNG VERSI CIA” by @bang_DW

    saya mau kultwit | INFO INTELLEJEN; SKENARIO PILKADA LANGSUNG VERSI CIA

    1. indonesia harusnya mendukung pilkada langsung | agar skenario referendum atas nama rakyat bisa dibenarkan

    2. hanya lewat mengatasnamakan demokrasi lewat pilkada langsung | rakyat papua dan daerah lain bisa lakukan referendum | #budaya

    3. dan itu akan menjadi hal lumrah dan budaya yang biasa | mengatasnamakan kemajuan | demokrasi | #referendum

    4. 2015 | indonesia mdapat tantangan | terkait keutuhan NKRI | jalan menuju pecah adalah referendum | yg dibiasakan lewat pilkada langsung

    5. skenario pilkada langsung | dengan jualan demokrasi | adalah alat jalan keluar untuk aspirasi keluar dari NKRI | #referendum

    6. akibat UU pilkada lewat DPRD | dengan sendirinya meredam gejolak kedaerahan untuk merdeka sendiri dan lepas dari NKRI | #referendum

    7. menurut steve o’brien | agen CIA | indonesia itu memang sudah masuk settingan untuk dipecah menjadi negara bagian

    8. awalnya dari pembiasaan pilkada langsung | yang dipuja demokratis | lalu dibiasakan untuk membiarkan adanya referendum

    9. konstitusi kalian (indonesia) | bisa dirubah lewat desakan mengatasnamakan rakyat | wadah dan alatnya ada | #demokrasi

    10. ketika negara lain mulai sadar | bahwa ada sbuah skenario dunia | tkait peta dan tatanan dunia baru | maka mrk pun proteksi diri sendiri

    10b. beberapa negara di dunia mulai menerapkan persatuan dan kebangsaan | nasionalisme | dan itu yang dibenci demokrasi

    11. kitab demokrasi adalah tidak ada sebuah bangsa yang tetap dan abadi | semua berkembang sesuai mau otak otak.pelaksana demokrasi

    12. ingat teori kepuasan demokrasi | kemarin minta 1, hari ini minta 2, besok minta semuanya | #mutlak

    13. dan pilkada langsung adalah alat membangun jiwa pemberontak diri | maunya otak otak | bukan maunya bangsa

    14. pilkada langsung juga memberikan kesempatan suara untuk daerah ‘memisahkan diri’ sedikit demi sedikit dari pusat | #NKRI

    15. saya (o’brien) yakin Badan Intellejen kalian sudah memahami | apa ‘skenario’ besar dibalik pilkada langsung

    16. saya sering ke papua | kalian cuma bisa jualan akhir demokrasi di kata pemekaran | alasan pemekaran adalah menampumg aspirasi warga

    17. apakah kalian semua mau mengikuti semua keinginan pemekaran | ingat | itu alasan demokrasi

    18. dengan pemekaran lahirlah pilkada langsung yang bersifat kedaerahan | dan ini akan membangun kebersamaan diantara daerah

    19. kebersamaan daerah dari beberapa pemekaran yang akan mendesak beberapa pemikiran | salah satu nya | keinginan untuk #merdeka

    20. ironis | bangsa kalian masuk ke dalam jebakan jualan demokrasi bernama pilkada langsung | yang akan justru membawa kalian pecah

    21. memberikan satu suara berbicara dengan mengatasnamakan diri berarti memberikan kekuasaan otoriter memgatasnamakan diri

    22. satu suara yang bisa menjadi pembeda untuk satu kesatuan kebangsaan | kami papua kami ambon kami bali kami aceh | mana NKRI nya

    23. indonesia menjadi target proyeksi untuk dipecah | alasan utama karena letak geografisnya yang strategis | masa’ kalian tdk sadari

    24. amerika bisa one man one vote itu bentuk negara nya united states (gabungan negara negara bagian) mau seperti itu?

