Feb 032019
 

Menyusul langkah Amerika Serikat (AS) untuk menangguhkan kewajibannya di bawah perjanjian INF, Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Sabtu mengatakan bahwa Washington memulai persiapan untuk produksi rudal jarak menengah dan pendek yang dilarang berdasarkan kesepakatan INF dua tahun sebelum menuduh Moskow melanggar perjanjian.

Kementerian Pertahanan Rusia merilis gambar satelit pabrik Raytheon Corporation, dan menjelaskan fasilitas itu telah disiapkan untuk produksi rudal yang dilarang berdasarkan kesepakatan INF.

Gambar tertanggal 3 Desember 2018 itu menunjukkan pabrik berukuran 4150 × 2300 meter. Menurut kementerian pertahanan, kompleks tersebut berisi tiga unit produksi akting dan satu yang masih dalam pembangunan, serta area uji coba, stasiun listrik, dan fasilitas penyimpanan semi-bawah tanah.

Sumber: Sputnik News

  5 Responses to “Kementerian Pertahanan Rusia Tunjukkan Foto Pabrik Rudal AS”

  1.  

    dasar negara para …. bisa menuduh negara lain melanggar aturan pahal dia sendiri yg melakukan pelanggaran,,
    menuduh negara lain membuat bom kimia pdhl dia yg pertama membuat bom nuklir dan bom2 yg memusnahkan lain,y..
    tapi aneh masih byk orang2 yg mendewakan dan menyanjung2 negara ini .. astagfirullah…

  2.  

    Tinggal tekan aja om putin ….. ICBM nya

  3.  

    Ketangkul juga amerika
    😆 😆

  4.  

    Ah si amer ni mau mengambing hitamkan senjata Rusia..kurang apa coba Rusia sdah terbuka soal senjatanya. Masa ngotot mau keluar. Saya yakin itu bukn karna Rusia pasti karna China. Sebab china lagi gencar gencarnya ngembangin Rudal Buat membunuh armada pasifik Amer..

  5.  

    itu mah si amer ibarat maling teriak maling