Nov 142014
 
Desa perbatasan Indonesia Malaysia

Desa perbatasan Indonesia Malaysia

Jakarta – Tiga desa di Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dikabarkan diklaim sebagai bagian dari Kerajaan Malaysia.Namun, kebenaran kabar tersebut dibantah Direktur Jenderal Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Agus Mulyana.

Ia mengatakan, eksodus warga yang terjadi di tiga desa di Nunukan, Kalimantan Utara, karena persoalan batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia. Menurut Agus, saat ini kecamatan Lumbis Ogong yang berada di perbatasan dua negara belum pernah dibicarakan oleh Indonesia dan Malaysia.

“Tidak benar bahwa tiga desa di Kabupaten Nunukan, yaitu Desa Simantipal, Desa Sinapad dan Desa Sinokod di Kecamatan Lumbis Ogong, diklaim oleh Kerajaan Malaysia,” kata Agus, dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (14/11/2014).

Namun, Agus mengakui, Desa Simantipal dan Desa Sinapad berada dalam wilayah perbatasan kedua negara. Hingga kekinian, kedua negara masih membahas penegasan kedua desa tersebut masuk wilayah Indonesia atau Malaysia.

“Batas negara di kawasan Desa Sinapad dan Desa Simantipal, memang belum dipastikan dan ditegaskan. Itu dikarenakan tim dari pihak negara tetangga masih menangani dan memastikan batas negara yang ada di kawasan lain di wilayah Borneo/Kalimantan,” papar Agus. (TribunNews.com).

Bagikan Artikel :

  18 Responses to “Kemenlu Bantah Pencaplokan Desa di Nunukan”

  1. pertamax

    • Walah… lambat kalo membahas bahas dengan malaysia….
      yang ada kitanya pasti kalah.!!!

      ga usah diplomasi dgn malaysia.! sengketa akan di bawa kemana coba.???

      Apa sudah lupa dengan Sipadan dan Ligitan.!!!??? DIplomat kita kurang radikal dalam berfikir, dan kurang militan dalam memperjuangkan aspirasi..

      Lihat aja, kalau dibahas bahas, pasti kalah kita..!

      • Wah mas.. kalo mikir kita kalah ma malaysia itu tanjung datu apa ceritanya. Kalah apa menang..

        • Itu karena pak Mul langsung mengerahkan 4 Kapal Perang ke sana.
          Coba bayangkan: Kalau Deplu hanya melancarkan nota protes keras ke malaysia, mereka akan semakin mengulur-ulur waktu untuk semakin memantapkan posisinya disana dan akan bercokol disana.

          Terhadap Indonesia, Malaysia terkenal licik dan licin dalam berdiplomasi.
          Malaysia hanya mengenal satu bahasa universal, yaitu KEKUATAN MILITER.!!!!

          Jangan pernah berdiplomasi dengan malaysia, dengan kekuatan diplomat yang tidak radikal dan tidak militan.!

      • Pernyataan2 pusat bikin bingung. Toh info awal dari anggota dprd lokal. Sbg putra daerah pasti mrk lebih tahu. Harus di follow up ,

  2. No setunggal

  3. No setunggal,

  4. jgn ditunda2 lg, makin lama makin ruwet pnyelesaiannya…

  5. Basi ngga mau kehilangan muka…

  6. giliran udh diangkat media aja,ngeles!!!

  7. Tegas dan berani..itu jawaban nya…ada kah itu semua…di benak petinggi kita….

  8. di tu”pi….neh

  9. Kalau dari dulu memang itu wilayah kita, ngapain perundingan tapal batas lagi
    hanya karena warga desanya eksodus ke negara orang lain?
    Jadi bikin celah pihak sana utk klaim wilayah itu.
    Yang tegas gitu, lho jadi pejabat, jangan kayak gitu, bikin malu. saja..

  10. Sy setuju dengan jawaban koment bung2 di atas apaLagi bung esperado soaL perbatasan dan teritoriaL daeraha perbatasan kita jangan dibawa ke PBB pecuma tidak ada hasiL mending dengan cara MiLiter HaLus menunggu sengketa LCS pecah pihak maLaysia mau ga’ mau pasti membutuhkan kita tetapi eiiiits nanti duLu ๐Ÿ˜‰ …….Gimana nih kasus sengketa perbatasan apa mau berLanjut – Lanjut atau atur damai , Monggo siLahkan di PiLih he he he ๐Ÿ˜‰ :mrgreen:

  11. โ€œBatas negara di kawasan Desa
    Sinapad dan Desa Simantipal,
    memang belum dipastikan dan
    ditegaskan. Itu dikarenakan tim dari
    pihak negara tetangga masih
    menangani dan memastikan batas
    negara yang ada di kawasan lain di
    wilayah Borneo/Kalimantan,โ€
    seperti’a tim dr pihak sonora sibuk bingiittt… jd kasus ini bukan/ belum termasuk prioritas bagi mereka…
    hauddeeehhh…

  12. Ass all warjagers.Heran,harusnya yg bantah tu pihak yg ngeklaim.Koq nih malah terbalik.Cemen,banci,penakut apalagi yg pantas utk pejabat sperti ini.Katanya nkri harga mati.Tpi wilayah diperkosa orang malah bilang tdk ada,msh status quo lah,apalah.HEH.

  13. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang dia lebih senang ikut malay atau indonesia….

  14. AWAS JANGAN SAMPAI DESA SIMANTIPAL DAN DESA SINAPAD AKHIRNYA JATUH KETANGAN MALON ( jangan seperti yg sudah sudah ) !!!
    Bertindaklah yg tegas tetapkan dari sekarang juga bahwa ke 2 desa tsb termasuk kedalam wilayah NKRI, lalu tempatkan pasukan disana !!!

 Leave a Reply