Feb 122018
 

T-14 Armata (photo : via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia berencana untuk membeli sekitar 200 tank setiap tahunnya, menurut Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yury Borisov yang dilansir dari laman TASS.

“Ada sebuah tugas, menyelesaikan semua program pengadaan pertahanan negara. Tahun depan, kami akan membeli sekitar 200 tank dengan berbagai versi per tahun”, katanya pada hari Jumat setelah mengunjungi perusahaan riset dan produksi Uralvagonzavod (UVZ).

Pabrik Uralvagonzavod tersebut telah berhasil menangani masalah substitusi impor, kata Borisov.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov secara khusus mencatat bahwa kontrak untuk pengadaan dua batalyon tank T-14 dan satu batalion dari kendaraan tempur infanteri berat T-15 telah ditandatangani.

Setelah pengujian, keputusan akan dibuat untuk pembelian berskala besar. “Tak perlu mempercepat pekerjaan. Karakteristik teknis produk itu terus dimodernisasi sekaligus menyelesaikan pengerjaan amunisi baru bersamaan.

Karakteristik kendaraan tempur lapis baja yang ada saat ini dirasakan cukup puas oleh pasukan dilapangan.

Evaluasi operasional akhir untuk T-14 “Armata” telah ditetapkan pada tahun 2019. Dan sesuai dengan Program Persenjataan Negara 2018-2027, produksi massal dari tank T-14 berdasarkan platform Armata direncanakan dimulai pada tahun 2020.

Bagikan:

  25 Responses to “Kementerian Pertahanan Rusia Berencana Beli 200 Tank Per Tahun”

  1.  

    Busyet, pertahun 200 biji

  2.  

    Banyak amat…kalau Makin banyak tank yah jadi makin banyak Point defence weapon yg diperlukan untuk melidungi tank… Soalnya tank sekarang banyak ancamannya dari mulai Ground attack aircraft dan Helikopter serang yg dipersenjatai rudal anti tank sampai ATGM.

    •  

      Kan sebagian dari 200 unit tersebut termasuk BMPT-72 Terminator 2 yang sudah dilengkapi rudal anti tank dan anti pesawat bung fnc, menurut situs berita berbahasa Rusia sih… ada pada berita yang kemaren diangkat di JKGR

      •  

        Yah baguslah memang bagusnya mah harus ditambah pengawalnya juga bung lingkar nanti bakal kasian kalau jadi mubazir tuh tank… Mustinya pun kita harus ikutin juga kalau engga mau Leo kita jadi Mangsa predator di langit.

        •  

          Yang mengawal pasukan robotnya Rusia bung 😆 hihihihi

          Saya yakin, untuk tahap berikutnya kita bakal mengadopsi sistem yang sama seperti itu, terlebih belajar dari pengalaman Leonya Turki yang kecolongan lagi.

        •  

          Haha… Jng bw2 robot ahh ntr ada yg nawarin gundam lagi xixixi…

          Kalau inget desert storm di irak dan kampanye udara Nato di serbia Penggunaan PGM atau precision guided munition itu juga bisa jadi pelajaran bung soal pentingnya punya Point defence weapon… Senjata seperti Tunguska dan pantsyr memang di design untuk menghancurkan ancaman PGM sebelum mengenai target.

      •  

        Klu Tank Harimau Hitam dipasang Rudal anti Tank,Helpur dan Pesawat mampu gak ya membawa beban persenjataan berat tsb?he3.