    25. dengan konsep indonesia yang mengaku sebagai negara kesatuan berdasarkan pancasila | saya rasa aneh adanya negara bagian

    26. negara bagian aceh, negara bagian papua, negara bagian bali, negara bagian ambon | ayolah itu kah yang kalian mau?

    27. kalau anda pgusung pilkada langsung dgn alasan mngaku jiwa demokrasi sejati | masa’ masih berpikiran naif | ini tdk ngaruh pada NKRI

    28. sementara ide pemekaran adalah salah satu cara memecah untuk menampung aspirasi | pemekaran biasa | bagaimana dgn keluar dari NKRI

    29. awalnya pemekaran | lalu pilkada langsung | berlanjut biasa untuk referendum | berakhir biasa saja untuk memisahkan diri (NKRI pecah)

    30. semua demi pujian disebut negara paling demokrasi sedunia | #pilkadalangsung

    31. tapi ironisnya | yang dipuji malah menjadi korban | karena demi mengejar pujian | negaranya menjadi pecah belah

    32. yang justru ketawa adalah kami (USA, dan bangsa barat) yang memang sangat mengharapkan kalian pecah dengan sendirinya

    33. ingatlah teori teori gagal jawab

    34. dgn alasan kemajuan | dulu manusia mbuat pakaian supaya tdk mau dkatakan primitif | tapi skarang demi kemajuan, telanjang adalah pilihan

    35. begitupula demokrasi | dulu bbeda suara adalah syarat dlm demokrasi tuk persatuan | skrg bbeda adalah untuk menghilangkan persatuan

    36. saya (o’brien) beri sedikit info pakta kesepahaman antara (USA) dengan megawati, JK dan pemerintah jokowi kedepannya

    37. ketika megawati dan JK ke washington USA baru baru ini | serta pertemuan robert blake dgn jokowi | berikut poin poin nya

    38. 1. terkait operasi anti terorisme | 2. terkait kontrak karya freeport dan blok cepu | 3. issu demokrasi dan plurarisme | 4. MEA

    39. 5. bantuan lembaga anti korupsi | 6. divestasi dan investasi yang diperluas (batasan yg dikurangi) | #intervensi

    40. semua pakta kesepahaman diatas | terwujud lewat bantuan bersifat bantuan | finansial, tekhnologi, dan keamanan

    41. tetapi pakta kesepahaman itu pun termasuk mencatat begitu banyak syarat | DAN SALAH SATUNYA terkait melaksanakan demokrasi seutuhnya

    42. yaitu memdukung pemilihan langsung (pemilu kada) di daerah daerah | #MOU

    43. apabila terjadi pembatasan praktek praktek demokrasi | maka akan dihentikan bantuan dana untuk LSM dan ORMAS pejuang demokrasi

    44. pemerintah USA lewat kedubesnya | memang akan menjadikan embargo | sebagai alat penekanan | #embargodana

    45. maka bersiaplah kepada LSM dan lembaga lembaga survey yang didanai amerika | bakal nangis bombay | dananya di hentikan

    • setuju dengan bung @zeromind

    • ini gak jauh dari rekayasa kubu pro pilkada oleh dprd, pinjam nama bule karena tahu melayu suka keder duluan berhadapan dengan bule (nyebut ‘jakarta’ aja jadi je-ka-ta).
      garbage…

      emang memutuskan untuk dilangsungkannya referendum ada dalam tupoksi kepala daerah? klo gak ada berarti ilegal dan ybs otomatis melanggar hukum.

      begitu seorang kepala daerah keblinger membuat maklumat tentang akan dilaksanakannya referendum, gak sampai sejam kemudian dia akan diamankan polisi / aparat teritorial atas tuduhan perbuatan makar, gitu aja kok repot ?

      jangankan cuma mengamankan 1 oknum tanpa sebutir pelorpun ditembakkan, mega aja berani memutuskan operasi militer di aceh ? gitu aja kok repot ?

