Jan 032017
 

Jakarta – Kementerian Keuangan mengambil keputusan untuk memutus hubungan kemitraan dengan perusahaan perbankan asal Amerika Serikat (AS) JPMorgan Chase Bank, N.A.

Seperti dikutip dari laman resmi Kemenkeu di Jakarta, Senin, pemutusan hubungan kemitraan tersebut terkait hasil riset JPMorgan Chase Bank yang dinilai berpotensi menciptakan gangguan stabilitas sistem keuangan nasional.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Direktur Utama JPMorgan Chase Bank, N.A. Indonesia tertanggal 9 Desember 2016 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Marwanto Harjowirjono.

Pemutusan kontrak kerja sama tersebut efektif berlaku per 1 Januari 2017.

Kesepakatan untuk mengakhiri kontrak kerja sama antara Ditjen Perbendaharaan dan JPMorgan Chase Bank dalam hal kemitraan sebagai bank persepsi.

Melalui pemutusan kontrak kerja sama sebagai bank persepsi, maka JPMorgan Chase Bank diminta untuk tidak menerima setoran penerimaan negara di seluruh cabangnya terhitung 1 Januari 2017.

Kemenkeu juga meminta perusahaan perbankan tersebut menyelesaikan segala perhitungan atas hak dan kewajiban terkait pengakhiran penyelenggaraan layanan JPMorgan Chase Bank sebagai bank persepsi Perusahaan perbankan tersebut diminta pula untuk segera melakukan sosialisasi kepada semua unit dan nasabah terkait dengan berakhirnya status bank persepsi tersebut.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  23 Responses to “Kemenkeu : JPMorgan Chase Bank Berpotensi Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan Nasional”

  1. Langkah yang sangat baik…

  2. Sudah benar itu

  3. hidup menku….untuk RI k arah yg kebih baik..

  4. Trus gantinya bank apa donk?

    • ada 15 lebih bank Lokal selama ini adalah Bank persepsi, …dan minimal 5 Bank Asing selama ini jadi Bank persepsi. Jadi satu ini di putus kontrak ga masalah.

      “JP Morgan menggeser alokasi portfolio mereka, menurunkan Brazil dari Overweight ke Netral, menurunkan Indonesia dari Overweight ke Underweight, dan Turki dari Netral ke Underweight.
      JP Morgan tak menjelaskan secara rinci terkait alasan melakukan downgrade atas Indonesia dan Brazil”

      Bertolak belakang dengan analisa bloomberg

    • Penggantinya Bang Aseng haiyaaa. . Loe olang belom tau yaa. .

  5. Bank Sayur …

  6. Ganti Ama bang nya 212 wiro gitu?
    Hehe

  7. langkah awal yang bagus, siapapun pemimpinnya negeri ini ….
    Buktikan bahwa Dunia “takut” akan Embargo Indonesia
    bukan sebaliknya …..

    selanjutnya , Bukan Dollar maupun Rmb yang akan dijadikan patokan dalam perdagangan RI baik export maupun import tapi …………….. RUPIAH ,

    yaa rupiah ( mata uang Indonesia ) , bila perlu “paksa” utang / import dalam bentuk valas ber patokan rupiah
    Semoga kedepannya negeri ini lebih baik

    aminnnnn,……………..

    edisi : Percaya Indonesia Lebih baik

  8. menkeu yg in I emg yahuut xixi

  9. indonesia mulai berusaha untuk mandiri dan lepas dari cengkraman USA dari semua aspek.

  10. kasi kuasa lebih utk menkeu yh next wapres lah

  11. Bank yang berani macam-macam, tenggelamkan !!!

  12. Bank Persepsi itu apa ya?
    kalo saya baca kok ini bank ngurusin setoran penerimaan negara?
    Jadi selama ini yg ngurusin setoran negara bank asing…?
    Emang bank mandiri nggak mampu…?

    • maksudnya bank penerima dana repatriasi bung

      sementara uang tebusan dari tax amnesty langsung masuk ke ditjen pajak

  13. saya bangga dengan srikandi ini, langkah yang sangat baik berani dan terukur

  14. mantab Bu, terus lakukan yg terbaik untuk Indonesia kita tercinta.

  15. Bank Asing memang harus di kurangi jumlahnya

  16. baru namanya berani…”go to hell with your aid” menkeu yg dulu dibuang sekarang disayang..maju terus bu.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)