        •  

          Haha… Keberatan armament ga ntr?? Udah ada bung andre contohnya noh pokpung ho tank Korut… Itu tank buset gotongannya banyak amat… Dari dua rudal ATGM, dua rudal sam manpads sampai automatic grenade launcher jadi satu semua di tuh tank jadi itu tank adi sangar banget kelihatannya… Tapi Walaupun kesannya itu tank jadi bisa menghadapi semua ancaman entah efektif atau enggaknya blom jelas, terus juga blom jelas apakah mobilitas tanknya jadi terganggu gak kalau di tambah Extra weapon berlebih kek gitu… Udah gitu kalau tuh tank Hancur yah rugi banyak lah Armamentnya banyak… Lagian kasian juga nanti Awak kru tanknya, otomatis mereka dituntut selain harus tetap fokus dng Target darat juga harus mikirin Ancaman dari udara yg bisa datang kapan saja, kan pusing jadinya nanti cepet stress xixixi… Alangkah lebih baik jika mereka hanya Fokus ke target darat sj sedangkan untuk ancaman Udara biarkan para awak pantsyr yg mengatasinya jadi mereka ga pusing xixixi…

    •  

      Tank tempur Armata sudah memiliki pertahanan dari segala ancaman yg datang dari udara & darat, jika tidak demikian? Maka itu tank bakalan jadi sasaran empuk, begitulah kata mendiang aming lee

      Hahhaahaaaa

  3.  

    Enak ya kalo udah bisa bikin sendiri, di pakai sendiri.
    Di ekspor buat nambah devisa.
    Semoga NKRI segera mandiri alutsista.

  4.  

    Asia Tenggara menjadi area ‘pertempuran’ China dengan Amerika Serikat dan Israel dalam hal penjualan pesawat tak berawak atau drone atau UAV militer.

    Mengutip situs Reuters, Kamis, 8 Februari 2018, harga drone China merek Wing Loong hanya dibanderol US$ 5 juta (Rp 67 miliar) per unit, jauh lebih murah ketimbang Reaper MQ-9 milik AS-Israel yang senilai US$ 100 juta (Rp 1,34 triliun) per unit

    China fokus membidik tiga negara utama di Asia Tenggara. Ketiganya adalah Malaysia, Indonesia dan Filipina.
    Malaysia dan Indonesia masing-masing berpotensi membeli 24 dan 20 unit Wing Loong,”

  5.  

    “Rusia akan melakukan penandatanganan dengan Indonesia, untuk memasok senjata (tidak disebutkan spesifikasinya) dan untuk amunisi yang akan diproduksi dengan lisensi,” kata juru bicara Kremlin Yuri Ushakov, seperti dikutip dari Reuters

  6.  

    Selama 10 tahun masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), praktis anggaran pertahanan Indonesia mengalami peningkatan signifikan hingga 400%. Kebutuhan Renstra TNI pada tahap II yang bertepatan dengan akhir periode kepemimpinan SBY terpenuhi hingga 97,38% dari kebutuhan yang ada, yakni Rp 255,7 triliun dari Rp 262,57 triliun.

    Beralih ke kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertepatan dengan dimulainya renstra TNI tahap III atau 2015-2019. Kebutuhan anggarannya sebesar Rp 907,20 triliun. Apabila ditambahkan dengan kekurangan anggaran renstra tahap I dan II, secara keseluruhan kebutuhan anggara renstra tahap III, Rp 1.379,23 triliun.

    •  

      Terbukti Presiden Joko Widodo Lebih Besar Uang/Anggaran untuk disalurkan ke TNI agar TNI jadi Kuat..

      Pihaknya mengaku gembira ketika Presiden Jokowi mewacanakan peningkatan anggaran pertahanan hingga 1,5% dari GDP. Hal tersebut menandakan adanya kelanjutan dari program tersebut kendati masih belum sepenuhnya terealisasi. Namun dapat dipahami karena pembangunan nasional bukan hanya sektor pertahanan atau TNI saja melainkan banyak hal. Kendati janji adalah janji dan pemerintah harus bekerja ekstra keras bagaimana caranya dapat mewujudkan anggaran pertahanan sebesar 1,5% dari GDP.

      Rp 907,20 T untuk Belanja Barang,Jasa,Perlengkapan,Fasilitas Militer (Pangkalan) dan Modal Belanja

  7.  

    BMPT-72 (Terminator 2) – Armoured Fighting Vehicle)

    https://www.youtube.com/watch?v=w59dgIjkiv0

  8.  

 Leave a Reply