      – – – –

      bahkan ada nuansa perlawanan terhadap pemberantasan korupsi (jangan2 ada tangan kotor mafia migas), 39. 5. bantuan lembaga anti korupsi…
      emang kenapa klo ada bantuan teknis asing, mereka lebih maju dalam hal ini, mending bule anti korupsi daripada pribumi garong…

  108. A1

  109. Sebaiknya kita sebelum berkomentar harus membuang jauh jauh kepentingan pribadi/golongan dan melihat disekitar kita disertai data yg valid dari media yg tdk memihak.tujuan cuma 1 demi kepentingan bangsa,dengan ini tdk akan timbul emosi jika ada yg bersebrangan,yg kita cari kebenaran bukan pembenaran.dengan cara itu kita dapat berpikir cerdas dan jernih.terima kasih rakyat indonesia.

  110. setuju dengan bung @Zeromind,

    Bung @Danu dan bung @Satrio, saat ini kita dihadapkan pada perang asimetris untuk memecah belah bangsa, dengan demikian kita bisa kembali pada jaman kolonialisme baru dan dengan gampang menguasai Indonesia tanpa melalui peperangan, cukup dengan menggunakan metode referendum yang “diatur” untuk memisahkan diri dari Indonesia secara satu per satu.

    Mengalahkan Indonesia melalui peperangan adalah hal yang hampir tidak mungkin, mengingat bangsa Indonesia sebenarnya terkenal sebagai “bangsa yang suka temperament”, gampang disulut emosinya untuk maju berperang. Namun dari sejarah mulai runtuhnya Majapahit sampai dengan sekarang, cara yang paling mudah adalah dengan memelihara para komprador, koruptor dan pebisnis serakah, yang dengan suka rela menjual SDA bangsanya demi segepok uang. Mereka pasti akan senang menerima segepok uang untuk “mengobok-obok” bangsa ini agar kembali ke jaman kolonial Hindia Belanda dengan jaminan berbagai kesenangan dan kemewahan yang ada.

    Bila pemerintah sekarang berani bertindak tegas, maka resiko yang “paling kecil” adalah menghadapi embargo ekonomi dari AS dan sekutunya. Apa yang bisa kita lakukan, jika yang paling sederhana saja, Singapore menolak menjual minyak jadi ke Indonesia atau export kelapa sawit Indonesia dihentikan oleh Eropa dan AS?

    Rusia yang negara besar saja masih kesulitan menghadapi sanksi2 ekonomi pihak Barat apa lagi kita?

    Saya belum memiliki skenario yang memungkinkan dalam menghadapi blokade ekonomi pihak Barat, kecuali masuk kedalam BRIC, bergabung dengan Rusia, China, Brasil dan India atau masuk kedalam Pakta Shanghai.

    #miris denger gosip kemaren, pemenang pemilu melakukan pemilihan anggota kabinet di amrik

    • bung BB,

      menurut saya referendum kecil kemungkinannya, dalam 69 tahun sejarah RI hanya timtim (yang bukan ‘asli’ NKRI), itupun karena ditawarkan pak BJ.

      sementara PBB sendiri malah hanya berbicara tentang otonomi bagi timtim (in early November 1998 the UN was reported to be opening discussions with the two countries regarding a UN plan for extensive autonomy for the territory).

      sebelumnya diplomasi RI berhasil ‘memaksakan’ dilangsungkannya All-Inclusive Intra-East Timorese Dialogue (AETD), dimana salah satu pihaknya adalah yang pro integrasi dengan RI di jenewa.

      apalagi jika mengaitkan referendum dengan pemilihan langsung kepala daerah, terlalu jauh -ilusi…

      • bung @Danu
        bagaimana dengan kejadian kemaren, waktu Sultan mengancam akan memisahkan diri dari NKRI jika pusat tetap menggoyang DIY ?

