Mar 202019
 

Para pejabat Kementerian Pertahanan Rusia memamerkan rudal 9M729 Rusia yang baru di taman Patriot militer di luar Moskow pada 23 Januari 2019. (AFP Photo via Daily Sabah)

Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Selasa, mengumumkan bahwa mereka tidak akan menghancurkan kompleks misil 9M729 yang Washington yakini melanggar Perjanjian Nuklir Jangka Menengah (INF).

“Kita tidak bisa pergi untuk menghancurkan rudal 9M729 kami yang diyakini Washington tidak berdasar melanggar perjanjian,” kata kementerian itu.

Menurut kementerian itu, Amerika Serikat secara aktif mengembangkan sistem rudal jarak menengah dan Rusia harus siap untuk penyebaran potensial sistem semacam itu di Washington.

Kementerian juga menekankan bahwa perpanjangan dokumen kontrol senjata lain, START Baru, akan menjadi kepentingan seluruh masyarakat internasional.

“Sayangnya, Washington lebih suka menciptakan suasana ketidakpastian, mengirim sinyal negatif [tentang kemungkinan perpanjangan],” kata kementerian itu.

Amerika Serikat telah berulang kali mengklaim bahwa Rusia melanggar perjanjian dengan menguji coba rudal 9M729 (pelaporan nama NATO: SSC-8) pada rentang yang dilarang oleh perjanjian. Rusia membantah tuduhan itu, bersikeras bahwa jangkauan maksimum rudal adalah 480km, sesuai dengan persyaratan Perjanjian INF.

Pada tanggal 2 Februari, Amerika Serikat secara resmi menangguhkan kewajibannya berdasarkan Perjanjian INF dan meluncurkan proses penarikan, yang akan selesai dalam waktu enam bulan kecuali jika Moskow memperbaiki dugaan pelanggaran atas perjanjian pengendalian senjata bilateral. Pada hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan itu, mengumumkan bahwa Moskow juga telah menangguhkan kewajibannya di bawah perjanjian itu sebagai tanggapan terhadap langkah Amerika Serikat.

Sumber: Sputnik News

 Posted by on Maret 20, 2019

  3 Responses to “Kemenlu Rusia: Moscow Tidak Akan Menghancurkan Kompleks Rudal 9M729”

  1.  

    9M729 The Sharp Shooter

  2.  

    Nah loh, alasannya subyekyif banget tuh Rusia. USA aja.cuman punya Tomahawk dan JASSM-ER aja yg jangkauannya diatas 500 km dan itu aja high subsonic. Lah Rusia punya Klub S, Punya Yakhont, Punya Zircon, punya Kalibr dan Iskander apalagi ada Avangard juga. Padahal kebanyakan rudal jelajah Rusia udah supersonic dan ada hypersonic juga.

    Kalo semua dihapus, Rusia jelas yg lebih dirugikan dan Rusia ngeles beragam cara agar rudal mereka gak dihapus semua. Coz kalo pake yg dibawah 500 km Rusia gak akan bisa menerapkan AA/AD dan gak punya detteren buat ngancam Eropa, USA dan sekutunya tanpa nuklir. Itulah inti penolakan Rusia. Hhhhhhhhhhh

  3.  

    RUSIA STLOONGGG