        • anda jangan sok tau….walaupun saya bukan orang djogja (atau orang djawa) tapi saya mengakui bahwa tanpa negara indonesia djogja tetap ada…..dan dengan kebesaran hati sultan sehingga indonesia exist….. sejarah tidak bisa dibohongi

          kalau anda tidak mengerti politik, tidak usah masuk kedalam kotornya dunia politik, cukup duduk manis didepan monitor mencari info2 militer. itu lebih baik

          mengenai referendum, dll saya kira anda sudah menjawabnya…..bahwa sifat dasar manusia bangsa ini ialah mendewakan kekuasaan, sombong/angkuh, gampang terbuai dengan pujian sehingga sangat mudah diadu tanpa susah payah menggunakan otot
          kalau anda sudah tau seperti itu lantas kenapa anda ngotot????

        • bung BB,

          imho, yogya memang daerah istimewa, tapi tidak cukup istimewa sehingga akan dibiarkan melakukan pemisahan diri…

          • coba bung @Danu searching berita dulu, jangan asal tuduh tanpa alasan yang jelas,

            jelek2 saya juga alumni fisip dan kerja di kemananan jaringan bung.

  111. India dah sampe ke mars.. indonesia masih mikirin pilkadut..

    Ini sing salah siapa.. mbok mikir.. hidup cuma 60 tahun.. knapa thow ga bisa ngasih yang terbaik bwat anak cucu.. mikirnya cuma yang terbaik bwat dirinya.. umur anggota dpr rata2 40than.. tinggal 20 thun lagi.. hidup.. cuma mikirin hal2 yang sifatnya pribadi.. ????????????

    Jgn berharap mau punya yang namanya kapal induk atau apalah.. kalau yang dipilih rakyat mikirnya bwat diri sendiri..

    Mending dibubarin aja gmana DPR nya.. biar skalian kembali ke jaman penjajahan.. ????????????????

    Percuma 350 th dijajah.. bukannya jd pinter malah jd kaya gini.. saya mungkin saya setetes air di samudra ga bisa berbuat apa2.. mungkin perlu REFORMASI JILID 2… bwat ngelawan penjajah yang ada di dalam daging..

  112. Salam gigit jari bung! Hehehe..

  113. Kamerwd warjag sekalian…adakah yg bisa mengatakan kepada saya mengapa saya harus mengganti pilihan sy untuk memperjuangkan nasib sy dari satu orang zolim yg memimpin daerah berkat pilkada dengan ratusan tikus rakus di gedung fakyat yg akan memilihkan satu tiran buat sy?

  114. itulah demokrasi bung suara terbanyak yang menang…udah melenceng jauh sari musyawarah mufakat ug menjadi nilai kita zaman dahulu kala…….

  115. Marilah kita bersama mencatat dan menanamkan didalam hati kita masing2, partai politik mana2 saja yg mencabut satu2nya hak politik kita untuk memilih pemimpin kita sendiri. Seiring perjalanan waktu, jangan sampai kita melupakannya. Persiapan buat pemilu 2019 nanti, jangan sampai ada lagi salah satu partai politik tersebut hidup dibumi indonesia.

  116. wkwkkwkw
    yang jelas banyak yang kehilangan periuk nasi…
    tv yang dapet spot iklan kepala daerah yang maju pilkada udah lemes aja,pengamat politik mrongos,konsultan pencitraan kerja cuma 5 tahun sekali,relawan bayaran dan cyber army socmed guud bay… ,mafia2 di kpu dan MK juga gulung tikar… kasihan denny JA.
    tapi yang betul2 perlu dikasihani saudara2 kita yang bekerja di alat peraga kampanye,semoga dapat rejeki pengganti yang lain.

  117. ShameonYouSby

  118. lmyn bs menunjukkan sikap saya tentang ruu pilkada di salah satu tv swasta..syg nya cm sebentar

  119. lmyn bs mmberikan sedikit komentar saya tentang ruu pilkada di salah satu tv swasta..

  120. PDI-P nya juga sih, pake acara nolak ide nya Pak SBY. coba kalau setuju dengan syarat2 nya. jadi tambah sempurnya tho??

 Leave a Reply